Indonesia
NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:876.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

"Ji Yu, berhenti!" perintah Li Zie rendah.

Srett! Srett! Srett!

Sekitar dua belas orang berpakaian serba hitam terjun dari atap bangunan, mengepung mereka dalam lingkaran sempurna. Mereka adalah tentara bayaran kelas atas, terlihat dari cara mereka memegang pedang pendek yang melengkung.

"Tabib Tua, serahkan emas itu dan nyawamu akan kami ampuni," ujar sang pemimpin dengan suara dingin.

Li Zie mendengus di balik janggut palsunya. Ia melirik Ji Yu yang mulai gemetar namun tetap memasang kuda-kuda pelindung. Baru kali ini Ji Yu melihat pembunuh bayaran dan auranya sangat kuat.

Li Zie berkata pada Ji Yu, "Ji Yu, berikan kantung-kantung itu padaku sekarang."

Li Zie menyentuh kantung emas yang dibawa Ji Yu. Dalam sekejap mata, wush! Kantung-kantung berat itu lenyap ke dalam ruang dimensinya.

Para pembunuh itu tertegun. "Sihir macam apa itu?! Di mana emasnya?!"

"Ruang dimensi. " gumam salah satu di antara mereka.

Li Zie meregangkan lehernya hingga berbunyi krek. Dan berkata dengan arogan, "Emasnya sudah aman di tempat yang tidak bisa dijangkau pencuri kecil seperti kalian. Sekarang..."

Li Zie memasang kuda-kuda Kokutsu-dachi yang rendah namun sangat stabil. Li Zie kembali berkata dengan suara berat kakek-kakek, "Mari kita lihat apakah pedangmu lebih cepat dari tanganku."

"Serang!"

Pertempuran pecah.

Ji Yu, meski terluka, menggunakan sisa energinya untuk menangkis dengan pedang pendek curiannya. Sementara Li Zie? Ia adalah badai hitam. Ketika seorang pembunuh menebas, Li Zie tidak menghindar jauh, ia melakukan Uchi-uke tangkisan dalam dengan tangan kiri yang dialiri qi panas, lalu membalas dengan Shuto-uchi pukulan pisau tangan tepat ke saraf leher lawan.

Brakk! Pembunuh itu jatuh pingsan tanpa sempat berteriak.

"Jangan hanya diam! Dia tidak memakai senjata!" teriak musuh yang lain. Mereka menyerbu bersamaan, namun Li Zie bergerak dengan efisiensi yang mematikan. Setiap pukulan dan tendangannya tidak hanya kuat, tapi menyerang titik fatal yang hanya diketahui oleh seorang dokter ahli anatomi.

Di kegelapan dua orang baru saja datang, memperhatikan pertarungan di depan.

"Yan benar, kakek ini sangat aneh," bisik Feng sambil memegang busur panahnya.

"Lihat gerakannya, itu bukan aliran bela diri dari dataran tengah." ujar Feng lagi.

Saat Li Zie mulai terkepung oleh Tensi pertarungan semakin tinggi. Li Zie mulai terdesak karena jumlah lawan yang terlalu banyak, apalagi ia harus melindungi Ji Yu.

 Tepat saat dua bilah pedang hendak menghujam punggung Li Zie, sebuah anak panah perak melesat dari kegelapan dan menghancurkan salah satu pedang tersebut.

Ting!

"Sepertinya kau butuh sedikit bantuan, Tabib Tua!" teriak sebuah suara yang sangat dikenal Li Zie

Feng mendarat dengan gaya sombong di tengah-tengah kerumunan, disusul oleh dua bayangan hitam Pengawal Bayangan Kaisar. Kedatangan mereka mengubah peta pertempuran. Feng bergerak seperti kilat, setiap tebasan pedangnya menjatuhkan satu nyawa.

"Kau terlambat, Anak Muda!" seru Li Zie sambil melompat dan melakukan tendangan Mawashi-geri tepat ke wajah musuh terakhirnya.

Dalam hitungan menit, gang itu hanya dipenuhi oleh rintihan para pembunuh yang lumpuh. Feng menyarungkan pedangnya dan menatap Li Zie dengan curiga.

Feng berkata dengan dingin, namun tersirat kekaguman, "Gerakan macam apa itu? Kau tidak menggunakan tenaga dalam secara tradisional, tapi setiap seranganmu merusak titik saraf."

Li Zie kembali sedikit membungkukkan punggungnya, bersikap seperti kakek tua lagi.

 "Hanya sedikit teknik kuno untuk memijat orang-orang kasar," ujarnya asal.

Salah satu pengawal bayangan menarik paksa kerah baju pemimpin pembunuh yang masih hidup. Ia menyibakkan lengan baju musuh itu, menampakkan tato bunga lili hitam. "Lili Hitam," gumam pengawal itu dingin.

Mata Dewa Li Zie mendadak berdenyut. Melalui penglihatannya, ia melihat aliran energi beracun di dalam darah pembunuh itu, racun yang sama dengan yang ada di tubuh Pangeran, namun dalam dosis kecil sebagai pengikat kesetiaan.

"Jadi, orang yang meracuni Pangeran juga yang mengirim pembunuh ini untuk menghapus jejakku," batin Li Zie tajam.

Li Zie mendekati Feng, menepuk pundaknya yang membuat Feng risih karena jubah rubahnya masih dipakai Li Zie. Tabib agung berkata, "Sampaikan pada tuanmu, pengkhianat di sekitarnya jauh lebih berbahaya dari yang ia duga."

" Dan Yan..." Li Zie menoleh pada Yan dan berkata, "Terima kasih atas bantuannya. Tapi jangan harap aku memberi diskon untuk pengobatan berikutnya!"

"Ji Yu, ayo pergi! Feng, terima kasih atas bantuannya, tapi jubah rubahmu tidak akan kukembalikan!" seru Li Zie sambil melompat kembali ke atas atap dengan lincah.

Feng hanya bisa menghela napas panjang, menatap jubah kesayangannya dibawa kabur oleh tabib sakti yang luar biasa ajaib itu.

Ayo ah di komen-komen, jangan mals komenn biar author semangat berpikirnya.

1
Ramla Utina
tidak jadi mati kedua kalinya
Ramla Utina
aku suka ceritanya💪
Fitria: thanks sudah mampir, kk
total 1 replies
Mera
Keren sih, lengkap komedi. Kultivasi. percintaan 😍😍😍
Rubiyata Gimba
knapa tidak menyediakan makanan terlebih dahulu lalu taruh di dimensinya supaya klau lapar tingal ambilnya
Fitria: Kan ada komedinya kakak. Jadi harus ada adegan yang amburadul nya😄
total 1 replies
Maryana Fiqa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mera
orang penting mah gitu, nyawanya selalu dalam bahaya
Mera
walopun kadang gila. Tapi orangnya bener🤣🤣🤣
Mera
Thor, kelakuan Lizi inspirasi dari mana😭😭😭😭😭
Mera
Lizi menggila🤣🤣
Mera
Aku selalu kebayang gimana suara serak kakek pertapa😭😭😭
si Lizi ini emang kurang asem
Fitria: nah hebat bisa bayangin😁
total 1 replies
May Dwi
luar biasa
Erni andi arifuddin
padahal dia bisa makan apel sementara
Andrea
3 gunung emas🤑🤑
Erni andi arifuddin
guru hentikan guru😂😂😂
Erni andi arifuddin
bisa ngak le zie nya agak bijak dlm berkata kok perasaan karakter seorang dokter jd hilang di ganti dgn kerakusan dan kesombongan, maunya sih MC nya di bikin agak bijak dan berpendidikan atau mmg karakter dia sewaktu masih di dunia masa depan sdh kasar🙏
Erni andi arifuddin
kenapa mesti tinggal terus di situ
Sfarlett Alexana
Ceritanya bagus💪
Andrea
abu gosok🤣🤣🤣
Andrea
sungguh terlalu Shen Zie gx puas2 koin dah bnyk juga🤣🤣
Andrea
jgn pelit2 lah Shen Zie🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!