"Semua ada timbal balik nya,apa yang kau tanam itu yang kau petik,jika kelahiran ku adalah kesialan akan aku buktikan kesialan itu hanya untuk mu!"aleya Zaylin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bintang kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saya tidak akan jatuh cinta
Diwaktu yang hampir sama Zaylin,Jiko dan Farhan sampai di markas yang selama ini Zaylin tempati bersama para preman anak buah pemilik markas asli sampai sekarang belum juga muncul namanya.
"Kenapa ga pernah balik aja sekalian?,udah kehabisan uang ya makanya pulang"tanya Renal sebari mencibir pria yang selalu perpenampilan acak-acakan kini berubah sembilan puluh derajat.
Pria itu terlihat rapi dengan tatanan Jaz dan celana bahan melekat ditubuhnya jika sedang seperti ini pasti orang-orang akan menyangka jika Renal bukanlah seorang preman melainkan pekerjaan kantoran yang selalu sibuk.
Ditanya begitu bukannya tersindir atau marah,Jiko maupun Farhan malah menatap Renal dengan tatapan menilai,"Cakep amat om?,mau mangkal dimana?"tanya Farhan menyidik.
"Si k*mpret kamu pikir om apaan hah mangkal segala,tukang ojek"dengus Renal masih menatap keduanya denganya dengan garang sedangkan Zaylin menyalami tangan Renal beberapa menit tadi barulah nyelonong meninggalkan mereka.
Zaylin sudah muak dengan percekcokan.
"Lebih pantes jadi g*golo sih om"jawab Jiko emang bocah bajigur mana Farhan mengangguk lagi.
"Asal aja cocokte ngomong!,,,emang jadi g*golo dibayar berapa?"sewot Renal berubah dengan wajah penasaran.
"Coba aja dulu om pasti tau bayaran nya berapa"jawab Farhan.
"Kalo tau kalian mau ikutan jadi g*golo juga?"tanya Renal.
"Enggalah,kita nikmati hasil om aja"jawab Farhan terbahak bersama Jiko sedangkan Renal mendengus dengan wajah kembali tidak bersahabat.
"Kalian ngapain kesini?kehabisan uang diluar sana?"tuh kan diledekin terus Renal jadi kembali ke mode garangnya,ditatapnya dua bocah tukang minggat itu dengan tatapan menyidik.
Keduanya malah mengangguk polos, "Om tau aja,agar tali silaturahmi tidak terputus pinjam dulu seratus"ujar Farhan sebari cengengesan emang diantara Jiko dan Zaylin,Farhan inilah si paling aktif.
"Bajigur,sana masuk jangan kelayaban terus,om masih ada kerjaan jadi harus pergi mungkin pulang malem,sampe saat itu kalian ga ada di rumah siap-siap aja om seret kalian buat pulang!"ancam Renal menatap tajam anak angkat pemilik rumah ini artinya saudara seangkatan dengan Zaylin.
Jika Renal menganggap Zaylin sebagai keponakan maka berbeda dengan dua bocah ini yang sudah ia anggap sebagai adik daripada keponakan.
"Tenang aja kali om kita ga bakal pergi lagi ko,iyakan Jik?,selama Zaylin tinggal disini kita juga stay disini"jawab Farhan disetujui Jiko.
"Iya-iya terserah kalian aja, om buru-buru"ujar Renal melegang pergi kalo meladeni dua bocah itu terus yang ada misinya gagal,bisa rugi!.
.
.
.
Di sebuah kamar seorang gadis terlihat lebih segar setelah menyelesaikan mandinya,,kini ia memakai kaos oblong yang hanya menutupi bagian bahu ke perut sedangkan lengannya kosong dan juga boxer sebagai pelengkap penampilannya yang tidak pernah orang lain lihat.
Kulitnya yang seputih susu memperjelas keadaan kulitnya yang buruk,,ada ah lebih tepatnya banyak luka dikulitnya terlihat mengerikan,,luka bekas air panas yang infeksi terlihat jelas dikedua punggung telapak tangan gadis itu,,,bukan hanya itu ada juga bekas luka memanjang dikedua sisi tangannya dari bawah pundak sampai siku disisi kanan ada lima dan disisi kiri terhitung lebih banyak.
Bukan hanya disana telihat pahanya yang putih bercampur corak hitam mengelupas dihasilkan dari luka bakar,,luka memanjang ada juga tapi yang lebih menonjol luka bekas gosokan panas,bukan hanya dibagian tangan dan kaki tapi juga bagian punggung ada beberapa luka yang tidak bisa hilang jika tidak melakukan lanjutkan operasi.
Semua itu hasil karya dari pria bejat yang membencinya yang seharusnya menjaganya malah menjadi sosok yang paling ia benci siapalagi jika bukan Steven esmiral.
Gadis itu Aleya Zaylin,gadis kuat yang tumbuh dengan perasaan balas dendam yang menjadi alasan untuk ia tetap hidup sampai sekarang.
Aleya,jangan panggil dengan nama depan karena ZAYLIN sangat membenci itu,,baginya Aleya ataupun Leya gadis cantik yang penuh ceria sudah mati tersisa hanya Zaylin,Zy dan Zay gadis dengan dua kepribadian tapi dengan satu tujuan yaitu balas dendam.
Zaylin mengambil obat yang ia simpan dalam satu wadah,,tersimpan banyak obat-obatan didalamnya yang harus ia konsumsi agar tetap,,,,lima butir obat ia ambil dari satu wadah dan langsung ia teguk dibantu dorongan air.
Setelah itu ia mengambil perban yang selalu tersedia ditas obatnya,tanpa mengoleskan salep ataupun obat apapun pada kulitnya yang jelas-jelas buruk rupa akibat luka yang sengaja tidak Zaylin obati ia balut dengan perban.
Alasannya?,agar ia selalu ingat kebejatan papahnya yang tidak menganggapnya sebagai anak hanya sebagai pembunuh istrinya,,agar ia tidak bimbang dalam balas dendam!,agar ia tidak lupa akan penderitaan yang ia alami,,agar ia bisa menghargai hidup juga mungkin?.
Tubuhnya yang selalu ditutupi kain di depan semua orang hanyalah kulit buruk rupa yang tidak pernah Zaylin ingin hilang kan,entah sampai kapan, mungkin sampai ia menemukan alasan baru untuk bertahan.
"Mungkin"guman Zaylin mengikat rambutnya menjadi satu,rambut kesayangannya hanya tinggal sebahu padahal Leya sangat menyukai rambutnya yang panjang, khmm Zaylin bukan Leya!.
"Cinta menjadikan orang gila,maka aku tidak akan jatuh cinta"gumamnya sebari terkekeh dan tangannya meraih laptop dinakas samping tempat tidurnya.
Apa yang Zaylin katakan salah?.
.
.
.
Pagi kembali datang sudah enam belas tahun Zaylin bertahan ternyata setiap bangun dari tidurnya Zaylin akan terkekeh menertawakan hidupnya yang begitu lucu untuk dijalani.
"Selamat pagi Zy"sapa Farhan yang pertama disusul Renal dan Jiko juga menyapa Zaylin dimeja makan.
"Pagi"jawabnya sebari duduk didepan Renal dan disampingnya ada Farhan.
"Zy om punya kabar bahagia buat kamu,mau tau ga?"ujar Renal dengan raut bahagia.
"Gausah pake tanya kali om,gatau aja ponakannya kaya gimana,ngomong aja diamah selalu dengerin"saut Jiko meminum teh yang ada dimeja ia alergi pada susu.
Renal mengangguk,"Khmm ini kabar tentang bajingan itu,,semalam ada yang ngehack perusahaannya sampai info penting perusahaan tersebar luas beruntung selama tiga jam"tambahnya berkata dengan senang.
"Wah gila,om,beneran ga tuh berita?,bisa bangkrut mereka"saut Farhan berseru senang.
"Valid lah om ga pernah nyebar hoak"jawab Renal menatap Farhan dengan songong.
"Gitu aja seneng,noh Zy yang ngehack biasa aja tuh"saut Jiko meledek omnya itu.
Renal dan Farhan bersamaan menatap Zaylin dengan tatapan bertanya sekaligus kagum,mereka sudah tau jika Zaylin memiliki kemampuan lebih tentang teknologi.
"Beneran Zy?"tanya keduanya serempak hanya dijawab mengangkat kedua bahunya acuh.
"Wah kenapa ga dari dulu aja sih Zy?,biar mampus sekalian mereka"seru Farhan bahagia.
"Bener!,emang kamu mau mulai dari perusahaan bajing*n itu?"tanya Renal tak kalah senang jika keponakan tak sedarahnya itu mulai melancarkan aksinya.
"Makan"bukannya menjawab Zaylin malah menyendok nasi goreng keatas piringnya.
Renal dan Farhan cemberut tidak mendapatkan jawaban sedangkan Jiko hanya acuh,mau makan aja banyak derama gitu.
Setelah sarapan mereka langsung pergi ke sekolah masing-masing tanpa hambatan.
Untuk pertama kalinya Zaylin datang jauh-jauh waktu,malas sebenarnya,tapi karena panggilan kepala sekolah yang memintanya untuk segera datang.
Disetiap langkahnya banyak pasang mata yang terus menatapnya dengan berbagai penilaian tak banyak juga yang mencibirnya secara terang-terangan.
Zaylin peduli?.
"Heh Zaylin lo ini datang kesini mau sekolah atau jadi preman hah!,songong banget jadi cewek pake segala bully orang!"tegur seseorang menghadang langkah Zaylin.
Zaylin menatap gadis itu tanpa raut wajah berlebih tanpa mengatakan apapun ia kembali melanjutkan langkahnya.
"Lo tuli ya bangs*t!"sentak seseorang tadi tidak terima diacuhkan Zaylin apalagi dirinya kakak kelasnya yang seharusnya dihormati,menurutnya begitu.
"Anda merasa lebih terhormat dari orang tuli hingga lupa diatas tanah masih ada langit"ujar Zaylin acuh kembali melanjutkan langkahnya sedangkan gadis tadi terdiam linglung.
Sesampainya didepan kantor kepala sekolah Zaylin melihat kumpulan anak ayam disana,Mmm magsunya inti Black Lion yang juga menatap kedatangannya.
"Zy kamu udah datang?,ayo masuk mereka udah nungguin dari tadi,tenang aja ada aku disini"ujar Fatih gentleman sungguh Zaylin tidak peduli.
Pengen ngakak tapi takut ditabok begitulah situasi Jerry dan Rahman saat ini hanya bisa mengulum bibir agar tidak kelepasan tertawa,bisa gawat.
Sekedar menatap Zaylin mengetuk pintu ruangan kepala sekolah setelah mendapatkan ijin barulah masuk sedangkan kumpulan anak ayam didepan pintu kembali tidak diijinkan masuk.
Zaylin sadar betul dengan apa yang akan terjadi pasti soal kejadian ditoilet kemarin,terlihat jelas dari kumpulan orang tua yang menatapnya tajam ada juga Monica dan Irena disana,eh ada satu wajah yang menurutnya tidak asing.
Zaylin mengerutkan dahinya melihat pria yang duduk disamping para orang tua lainnya dengan bingung.
"Apa kabar Zy?,,bapak datang kesini atas panggilan kepala sekolah disini"sapa pria itu meringis canggung ia memang datang karena dipanggil temannya yang notabenya kepala sekolah disini.
Sebenarnya semalam ia bertamu kerumah temannya itu tepat ketika ada beberapa orang tua yang melaporkan pembullyan pada anak mereka yang dilakukan beberapa anak disekolah,mendengar nama yang mereka sebutkan membuat pria itu menghela napas pasrah dan ia mengajukan diri untuk bertanggung jawab atas Zaylin mengingat gadis itu tidak punya orang tua.
Dia kepala sekolah ketika Zaylin SMP, pria itu yang selalu jengkel juga muak dengan sikap dingin Zaylin tapi selalu membantu jika ia mampu.
Zaylin hanya mengangguk saja tapi tidak membuat pria itu tersinggung karena sudah paham memang murid lulusan sekolah nya satu ini beda dari yang lain.
Entah Zaylin sadar atau tidak jika salah satu orang tua disana menghampiri dirinya dengan kemarahan hampir meluap.
Hap
"Irena kenapa kamu ngalangin tante hah?,biarkan tante tampar anak begajulan ini!"teriak tidak terima wanita glamor yang mendekati Zaylin bertujuan untuk memukulnya,tapi ketika tangannya hendak mengenai pipi Zaylin tangannya ditahan Irena dengan berani.
Bukan berani sebenarnya tapi keberanian yang ia paksakan,Irena tidak mau masalah semakin membesar.
Plak
semoga sehat selalu thor💪
jauh melewati batas sadar.
ngakak weh
sma kek cinta ya zy