Indonesia
NovelToon NovelToon
Selingkuhan Berhasrat

Selingkuhan Berhasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Clue

Keluarga suamiku merendahkanku setiap hari, aku di jadikan babu di rumah itu, rumahku sendiri. Tapi suamiku tak peduli, ia hanya bisa terus berselingkuh dengan wanita di Bar.
Satu malam, aku mabuk berat dan tidur dengan pria asing yang ku temui di parkiran, kami melakukannya di mobil.
"Ah...lakukan dengan pelan." Kataku, karena hanya itu yang bisa ku balas pada dunia yang menyakitiku.
Tapi aku tak tau, pria itu ternyata....ketua organisasi paling berbahaya di kota ini.
Sekarang aku terjebak
Antara pernikahan yang akan membunuhku pelan pelan, atau pria yang bisa membunuhku dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Clue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Dari samping, bayangan besar terlihat, tangannya memegang sebuah gagang payung berwarna hitam

Cahaya lampu makam yang terang berada tepat di belakangnya

Menjadikan wajahnya tenggelam dalam gelap. Hanya garis rahang dan bahunya yang tergambar samar, seperti potongan bayangan

Clare tidak bisa melihat ekspresinya. Yang terlihat hanya siluet tinggi yang berdiri diam, mengawasi

Lalu sosok itu melangkah maju satu kali, keluar dari cahaya dan...

Clare terpaku saat melihat yang keluar dari cahaya itu siapa

"Jhon!?" suaranya keluar lirih, nyaris seperti bisikan

Rasa takut yang tadi mencekam seketika berubah menjadi rasa kesal

"apa yang kamu lakukan di sini! Kamu membuatku takut!" tanya Clare, Suaran bergetar karena marah

Jhon tak menjawab. Ia melangkah mendekat. Bayangannya memanjang di atas tanah makam

"apa kamu membututiku!" tanyanya, terdengar menghakimi

"tidak!" jawab Jhon, suaranya rendah namun serak

"lalu! Mengapa kamu bisa sampai di sini"

"mungkin kebetulan!"

Clare mengendus, melihat wajah Jhon dengan jelas "berhenti berbohong!" desis Clare

"aku sama sepertimu! sedang berziarah dan kebetulan bertemu" jelas Jhon. Namun Clare tidak gampang untuk mempercayai omongannya

"jika kamu tidak percaya biar aku antarkan kamu ke makam Nenek ku sekarang!" ujarnya, meyakinkan

Angin malam bertiup, membawa aroma tanah basah dan bunga kamboja,

Clare menatap mata Jhon lama. Pria itu tidak berkedip. Tatapnya lurus, seolah benar-benar tidak ada yang ia sembunyikan

Clare menghembuskan napas besar, Rasa curiga dalam dadanya mengempis, berganti dengan rasa bersalah karena telah menuduh

"maaf" gumamnya pelan "aku..... hanya terkejut!"

Jhon tak menjawab, ia hanya mengangguk satu kali singkat

"Sekarang! Mari kita pulang" ajaknya

Clare mengangguk, ia berjalan di samping kanan Jhon

Sekian lama berjalan, mereka sudah keluar dari area makam, langkah terasa lebih cepat karena tak sendiri

Di parkiran, mobil hitam milik Jhon menunggu, ada seseorang di jok supir itu, sedang tertidur, punggungnya bersender

"pulang bersamaku, ke rumah kita!"

Clare berhenti berjalan, kaku mendengar kata 'rumah kita' yang terasa asing untuknya

"Jhon..." suara Clare pelan "aku ingin pulang ke rumahku saja!"

Jhon menatapnya, mata gelap itu tidak berkedip sama sekali. Tidak ada ruang untuk Clare negosiasi bersamanya

"Baiklah! Ke rumahku, karena rumahku adalah rumahmu" ujarnya, terdengar seperti paksaan

"Naik!" perintah Jhon. Singkat. Tegas

Clare menggigit bibir, ia menoleh ke arah makam yang gelap di belakangnya. Lalu menoleh lagi ke arah Jhon

Angin malam berhembus, mencekam. Membuat badannya merinding

Clare menghela napas. Kalah

"iya," gumamnya

Jhon berjalan membuka pintu kursi penumpang, mempersilahkan Clare untuk masuk

Di dalam mobil..

Bima masih tertidur, pulas. Tak terbangun kan oleh suara suara berisik di sekitar

Jhon menoleh ke jok depan, menghela napas panjang

"Bima!" panggilnya, berat, memerintah

Bima tersentak, matanya langsung terbuka, bingung namun waspada "siap! tuan!" jawabnya cepat

"kamu dipekerjakan bukan untuk tidur!"

Bima langsung duduk tegak, punggungnya kaku, ia menelan ludah

"maaf, tuan. Saya ketiduran" katanya cepat

Clare di samping Jhon ikut menahan napas. Aura Jhon saat marah berbeda, seperti pembunuh

Jhon bersandar di jok, matanya masih menatap lurus ke depan. Rahangnya mengeras

"jalankan mobil," perintahnya

"baik, tuan" Bima buru-buru menyalahkan mesin

Hening...

Suara mesin meraung pelan, memecah keheningan di dalam mobil

Clare mencuri pandang ke arah Jhon. Pria itu tidak meliriknya sama sekali

*Dirimu yang ini sungguh menakutkan, Jhon* batin Clare

1
Hamzah
W untuk mbok Lastri ❤️‍🩹
Hamzah
noo mertua matre 🥲
Hamzah
belum apa - apa udah tegang aja nih🗿
Hamzah
halo kak, aku mau baca kalau ada waktu, jangan lupa saling support 😇
Starval
Waduh kak jadi takut, jangan lupa mampir ya kak saling suport
Maharani Martosono
😄
Nona Cloe: rating dong kak, makasih 😘🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!