Indonesia
NovelToon NovelToon
Legenda Zhou

Legenda Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Petualangan
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.

​Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan di Dalam Cermin Jiwa

​Malam sebelum Pesta Hari Jadi Sekte Awan Langit menyelimuti Puncak Awan Hitam dalam keheningan yang mencekam. Di dalam ruang meditasi Istana Awan Hitam yang terisolasi dari dunia luar, Zhao Gou duduk bersila di atas matras batu giok.

​Di sekeliling tubuhnya, pendaran cahaya berwarna ungu keemasan melingkar tebal, berputar bagaikan pusaran naga tak kasat mata. Energi panas dari Tulang Naga Kuno dan ektrak racun yang diserapnya dari Mata Air Qi Murni telah menyatu sempurna, memadatkan kultivasi Foundation Establishment Tahap Awal miliknya hingga mencapai ambang titik jenuh paling murni.

​Namun, saat Zhao Gou memusatkan seluruh pikirannya untuk mematangkan aliran Qi di dalam Dantian-nya, badai di luar tubuhnya mendadak mereda, berganti menjadi heheningan ganjil di dalam alam kesadarannya sendiri.

​BZZZZT

​Pikiran Zhao Gou ditarik masuk ke dalam ruang batin jiwanya—sebuah dimensi cermin raksasa yang membentang di bawah langit kelam berhiaskan bintang-bintang ungu.

​Di atas permukaan air cermin yang tenang tanpa riak, berdiri seorang pemuda bergaun kain linen usang. Pemuda itu memiliki wajah yang sangat mirip dengannya, namun matanya memancarkan kehangatan yang tulus, kepolosan, dan binar harapan.

​Itu adalah bayangan Zhao Gou dari masa lalu. Sosok pemuda dari Desa Hutan Kabut yang dulu dengan sabar membelah kayu bakar, tersenyum menyembunyikan rasa sakit demi menenangkan ibunya, dan hanya bercita-cita hidup tenang menjaga orang tuanya dari penderitaan.

​Bayangan masa lalu itu menatap Zhao Gou yang kini mengenakan jubah hitam murid inti, berbalut hawa membunuh yang pekat dan tangan yang telah merenggut nyawa belasan orang.

​"Apakah ini jalan yang ingin kau tempuh, Zhao Gou?" suara bayangan itu bergema pelan, sarat akan kesedihan yang mendalam. "Kau dulu berjanji pada Ibu untuk tidak membenci dunia. Kau dulu menahan setiap hinaan Klan Xie dengan sabar agar tidak memicu pertumpahan darah. Namun lihat dirimu sekarang..."

​Bayangan itu melangkah mendekat, menunjuk ke arah telapak tangan Zhao Gou.

​"Kau menghancurkan kultivasi Xie Lin hingga gila, kau memaksa Xie Yanfeng berlutut dalam ketakutan, dan kau membantai murid-murid sekte di Hutan Magma tanpa ada sedikit pun rasa ragu. Kau membalas kebiadaban mereka dengan kebiadaban yang jauh lebih mengerikan... Apakah kau tidak menyadari bahwa kau perlahan-lahan telah berubah menjadi iblis yang sama dengan mereka?"

​Pertanyaan itu bergema hebat di dalam ruang batin Zhao Gou, memantul di dinding-dinding jiwanya.

​Zhao Gou menundukkan kepalanya sedikit, menatap jemarinya sendiri. Ingatan akan ketakutan di mata pembunuh bayaran yang ia cabut jantungnya, rasa trauma Xie Lin yang merangkak di tanah, hingga tangisan penyesalan Xie Yanfeng di Puncak Awan Hitam berputar cepat di dalam benaknya.

​Apakah aku telah menjadi jahat ? batin Zhao Gou berbisik pada dirinya sendiri.

​Sejenak, ada goresan keraguan yang mencoba merayapi jiwanya. Perubahan dari seorang pemuda desa yang lembut menjadi sosok algojo berdarah dingin terjadi begitu cepat. Rasa dingin dari Kitab Pembakar Jiwa Naga seolah-olah mengikis sedikit demi sedikit rasa empati manusianya.

​Namun, saat keraguan itu hendak membesar, bayangan lain mendadak meledak di dalam kepalanya!

​Ia teringat wajah ayahnya, Zhao Tianhe, yang selama tiga tahun terbaring kaku dengan meridian rusak, menahan batuk berdarah di atas pembaringan usang sambil tersenyum lelah. Ia teringat ibunya, Lin Su, yang menangis sembunyi-sembunyi di sudut dapur sambil memegangi surat pamitnya, takut kehilangan putra satu-satunya. Ia teringat bagaimana Klan Xie melempar lima puluh batu spirit murah ke tanah dan membuang pertunangan mereka bagaikan membuang sampah tak berharga!

​Dunia kultivasi ini tidak pernah menghargai kebaikan. Kebaikan, kesabaran, dan kepolosan keluarganya di masa lalu hanya dibalas dengan racun, kudeta, dan pengusiran yang hina!

​Mata berwarna ungu keemasan milik Zhao Gou mendadak menyala terang membara!

​Ia mengangkat kepalanya, menatap lurus ke dalam mata bayangan masa lalunya dengan ketetapan hati yang amat sangat keras bagaikan baja abadi.

​"Kebaikan?" suara Zhao Gou meluncur berat, memecah keheningan dimensi cermin dengan tekanan hukum alam yang tak terelakkan. "Kebaikan yang kau banggakan itu tidak bisa menyembuhkan meridian Ayah! Kesabaran yang kau genggam itu tidak bisa menghapus air mata Ibu!"

​Zhao Gou melangkah maju satu tindak, menghancurkan permukaan air cermin di bawah kakinya!

​"Dunia ini adalah hutan rimba yang kejam," lanjut Zhao Gou, suaranya bergetar oleh raungan naga yang menakutkan. "Orang-orang baik yang lemah hanya akan menjadi pijakan bagi mereka yang memiliki kekuasaan. Jika aku tetap menjadi pemuda polos yang mengalah... siapa yang akan menagih hutang darah dan air mata yang telah dialirkan oleh orang tuaku?!"

​Bayangan masa lalu itu terperanjat kaku, terdesak oleh aura dominasi mutlak yang memancar dari tubuh Zhao Gou. "Tapi dengan begini... dunia akan mengutukmu sebagai iblis penumpah darah! Kau akan dibenci oleh seluruh klan!"

​Bibir Zhao Gou mengukir senyuman dingin yang amat sangat pekat—sebuah senyuman algojo yang telah membuang seluruh kelemahannya.

​"Dibenci seluruh dunia?" bisik Zhao Gou pelan, mendatangi bayangan dirinya dan mencengkeram bahu bayangan itu hingga hancur menjadi serpihan cahaya. "Maka biarlah aku menjadi iblis itu."

​Zhao Gou mengepalkan tangannya rapat-rapat di dalam ruang jiwa.

​"Jika menjadi orang baik hanya membuat keluargaku diinjak-injak... maka sebelum orang-orang yang menjatuhkan keluargaku mendapatkan pembalasan darah yang setimpal, aku rela menjadi orang paling jahat di bawah langit ini! Aku rela membakar seluruh sekte dan klan mereka hingga menjadi abu, bahkan jika aku harus disumpahi oleh sejarah sekalipun!"

​BUMMM

​Pernyataan tekad itu meledakkan seluruh dimensi cermin di dalam ruang batinnya! Serpihan keraguan terakhir di dalam jiwa Zhao Gou hancur berkeping-keping, melebur menjadi padatan niat membunuh yang murni dan terkontrol sempurna!

​Huuuh...

​Di dalam ruang meditasi Istana Awan Hitam, Zhao Gou menghembuskan napas panjang. Udara dingin yang keluar dari mulutnya perlahan membeku menjadi serpihan es di udara.

​Ia membuka matanya secara perlahan.

​Pupil berwarna ungu keemasan miliknya kini tidak lagi memancarkan gejolak emosi liar atau amarah yang tertahan. Yang tersisa hanyalah kedalaman yang begitu dingin, tenang, dan mematikan—bagaikan permukaan telaga abadi yang menyembunyikan naga raksasa di dasarnya.

​Ia telah sepenuhnya berdamai dengan kegelapan di dalam dirinya. Ia tidak lagi bertarung karena dorongan kemarahan emosional biasa, melainkan bertindak sebagai penegak takdir yang akan mengeksekusi setiap orang yang memiliki hutang darah pada keluarganya.

​Zhao Gou mengulurkan tangannya ke samping, meraih topeng kain hitam yang tergeletak di atas meja giok. Ia mengikatnya rapi di wajahnya, menutupi separuh paras tampannya.

​Ia berdiri dari atas matras batu. Jubah murid inti berwarna hitam yang dikenakannya melambai lembut, menguarkan aura Foundation Establishment Puncak yang terselubung rapat di balik pakaiannya.

​Dari luar jendela istana, pendaran cahaya lentera warna-warni mulai menyalakan kegelapan malam di seluruh wilayah Sekte Awan Langit. Suara gema musik dan riuh keramaian mulai terdengar dari arah Aula Utama Puncak Utama.

​Pesta Hari Jadi Sekte Awan Langit telah resmi dimulai.

​"Faksi Utama Klan Zhao... Tetua Zhao Cang... Zhao Zhentian..." bisik Zhao Gou pelan dari balik topeng hitamnya, suaranya bagaikan bisikan penjemput maut di tengah malam.

​Ia melangkah keluar dari dalam Istana Awan Hitam, melayang perlahan menembus lautan awan malam menuju Aula Utama. Panggung pembantaian yang telah ia siapkan akhirnya dibuka, dan ia siap menjadi algojo yang akan meratakan seluruh musuhnya tanpa sisa.

1
Driver Muda
Sampai tuntas thorku🔥
Driver Muda
Lanjutkan sampai tuntas🔥
Jujun Adnin
ok
Sri
❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Sri
❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Danzo28
🔥🔥
Danzo28
🔥🔥🔥
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao zhun beserta keluarganya bikin mcnya bantai keluarga zhao zhun di hadapan zhao zhun
Raju
satu core formation tlh tumbang...
akan dsusul dg core core selanjutnya...
Raju
awas..... ada penyusup !!
🤣🤣🤣
kute
seru thor
Lanz: Terimakasih 😍😍
total 1 replies
Raju
sdh prnh tunangn, ssh prnh dsakiti dan dhiananti...tpi msh blm mengerti dg hal cinta...
hadeeeeh..... dasar org kebon... g abis pikir gua...🤣🤣🤣
Raju
bakal calon istri ke dua...
Lanz: poligami kah🤭
total 1 replies
Bambang Widyatmoko
semangat thor
Lanz: terimakasih 😍
harus semangat 🥳🥳
total 1 replies
Lanz
Terima kasih sudah membaca! Dukungan dalam bentuk like, komen, atau rating dari kalian sangat berarti buat saya. Kritik dan saran yang membangun juga sangat terbuka supaya saya bisa berkembang. Jangan lupa tinggalkan jejak ya, agar saya makin semangat nulisnya! ✍️✨
Raju
di chafter berikutnya...
saatnya pembantaian massal dimulai ..💪💪💪
Raju
penuh misteri....
Raju
di chafter kali ini penuh teka teki yg membagongkan...
semoga akan yerjawab dichaftrr² berikutnya...
JOZZZZZZ buat Author.👍👍💪
Raju
ternyata bukan pak tua biasa...
Raju
semoga klan xie bisa kembali kemasa jayanya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!