Indonesia
NovelToon NovelToon
Eternal Determination

Eternal Determination

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:39.3k
Nilai: 5
Nama Author: Made Budiarsa

Dia adalah sosok yang memiliki tekad yang kuat, tetapi dengan keadaan keluarganya membuatnya harus mengambil jalan yang berbeda dan menerima banyak bahaya agar tujuannya tercapai.
tetapi, dia tidak pernah menyangka jika suatu hari nanti, dia akan menjadi sosok yang di perhitungkan di Dunia Yang kejam itu.
suatu saat nanti, hanya mendengar namanya, orang-orang akan ketakutan, hanya mendengar suara langkah kakinya, orang-orang akan menjauh, dan hanya merasakan kehadirannya, semua orang akan tunduk pada ketakutan dan melupakan apa yang telah mereka capai selam ini.
bahkan gunung pun akan hancur ketika dia sedang marah, pohon-pohon dari ribuan mil akan hancur berkeping-keping karena auranya yang mengerikan.

ini adalah cerita Yi Ming yang penuh tekad dan kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Budiarsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9.2 : malam yang menyeramkan

Semburan Qi lalu memenuhi bilah pedang dan membuatnya lebih kuat.

Yi Ming tidak tahu harus berbuat apa, itu sangat cepat dan mendadak. Dia tidak pernah melakukan gerakan cepat dan menerima serangan tiba-tiba seperti ini. Maka dari itu, dia hanya terkejut dan meletakkan kedua tangannya di depan.

Tapi Qi di tubuhnya bergejolak dan mengalir ke kedua lengannya.

Ketika pedang itu terayun, ada dinding tipis menahannya sebelum akhirnya mengenai kedua lengan Yi Ming. Itu tidak membuatnya terluka, tapi membuat Yi Ming terpental lalu menabrak dinding.

Dia merasa keram di kedua tangannya dan punggungnya terasa membentur sebuah batu keras. Setidaknya serangan itu membuat daging punggung Yi Ming hancur.

Memejamkan matanya menahan sakit, Yi Ming lalu memandang pria kekar itu yang semakin mendekat. Suara langkah kakinya sangat berat dan di penuhi kekuatan.

Yi Ming tidak tahu harus berbuat apa untuk saat ini dan dia tahu kekuatan orang ini jauh lebih kuat dari orang sebelumnya. Dia berusaha bertanya kepada Yan He tapi tidak ada jawaban. Dengan ini dia akan mati. Sangat di sayangkan jika mati di usia muda seperti ini. Dia tidak boleh mati!

Menggigit bibirnya, Yi Ming berusaha menjaga kesadarannya. Dia berusaha berdiri lalu melihat sekitarnya. Di ujung kanan ada tongkat kayu. Yi Ming mengambilnya. Dia berteriak dan mengayunkannya. Tapi hanya dengan satu ayunan tongkat itu terpotong. Yi Ming menggunakan keduanya untuk menyerang. Sayangnya musuhnya mendaratkan pukulan dan membuat dada Yi Ming sesak.

Musuhnya menyeringai menyeramkan lalu tertawa terbahak-bahak. Tidak puas dengan penderitaan Yi Ming, dia melompat ke belakang, menunggu Yi Ming bangkit lagi.

Yi Ming merintih kesakitan tapi dia berusaha menjaga kesadarannya dan bangkit lagi. Energi Qi di tubuhnya jelas tidak mampu menyaingi musuhnya itu. Dia hanya mampu menatap dengan kejam dan membunuh.

Saat krisis ini, tiba-tiba terdengar suara Yan He tertawa. “Bagaimana rasanya di antara hidup dan mati?”

“Jika aku mati, paman juga akan mati. Pria ini lebih kuat dari sebelumnya. Aku tidak bisa melawannya. Paman, cari cara untuk melawannya. Jika tidak ada cari cara untuk meloloskan diri.”

“Gunakan otakmu, hancurkan saja dinding kayu di belakangmu.”

Yi Ming terkejut baru menyadari itu. Dia bertanya kenapa tidak berpikir seperti itu?

Yi Ming lalu melirik dinding di belakangnya dan merabanya. Dinding kayu ini kuat tapi Yi Ming yakin ada di salah satu sudut yang memiliki kualitas kayu rendah.

Sementara mereka bercakap-cakap musuhnya kembali berjalan dan melayangkan ayunan. Yi Ming sigap menunduk kemudian menendang perutnya. Pria itu terjungkal ke belakang dan Yi Ming segera berlari mengambil patahan tongkat lalu mengetuk dinding-dinding dengan cepat.

Sebenarnya, ada satu cara lagi agar dia lolos, yaitu dengan berlari ke luar. Tapi Yi Ming tahu pembunuhnya sudah merencanakan semuanya agar pembunuhan ini berjalan lancar. Jika mereka bertarung dan menimbulkan kegaduhan mengapa tidak ada orang yang mendengarnya?

Suara yang di timbulkan sudah lebih dari cukup untuk membuat para penjaga dan orang-orang datang. Yi Ming sadar jika pembunuhnya berasal dari anggota keluarga jiang, jika tidak pria ini mustahil mampu menyelinap masuk ke kediaman keluarga Jiang.

Sementara Yi Ming mencari, dia berusaha menghindari setiap serangan yang ada. Dia kelelahan dan sekuat tenaga melakukannya.

Sayatan-sayatan memenuhi dinding-dinding kamar dan Yi Ming terus mencari.

Setelah dua puluh ketukan, akhirnya dia menemukannya tapi musuhnya sudah melayangkan serangannya.

Yi Ming mengeluarkan Qi nya dan memukul dinding. Dinding itu retak dan hancur. Tapi dia tidak bisa menghindar dari serangan musuhnya dan terlempar ke kamar sebelah.

......................

Malam itu di sebelah kamar Yi Ming merupakan kamar pelayan keluarga Jiang, Wu Si Yu. Dia duduk di depan cermin, mengambil bedak putih dan melumuri wajahnya. Bersenandung riang. Lalu mengambil dua tusuk rambut, menggulung rambutnya.

Tiba-tiba terdengar suara kecil di sudut ruangan. Dia penasaran lalu memandangnya.

Tidak menghiraukannya lalu melanjutkan tata riasnya.

Lalu saat hendak berdiri, Yi Ming terlempar dan menabrak dinding di sampingnya. Wu Si Yu terkejut. Saat dia memandang pria kekar yang menghancurkan dinding dan memasuki kamarnya, tubuhnya gemetaran dan berteriak histeris. Dia lalu bersembunyi di balik meja dan membungkuk.

Yi Ming mengusap darah yang keluar dari bibirnya. Lukanya lebih parah dari serangan putri walikota Ji tapi tubuhnya saat ini lebih kuat dari sebelumnya. Dan Qi di tubuhnya yang tersisa bergerak menyembuhkannya perlahan-lahan.

Yi Ming memandang ke samping, ada sebuah pedang terpajang di dinding. Dia mengambilnya, kemudian dengan cepat melayangkan serangan.

Musuhnya terlalu ahli dalam seni Pedang; serangan apa pun yang mengarah kepadanya di hancurkan begitu saja. Yi Ming semakin terpojok dan meminta pertolongan kepada Yan He.

Yan He tertawa. “Tidak bisakah kau mengandalkan dirimu sendiri?”

“Paman, ini bukan saatnya!”

Yan He menghela nafas. “Alirkan Qi ke seluruh tubuhmu.”

“Sudah aku lakukan!”

Yan He tidak marah. “kemudian alirkan Qi ke dalam pedangmu.”

Yi Ming mengerti dan melakukannya. Dia lalu merasakan pedangnya lebih ringan dan tajam. Perlahan-lahan dia mulai menyaingi musuhnya. Namun kemampuannya tentu lebih rendah dari lawannya itu, sehingga lama kelamaan dia terdorong mundur dan hampir mengenai dinding.

“Paman, apa selanjutnya?” Yi Ming bertanya ketika dia terdorong. Dahinya di penuhi keringat dan detak jantungnya berdegup kencang.

“Selanjutnya, kau harus mengandalkan dirimu sendiri.”

Yi Ming kecewa tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang.

......................

Sementara Wu Si Yu gemetaran dan ketika dia memberanikan diri untuk melihat dia menjadi takut dan terkejut. Pemuda berusia 16 tahun itu mampu bertahan dari hujanan serangan pria kekar.

“Apa yang harus aku lakukan! Dia akan mati! Aku tidak ingin melihat dia mati! Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan? Berpikir, berpikir!” Dia menjadi panik dan berlarian.

Wu Si Yu sepenuhnya sadar jika pemuda itu mati, maka selanjutnya dia juga akan mati. Dia tidak mau itu terjadi. Setelah beberapa saat berpikir, dia melihat sebuah pedang di bawah meja.

Wu Si Yu memiliki dua pedang itu untuk menjaga dirinya. Dia menyembunyikannya di bawah meja dan memajangnya. Pedang satunya lagi di gunakan sebagai cadangan. Dia sangat berhati-hati.

Dia mengambilnya, kemudian melompat dan berlari sambil berseru, “Pembunuh! Pergilah ke neraka!”

Wu Si Yu mengayunkan pedangnya.

Tidak pernah terpikirkan olehnya, pedang itu mampu menggores punggung pembunuh itu tapi tentu saja itu hanya luka kecil. Pria kekar itu diam setelah merasakan dinginnya bilah pedang itu. Dia mengeram. Memanfaatkan kesempatan itu Yi Ming menusukkan pedangnya ke dada pria itu. Tapi mampu di tahan. Yi Ming menggunakan kedua tangannya dan mendorong pedang itu.

Akhirnya pedang itu terdorong dan menembus dada pria itu.

Yi Ming memutar pedangnya dan membuat luka yang lebih besar. Pria itu mengeram dan mencabut pedang Yi Ming lalu melemparnya. Dia lalu mengeram kesakitan sambil menutup lukanya.

Matanya kini memerah. Dia lalu mengalirkan Qi ke seluruh tubuhnya. Petir emas muncul beberapa kali di tangannya.

Yi Ming terkejut dan cepat menggeser ke samping sebelum akhirnya mengenai pukulan petir pria itu.

Yi Ming terkejut dan berpikir keras memandang Petir yang samar-samar muncul.

Wu Si Yu lebih gemetaran memandangnya. Dia tanpa sadar menjatuhkan pedangnya. Pembunuh itu terlalu mengerikan!

1
Min Wahyuni
bagus sayang gx selesai
Budiarsa: terima kasih telah membaca. akan di lanjutkan kok, tapi tidak tahu kapan
total 1 replies
Putra_Andalas
Jika JANTUNG nyan sampe hancur gitu...Tewas dah MC 😵
Putra_Andalas
blum apa² udah lucu kalimatnya 🤣
sejak kpn PERAK disebut Gerombolan...emg mahkluk hidup apa !?? 🙄
Zahira
lanjutkn ttp semngat updatenya, jgn kendorrr,,, mudah2n dpt ranking update trbaik, asal tiap hari minimal 2 chapter...
Zahira
jgn lupa share,tiktok, ig , fb thor biar rame
Budiarsa: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Zahira
lanjutkan thor aku sllu, menunggu updatemu
arfan
tambah semangat bos
Vals
1000 perak setara 500 koin emas,,?? brarti klo 10 koin perak setara 5 koin emas donk?? yg bnar aja thor
Putra_Andalas: 1 Coin Emas = 0,5 Coin Perak

0,5 x 1000 Perak = 500 Emas
total 1 replies
Zahira
mantap lanjutkn
Zahira
ttp semngat thoor,,,akoh sllu menantikn updatennya 😍
Zahira
serasa nonton serial drama cina ,bila ikut menikmati alurnya...top lanjutkn thorrt,,, semangatt
Zahira
semngat thor, jgn lupa share fb, ig, whatsap jg, biar menyaaaalaaaa
Al^Grizzly🐨
katanya mau jadi kuat...lalu hanya duduk diam...tidak melatih fisik...padahal dgn membaca buku atau kitab..kita bisa tahu sejarah atau kejadian masa lampau..aneh juga nih mc...pingin jadi kultivator..malas membaca.
syarif ibrahim
lagi2 keberuntungan... 🤔💪👍🏻
syarif ibrahim
mati kau dimakan ikan anjing.... 🤫💪
syarif ibrahim
lagi2 beruntung.... 🤫
syarif ibrahim
entah siapa yg akan menang..... 🤔🤔🤔
syarif ibrahim
terlalu menyeramkan.... horror...... 😲
syarif ibrahim
benar2 malam yg menyeramkan dan menyesakkan dada.... 🤔
syarif ibrahim
ceritanya lamban nih... kapan si MC nya jadi sakti..... 🤔🤔🤔👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!