"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngopi-ngopi cantik
Kakaknya Kak Reno datang memeluk dan mencium perpisahan ,"kapan-kapan ngopi cantik lah Kak" .katanya memberikan schedule untuk meminta waktu ku,
"Kakak tinggal di mana ?nanti bisa kali kontek-kontekan .nomor yang kemarin chat ,nomor kakak kan ?"
"Iya Kak ,Simpan ya. Mana tau nanti bisa kita ngopi-ngopi cantik."
Menurut kalian kalau misalnya di posisi aku ,keluarga Kak Reno yang begitu baik apakah akan kau sia-siakan ? Aku memimpikan hidup di tengah keluarga yang menerima dan juga menganggap ku ada.
Bincang kami masih panjang ,bahkan kami sudah menentukan tanggal untuk bertemu kembali dengan kakaknya kak Reno. Kak Duma namanya ,Ya sudah 2 tahun menikah dan belum dikaruniai seorang anak .makanya liburan seperti ini masih bisa ia lakukan ,dia tinggal di Tangerang dekat dengan rumah Tante.
Sampai akhirnya panggilan Kak Reno sekaligus suaminya membuat kami berpisah ,dipikirkan secara logika sungguh aneh hubungan ini .Mengapa bisa aku begitu akrab dengan mereka hanya dengan beberapa pertemuan saja.
Berhubung jalan macet ,larut malam juga harus sampai di rumah .akhirnya tubuh bersih bisa berbaring dipukul 02.00 pagi ,aku Seduh kopi supaya tidak terlelap besok pagi. Sialnya Aku mengantuk dan lupa oles cangkir Kopi ku.
Daripada celaka mending kita mengeluarkan biaya untuk naik taksi saja ,lumayan 30 menit untuk tidur .Oh sungguh luar biasa kehidupan ini , Apaa !!!Jangan lihat aku begitu ,aku memang sengaja tidak meminta pertemanan di media sosial Kak Reno ,Aku ingin dia duluan yang memintanya .Lihatlah pesan terkirim berapa hari lalu setelahnya tak ada lagi kontak di antara kami kami.
Langkah kaki di hentak tumit panjang 5 cm larik satu perhatian atasan divisi lain terhadapku ,Iya sudah menikah namun nakalnya tak berkesudahan ,Aku benci laki-laki seperti itu ! "pagi bu." aku hanya membalas dengan senyuman tidak memulai pembalasan perasaan—dia menatapku panjang sampai batas habis ruangan ,jangan pancing Adriella aku keluar.
Kak Duma sudah update status pagi ini ,menunjukkan kalau Iya sedang masak dengan gadis kemarin .sepertinya rumah sepi ke mana anak-anak ?dan update terbarunya ternyata mereka main kartu kemarin dan main botol kejujuran ,di mana Kak Reno kena dan mengakui Kalau iya mulai membangun suatu hubungan dengan seseorang ...nggak usah baper Adri... bisa aja itu wanita lain bukan kamu !
Nomor tidak dikenal menghubungiku pagi ini ,pikirku keluarga dari Kak Reno atau Siapa lah .intinya aku mengangkat telepon itu dan mendengarkan suara dibaliknya ,"Halo mak aku sepupunya Mas Dean ,bisa nggak jenguk Mas Dean .Mas Dean butuh mbak sekarang di sini ada Ibu ,Ibu mau ngomong tapi takut Mbak masih tersinggung ."
"Maaf ya ,tapi saya sudah tidak bisa ke sana .karena saya sudah menjadi istri seseorang."
"Mbak!!!jangan ngomong begitu ,aduh aduh aduh ada Mas Dean tadi ,Tolong ya Mbak kalau bisa ,maafin kuliner buat kami dan jenguk Mas dean." Ku dengar ada suara berlari sebelum panggilan di akhiri.
Dean sakit ?sakit apa? cukup-cukup!! .... cukup Adri jangan ikut pusing dengan urusan tak seharusnya kau ikut campur lagi masalah kehidupan mereka ,fokus mu sekarang perbaiki apa yang ada .
Rasa letih membawa kembali ke dalam lelah panjang ,rasanya ingin cepat-cepat berlari ke kasur empuk melepaskan semua rasa letih lewat tidur awal ,namun tak mungkin sebab jalan sudah ditutup aksesnya ,sampai kapan pergerakan ini sedikit lebih cepat !mata tertutup dalam mimpi sekejap aku melihat wajah Dean pucat menatapku dengan kosong ,Iya diam menjauh tidak ingin dekat denganku .
Ketika suara memanggil Aku kehilangan wajah itu ,ternyata aku sudah sampai di rumah. Rumah sepi enak untuk segera tidur kembali ,lagi lagi wajah pucat menghantui tidurku ,Aku ingin bangun namun tak bisa .berulang kali aku mencoba untuk tidak memikirkan kalau saat ini dean sedang sakit.
Hubungan yang telah lama berakhir tak perlu ada yang disesali ,cukup menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Hari weekend seperti ini aku pakai untuk istirahat ,membuat makanan untuk dikonsumsi sendiri kemudian tidur lagi nggak tahu jalannya sempoyongan di tambah ngantuk banget ,seperti ada yang mengambil tenaga hari dalam raga.
Tumben banget Kak Duma ajak aku untuk ibadah bareng , katanya tak ada teman sebab suaminya harus pergi dinas malam ini .Nanti katanya sih ngopi-ngopi cantik ya , menagih janjinya kepadaku.
Tidak menolak ajakan ,meminta ia untuk menjemput ku .kami ibadah di gereja yang ditentukan ,yaitu Gereja Katolik tempat kali dia dan suaminya bertemu. Dari waktu kami mengambil untuk ibadah bareng aku yakin aku diterima baik di keluarga ini.
Melipat tangan menyucikan hati ,Tuhan...
Aku ingin aku dapat diterima di keluarga baruku ,dan aku ingin nantinya anak-anakku tumbuh di keluarga yang harmonis.
Tidak kehilangan identitasnya ,asal usul keluarganya .terpenting ! Mereka punya ayah dan ibu tempat dia pulang, ketika lagu ,tak ku tahu hari esok dan juga berapa lagu pujian lainnya .hati ini seperti terpanggil Tuhan ,aku tak tahu bagian mana yang harus diputihkan tapi aku yakin janjimu menggenapi .
"Aku ada Cafe lah di dekat sini aku suka kali kopinya, kopi gula aren." Kami sama-sama melangkah memasuki mobil.
"Boleh -boleh, kesana aja yuk."
"Oh iya bolehlah kau sedikit kepo ya Dek ,di mana ya kampung kita ?" Stir memutar mobil beranjak dari gereja, "di Kabanjahe Kak ,ada abang di sana .cuman Mama kami sudah meninggal sejak aku kecil ,Jadi aku tinggal sama tante "
"oh ,Bapak kita ?"
"sama Kak ,aku juga masih kecil Bapak sudah nggak ada .mungkin waktu aku SD SMP lah ,aku juga sudah lupa ."
"kuat juga kau berjuang sejauh ini,Maaf ya nggak sopan...udah berapa umurmu dek ?"
"23 tahun Kak "
"sungkan sama Adik kamu yang paling kecil ya ,kalau sama Reno beda 10 tahun paling ya" dia tersenyum janggal .
"Tapi yang aku bingungkan ,Mama katanya senang melihat mu makanya dibilangnya temanin lah itu kalau masih sendiri dirimu kan, ke Reno pula dibilangnya bukan adik kamu yang paling kecil .Terus terang aja kakak lihat pun si Reno kayak nggak ada kasih kepastian samamu ,boleh juga yang kakak soal itu ke dia .kan kesannya kok dibawa-bawa ke keluarga kami ,tapi nggak ada tujuannya .kan aneh !Terus kalau memang udah ada pacar mu nggak papanya dekat atau main-main sama kami ya ada temanmu di sini ."
Haduh obrolan macam apa ini ,Bagaimana keluar dari situasi yang tidak terkendali .sumpah ...salah jawab enggak sihhh kalau mengutarakan hati.
"kalau pacar ,nggak ada sih Kak .cuman kalau soal untuk dekat ke keluarga aku pribadi nggak ada masalah ,dan untuk hubungan aku dan Kak Reno ya biarlah mengalir begitu aja .aku nggak mau memaksakan ,Takutnya nanti bukan jodoh malah Hilang Rasa pertemanan.
Anggukannya seperti menghargai apa yang ku katakan ,bener menemukan sosok kakak sih .
"Tapi soal hubungan kalian aku keberatan kalau kalian masih berteman tapi kau sudah dibawa ke mana-mana perkenalkan sama keluarga besar, enggak tau esensi nya apa."
(jeda karena jalan lumayan rusak, jadi dia fokus nyetir)
"makanya itu habis Kita nongkrong terakhir kali aku bilang sama Reno ,Kalau memang dia nggak berani kasih kau kepastian nggak usah lah mama Dan Dia terlalu dekat denganmu ,bukan aku cemburu ya Dek !Tapi paham lah ko sebagai perempuan kalau kesannya digantung-gantung gini."