Fayyad Abyasa Louse, pria tampan bertubuh kekar ini memiliki adik perempuan bernama Fayez Absari Manthorous, dan juga beberapa sahabat somplak bernama Revan Adiatama, Novan Pratama, Malvyn Alexander dan Zayn Saputra.
Mereka selalu menjadi buruan kaum bucin karena parasnya yang rupawan juga kesomplakan dan keanehan tingkah mereka menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya.
Fayyad yang memiliki sifat seperti bunglon namun lebih sering cuek dan dingin, Fayez yang ceria namun terkadang banyak diam dan cuek (memang sangat aneh), Revan dan Novan yang notabenenya seorang playboy, somplak dan receh, Malvyn seorang pria humoris dengan tingkat kehumoran yang juga receh, Zayn si pendiam tak banyak berulah seperti teman-temannya dan yang paling setia pada pasangannya. Mereka akan mendapat tambatan hati yang sangat mereka jaga seumur hidup mereka.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha silviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
Happy reading and enjoy..🥰
🌼Like Komen🌼
##%
Malam telah tiba tapi lagi-lagi Fayyad dibuat kesal oleh sepasang insan yang sedang duduk berhadapan di meja cafe yang sedang ia kunjungi.
Niat hati ingin menenangkan hatinya yang kacau tapi malah menambah runyam suasana hatinya.
“Arghhhh kenapa harus sekarang sih liatnya” gerutu Fayyad yang tidak menyadari ada seseorang yang menghampirinya.
“Loh sayang ko sendirian? Kenapa ga ngajak aku?” Ucap Safira cemberut sembari melingkarkan tangannya di leher Fayyad dan melihat tatapan kesal Fayyad.
‘Owhh bakalan seru kalo gini’ batin Safira yang melihat Emily serta Kenzie yang sedang duduk berdua.
“Uhhh romantis ya sayang, kita kapan mau gitu?” tanya Safira manja.
“Lepasin” ucap Fayyad lalu beranjak dari sana.
“Kesempatan emas” bisik Safira lalu mengikuti Fayyad menuju motornya.
“Sayang anterin aku pulang ya” ucap Safira lalu naik ke boncengan motor Fayyad sedangkan Fayyad hanya berdeham saja lalu melajukan motornya membelah jalanan kota.
***
“Kenapa lo bang?” tanya Fayez yang melihat muka masam Fayyad.
Fayyad berlalu dari pandangan Fayez membuat Fayez bingung dengan tingkah kakaknya yang sekarang.
“Tuh orang kenapa ya? Perasaan sensi amat dari dua hari yang lalu” gerutu Fayez yang melihat kakaknya memasuki kamar.
Fayez mengedikan bahunya lalu pergi menuju kamarnya dan memejamkan matanya untuk menjemput minpi indahnya.
Pagi hari telah tiba kini Fayez sudah bangun dengan sendirinya tanpa drama pagi yang selalu ia dan momnya lakukan.
“HOAMMMM” Fayez menutup mulutnya yang menguap, ia mengerjapkan matanya dan meregangkan beberapa bagian tubuhnya yang terasa pegal.
Di kamar lain seorang pria masih bergelut dengan selimut hangatnya ia seakan enggan untuk bangun dari mimpi panjangnya.
“Ya ampun abang!!” teriak Alretta yang melihat Fayyad masih memejamkan matanya.
“Bangun..” ucap Alretta membangunkan Fayyad dengan menggoyangkan bahu pria itu.
“Hmm bentar lagi mom” ucap Fayyad dengan suara khas bangun tidurunya.
“Ga ada sebentar-sebentar ini udah siang nanti abang telat masuk sekolahnya” ujar Alretta lalu menarik selimut yang membalut tubuh anak laki-lakinya itu.
***
“Mom, dad asa duluan yah” ucap Fayyad lalu pamit pada kedua orang tuanya.
“Iya hati-hati ya bang jangan lupa jemput Safira” ucap Afriel yang dibalasan anggukan kepala malas oleh Fayyad.
“Fay berangkat bareng siapa dong kalo gitu?” ucap Fayez lesu.
“Nanti Fayez sama kakak berangkat bareng dad aja” ucap Afriel yang menyarankan Fayez dan Emily untuk diantar oleh dirinya.
“Hmm baiklah” ucap Fayez sepertinya dadnya tidak ada niatan untuk membatalkan perjodohan antara Safira dan kakaknya.
Selesai sarapan Fayez, Afriel, Emily dan pak Suryo ayahnya Emily pun pamit pada Alretta lalu pergi dari halaman menuju sekolah kedua putrinya itu.
Sesampainya di sekolah, Fayez dan Emily berpamitan pada Afriel dan pak Suryo dengan menyalami tangan kedua orang itu.
“Jangan nakal ya di sekolahnya” ucap Afriel sembari mengelus kepala Fayez dengan sayang.
Fayez hanya menganggukan kepalanya lalu pergi dari sana diikuti oleh Emily yang berada dibelakangnya.
Tak lama dari itu, Fayyad datang dengan membonceng Safira di belakangnya. Tentu teman-temannya sudah tidak kaget mereka tau apa yang terjadi diantara Fayyad dan Safira.
“Hadeuhhh makin lengket aja ya kayak perangko” ujar Malvyn yang melihat Safira bergelayut manja di lengan kiri Fayyad.
“Si Fayyad patah hati kali karena ga bisa dapetin Emily” seru Novan yang menatap sinis kearah Safira.
Semenjak Fayyad berada di bawah kendali amarahnya, teman-temannya pun merasa semakin jauh dengan Fayyad.
“Gue aneh sih kenapa Fayyad bisa gitu” ucap Zayn yang bingung karena biasanya Fayyad akan berontak dan tidak mau disentuh oleh wanita manapun.
“Perkiraan gue sih karena kedekatan Emily sama Kenzie” ucap Revan yang memperhatikan perubahan Fayyad.
***
Setelah selesai melakukan pembelajaran, mereka bergegas menuju ke kantin, siapa lagi kalo bukan geng genteng masjid.
“Hallo cantik” sapa Novan yang sedang melewati beberapa gerombolan siswi yang bertujuan sama dengan dirinya.
“Mau bareng aa Novan ga ke kantinnya?” goda Novan dengan kedipan mata yang dibuat-buat olehnya membuat beberapa siswi tersipu malu.
“Eh ada Arum, Chacha sama Shalom” ucap Revan yang memang melihat Arum, Chacha dan Shalom berada di belakangnya.
Membuat Novan seketika bungkam dan menatap kearah ketiga wanita itu berada.
“Chacha sini sama aa Revan kita ke kantin bareng” ucap Revan lalu meraih tangan Chacha membuat Chacha risih dibuatnya.
“Van gue bisa sendiri jalannya” Ucap Chacha yang mencoba melepaskan tangan Revan dari tangannya.
“Jangan nanti Chacha diambil orang terus Revan gimana kalo Chachanya sama orang lain?” ucap Revan dengan menunjukan wajah memelasnya yang hanya bisa dibalas helaan nafas oleh Chacha.
Sedangkan Fayyad sudah duduk manis di mejanya dengan Safira yang setia berada disampingnya.
.
.
.
.
.
Sesuai dengan janji crazy up nya segini aja ya soalnya authornya buntu🥺
-SeeU next part❤️