Setiap wanita selalu mendambakan hal yang sama yaitu bisa menikah dengan lelaki pujaannya, lelaki yang di cintainya, lelaki yang bisa membuat jantungnya berdebar kencang saat bersama dengan lelaki itu.
Cora Dianthe, wanita cantik berusia tiga puluh tahun, wanita karir yang sukses dalam karirnya, ia termasuk wanita yang sukses dalam pekerjaannya tetapi gagal dalam kehidupan percintaan. Ia adalah wanita yang berharap dapat menemukan cinta sejati diusianya yang sudah tidak muda lagi.
Apa ia akan bahagia jika harus menikah di saat ia belum menemukan cinta sejati, apakah cinta sejati harus selalu dicari?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oliv23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Memories
Cora mengerjapkan matanya berulang kali dan mencoba menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari yang mengintip melalui celah gorden dari kamar yang ditempatinya. Cora melihat sekelilingnya, ia merasa tidak mengenali kamar yang tengah di tempatinya itu. Kamar itu diisi dengan sebuah tempat tidur dan sebuah TV layar datar dihadapan tempat tidurnya. Kamar itu di dominan dengan warna biru laut.
Cora menggerakkan tubuhnya dan mencoba untuk berdiri, gerakan Cora terhenti saat Cora menyadari lengan kekar yang menjadi bantalnya dan satu tangan lagi melingkar dipinggang kecilnya. Cora terkejut saat menyadari sosok lelaki yang tidur di sampingnya. Ia menatap nanar kearah pria tampan yang tengah tertidur pulas disebelahnya. Wajah pria itu tertutupi oleh beberapa helai rambut coklat sebahunya, tetapi Cora dapat mengenali wajah itu. Cora melihat tubuhnya dibalik selimut, ia menghela nafas lega saat melihat tubuhnya masih mengenakan pakaian lengkap seperti kemarin.
Kemarin aku menangis dibahu lelaki ini, berapa lama aku menangis tadi malam? dan setelah itu apa yang terjadi? Cora memijat-mijat pelipisnya dan mencoba memutar kembali kejadian kemarin malam ditaman. Ia tidak mengerti, bagaimana bisa ia berakhir ditempat tidur milik pria yang baru ditemuinya sebanyak dua kali itu.
"Good morning, Cora." Jhon tersenyum lebar. Ia sangat berharap bisa berada diposisi ini seumur hidupnya.
"Morning, maaf aku harus pergi." Cora merasa canggung berada didalam pelukan lelaki asing disebelahnya. Ia tidak tahu mengapa akhir- akhir ini, ia selalu terbangun di dalam pelukan seorang lelaki. Keadaannya saat ini membuatnya teringat akan Tony yang memeluknya dengan erat.
"Maaf aku tidak membawamu pulang kerumahmu. Aku tahu kamu pasti tidak ingin bertemu dengan Tony saat ini dan aku berinisiatif membawamu ke apartemenku. Kemarin kamu tertidur di bahuku, aku binggung mau membawamu kemana." Jhon menyengir kuda dan menjelaskan semua kejadian yang terjadi tadi malam di antara mereka. Cora tersenyum tipis.
Jhon duduk ditepi tempat tidur, Cora pun melakukan hal yang sama. Mereka terhanyut dalam keheningan, situasi yang sangat canggung bagi Cora.
"Kamu sangat cantik Cora, apa kamu melupakanku juga?" Jhon menatap Cora dengan lembut.
"Apa kita saling mengenal? maksudku, sebelum pertemuan dimall itu?"
Cora mengerutkan keningnya, ia menatap tajam kearah Jhon.
"Mungkin kamu melupakan semua orang yang berhubungan dengan Tony. Kita bisa memulai dari awal. Kenalkan namaku Jhon Lee, kamu cukup memanggilku Jhon, umurku tiga puluh dua tahun, hobiku traveling, Im single and happy. Aku adalah seniormu saat kita kuliah di Inggris." Jhon mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum lebar, ia mengulurkan tangannya kepada Cora.
"Apa aku perlu memperkenalkan diriku seperti kamu memperkenalkan dirimu?" Cora terkekeh, menurutnya Jhon tidak perlu memperkenalkan dirinya selengkap itu.
"Akhirnya kamu bisa tertawa Cora." Jhon mengacak puncak kepala Cora dan berdiri.
"Maaf aku merepotkanmu, aku akan segera pergi."
"Kamu tidak pernah merepotkanku, Cora. Apa kamu ingin pergi bekerja? aku bisa mengantarkanmu." Jhon berkata dengan ramah, ia berjalan menuju lemari yang berada di bagian sudut kamar itu dan mengambil sebuah dress untuk Cora. "Kenakanlah ini, ini pakaian adikku." Jhon mengulurkan sebuah dress selutut berwarna biru laut kepada Cora.
"Terima kasih." Cora mengambil dress yang diberikan Jhon padanya, "Aku ingin bolos kerja hari ini." Ia menatap kosong dress yang sudah berada dipangkuannya. Ia tidak tahu harus kemana hari ini, ia tidak ingin bertemu dengan Tony.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan hari ini?" Jhon berlutut dihadapan Cora dan menatap Cora dengan lembut. Senyuman tidak pernah luput dari wajah tampan milik Jhon.
"Jalan-jalan?" Cora tampak berpikir sejenak. "Baiklah, itu lebih baik daripada harus bertemu dengan orang yang tidak ingin kutemui." Cora berkata dengan sarkastis. Cora yang biasanya selalu kuat saat ini merasa sangat lelah dengan perasaannya sendiri, sifat mandiri dan tegarnya itu seakan hilang entah kemana.
"Mandi dan bersiaplah, aku akan bersiap-siap dikamar sebelah." Jhon berjalan keluar kamar itu dan meninggalkan Cora yang masih duduk terpaku ditepi ranjang sembari menatap kosong dress yang berada dipangkuannya.
...***...
Aku tidak tahu bagaimana dan kapan aku mulai jatuh cinta padamu. Cinta terjadi dengan cara yang begitu misterius. Tanpa permisi, tanpa mengetuk dan tanpa kusadari kehadirannya. Aku tak berdaya tanpamu, aku tak menyangka akan jatuh cinta padamu. Aku tidak pernah menyangka akan terjatuh begitu dalam.
Cora memandang kosong keluar jendela yang berada di sebelahnya ia larut dalam pikirannya sendiri. Ia tidak pernah menyangka akan merasakan cinta yang selalu diinginkannya.
Ia tidak menyangka bahwa cinta itu sangat menyakitkan, begitu banyak hal yang terjadi di luar pemikirannya. Terkadang hidup memang tidak pernah berjalan seperti yang kita inginkan.
"Nanti kamu kesambet loh." Jhon mengelus lembut rambut ikal Cora.
"Nggak bakalan, setan itu takut sama aku." Cora tersenyum tipis, senyum yang terlihat sangat dipaksakan.
"Tidurlah, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai." Jhon mengalihkan pandangannya pada jalanan dihadapannya.
...***...
Brukk. . .
Cora mengusap keningnya, ia secara tidak sengaja menabrak seorang lelaki yang tengah memandangi tembok cinta dihadapannya.
"Kamu nggak pa-pa?" lelaki itu menyentuh kening Cora.
"Nggak pa-pa." Cora mengangkat wajahnya untuk melihat lelaki dihadapannya. Mata Cora terpaku pada sepasang mata biru safir dihadapannya, matanya yang sangat indah itu membuat Cora terpaku sesaat, ia seakan tersihir oleh kedua mata berwarna biru safir itu. Lelaki itu tersenyum manis kepada Cora dan mengusap-usap kening Cora dengan lembut. Mereka terpaku dan saling memandang dalam hitungan detik. Tidak ada satupun dari mereka yang dapat mengalihkan pandangan mereka.
"Kamu dari Indonesia juga ya?" Cora mencairkan keheningan diantara mereka, ia mengalihkan pandangannya pada tembok disebelahnya, tembok yang berisikan sekitar lima ratus kata Aku cinta kamu.
"Iya, kita ada dirombongan yang sama. Kenalkan namaku Anthony eul Collin, panggil aku Tony." Tony mengulurkan tangannya kepada Cora.
"Namaku Cora Dianthe, panggil saja Cora." Cora menyambut uluran tangan Tony dan tersenyum. Ada getaran aneh yang dirasakannya saat tangan mereka saling bersentuhan. Cora yang tidak pernah mengetahui apa itu cinta, tidak menyadari perasaannya sendiri. Tanpa ia sadari cinta pada pandangan pertama yang selalu di anggapnya konyol itu, terjadi padanya saat ini.
"Tony. . .ternyata kamu menghilang dan merayu seorang wanita cantik disini." seorang lelaki dengan rambut coklat yang diikat kebelakang datang diantara Tony dan Cora.
"Aku tidak pernah merayu wanita, Jhon." Tony mendengus kesal, Cora terkekeh melihat wajah tampan Tony yang mengeluarkan ekspresi jijik terhadap sahabatnya.
"Aku juga ingin berkenalan dengan dewi yunani ini. Kenalkan, namaku Jhon Lee, panggil aku Jhon. Umurku dua puluh tahun, hobiku traveling,
Im single dan aku sedang mencari seorang kekasih, gadis cantik sepertimu adalah tipeku." Jhon berlutut dihadapan Cora dan mengecup punggung tangan milik Cora, Cora terkekeh geli melihat Jhon yang sangat pintar merayu wanita.
"Tidak semua wanita bisa kamu rayu, Jhon." Tony menjitak kepala Jhon dan membuat lelaki itu hampir terjatuh. Tony dan Cora tertawa geli melihat wajah Jhon yang cemberut menerima perlakuan sahabatnya itu.
(End Of memories)
.
...****...
🌷🌷🌷
.