Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Reverse Harem

Terjebak Reverse Harem

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pernikahan rahasia / Trauma masa lalu / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:269k
Nilai: 4.8
Nama Author: Azmi McFadden

Warning : Cerita ini hanya untuk pembaca dewasa

Pasca berakhirnya pertunangan dengan mantan kekasihnya yang kasar dan super toxic, Lila memutuskan untuk kembali ke Brisbane, kota tempat ia tumbuh bersama empat sahabat masa kecilnya yang dulu ia perlakukan sebagai kacung.

Henry, Jacob, Aiden dan Pierre. Mereka yang dulu Lila anggap sebagai anak buah, kini menjelma menjadi empat pria dewasa yang super tampan dan sangat mapan. Sementara Lila justru bertahan dengan sisa tabungannya dan honor sebagai novelis tidak terkenal yang sangat sedikit.

Setelah dipermalukan oleh Henry di acara reuni SMA, Lila justru mendapatkan kejutan demi kejutan tak terduga dari keempat sahabat masa kecilnya yang diam-diam mencintainya sejak lama.


Jika kamu suka cerita ini, jangan lupa like, coment dan follow ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azmi McFadden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Sekedar Ciuman

"Buka bajumu! Kau bisa memakai bajuku! Jika tetap seperti ini, kau bisa sakit!" Aiden memberikan kaos hitam yang semula ia kenakan ke tangan Lila dan kemudian berbalik arah membelakanginya.

Lila ingin menangis, memandang punggung Aiden yang menunjukkan bahwa sekarang ia bukan lagi Aiden yang lemah dan tak berdaya, sekarang dia adalah pria yang kuat yang bisa menghadapi kejamnya dunia ini sendirian.

Lila membuka baju dan pakaian dalamnya yang basah dan memakai kaos milik Aiden yang saat ia pakai mencapai pangkal pahanya. Kaos ini cukup besar dan longgar untuknya.

"Aku sudah ganti baju! Kau bisa berbalik sekarang!"

"Benarkah? Baiklah!" Ucap Aiden sembari berbalik arah menghadap Lila yang merasa sangat canggung dan berusaha menutupi pahanya.

"Kau lihat apa?"

"Tidak ada! Aku pikir kau jadi terlihat sangat seksi dengan kaos itu!" Aiden mengatakannya tanpa memikirkan perasaan Lila yang merasa sangat malu sekarang karena harus memakai kaos bekas pakai sahabat laki-lakinya sementara ia tak memakai pakaian dalam sama sekali.

Melihat reaksi Lila yang hanya diam dengan wajah memerah membuatnya menjadi merasa bersalah karena sudah mengatakan hal seperti itu.

"Maaf, kata-kataku sangat keterlaluan! Kau pasti tidak nyaman, iyakan? Baiklah, bagaimana kalau kita tidur? Aku akan membelakangimu! Kau bisa menutup pahamu dengan jaketku!" Ujar Aiden. Sementara Lila hanya mengangguk setuju karena ia tak bisa berbuat apa-apa sekarang.

Mereka berbaring bersebelahan, sementara Aiden berbaring membelakanginya. Lampu ruangan ini semakim redup dan mulai kehabisan daya karena menggunakan baterai. Lila khawatir jika ruangan ini menjadi sangat gelap.

"Aiden!"

"Iya? Kau butuh sesuatu?"

"Itu, sepertinya lampunya akan segera mati. Bagaimana ini?"

"Biarkan saja! Tutup saja matamu dan tidur!"

"Tapi-"

"Kau takut?"

"Itu, aku-"

Lampu benar-benar mati dan membuat ruangan ini menjadi sangat gelap. Lila merasa sangat takut, kegelapan yang mencekam ini membuatnya merasa tidak nyaman.

"Aiden, lampunya sudah mati. Bagaimana ini?"

"Baiklah, sepertinya di sini ada senter! Aku harap masih bisa dinyalakan!" Ucapnya. Namun tampaknya mereka harus bersabar karena senter itu sama sekali tidak bisa dinyalakan.

"Sudah rusak ya?"

"Baterainya habis!"

"Ya ampun, gelap sekali! Aku tidak bisa lihat apa-apa!"

"Mau bagaimana lagi? Kita tidur saja!"

"Baiklah!" Ucap mereka sembari kembali berbaring.

Angin kencang mulai masuk ke celah-celah pintu, membuat suhu di ruangan kecil ini menjadi semakin dingin.

"Aiden, kau tidak kedinginan?"

"Sedikit!"

"Kau tidak pakai baju. Kau bisa terkena flu!"

"Tidak apa-apa! Aku baik-baik saja! Jangan pikirkan aku!"

"Mana bisa begitu! Uhm...Aiden!"

"Hmm? Ya?"

"Kau sudah tidur?"

"Belum!"

"Aku kedinginan, bisa kau peluk aku?"

"Apa? Memelukmu? Kau sudah gila?"

"Kenapa? Kucing saja tidur berdempetan saat kedinginan!"

"Tapi kita bukan kucing! Bagaimana jika aku berpikir yang tidak-tidak saat memelukmu?"

"Memangnya kau akan memikirkan apa?"

"Tidak ada! Lupakan saja!"

"Jadi, kau tidak mau memelukku?"

"Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika terjadi apa-apa padamu!"

"Kau tidak bisa menahan diri ya?"

"Tentu saja! Aku ini laki-laki!"

Lila tertawa kecil mendengar ocehan Aiden. Namun ruangan ini sangat gelap, dengan begitu mereka tidak perlu saling melihat satu sama lain. Saling memeluk saja sudah cukup agar rasa dingin ini bisa sedikit berkurang.

Mereka berpelukan erat dan tampaknya mereka salah perhitungan

Hanya karena tak saling memandang, bukan berarti hasrat itu tidak muncul. Aroma, suhu tubuh dan sentuhan jauh lebih kuat dari sekedar penglihatan.

Ruangan ini di penuhi dengan suara detak jantung mereka. Kehangatan pelukan Aiden membuat hati Lila mulai melemah, namum ia berusaha mengabaikannya dan menutup matanya agar ia bisa terlelap.

"Aiden!"

"Ya?"

"Apa kau baik-baik saja?"

"Tidak, aku tidak baik-baik saja! Aku sangat kacau sekarang!"

Aiden merasakan gejolak yang sulit ia kendalikan, hingga tanpa sadar tangannya membelai lembut punggung Lila. Lils yang bisa merasakan sentuhan tangan Aiden tak bisa berbuat apa-apa.

Pelukan mereka semakin erat, Lila bisa merasakan suara nafas Aiden yang memburu dengan cepat. Ia tahu apa yang Aiden pikirkan saat ini dan ia pun tak bisa menyalahkan Aiden.

"Maafkan aku! Kau pasti kesulitan, iyakan?" Ia bertanya. Aiden menahan tawanya, saat ini dari pada menderita, ia justru malu pada dirinya sendiri yang terlihat sangat bernafsu.

"Bukan salahmu! Kau tidak perlu memikirkan aku! Tapi rasanya memang sedikit dingin di sini!"

"Bukan sedikit, Aiden! Tapi sekarang benar-benar dingin. Untung saja tubuhmu hangat, jadi aku-"

"Hangat?" Bisik Aiden. Suaranya terdengar sangat berat seolah siap untuk melahap apa saja yang disuguhkan di depan matanya.

Lila terdiam, ia baru saja mengatakan sesuatu yang semakin memperburuk keadaan. Meski saat ini ia merasa hangat karena pelukan Aiden, namun di satu sisi, Aiden sudah terbakar akibat hasrat yang ia tahan.

Lila sadar bahwa saat ini ia dalam pelukan Aiden yang sedang bertelanjang dada. Ia khawatir memikirkan apakah Aiden bisa bertahan sampai pagi atau menyerah dan memintanya untuk melakukan itu.

"Lila!"

"Y-ya?"

"Aku ingin menciummu! Apa aku bisa menciummu?" Pintanya. Lila bingung, mungkin sebaiknya ia menolak namun ia takut itu akan membuat hubungan mereka menjadi buruk untuk kedepannya.

Rasanya serba salah jika terjebak dalam suasana intim bersama sahabat masa kecil. Dilanjutkan atau tidak, sama-sama akan meninggalkan kesan yang aneh.

"B-baiklah, tapi hanya ciuman saja. Ok?"

"Ya, hanya ciuman saja!"

Mereka berciuman di tengah kegelapan, tanpa saling memandang. Namun itu justru membakar gairah mereka menjadi jauh lebih besar. Ciuman biasa berubah menjadi ciuman penuh nafsu saat Lila mulai membuka mulutnya dan membiarkan Aiden melahap dan bermain dengan lidahnya.

Lila berharap bahwa ini hanya sekedar ciuman. Namun tentu, itu akan menjadi sangat sulit. Aiden tidak bisa menahan tangannya untuk bermain dengan tubuh Lila.

Ia membelainya dan itu membuat Lila mulai terangsang. Lila benci ini, jika sudah sejauh ini, dia tidak ingin berhenti. Karena itu ia membiarkan Aiden untuk terus menyentuhnya.

Tubuh Lila mulai menegang, tangannya memeluk Aiden seolah tak akan ia lepaskan. Aiden sadar bahwa dia sudah melakukan kesalahan dengan membuat Lila ingin melanjutkannya.

"Kau baik-baik saja?"

"Tidak! Ini salahmu, dasar bodoh! Tadi sudah aku bilang, hanya ciuman saja! Kenapa kau meraba punggungku juga?" Ucapnya kesal.

"Maaf! Mau bagaimana lagi? Aku tidak sadar! Lagi pula, mana mungkin aku diam saja saat berciuman. Laki-laki macam apa aku?"

"Dasar bodoh!"

"Bagaimana? Mau ciuman lagi?"

"Kau cari kesempatan ya? Pasti kau sengaja membuatku terangsang agar kita bisa bercinta, iyakan?"

"Siapa bilang? Itu hanya naluri laki-laki saja! Memangnya ada laki-laki dan perempuan tidak melakukan apa-apa disaat-saat seperti ini?"

"Mana aku tahu!"

"Jujur saja, kau jadi ingin melakukannya, iyakan?"

Lila terdiam, bohong jika ia bilang kalau dia tidak ingin melakukannya. Apalagi aroma parfum Aiden yang membuatnya teringat masa-masa intim bersama mantan tunangannya.

Dulu dia selalu mencium aroma ini setiap kali ia bercinta, aroma parfum ini seperti mempunyai daya tarik yang sangat kuat untuknya.

"Ugh..." Aiden mendesah. Ia merasakan sesuatu yang tidak nyaman dari balik celananya.

"Ada apa?"

"Apa aku bisa buka jeansku? Ini benar-benar tidak nyaman sekarang!"

"Kenapa tidak nyaman? Memangnya kenapa?" Tanya Lila yang tidak bisa menangkap maksud dari ucapan Aiden.

"Aku ereksi! Rasanya tidak nyaman pakai jeans. Aku ingin membuka celanaku!"

"Jangan buka celanamu! Lagi pula kenapa kau bisa ereksi?" Teriak Lila protes. Ia benar-benar tidak peka dengan kondisi Aiden sebagai seorang pria dewasa yang masih sangat aktif secara seksual. Rangsangan sedikit saja bisa menjadi pemicu.

"Kau masih bertanya kenapa? Ya ampun! Kau ini benar-benar super tega ya? Sudahlah! Pokoknya aku akan membuka celanaku!"

"Tidak...! Jangan buka celanamu di depanku! Aku tidak mau melihatnya!"

"Sialan, kau sudah lihat punya Pierre! Apa kau pikir punya Pierre jauh lebih bagus dari punyaku sehingga punyaku tidak pantas untuk dilihat?"

"Bukan begitu, Aiden! Aku mohon kasihanilah aku!"

"Lagi pula sangat gelap di sini! Kau tidak akan melihatnya!"

"Bagaimana jika aku tidak sengaja menyentuhnya saat aku tertidur?"

"Tenang saja, aku tetap pakai celana dalam!" Ucap Aiden sembari membuka celana jeans-nya.

Lila merasa semakin panik sekarang. Ia tak tahu sampai kapan suasana intim dan canggung ini akan berlangsung. Setelah melepaskan jeans-nya, Aiden kembali berbaring di sampingnya.

"Sebenarnya apa yang kau pikirkan?" Tanya Aiden.

"Tidak ada!"

"Benarkah?"

"Iya! Aku hanya merasa aneh saja, berduaan denganmu dalam kondisi seperti ini. Rasanya seperti tidak pernah terbayangkan olehku!"

"Hahaha...kau benar! Tapi kita ada di sini sekarang! Tidak ada yang salah karena dulu kita pernah-"

"Aiden!"

"Hmm?"

"Cium aku!" Pintanya. Ia merasa gila karena sekarang dialah yang meminta Aiden untuk menciumnya.

"Baiklah!" Aiden menciumnya seperti yang ia inginkan.

Lila merasa bahwa saat ini ia seperti perempuan gila yang haus akan sentuhan pria. Ia benci dirinya yang seperti ini karena ia harus memintanya dari sahabat masa kecilnya sendiri.

Ruangan yang kecil dan udara yang dingin adalah pemicu mengapa pemikiran dan hasrat itu muncul. Saat suara nafas Aiden terdengar di telinganya, maka ia tak bisa menahannya lagi.

"Buka kakimu!" Bisik Aiden.

"Ta-tapi-"

"Kau sangat menginginkannya'kan? Tak apa, buka saja!" Ucapnya. Lila mengikuti perkataannya meskipun dengan sedikit ragu.

"Kau mau aku menyentuhnya dengan tanganku? Kalau kau tidak mau, aku tidak akan melakukannya!"

"Apa kita benar-benar harus melakukannya?"

"Tentu saja tidak! Jangan khawatirkan aku! Kau yang paling punya hak atas tubuhmu!"

"Aiden!"

"Hmm?"

"Bisakah kita saling berpelukan saja?"

"Baiklah! Tapi kau harus tidur, kau mengerti?"

"Iya, aku akan memejamkan mataku. Selamat malam, Aiden?"

"Selamat malam!"

***

1
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sangat suka,bikin mewek
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sakit banget aiden meninggal... pingin banget aiden tetep hidup...
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
mewek parah...
Restu
.🤭😊😊😊
Restu
good
Restu
terimakasih thour
Restu
sakit thour😭😭😭
Restu
author jangan kejam.
Restu
😭😭😭😭
Ko
Kau tau thor.. Kau lah author yg plg jahat dari semua author yg novelnya pernah aku baca. Dari bab 1 sehingga tamat kau buat aku menangis. Bukan menangis biasa2 tapi menangis hingga mataku bengkak & aku flu. Teganya kau thor..kau buat aku menjiwai watak lila, aiden, henry, pierre & jacob spt mereka itu diriku sendiri. Aku bisa merasai sakit, bahagia, derita, sengsara, kerinduan, ghairah & cintanya mrk..aku berharap novel ini akan panjang lg atau setidaknya ada season 2 tapi...ia tdk akan mungkin ada kan thor??? Apakah tdk keterlaluan thor bila aku masih mengiginkan kebahagiaan utk mrk berenam setelah kematian aiden? Aghh! Aku rindu kisah mrk thor...😭😭😭😭😭😭
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU: sama aku jg ngrasa gitu .. aku jg nangis2 wkwkwk
total 3 replies
Etik Fidiati
😭😭😭😭😭
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
semangat lila
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
😭😭😭
Santi Kurniawati
😍😍😍
Linda Othman
finaly the end. hidup bersama akhirnya 😊
Linda Othman
ala mati ke??!! tidakkk
Linda Othman
Deep...
Linda Othman
knp bila pov Lila lebih sedih...terus kuat Lila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!