Indonesia
NovelToon NovelToon
Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Nikahmuda
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.

Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?

Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 9.

Clarissa menepuk-nepuk lembut boneka putrinya itu, untuk membersihkannya dari debu yang menempel.

Clarissa merasa sedih melihat, bagaimana tadi putrinya begitu takut padanya.

Ia harus segera memperbaiki hubungannya kembali dengan putrinya itu.

Clarissa mengambil kotak p3k, dan membawa boneka gajah Aurora yang tadi terjatuh.

Dengan langkah pelan Clarissa mengintip ke dalam kamar Aurora, dari ambang pintu kamar putrinya yang terbuka, lalu melangkah masuk ke dalam kamar.

Ia melihat Aurora di lantai karpet kamar, sedang bermain sendiri menyusun mainan puzzle nya dengan satu tangannya.

Clarissa tersenyum melihat putrinya, yang tampak sudah mandiri walau masih berusia lima tahun.

"Aurora!" panggil Clarissa lembut.

"Hah?!" Aurora terkejut mengangkat wajahnya, dan memandang Clarissa dengan tatapan yang masih terlihat takut.

"Mama datang membawa boneka gajahmu, yang tadi tidak sengaja terjatuh!" Clarissa bicara sembari tersenyum hangat mengulurkan boneka gajah Aurora.

Aurora sontak menyeret tubuhnya mundur kebelakang, sampai punggungnya menempel ke antara boneka-bonekanya yang berukuran besar.

Mata Aurora memandang Clarissa tidak berkedip.

Melihat Aurora yang masih terlihat takut padanya, tangan Clarissa perlahan meletakkan boneka gajah Aurora ke atas karpet.

"Saat kamu tadi terjatuh, Mama melihat tanganmu terluka, Mama datang sekalian ingin mengobati tanganmu yang terluka!"

Clarissa menunjukkan kotak p3k yang ia pegang memandang Aurora dengan tatapan lembut.

Perlahan Aurora mengulurkan tangannya yang terluka, sembari matanya memandang Clarissa tidak berkedip.

Melihat Aurora mengulurkan tangannya, perasaan Clarissa sangat senang sekali.

Ia melangkah mendekat pada Aurora yang tidak bergerak diantara bonekanya.

Clarissa meletakkan tubuhnya duduk di depan Aurora, lalu ia pun mengambil obat oles untuk luka dari dalam kotak p3k.

Mata Aurora berkedip memandang Clarissa, dengan tangan yang masih terus ia ulurkan.

Clarissa mengolesi kapas pentol dengan obat antiseptik, "Nak, akan terasa perih obatnya saat Mama oleskan, tahan sebentar, ya? Mama akan tiup, agar kamu tidak merasa terlalu perih!"

Aurora menganggukkan kepalanya menuruti apa yang dikatakan Clarissa, lalu kemudian memejamkan matanya.

Clarissa tersenyum melihat putrinya itu memejamkan mata, untuk menahan rasa perih, saat obat antiseptik ia oleskan pada luka Aurora.

Dengan lembut dan hati-hati Clarissa mengoles luka Aurora, lalu meniupnya dengan lembut juga.

"Lihat, Mama sudah selesai olesi!"

Aurora membuka matanya.

"Putri Mama ternyata anak yang berani!" puji Clarissa tersenyum hangat sembari tangannya terulur untuk mengelus kepala Aurora.

Aurora sontak menjauhkan kepalanya dengan tatapan, yang terlihat kembali ketakutan, dan Clarissa seketika menarik kembali tangannya.

"Oh, baik, baik! Mama tidak sentuh, Mama sekarang akan keluar!"

Clarissa memasukkan kembali botol antiseptik, dan kapas pentol ke dalam kotak p3k.

Aurora diam memandang Clarissa, dan keluar dari antara bonekanya, setelah Clarissa bangkit berdiri dan melangkah ke pintu kamar.

Di pintu kamar yang akan ia tutup kembali, diam-diam Clarissa mengintip Aurora kembali.

Ia melihat Aurora mengambil boneka gajah yang tadi ia letakkan di atas karpet.

Melihat putrinya itu kembali bermain sendirian, Clarissa merasa sangat sedih.

Ia pun berbalik untuk pergi dari sana, dengan hati yang masih terasa sedih.

Langkahnya seketika terhenti melihat Stephen, yang sepertinya ingin melihat putrinya mereka juga.

Mereka sesaat saling memandang.

Stephen kemudian memandang ke arah kotak p3k yang Clarissa pegang, lalu tanpa mengatakan apa pun Stephen berbalik pegi dari sana.

"Eh, tunggu dulu!" spontan Clarissa menahan langkah Stephen yang akan pergi.

Stephen menghentikan langkahnya.

"Aku ingin bicara dengan kamu!" kata Clarissa.

Wajah datar dan dingin Stephen menoleh memandang Clarissa, tapi kemudian ia tetap melangkah pergi dari sana.

Clarissa mengejar Stephen.

Ia harus gigih untuk memperbaiki hubungannya dengan Stephen.

Ia tahu seperti apa karakter Stephen.

Stephen memiliki pribadi yang pemalu, di balik aura dingin dan kaku Stephen.

Bersambung......

1
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
tu kan salah paham lagi....
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
wahh Clarissa kamu dibohongin.
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...
Dilla Fadilla
lanjut thor up yg bnyk
kymlove...
bagus Clarissa dan Stephen.. bila perlu hancurkan keluarga anak nakal itu!!
kymlove...
Stephen mana weee
Guest
crazy up thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!