Indonesia
NovelToon NovelToon
Tentang Luka Dan Cinta

Tentang Luka Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Shee Lyn

Dendam? Seperti halnya kita yang terus menggenggam pecahan kaca, semakin digenggam semakin menyakitkan. Bukankah seharusnya kita melepaskannya? Tampak mudah, tapi kita tidak membicarakan pecahan kita, kita membicarakan dendam. Orang bilang obat dendam dan sakit hati adalah mengikhlaskan, tapi apakah itu mudah?

Ini kisah Cassandra, yang tak pernah lepas dari luka Dan cinta. Cerita tentang keluarga, dan sahabat yang dikemas penuh emosional.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shee Lyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Sekretaris

“Bagaimana tidurmu semalam? Apakah nyenyak?” tanya Rayyan basa-basi, dan itu membuat Sandra begitu muak. Rayyan seolah mengulur waktu, membuat Sandra mati penasaran, tentang apa yang ingin dikatakan oleh Rayyan.

“Sudahlah Pak, langsung to the point aja,” pinta Sandra, dia tahu kalau saat ini Rayyan hanya sedang mengulur waktu. Rayyan tertawa mendengar ucapan Sandra, dia semakin tertarik dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini.

“Baiklah, aku akan langsung pada akar masalahnya, aku mengizinkan kamu tetap magang di sini, tapi kamu akan ditempatkan sebagai sekretarisku,” sontak saja, Sandra langsung membulatkan matanya terkejut.

“Pak, nggak bisa dong, kan saya,-” Sandra yang ingin menolak, tidak diberikan kesempatan oleh Rayyan, karena Rayyan justru langsung memotong ucapan nya dengan mengangkat sebelah tangan.

“Ini semua sudah menjadi keputusanku. Ingat Cassandra, aku adalah pimpinan perusahaan, dan kamu tidak berhak untuk menolak. Kamu hanya tinggal berkata iya, karena saat ini Glenca sudah ku pecat,” sekarang terjawab sudah pertanyaan Sandra tadi, jadi ini alasan kenapa meja sekretaris kosong.

“Soffia meminta ku untuk  memecat Glenca, dan dia juga mengancamku. Akhirnya, mau tidak mau aku harus memecat Glenca, dan kamu sebagai gantinya,” Rayyan benar-benar sudah tidak bisa mengbah keputusannya, dan mau tidak mau Sandra harus siap dengan pekerjaan barunya . Meskipun dari lubuk hati Sandra yang paling dalam, dia mengecam dan menyumpah serapahi bosnya yang mesum ini.

Sandra keluar dari ruangan Rayyan seraya bersungut kesal, dia juga bertemu dengan Raka. Tidak seperti biasanya, Sandra yang biasanya ketakutan bertemu dengan asisten Rayyan, justru kali ini, Sandra memasang wajah judesnya. Sandra  pun mulai mengemas barang-barangnya untuk dipindahkan di meja sekretaris.

“Loh, Sandra kenapa? Kok barang lo dikemas begini?” tanya Risa dengan heran, dia sangat takut kalau Sandra melakukan kesalahan.

“Gue dipindah jadi sekretarsi pak Rayyan,” jawab Sandra dengan kesal, namun hal berbeda justru terlihat dari teman-teman Sandra, mereka nampak terkejut.

“Serius lo?” tanya Natalie dan Risa bersamaan.

"Pak Rayyan udah tahu, kala aku DJ, dan dia gunakana itu buat ancam aku," jawab Sandra masih bersungut kesal.

"Emangnya Glenca ke mana?" kali ini Bagas yang bertanya.

"Dia udah dipecat Kak, dan aku yang harus gantiin, selagi pak Rayyan cari sekretaris baru," jawab Sandra lagi.

"Ya udah, berdoa aja semoga cepet dapat pengganti, supaya lo juga cepet balik ke sini, San." dengan dewasa Dimas mencoba menenangkan Sandra, bahkan dia memberikan semangat untuk Sandra.

"Jangan sedih, nanti kita masih bisa ketemu saat jam makan siang, kok," Rissa mencoba memberikan semangat untuk sang sahabat.

"Ya udah, aku ke ruangan pak Rayyan dulu ya, titip meja ku," di tengah rasa kesalny, Sandra masih saja mencoba mencoba menghibur diri.

Hari ini, Sandra masih banyak belajar tentang bagaimana cara kerja menjadi sekretaris. Sandra banyak dibantu oleh Raka. Awalnya Sandra pikir, Raka lelaki yang cuek dan kaku, namun dibalik sifatnya itu, Raka ternyata orang yang perduli dengan Sandra. Terbukti, saat Sandra tengah bingung mengarsip surat, Raka dengan telaten menjelaskan kepada Sandra.

“Terimakasih Ya Pak Raka, atas bantuannya. Saya nggak tahu, kalau Pak Raka nggak bantu saya, mungkin bakalan kacau semua,” ucap Sandra seraya tersenyum malu.

“Nggak apa-apa, yang penting kamu harus lebih banyak belajar lagi, dan jangan lupa apa yang sudah saya jelaskan tadi,” ujar Raka dengan masih menunjukkan wajah dinginnya.

“Iya Pak, pasti akan selalu saya ingat,” jawab Sandra dengan penuh semangat.

"Kapan-kapan saya traktir makan bakso depan kantor mau, Pak Raka?" tanya Sandra seraya menaik turunkan alisnya.

"Ngapain traktir saya?" tanya Raka yang masih fokus pada salah satu dokumen.

"Ya sebagai ucapan terimakasih, karena Pak Raka udah baik sama saya," jawab Sandra.

"Nggak usah, saya melakukan ini bukan cuman semata-mata karena kamu, tapi karena saya nggak mau karena kamu sehari jadi sekretaris, perusahaan langsung bangkrut," jawaban Raka benar-benar membuat Sandra kesal, senyumnya pun langsung luntur. Dan tanpa mereka berdua sadari, ternyata Soffia sudah berdiri tidak jauh dari mereka.

“Waah kalian terlihat akrab,” puji Soffia seraya menatap Sandra dan Raka.

“Hai Sandra," sapa Soffia dengan akrab.

“Ibu Soffia?” sapa Sandara dengan raut wajah sedikit terkejut, tidak jauh dengan Raka.

“Sekarang, Sandra yang jadi sekretaris?” tanya Soffia.

“Benar Bu, karena Glenca sudah dipecat, dan kami belum menemukan penggantinya, jadi sampai menunggu ada pengganti Glenca, kami tarik dari mahasiswi yang sedang magang,” ujar Raka menjelaskan.

“Baguslah, kalau memang wanita gatal itu sudah dipecat, aku lebih lega karena Sandra yang meggantikan wanita itu,” jawab Soffia dengan enteng, nampaknya Soffia benar-benar membenci Glenca. Padahal, apapun yang terjadi atara Glenca dan Rayyan, itu semua juga karena Rayyan memberikan peluang.

“Bagaimana tidurmu semalam? Apakah nyenyak?” tanya Rayyan basa-basi, dan itu membuat Sandra begitu muak. Rayyan seolah mengulur waktu, membuat Sandra mati penasaran, tentang apa yang ingin dikatakan oleh Rayyan.

“Sudahlah Pak, langsung to the point aja,” pinta Sandra, dia tahu kalau saat ini Rayyan hanya sedang mengulur waktu. Rayyan tertawa mendengar ucapan Sandra, dia semakin tertarik dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini.

“Baiklah, aku akan langsung pada akar masalahnya, aku mengizinkan kamu tetap magang di sini, tapi kamu akan ditempatkan sebagai sekretarisku,” sontak saja, Sandra langsung membulatkan matanya terkejut.

“Pak, nggak bisa dong, kan saya,-” Sandra yang ingin menolak, tidak diberikan kesempatan oleh Rayyan, karena Rayyan justru langsung memotong ucapan nya dengan mengangkat sebelah tangan.

“Ini semua sudah menjadi keputusanku. Ingat Cassandra, aku adalah pimpinan perusahaan, dan kamu tidak berhak untuk menolak. Kamu hanya tinggal berkata iya, karena saat ini Glenca sudah ku pecat,” sekarang terjawab sudah pertanyaan Sandra tadi, jadi ini alasan kenapa meja sekretaris kosong.

“Soffia meminta ku untuk  memecat Glenca, dan dia juga mengancamku. Akhirnya, mau tidak mau aku harus memecat Glenca, dan kamu sebagai gantinya,” Rayyan benar-benar sudah tidak bisa mengbah keputusannya, dan mau tidak mau Sandra harus siap dengan pekerjaan barunya . Meskipun dari lubuk hati Sandra yang paling dalam, dia mengecam dan menyumpah serapahi bosnya yang mesum ini.

Sandra keluar dari ruangan Rayyan seraya bersungut kesal, dia juga bertemu dengan Raka. Tidak seperti biasanya, Sandra yang biasanya ketakutan bertemu dengan asisten Rayyan, justru kali ini, Sandra memasang wajah judesnya. Sandra  pun mulai mengemas barang-barangnya untuk dipindahkan di meja sekretaris.

“Loh, Sandra kenapa? Kok barang lo dikemas begini?” tanya Risa dengan heran, dia sangat takut kalau Sandra melakukan kesalahan.

“Gue dipindah jadi sekretarsi pak Rayyan,” jawab Sandra dengan kesal, namun hal berbeda justru terlihat dari teman-teman Sandra, mereka nampak terkejut.

“Serius lo?” tanya Natalie dan Risa bersamaan.

"Pak Rayyan udah tahu, kala aku DJ, dan dia gunakana itu buat ancam aku," jawab Sandra masih bersungut kesal.

"Emangnya Glenca ke mana?" kali ini Bagas yang bertanya.

"Dia udah dipecat Kak, dan aku yang harus gantiin, selagi pak Rayyan cari sekretaris baru," jawab Sandra lagi.

"Ya udah, berdoa aja semoga cepet dapat pengganti, supaya lo juga cepet balik ke sini, San." dengan dewasa Dimas mencoba menenangkan Sandra, bahkan dia memberikan semangat untuk Sandra.

"Jangan sedih, nanti kita masih bisa ketemu saat jam makan siang, kok," Rissa mencoba memberikan semangat untuk sang sahabat.

"Ya udah, aku ke ruangan pak Rayyan dulu ya, titip meja ku," di tengah rasa kesalny, Sandra masih saja mencoba mencoba menghibur diri.

Hari ini, Sandra masih banyak belajar tentang bagaimana cara kerja menjadi sekretaris. Sandra banyak dibantu oleh Raka. Awalnya Sandra pikir, Raka lelaki yang cuek dan kaku, namun dibalik sifatnya itu, Raka ternyata orang yang perduli dengan Sandra. Terbukti, saat Sandra tengah bingung mengarsip surat, Raka dengan telaten menjelaskan kepada Sandra.

“Terimakasih Ya Pak Raka, atas bantuannya. Saya nggak tahu, kalau Pak Raka nggak bantu saya, mungkin bakalan kacau semua,” ucap Sandra seraya tersenyum malu.

“Nggak apa-apa, yang penting kamu harus lebih banyak belajar lagi, dan jangan lupa apa yang sudah saya jelaskan tadi,” ujar Raka dengan masih menunjukkan wajah dinginnya.

“Iya Pak, pasti akan selalu saya ingat,” jawab Sandra dengan penuh semangat.

"Kapan-kapan saya traktir makan bakso depan kantor mau, Pak Raka?" tanya Sandra seraya menaik turunkan alisnya.

"Ngapain traktir saya?" tanya Raka yang masih fokus pada salah satu dokumen.

"Ya sebagai ucapan terimakasih, karena Pak Raka udah baik sama saya," jawab Sandra.

"Nggak usah, saya melakukan ini bukan cuman semata-mata karena kamu, tapi karena saya nggak mau karena kamu sehari jadi sekretaris, perusahaan langsung bangkrut," jawaban Raka benar-benar membuat Sandra kesal, senyumnya pun langsung luntur. Dan tanpa mereka berdua sadari, ternyata Soffia sudah berdiri tidak jauh dari mereka.

“Waah kalian terlihat akrab,” puji Soffia seraya menatap Sandra dan Raka.

“Hai Sandra," sapa Soffia dengan akrab.

“Ibu Soffia?” sapa Sandara dengan raut wajah sedikit terkejut, tidak jauh dengan Raka.

“Sekarang, Sandra yang jadi sekretaris?” tanya Soffia.

“Benar Bu, karena Glenca sudah dipecat, dan kami belum menemukan penggantinya, jadi sampai menunggu ada pengganti Glenca, kami tarik dari mahasiswi yang sedang magang,” ujar Raka menjelaskan.

“Baguslah, kalau memang wanita gatal itu sudah dipecat, aku lebih lega karena Sandra yang meggantikan wanita itu,” jawab Soffia dengan enteng, nampaknya Soffia benar-benar membenci Glenca. Padahal, apapun yang terjadi atara Glenca dan Rayyan, itu semua juga karena Rayyan memberikan peluang.

“Bagaimana tidurmu semalam? Apakah nyenyak?” tanya Rayyan basa-basi, dan itu membuat Sandra begitu muak. Rayyan seolah mengulur waktu, membuat Sandra mati penasaran, tentang apa yang ingin dikatakan oleh Rayyan.

“Sudahlah Pak, langsung to the point aja,” pinta Sandra, dia tahu kalau saat ini Rayyan hanya sedang mengulur waktu. Rayyan tertawa mendengar ucapan Sandra, dia semakin tertarik dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini.

“Baiklah, aku akan langsung pada akar masalahnya, aku mengizinkan kamu tetap magang di sini, tapi kamu akan ditempatkan sebagai sekretarisku,” sontak saja, Sandra langsung membulatkan matanya terkejut.

“Pak, nggak bisa dong, kan saya,-” Sandra yang ingin menolak, tidak diberikan kesempatan oleh Rayyan, karena Rayyan justru langsung memotong ucapan nya dengan mengangkat sebelah tangan.

“Ini semua sudah menjadi keputusanku. Ingat Cassandra, aku adalah pimpinan perusahaan, dan kamu tidak berhak untuk menolak. Kamu hanya tinggal berkata iya, karena saat ini Glenca sudah ku pecat,” sekarang terjawab sudah pertanyaan Sandra tadi, jadi ini alasan kenapa meja sekretaris kosong.

“Soffia meminta ku untuk  memecat Glenca, dan dia juga mengancamku. Akhirnya, mau tidak mau aku harus memecat Glenca, dan kamu sebagai gantinya,” Rayyan benar-benar sudah tidak bisa mengbah keputusannya, dan mau tidak mau Sandra harus siap dengan pekerjaan barunya . Meskipun dari lubuk hati Sandra yang paling dalam, dia mengecam dan menyumpah serapahi bosnya yang mesum ini.

Sandra keluar dari ruangan Rayyan seraya bersungut kesal, dia juga bertemu dengan Raka. Tidak seperti biasanya, Sandra yang biasanya ketakutan bertemu dengan asisten Rayyan, justru kali ini, Sandra memasang wajah judesnya. Sandra  pun mulai mengemas barang-barangnya untuk dipindahkan di meja sekretaris.

“Loh, Sandra kenapa? Kok barang lo dikemas begini?” tanya Risa dengan heran, dia sangat takut kalau Sandra melakukan kesalahan.

“Gue dipindah jadi sekretarsi pak Rayyan,” jawab Sandra dengan kesal, namun hal berbeda justru terlihat dari teman-teman Sandra, mereka nampak terkejut.

“Serius lo?” tanya Natalie dan Risa bersamaan.

"Pak Rayyan udah tahu, kala aku DJ, dan dia gunakana itu buat ancam aku," jawab Sandra masih bersungut kesal.

"Emangnya Glenca ke mana?" kali ini Bagas yang bertanya.

"Dia udah dipecat Kak, dan aku yang harus gantiin, selagi pak Rayyan cari sekretaris baru," jawab Sandra lagi.

"Ya udah, berdoa aja semoga cepet dapat pengganti, supaya lo juga cepet balik ke sini, San." dengan dewasa Dimas mencoba menenangkan Sandra, bahkan dia memberikan semangat untuk Sandra.

"Jangan sedih, nanti kita masih bisa ketemu saat jam makan siang, kok," Rissa mencoba memberikan semangat untuk sang sahabat.

"Ya udah, aku ke ruangan pak Rayyan dulu ya, titip meja ku," di tengah rasa kesalny, Sandra masih saja mencoba mencoba menghibur diri.

Hari ini, Sandra masih banyak belajar tentang bagaimana cara kerja menjadi sekretaris. Sandra banyak dibantu oleh Raka. Awalnya Sandra pikir, Raka lelaki yang cuek dan kaku, namun dibalik sifatnya itu, Raka ternyata orang yang perduli dengan Sandra. Terbukti, saat Sandra tengah bingung mengarsip surat, Raka dengan telaten menjelaskan kepada Sandra.

“Terimakasih Ya Pak Raka, atas bantuannya. Saya nggak tahu, kalau Pak Raka nggak bantu saya, mungkin bakalan kacau semua,” ucap Sandra seraya tersenyum malu.

“Nggak apa-apa, yang penting kamu harus lebih banyak belajar lagi, dan jangan lupa apa yang sudah saya jelaskan tadi,” ujar Raka dengan masih menunjukkan wajah dinginnya.

“Iya Pak, pasti akan selalu saya ingat,” jawab Sandra dengan penuh semangat.

"Kapan-kapan saya traktir makan bakso depan kantor mau, Pak Raka?" tanya Sandra seraya menaik turunkan alisnya.

"Ngapain traktir saya?" tanya Raka yang masih fokus pada salah satu dokumen.

"Ya sebagai ucapan terimakasih, karena Pak Raka udah baik sama saya," jawab Sandra.

"Nggak usah, saya melakukan ini bukan cuman semata-mata karena kamu, tapi karena saya nggak mau karena kamu sehari jadi sekretaris, perusahaan langsung bangkrut," jawaban Raka benar-benar membuat Sandra kesal, senyumnya pun langsung luntur. Dan tanpa mereka berdua sadari, ternyata Soffia sudah berdiri tidak jauh dari mereka.

“Waah kalian terlihat akrab,” puji Soffia seraya menatap Sandra dan Raka.

“Hai Sandra," sapa Soffia dengan akrab.

“Ibu Soffia?” sapa Sandara dengan raut wajah sedikit terkejut, tidak jauh dengan Raka.

“Sekarang, Sandra yang jadi sekretaris?” tanya Soffia.

“Benar Bu, karena Glenca sudah dipecat, dan kami belum menemukan penggantinya, jadi sampai menunggu ada pengganti Glenca, kami tarik dari mahasiswi yang sedang magang,” ujar Raka menjelaskan.

“Baguslah, kalau memang wanita gatal itu sudah dipecat, aku lebih lega karena Sandra yang meggantikan wanita itu,” jawab Soffia dengan enteng, nampaknya Soffia benar-benar membenci Glenca. Padahal, apapun yang terjadi atara Glenca dan Rayyan, itu semua juga karena Rayyan memberikan peluang.

1
A R
kakakkk lanjutan nya plisss
A R
kakakk diulang2 trs
A R
kakak diulang2 lagi 🙈
A R
yeayy upp
A R
dobel lg 🙈
A R
akhirnya up jg kak 😂
A R
kakak sdh 9x diulang 🙈🙈
A R
4x dobel kak. trs 1 bab 3x pengulangan
A R
kak, 3x bab ini diulang 🙈
A R
dobel lagi kak
A R
kak kalimatnya diulang dua kali
A R
dobel lagi kak
A R
kakak dobel
A R
diulang ya kak?
A R
triple dobel 😂
A R
dobel lagi kak 🙊🙈
A R
dobel lagi kak
A R
sofia
A R
dobel ya kak?
A R
dobelll ya kakkk??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!