Setelah semua terbukti dari video yang aku temukan,.Hatiku hancur.seakan sebuah tombak menghunjam dadaku yang terasa sesak..apa yang harus aku lakukan dengan adiku dan Mas Bagas?apakah aku harus mempertahankan rumah tanggaku dengan suami yang aku cintai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna BM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23 Temukan video Mirna dan Bagas.
1 bulan sudah berlalu,Nmun jasad Bagas belum juga ditemukan.
Orang tua Bagas putus asa.
Mereka mendatangi kantor polisi.
Dan masih Tidak ada tanda-tanda ditemukan jasad Bagas.
Sehingga polisi menetapkan kalau Bagas memang sudah meninggal.
karena jurang kedalamannya 30 meter.
tidak dapat untuk Bagas bisa selamat dari maut.
sopir kendaraan yang ditumpangi Bagas pun sudah remuk seluruh tubuh dan wajahnya.
" Maaf sekali untuk bapak dan ibu, saudara Bagas, kami tidak dapat melihat tanda-tanda ditemukan saudara Bagas, maka dari itu, kami menetapkan saudara Bagas meninggal dunia.
Papa dan Mama Bagas menangis.
Terlebih Mama Bagas menangis meraungraung.
Bagaimana tidak, Putra satu-satunya kini tidak ada lagi di dunia ini.
"Bagas, Kamu di mana nak, kasih tahu mama, kamu di mana, mama nggak bisa hidup. tanpa kamu Nak"
Papa Bagas menarik lengan istrinya
"Sudah Ma, sudah, kita pulang ya"
"Mama mau tahu pa, Mama mau tahu di mana Bagas, masih hidup atau sudah mati, Mama mau lihat untuk terakhir kalinya"
"Sudah Ma, ayo kita pulang"
**
Eli hanya pasrah dan mencoba ikhlas.
Hari Senin Eli biasa cuti dari salon Mey.
Mirna sedang ke rumah ibunya, Dewi.
Dan Erin sudah pergi sekolah.
dedek bayi Eli yang sudah diberi nama Glenn sedang tertidur.
Eli melihat sebuah ponsel di atas meja tamu.
Di lihatnya ada foto dirinya berdua Erin.
"Aaah anak itu,selalu sayang sama kakaknya" gumam Eli lalu mencoba melihat-lihat foto dalam galeri ponsel Erin. di situ ada foto teman-teman sekolahnya. tapi mata Eli tertuju pada sebuah Video.
"video apa ini?"
Eli membukanya, lalu keningnya mengernyit,dengan suara-suara yang aneh.
Pertama yang didengar adalah suara aneh seperti orang mendesah.
Tapi kok gelap ya?Kenapa Erin simpan video biru sih?Sejak kapan dia suka menyimpan video seperti ini ? ya ampun Erin...kalau Papa tahu Pasti ngamuk."
Eli memperhatikan lebih seksama lagi
Lama-kelamaan Eli melihat di sekeliling video itu seperti yang dia kenal.
Sekeliling kamarnya, meja rias sama dengan kamar aku, ranjang juga sama dengan kamar aku.
Di lihatnya seorang wanita, posisi duduk, mendidih seorang pria di bawahnya.
Mata Eli memperjelas lagi.
"Siapa Mereka? apa mereka artis-artis film biru?" batinnya.
wanita dengan posisi membelakangi kamera bergoyang.
semakin lama semakin cepat.
"Mas...Mas Bagas..ah...enak Mas..."
"lebih cepat Mir..terus...terus..."
"Hah?"mata Eli mendelik.
Terlihat juga tubuh wanita itu membalik menggulum sesuatu di bawah pria itu. ternyata Mirna.
"Apa Lelaki itu bagai suamiku?Tidak mungkin .."Eli memperbesar bola matanya.
"Yes...terus Mir..."Lelaki itu mengganti posisinya.bangkit dan menidurkan tubuh wanita itu.
Lalu memasukkan sesuatu kepunyaannya wanita itu.
Dan mereka bergumul dengan nafas yang menggebu.
kini Eli yakin, kalau wanita itu Mirna, dan pria itu Bagas, almarhum suaminya.
suara-suara Yang Tak asing lagi.
Dan wajah-wajah mereka yang jelas. Sudah terekam kamera.
"Bejat....bejat.... bejat... bejat... tega sekali kamu Mas, biadab kamu Mirna!!!Ternyata kalian Baji..an semua"
Eli menangis masih tidak percaya.
tapi ini fakta.
"Tega kamu Mas!"
Tapi dia teringat, sekarang Bagas sudah meninggal, untuk apa terus menyalahkan Bagas, teringat juga dengan Mirna.
"Kenapa tega dia, jahat banget kamu Mir"
Ely menyalin video itu ke ponselnya. Tiba-tiba Erin sudah berdiri di hadapannya.
"Kak, kakak lihat ponsel Aku nggak?"
"Sudah Kakak pindahkan ke kamar kamu"
"Oh iya terima kasih Kak"
"Erin!!
Panggil Eli bernada dingin,Membuat Erin menghentikan langkahnya.
Eli mengambil ponselnya dan menunjukkan video yang baru saja disalin ke ponselnya pada Erin.
"Kamu kenal pemeran dalam video ini?"
beberapa detik wajah Erin memerah.
"Aaaa..Aa..aku.." jawab Erin gugup.
"jawab!!!
Bentak Eli.
"maaf Kak'
Bentakan Elin membuat Erin menangis.
"Kenapa kamu simpan semua kebusukan Bagas dan Mirna? kenapa?"
"Aku bingung kak...Aku bingung.."
Erin makin terisak.
"Sudah lama atau masih baru video ini?"
"Sudah lama kak.. sebelum Kak Mina masuk penjara"
" kenapa kamu nggak bilang sama kakak?"
"Aku nggak berani kak, aku takut"
"Seharusnya kamu bilang Rin!!!kamu tahu sendiri..seperti apa hati kakak nonton video ini!!!"
"Iya, aku tahu, makanya aku nggak berani bilang sama Kakak, aku tahu hubungan mereka sudah lama, tapi sejauh yang aku tahu, Kak Mirna yang selalu menggoda Mas Bagas"
Erin mulai berani bicara, yang selama ini Terpendam karena takut.
"Benar-benar biadab!!! Sekarang kamu telepon Mirna, suruh dia pulang sekarang!!"
" Iya Kak" dengan gugup Erin mengambil ponselnya dan menelepon Mirna.
$ambil menunggu Mirna balik ke rumah ini. Eli mengambil semua pakaian Mirna.
dan barang-barangnya.
Memasukkan ke dalam koper.
Diletakkan di luar pintu.
Eli melihat Mirna turun dari ojek.
"Lho..loh..kok Kak, ini kan koper aku, kenapa ada di luar?"
Eli dengan amarahnya yang sudah memuncak dari tadi.
"Mirna, sekarang juga kamu angkat kaki dari sini..!!!"
"Lah? kenapa Kak? Mirna buat salah apa?"
"apa kamu nggak punya salah? aku selama ini sudah baik sama kamu Mir, tapi kamu injak kepala aku" Eli menunjuk ke kepalanya sendiri.
"Tolong jelaskan kak, aku salah apa?"
apa kamu pernah merebut suami orang?"
"hah? tunggu...tunggu, ini suami Siapa? yang benar Kak...Tolong jelaskan, supaya Mirna paham"
Eli tersenyum sinis ke arah Mirna.
"kamu ini masih nggak bersalah? nggak merasa bersalah?"
"Tenang kak, tenang, tolong pada intinya saja, jadi nggak bertele-tele seperti ini" Mirna mencoba menenangkan Eli.
Namun Eli tetap berang dengan kemarahannya.
"coba lihat ini"
Eli memberikan ponselnya, Di mana Di situ ada video biru.
Mirna melihat dengan mata yang membelalak.
video dirinya dan Bagas.
"Tapi Siapa yang merekam?"gumam hatinya.
"kamu pasti mau tahu ya?Hah?Siapa yang mereka itu?" bentak Eli.
Membuat Mirna tertunduk.
Tidak dapat mengelak lagi.
"sekarang juga, Kamu pergi dari sini, perusak rumah tangga orang!!!"
"Aku pergi ke mana Kak?" perlahan Mirna menangis.
"Sudahlah, Terserah mau pergi kemana, bukan urusan aku lagi"
Lalu Eli menutup pintu dengan sekali gebrak, pintunya tertutup.
Lalu menguncinya dari dalam.
"kak Eli...maafin Mirna Kak,buka pintunya, Kak"
Eli Diam, tidak mau menyahut.
"Kita selesaikan dengan kepala dingin Kak"
Tetap saja pintu tidak terbuka.
pada akhirnya Mirna menyerah.
Membawa kopernya dan pergi.
Tujuan satu-satunya, yaitu ke tempat kost ibunya.
Sedangkan Eli masih mengisak diperlukan Erin.
"kak Eli yang sabar, Pasti Tuhan buka jalan.." Hibur Erin.
"sekarang. hidup kakak hanya untuk Glen saja. Rin, satu-satunya peninggalan Mas Bagas."
Eli masih terus menangis, sehingga bayi Glen terdengar menangis di kamarnya.