Indonesia
NovelToon NovelToon
Penjaga Hati #2

Penjaga Hati #2

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alana Kanaya

Season 2 Pemilik Hati

"Tugasku adalah menjaga hatimu supaya tidak kembali terluka seperti saat bersamaku. Kebahagian hidupmu adalah tujuan hidupku... mengenai hati, kebahagian dan hidupku, biarkan itu menjadi urusanku nanti. Sedangkan kamu... kemarin, hari ini, dan selamanya adalah pemilik hatiku."

(Yudha Adipati Pratama)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Aku bisa merasakan tubuh sang letnan menegang untuk beberapa saat sebelum akhirnya sebelah tangannya memelukku lembut.

“Kenapa? Ada yang membuatmu menangis lagi?”

Aku mengangguk dalam pelukannya.

“Siapa?”

“Mas Yudha.”

“Aku?”

Aku kembali mengangguk.

“Apa yang aku lakukan?”

Sang Letnan berusaha menjauhkan tubuhku untuk melihat wajahku tapi aku semakin memeluknya erat.

“Key, lepasin dulu pelukannya.”

Aku menggeleng malah semakin memeluknya erat.

“Gak enak kalau kelihatan sama orang lain.”

“Biarin.”

Sang Letnan tertawa mendengar jawabanku.

“Kita masuk ke dalam dulu.”

Aku mengangguk setuju.

“Ya udah lepasin dulu, gimana mau masuk ke dalam kalau masih meluk gini.”

Tak mau melepaskannya membuatku langsung naik menginjak kedua kakinya membuatnya langsung tertawa ngakak sambil memelukku.

“Ckk.. punya calon istri manja, cengeng, Al saja kalah nih… kalau Al ada pasti rebutan minta gantian,” ucapnya sambil berjalan dengan aku di atas kedua kakinya, tangannya memelukku menahanku agar tak terjatuh.

“Yakin tak mau turun di sini?”

Aku melihat saat ini kami sudah berada di depan pintu yang terbuka.

“Aku tak tanggung jawab kalau Ayah dan Ibu sampai lihat.”

Mendengar itu membuatku mau tak mau turun dan melepaskan pelukan membuatnya tertawa sambil mengacak-acak rambutku. Aku langsung duduk di teras depan dan sang Letnan ikut duduk di sampingku sambil menatapku.

“Jadi apa yang telah ku lakukan sampai membuatmu menangis?”

Aku menangis karena sangat merindukanmu dan ingin memelukmu, ingin ku katakan itu seperti dulu lagi tapi.. untuk sekarang aku ingin hubungan kami seperti sekarang karena aku masih takut seandainya kami kembali berpacaran apakah aku akan seperti Irene yang akan selalu mengungkit kesalahan di masa lalu yang akhirnya membuat Arga merasa lelah dengan hubungan seperti itu, dan yang pasti aku ingin kami lebih mengenal sifat kami lebih dalam lagi.

“Kenapa Mas Yudha tidak memberitahuku kalau Ayah yang menyarankan Mas Yudha untuk meninggalkanku dan memilih Widy?”

Sang Letnan terlihat sedikit terkejut mendengar pertanyaanku.

“Ayah memberitahumu?”

“Iya, ibu juga.”

“Key, mereka itu hanya menyarankan tetap saja keputusan akhirnya ada padaku.” Sang Letnan sedikit tersenyum ketika menatapku, “Jadi jangan marah dan menyalahkan mereka, ok?”

Jadi karena alasan itukah sang Letnan tidak mau memberitahuku kalau kedua orangtuaku terlibat dalam keputusannya meninggalkanku? Karena dia tak mau aku marah dan menyalahkan kedua orangtuaku? Ya Allah, kenapa selama ini aku lupa kalau dia tak akan meninggalkanku tanpa alasan, aku sungguh bodoh.

“Itu sepenuhnya adalah kesalahanku dan tanggung jawabku, jadi kalau kamu mau marah… marah padaku saja jangan sampai kamu marah sama Ayah dan Ibu.”

Hatiku berdesir mendengar ucapannya…

“Seharusnya Mas Yudha memberitahuku, jadi aku tak sekecewa dan semarah ini sama Mas Yudha.”

“Dan tetap saja saat itu kita akan berpisah, Key, saat itu aku harap dengan kamu membenciku kamu akan dengan cepat melupakanku… tapi kenyataannya memang susah sih buat lupain aku.”

“Hahahaha… GR!”

“Lho benarkan?”

“Iiih GR! Aku hampir melupakan Mas Yudha kalau saja aku tak melihat pertunangan Mas Yudha malam itu.”

“Ckk… pasti gara-gara Raihan nih jadi hampir lupa.”

“Engga! Bukan karena Mas Raihan, beneran deh.” Aku berkata dengan wajah serius membuat sang Letnan tersenyum.

“Tapi beneran deh, kalau dipikir-pikir dulu waktu Leona juga gitu. Aku hampir melupakan Mas Yudha, eh malah ketemu di Musi Rawas, pas Widy juga gitu… jadi gimana mau move on coba?”

“Itu tandanya Allah tak mengijinkan kamu untuk melupakanku, Key,” ucap sang Letnan dengan senyum lebar.

“Kalau memang gitu, kenapa harus ada masalah-masalah seperti ini?”

“Karena Allah ingin kita lebih menyayangi satu sama lain, dan Allah ingin kita tahu kalau kita sangat berharga buat masing-masing.” Sang Letnan tersenyum menatapku sebelum kembali melanjutkan ucapannya.

“Kalau tidak ada masalah Leona mungkin aku tak akan tahu kalau kamu ternyata sangat setia, kalau tidak ada kasus Widy mungkin kita tidak akan pernah tahu bagaimana sakit dan menderitanya kita ketika harus saling kehilangan satu sama lain. Dan rasa sakit itulah yang menunjukan berapa besar dan dalam cinta kita.”

Dan aku tak akan tahu kalau selama ini akulah prioritas utama dalam hidup sang Letnan… aku tersenyum menatapnya yang juga tersenyum menatapku.

“Tapi ternyata tetap saja, kamu bisa mudah ke lain hati… ckk!”

“Iiiih… Rey jangan dihitung.”

“Ya dihitunglah, kan kalian jadian.”

“Engga!”

“Gak jadian tapi peluk cium… ckk-ckk-ckk.” Sang Letnan menggelengkan kepala.

“Engga!”

“Waktu di dusun bambu?”

Aku gugup kehilangan kata-kata.

“Mas Yudha juga sama Deby!”

“Deby itu cuma nyapa gak pakai perasaan kaya Tukul.”

“Tapi tetap saja judulnya cium pipi… mana dua-duanya lagi, kalau Rey kan cuma satu!” ucapku dengan cemberut mengingat kejadian di undangan saat itu membuat sang Letnan menatapku beberapa saat.

Tanpa diduga dia menarikku ke dalam pelukannya dan mencium kedua pipiku dengan lembut dan lama disetiap pipi seolah sudah sejak lama dia ingin melakukan itu. Aku hanya bisa terdiam dengan jantung seolah turun hingga ke ujung kaki dan mulut menganga tak percaya. Dadaku kini berdegup kencang dan aku yakin pipiku kini telah memerah.

“Sekarang jangan cemburu lagi… dah dapatkan ciuman di pipinya? dua-duanya lagi,” ucap sang Letnan sambil tersenyum membuatku tertunduk malu, tapi kemudian aku menatapnya dengan mata membulat ketika mengingat sesuatu.

“Aku dan Rey tidak pernah ciuman! Beneran!” aku menatapnya serius yang menatapku terlihat menyelidik, “Waktu di dusun bambu juga itu pertama kalinya dia menciumku, aku benar-benar kaget waktu itu.”

Sang Letnan masih terdiam menatapku.

“Malam itu hampir saja dia menciumku, tapi untung saja Mas Yudha keluar.”

“Key, walaupun misalnya iya, itu tidak jadi masalah untukku.”

Aku menatap sang Letnan sedikit kecewa karena itu berarti kalau dia tidak marah atau cemburu sama sekali,, “Tidak jadi masalah?”

“Iya, tidak jadi masalah… yang perlu aku lakukan hanya menghapus jejaknya seperti tadi aku menghapus jejaknya di pipimu.”

Deg!

Menghapus jejaknya seperti tadi dia menghapus jejaknya di pipiku? Bukankah itu artinya dia akan… aaah, seharusnya tadi aku bilang saja kalau Rey pernah menciumku! Aku membuang napas berat menyesali kejujuranku.

“Apa yang sedang kamu pikirkan, Key?”

Aku terkejut ketika mendengar suara sang Letnan yang sedang berusaha menahan tawa.

“Tidak! Aku tidak memikirkan apa-apa.”

“Terus kenapa pipimu merah?” ucap sang Letnan sambi mencubit pipiku lembut.

“I-itu karena di sini panas banget!” aku berdiri dengan gugup, “Sudah ah, masuk yuk!” aku berkata sambil berjalan meninggalkanya yang tertawa.

*****

Ada yang mau dihapus jejaknya juga sama Sang Letnan??? 😍😍😍

1
Anonim
Sama-sama mempertshsnksn gengsi
Dinda Gusti
bikin baper,bikin nagih bacanya.kereeen👍
yuliantia
kisah arga dmn ya mbak, kyk udh pernah baca kisah arga & arin tp lupa dmn, judulnya ap? pengen baca lagi..
Ani Nda'y Bryan: nah ini mba q jg nyariin crta Arga tp g ada,q jg udh prnh bca tp kn pngn bca LG,ni aj smua crta mba Lana tak bca ulang smua,coz kgn
total 1 replies
Cahaya Mentari
ya Allah...ceritanya sungguh mengharukan kak... bikin hanyutt...
sherly
no coment untuk kisah cinta mereka terlalu maniz sampai gamon.... awal baca tahun brp ya... kalo suntuk ngk Nemu novel bagus ya langsung cek rak buku fav.... dan disinia aku untuk yg ke 3 kali aku baca tetep aja buat baper...
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
sherly
kisah cinta mereka yg membuatku kembali membaca novel ini... gemessss banget
Elly R.Rasya
baca untuk kesekian kali nya....😍😍😍😍😍
Elly R.Rasya
baca berulang yang ke sekian kali nya.....ga bosan2...
🥰🥰🥰🥰
bikin cerita lagi atuh Teh Alana...
sakura🇵🇸
ceritanya bagus banget...meskipun ini cerita versi jilid2 tp benar2 tetep ngena😍 g ada bosen2nya baca malah nagih
sakura🇵🇸
gimana g klenger otu akad pagi bisa2 dah didandanin dari habis subuh😅
trus lanjut pesta siang malam....dah pasti kaki pegel2
sakura🇵🇸
ini ujiannya udah ngalah2in ninja hatori mendaki gunung lewati lembah..jadi jangan sampe cerai ya🤭 rugi bangeett perjuanganya berat untuk bisa bersatu
sakura🇵🇸
kembali seperti yang sudah2 ya ga😄😄 yang bikin galau siapa...yang tekor siapa😜
sakura🇵🇸
bertaruh nyawa dan hanya berlindung pada doa orang2 tercinta🥹 sungguh pengorbanan mereka ini nyata..
sakura🇵🇸
udah jadi wagub bosan trus jadi anggota kpk merangkap pengusaha kaya raya yang punya hotel🤭
sakura🇵🇸
kebakar cemburu tp g bisa ngapa2in ya 😄 definisi sakit tak berdarah sih
sakura🇵🇸
bagus lah..malah yudha seneng klo kamu g sempet pake baju🤭
sakura🇵🇸
bener2 terhura sih ini...bersyukur banget dikelilingi prang2 baik yang tulus menyayangi😍😍😍
sakura🇵🇸
kiwkiw...udah terlanjur suudzon g taunya dikasih surprise party sama mas kapten😍
sakura🇵🇸
apakah ini akan ada kejutan acara lamaran romantis?lamaran diulang sekalianngasih seserahan🤭
sakura🇵🇸
jadi kamu mau yang mana ga?rinjani apa reva?
rinjani aja kali biar g dikira beneran selingkuh🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!