Indonesia
NovelToon NovelToon
I LOVE YOU TOO, MR. MAX!

I LOVE YOU TOO, MR. MAX!

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Lari Saat Hamil / Mafia / Berbaikan
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Futen22

Ratu Maudy. Gadis berusia dua puluh tiga tahun. Menutup diri dari yang namanya cinta dan jatuh cinta setelah dikecewakan teramat dalam oleh kekasih pertamanya tiga tahun yang lalu.

Suatu malam, saat sedang menikmati pemandangan kota yang muram, gadis itu tidak sengaja melihat seorang korban pembunuhan. Dibuang di tempat pembuangan sampah yang tidak jauh dari rusun tempat ia tinggal. Awalnya, Maudy ingin berpura-pura tidak tahu. Tapi, saat seseorang itu bergerak dan hidup, hati gadis itu tergerak untuk menyelamatkannya.

Berlanjutlah hari-hari Maudy yang akan selalu direcoki oleh pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Futen22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 - Halte

Sudah hampir dua jam dia duduk di halte ini. Memperhatikan jalanan. Orang-orang di sekitar berlalu-lalang, silih berganti. Kendaraan-kendaraan yang semakin sesak, berusaha menjadi yang tercepat. Hanya dia yang betah duduk berlama-lama seorang diri, tanpa berbicara sepatah kata pun. Hanya pikirannya yang berisik sementara mulutnya diam seolah bisu.

Hari masih sepagi ini, tapi suasana kota sudah sesibuk ini. Sebenarnya apa yang orang-orang itu kejar? Apa yang mereka dapatkan dari hal yang serba buru-buru itu? Apa mereka bahagia dengan apa yang mereka kerjakan? Atau mereka hanya terpaksa karena tuntutan keadaan? Apa mereka merasa hidup mereka berguna? Atau ... mereka sama seperti dirinya? Orang yang perlahan mati tanpa mengenali diri sendiri lagi dan tanpa tujuan?

"Kenapa hidup harus semelelahkan itu padahal pada akhirnya akan mati?" Maudy bergumam pelan, untuk pertama kali semenjak duduk di sana. Dia merasa miris. Terutama pada diri sendiri yang semakin lama, gairah hidup semakin tipis.

Gadis itu menghela napas dalam. Merasa lelah. Padahal ini masih pagi. Dia bahkan belum melakukan pekerjaan apapun. Tapi, kenapa fisik dan mentalnya sudah semelelahkan ini?

Mengalihkan pandangan dari jalan raya, gadis itu menatap langit pagi yang cerah. Di sana, masih terlihat bulan sabit yang semakin lama keberadaannya semakin samar. Bahkan, langit seindah itu tidak bisa membuat suasana hatinya sedikit membaik.

Kini, Maudy menunduk. Menatap sepasang sendal berwarna biru yang ia kenakan. Warna biru di sendal itu terlihat lebih buruk dari pertama ia beli satu bulan lalu.

'Ternyata benar. Semua pasti berubah seiring berjalannya waktu. Termasuk sepasang sendal ini.'

Melihat jam di ponsel yang sudah hampir menunjukkan pukul tujuh pagi memaksa Maudy untuk segera bangkit. Dia ingin pulang ke rumahnya. Tidur seharian mungkin akan membantunya merasa lebih baik. Dia merasa perlu menyembunyikan diri sejenak dari hiruk pikuk dunia sebelum besok mulai bekerja lagi.

Gadis itu melangkah perlahan menuju bis yang baru saja berhenti. Beberapa orang turun, sementara beberapa orang lainnya bergegas naik. Saat kakinya terangkat untuk naik ke atas bis, seseorang yang terburu-buru hendak keluar tanpa sengaja menabrak lengan kanannya membuat Maudy kaget dan ponsel di genggaman tanpa sengaja terlepas dan terlempar. Sialnya, ponsel itu mendarat tepat ke dalam got di depan halte yang dilapisi jeruji besi.

Setelah beberapa detik ponsel itu mendarat di dalam got yang setengah kering, ponsel gadis itu berbunyi. Sebuah panggilan dari kontak bernama Max.

***

Di dekat lubang got itu, Maudy berjongkok, pandangannya menelaah ke dalam dan mendapati layar ponselnya berkelap-kelip. Sepertinya ada seseorang yang menelepon. Maudy tidak tahu siapa karena dia tidak bisa membaca nama kontak orang tersebut dengan jelas. Matanya rabun dan sekarang dia sedang tidak mengenakan kaca mata.

Gadis itu mencoba memasukkan tangan melalui sela jeruji besi itu, namun menyerah karena tangannya hanya bisa masuk seperempat sementara got itu memiliki kedalaman lebih dari setengah meter. Dia tidak bisa mengambil ponsel dengan cara seperti itu. Jadi, dia beralih mencoba untuk mengangkat jeruji besi itu dari tempatnya. Dan ... dia gagal karena ternyata jeruji besi itu dikunci dan membutuhkan alat khusus untuk membuka bautnya.

Menyerah lagi, gadis itu bangkit. Berkacak pinggang, menatap sekeliling. Mencari-cari seseorang yang mungkin bisa membantunya membuka jeruji besi itu. Tapi, dia sama sekali tidak menemukan seseorang yang sekiranya bisa dimintai tolong. Semua orang terlihat sibuk dengan diri sendiri. Lagi pula, apa yang Maudy harapkan dari orang-orang di jam berangkat kerja seperti ini. Bahkan orang yang menabraknya tadi dan menyebabkan ponselnya jatuh ke dalam got tidak mau bertanggung jawab. Dia hanya mengatakan kata maaf yang jujur saja tidak terdengar tulus kemudian buru-buru pergi begitu saja. Maudy sendiri tidak berniat repot-repot mengejar orang itu dan memulai perdebatan di pagi hari. Jujur, dia sama sekali tidak memiliki tenaga untuk itu.

Apa dia relakan saja ponselnya di dalam sana?

Tidak! Meski dia bisa membeli ponsel baru yang lebih bagus, tapi semua data terutama foto-foto berharga di masa lalu berada di ponsel itu. Dia tidak bisa kehilangan itu begitu saja.

Di tengah kebingungannya, seseorang memanggil namanya dari belakang.

"Maudy?"

Gadis itu menoleh. Di sana, berdiri David, tetangganya, dengan pakaian rapi khas pekerja kantoran. Pria itu menatap dirinya dengan sorot penuh pertanyaan.

"Hai," sapa gadis itu canggung. Berusaha mengalihkan pandangan asal tidak bertatapan mata langsung dengan pria itu. Entah kenapa, tapi pagi ini, semua rasa percaya diri Maudy mendadak hilang. Dia merasa seperti seorang pencundang di hadapan pria itu.

"Kenapa kamu berada di sini? Bukankah kamu biasa berangkat bekerja pukul sembilan pagi?" tanya pria itu mendekat.

"Akh ... itu, biasa, aku sedang lari pagi," ucap gadis itu melakukan gerakan peregangan di tangan.

Mendengar itu, David tertawa. "Dengan pakaian seperti ini? Dan ... sendal? Kamu lari pagi mengenakan sendal?" Tentu saja David tidak sebodoh itu untuk langsung percaya.

Maudy menghela napas rendah. Untuk kali ini pun dia menyerah. Dia memutuskan berkata jujur kepada pria itu. Lagi pula tidak ada salahnya.

"Itu ... ponselku terlempar dan masuk ke dalam got ini," ungkap Maudy menunjuk got di dekat kakinya.

David menatap ke arah tunjuk Maudy. Pria itu mendekat. Menatap ke dalam got dan melihat sebuah ponsel teronggok tidak berdaya di sana.

Pria itu mencoba mengangkat jeruji besi itu.

"Tidak bisa. Itu terkunci dengan kuat," beritahu Maudy ikut berjongkok di sebelah David.

Pria itu mengerti. Dia tidak lagi berusaha mengangkat jeruji besi itu melainkan mengambil ponsel dari saku celana.

"Kamu sedang apa?" tanya Maudy.

"Menghubungi petugas," ucap pria itu.

Tidak lama, panggilan itu tersambung dan David memberitahu petugas tentang apa yang terjadi.

"Sebentar lagi seseorang akan datang membantu membuka jeruji besi ini. Kamu akan mendapatkan ponselmu kembali," ucap pria itu usai percakapannya dengan petugas berakhir.

Maudy merasa sedikit lebih lega. "Terima kasih," ucap gadis itu tulus.

"Tidak masalah," balas pria itu menyimpan kembali ponselnya.

Sembari menunggu petugas datang, mereka duduk di kursi halte itu.

"Ngomong-ngomong, bukannya kamu harus bekerja? Kenapa masih di sini? Kamu tidak takut terlambat?" tanya Maudy heran, kenapa pria itu masih duduk di halte ini bukannya segera berangkat bekerja.

Pria itu menunjuk jam di pergelangan tangan. "Sayangnya aku sudah terlambat. Berangkat sekarang pun tidak ada gunanya," ungkap pria itu ringan seolah itu bukanlah masalah besar.

"Kamu tidak takut dimarahi atasanmu?" Maudy tidak habis pikir dengan sikap santai pria itu.

"Tenang saja. Aku sudah menghubungi atasanku dan berkata akan datang terlambat karena ada urusan penting yang mendesak."

"Memang bisa seperti itu?"

David tertawa kecil. "Tentu saja."

Maudy tidak bertanya lagi. Kini, dia fokus pada jalanan di depan.

"Ngomong-ngomong, aku tidak melihatmu di sekitaran rusun sejak kemarin. Rumahmu juga terlihat sepi. Apa kamu tidak di rumah sejak semalam?"

Maudy merasa tidak wajib menjawab pertanyaan itu, tapi karena pria ini sudah membantunya, dia rasa tidak ada salahnya untuk menjawab.

"Aku menginap di rumah seorang teman," jawab gadis itu tidak sepenuhnya berbohong.

David mengangguk. "Oh ... begitu," gumam pria itu tidak bertanya lebih lanjut. Takut Maudy risih dan semakin menjauh darinya. Dia akan memulai dari awal. Mendekati gadis itu pelan-pelan dan secara natural.

Tidak lama kemudian, mobil petugas sampai. Mereka langsung bergegas membuka jeruji besi itu dan membantu Maudy mendapatkan ponselnya kembali.

Maudy sangat berterima kasih kepada petugas dan juga David. Dia berjanji akan mentraktir David lain kali. Dan tentu saja, pria itu tidak menolak. Itu adalah kesempatan bagus untuk lebih dekat dengan gadis itu. Meski setelah ini dia akan mendapat sedikit omelan dari atasannya karena datang terlambat dan hanya mengabari lewat pesan singkat saja, David rasa ... semua akan menjadi sepadan.

***

1
Marya Dina
aminn thor
d tunggu kelanjutan nya
Umisah Asther
semoga max Dateng dan nolongi Maudy.... jangan balik sama Dave Maudy...yg tulus ada pilih max
Sri Bintang
Luar biasa
Mam Jes
itu2 trs thro kpn masa lalu nya qt tau heheh
Suryani Ani
semangat thor...
Marya Dina
semangat thor
sellu d tunggu crita nya💪💪
mama safa
aq selalu menanti max dan maudy...
Lisa
Aq mampir Kak..keliatannya bagus ceritanya
Lisa: Amin..bagus koq ceritanya
total 2 replies
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Asngadah Baruharjo
keren thoorrr kerennnnnnnn 👍👍👍
Asngadah Baruharjo
wadidawwww
Asngadah Baruharjo
wa ha ha 🤣🤣🤣,max aku mendukungmu
Marya Dina
apa maudy pernah keguguran ya..
ayo lah thor flasback critan nya penasaran ini
Marya Dina: d tunggu klanjutan nya❤️❤️🌹✌️
total 2 replies
Marya Dina
ada apa y 3 thn lalu
apa aq yg blum ngeh.
Futen22: Di sini memang belum diceritakan. Sabar ya🤗
total 1 replies
Acha Larasati Sembiring
hari ini sampai di sini dulu🙂
Sri Bintang
😊😊😊
Sri Bintang
Woww... sepertinya menarik 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!