INI KARYA ASLI AUTHOR YAAA, TAPI MEMANG MEMAKAI LATAR BELAKANG CHINA.
Li Ranran adalah gadis jaman modern yang menyebrang ke sebuah novel. Hidup didalam tubuh seseorang yatim piatu dengan nama yang sama. Ditemani sistem multifungsi.
Cerita ini berkonsep ala terjemahan yaaa
Start -> Kamis, 11 Mei 2023
End ->
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adegan Berbahaya
Shaoting saat ini sedang menemani beberapa rekannya dan tamu-tamu lainnya.
Dia harus minum banyak gelas anggur, untung saja pertahanan tubuhnya bagus, jadi dia tidak sampai mabuk.
"Shaoting apakah nanti istrimu mau ikut ke militer? " Tanya Shimin.
Shaoting mengangguk, "Ya dia berkata akan mengikutiku. "
"Berati dia akan tinggal di asrama yang disediakan untuk tentara? " Jiaming ikut bertanya.
"Aku akan bertanya padanya dulu, lagipula aku sudah menyiapkan rumah di ibukota, tempatnya strategis, jadi dia tidak akan kesulitan jika ingin membeli sesuatu. "
"Benar-benar sosok suami idaman. " Ejek Jiaming.
"Kaupun akan seperti aku jika bertemu dengan gadis yang kau cintai. Ranranku tidak pernah menuntut apapun. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuknya. " Shimin bisa melihat jika rekannya ini sangat mencintai istrinya.
Menurutnya pasangan ini memang sangat serasi, bukan hanya Li Ranran yang beruntung mendapatkan Shaoting, tapi Shaoting juga beruntung mendapatkan Li Ranran.
Li Ranran gadis yang cantik dan lembut. Dia memiliki teman baik dari ibukota, adalagi gerombolan gadis kecil yang mengikutinya. Bukankah itu sudah menjadi salah satu bukti dia adalah gadis yang baik, terlihat jika dia sangat disukai.
Shaoting sendiri merupakan seorang prajurit yang hebat, prestasinya banyak. Bahkan jika dia mau, dia bisa saja menerima tawaran menjadi Mayor Jendral karena banyak misi yang mampu dia selesaikan. Tapi Shaoting ini orangnya sangat kaku dan dingin.
Shaoting seakan menutup diri dengan yang namanya wanita. Ada beberapa tentara wanita yang mencoba mendekatinya, tapi Shaoting sama sekali tidak perduli.
Akhirnya sekarang Shimin tahu, kenapa Shaoting seperti itu. Ternyata dia sudah memiliki Li Ranran dihatinya.
____***____
Sebelum kembali ke kamar, Shaoting membersihkan dirinya dulu. Dia takut istrinya tidak nyaman dengan aroma anggur ditubuhnya.
Ketika memasuki kamar, dia melihat istrinya itu sedang bermain dengan bunga hiasan dikamarnya.
"Ranran"
Li Ranran menoleh, lalu tersenyum malu-malu kecoa, eeh malu-malu kucing. (Biar ga tegang ya bestieee 😂😂😂)
Shaoting berjalan perlahan mendekati Li Ranran. Li Ranran menegang, tiba-tiba saja dia merasa sangat gugup.
Shaoting memegang pipi Li Ranran, wajahnya semakin mendekat, "Malam ini aku tidak akan menahan diri lagi." Bisiknya sambil mengecup ringan telinga Li Ranran,tubuh Li Ranran langsung meremang. Shaoting membawa Li Ranran duduk di ranjang, dia mendudukkan Li Ranran dipangkuannya.
Segera Shaoting mencium bibir istrinya dengan lembut, Li Ranran membalas ciumannya dengan meletakkan tangannya di leher Shaoting dengan sedikit memeluknya.
Shaoting tahu jika malam ini mereka akan menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya, jadi dia akan memberikan pengalaman yang mengesankan pada istrinya ini.
Ciuman itu berlangsung cukup lama, hingga istrinya kehabisan nafas. Shaoting segera melepaskan ciumannya. Mereka lalu saling memandang dengan penuh cinta.
"Ranran, malam ini kau akan menjadi milikku seutuhnya. " Ucap Shaoting tepat didekat bibir Li Ranran.
Li Ranran memejamkan matanya, dia menghirup dalam-dalam nafas Shaoting yang masih mengandung aroma anggur samar-samar, hal itu justru menimbulkan sensasi tersendiri untuknya.
Li Ranran lalu membuka matanya, dia berkedip lembut, " Yah, aku milikmu."
Segera Shaoting menciumnya lagi, kali ini ciumannya lebih menuntut. Li Ranran mencoba mengimbangi ciuman Shaoting. Tangan Shaoting bergerak membuka baju Li Ranran.
Shaoting membaringkan tubuh Li Ranran di ranjang, dia bersandar dengan sikunya. Ciuman Shaoting turun di leher, dia meninggalkan banyak jejak di leher Li Ranran. Li Ranran mengerang pelan, dia merasa sedikit sakit tapi menikmatinya.
Tangan Shaoting meremas lembut payu**** Li Ranran yang masih tertutup bra berwarna hitam. Segera Li Ranran mendesah lembut. Shaoting segera membuka pengait bra tersebut.
Li Ranran memejamkan matanya, dia cukup malu untuk memandang suaminya saat ini. Shaoting mencium payu**** Li Ranran secara bergantian.
Desahan Li Ranran semakin intens, dia menikmati cara Shaoting memperlakukannya. Shaoting kadang menciumnya dengan kasar kadang lembut. Shaoting benar-benar berhati-hati.
Saat ini keduanya sudah tidak memakai apapun. Shaoting membuka kedua kaki Li Ranran, dia segera memposisikan miliknya pada milik Li Ranran.
Sebelum itu dia mencium Li Ranran dengan lembut, "Bersiaplah Ranran, aku akan berhati-hati", bisiknya disela-sela ciumannya. Li Ranran tidak menjawabnya, dia saat ini sudah terbakar gairah karena Shaoting.
Li Ranran meringis kesakitan, saat Shaoting mulai memasukinya, "Aaaaah ini sakit Kak" Rengeknya. Tangannya mencengkeram lengan Shaoting dengan kuat.
Rengekan lembut Li Ranran justru semakin membangkitkan gairah Shaoting. Segera Shaoting mendorong kuat miliknya.
"Aaaaaaaaaaahh" Teriak Li Ranran, dia mengigit pundak Shaoting. Nafasnya terengah-engah karena rasa sakit yang luar biasa. Tubuhnya seakan terbelah, saat Shaoting berhasil memasukinya.
Shaoting berhenti sebentar, dia membiarkan Li Ranran tenang. Setelah Li Ranran terlihat tenang, Shaoting segera menggerakkan tubuh bawahnya.
Setelah itu hanya terdengar suara erangan dan rengekan Li Ranran. Li Ranran berulang kali mengalami pelepasan. Sedang Shaoting masih kuat bertahan.
Untung saja Li Ranran meminum obat dari sistem. Dia benar-benar mengagumi stamina Shaoting.
Meskipun melakukannya dengan lembut, tapi Shaoting benar-benar tidak menahan dirinya. Dia menggempur Li Ranran sampai tengah malam. Setelah merasa puas dia segera mengakhiri kegiatannya.
Shaoting membantu Li Ranran membersihkan diri. Tenaga Li Ranran benar-benar terkuras habis. Setelah mengganti sprei di ranjangnya, Shaoting segera menidurkan istrinya.
"Terimakasih Ranran, aku sangat-sangat bahagia malam ini. Aku berjanji akan selalu memberikan yang terbaik untukmu. " Dia mengecup kening Li Ranran.
Li Ranran sendiri tidak mendengar ucapan Shaoting, dia sudah jatuh terlelap.
_____***_____
Paginya Shaoting bangun lebih dahulu, dia melihat Li Ranran masih tidur. Dia tidak membangunkannya.
Sebenarnya dia sadar jika semalam dia terlalu bersemangat hingga tidak menahan diri sama sekali. Tapi dia cukup kagum dengan stamina istrinya ini.
Dia kuat mengimbanginya sampai lama, hingga akhirnya dia sudah tidak bisa menahan gempuran kekuatan staminanya.
Saat keluar kamar, dia melihat ibunya sedang menata makanan dimeja.
"Shaoting, kau harus bisa menahan dirimu, Ranran gadis yang lembut." Tiba-tiba ibunya menegurnya.
Shaoting hanya menggaruk tengkuknya, dia paham maksud ucapan ibunya. "Hmm." Dia hanya membalas dengan singkat, lalu berlalu keluar untuk menjemur sprei.
"Anak ini benar-benar" Ibu Shaoting berdecak sebal dengan respon anaknya. " Awas saja dia menindas menantuku.
...🥔🥔🥔🥔🥔...
#huaaa😭😭😭aku membaca ulang part ini sampai tiga kali, aku berusaha membuatnya tidak terlalu vulgar. Maaf jika masih agak gimana yaa🙏🙏🙏🙏
#terimakasih banyak buat yang selalu rajin Vote dan komen yaa🤩🤩🤩
#semoga kita semua diberikan Kesehatan Lahir Batin, dilancarkan Rezekinya, dan dimudahkan segala Urusannya 🙏🙏🤲🤲🤲
InshaAllah
menurut ku tata bahasanya lebih enak begini, apalagi sistem pakai "anda" jadinya harus formal, ga enak banget dibaca kalau campur aduk antara formal dan non formal