Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Juragan

Dinikahi Anak Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Selama lima tahun Diyah Melati percaya bahwa cintanya akan berakhir di pelaminan. Namun, ketika sang kekasih pulang dari perantauan, harapan yang selama ini dia rajut justru hancur dalam sekejap. Alih-alih membawa cincin lamaran, pria itu justru memilih mengakhiri hubungan.

Di usianya yang telah menginjak kepala tiga, Diyah tak hanya harus menanggung patah hati, tetapi juga menghadapi cibiran sebagai "Perawan Tua" yang terus menghantuinya. Meski terluka, Diyah bertekad bangkit dan menyembuhkan hatinya tanpa bergantung pada siapa pun.

Namun, saat Diyah mulai menata kembali hidupnya, sebuah lamaran tak terduga datang dari seorang juragan terpandang di desanya. Tawaran perjodohan itu sontak mengusik ketenangan yang baru saja ia bangun. Di balik niat baik tersebut, tersimpan sosok yang sama sekali tak pernah ia bayangkan.

Akankah Diyah membuka kembali pintu hatinya dan menerima perjodohan itu? Ataukah luka masa lalu membuatnya memilih berjalan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Wanita Manipulatif

Manusia memang selalu memiliki sifat serakah, karena tidak pernah puas dengan nikmat Tuhan yang diberikan kepadanya. Begitu juga dengan Rani, dia telah mendapatkan kehidupan yang layak dari ibunya yang seorang single parent, tetapi pergaulan bebas ibu kota menjerumuskannya ke lembah terdalam.

Dia merelakan kegadisannya demi beberapa lembar uang, melayani pria hidung belang yang selalu haus akan pelayanan di atas ranjang. Sekali, dua kali, tiga kali, akhirnya membuat Rani ketagihan. Tidak ada yang tahu pekerjaannya selama ini, termasuk Cakra—pria yang telah mengontrak di kosan ibunya, dan kini menjadi suaminya.

Rani memang benar-benar mencintai Cakra, tetapi rahasia masa lalu tak bisa lagi ditutupinya. Kini dia hanya bisa cemas, menunggu sang suami yang belum kelihatan batang hidungnya.

"Dia pasti pulang, Rani," ujar ibunya yang sedari tadi memperhatikan Rani mondar-mandir di depan pintu.

"Aku takut, Bu, bagaimana kalau Mas Cakra menceraikan aku?"

"Tidak usah dipikirkan! Ibu yakin tidak semudah itu dia meninggalkanmu, sekarang lebih baik kamu temani ibu sarapan."

Rani juga berharap begitu, tetapi nyatanya belum ada tanda-tanda Cakra akan kembali. Dengan tubuh lunglai Rani berjalan ke meja makan, dia hanya termenung tanpa menyentuh makanan.

Hingga terdengar suara decitan pintu, Rani langsung terlonjak dan bergegas melihat.

"Mas, akhirnya kamu pulang. Aku khawatir," ucap Rani merasa cukup lega, dia hendak meraih tangan Cakra tetapi segera ditepis oleh pria itu.

Cakra masuk ke dalam kamar, mengambil tas dan ingin memasukan kembali barang-barangnya yang sudah terlanjur di susun.

"Mas, kamu mau ke mana lagi?" tanya Rani yang sedari tadi mengekor. Cakra tak menggubris, dia terus melakukan sesuatu sesuai kehendaknya. Hingga sang ibu mertua akhirnya datang dan ikut campur.

"Stop!" teriaknya, karena mendengar Rani terus merengek dan menangis. Sementara Cakra tidak peduli sama sekali.

Tangan Cakra langsung berhenti, dia menoleh dan menatap Rani serta ibu mertuanya secara bergantian. Dia benar-benar merasa ditipu oleh dua wanita ular ini.

"Apa yang sebenarnya kamu permasalahkan, Cakra? Keperawanan Rani? Memangnya kamu bisa menjamin kalau kamu masih perjaka? Lagi pula di ibu kota ini, hal begitu sudah bukan sesuatu yang tabu. Masa muda adalah masa di mana kita memiliki banyak kesalahan, karena kita masih belajar!" papar ibu Rani membela putrinya. Karena jelas, darah lebih kental dari pada air.

Cakra merasa tertegun. Mendengar ibu mertuanya menormalisasikan pergaulan bebas. Padahal seharusnya sebagai orang tua yang baik, ibu Rani merasa kecewa dan marah 'kan?

"Tapi, Bu, aku tidak pernah main dengan wanita lain, selama di Jakarta aku hanya berhubungan dengan Rani," balas Cakra dengan suara meninggi.

"Oh iya? Lantas setiap minggu kamu dan Ari pergi ke mana kalau bukan ke tempat hiburan? Jangan munafik, Cakra. Lagi pula kalau kamu batalkan pernikahan ini, kamu sendiri yang rugi, sudah kehabisan uang, dan kamu menanggung harus malu karena kamu akan menjadi bahan gunjingan warga kampung," ujar ibu Rani dengan sengit. Dia tahu semuanya sebab Cakra tidak merantau sendiri di kota ini, ada temannya namanya Ari, mereka tinggal bersebelahan. "Dan kamu mau mantan kekasihmu itu menertawakanmu?" Lanjutnya dengan tatapan mengejek.

Cakra kehilangan taringnya. Topeng yang dia pakai sebagai pria baik-baik pun perlahan terbuka. Ditambah semua bayangan yang ibu Rani lontarkan. Menjadi gunjingan orang? Bahan tertawaan Diyah? Dan yang terpenting harga diri keluarganya?

"Saranku, lebih baik kamu terima semua ini, jalani kehidupanmu dengan Rani. Kalian bisa saling memaafkan."

Rani yang masih bercucuran air mata melirik ibunya, dari tatapannya dia sangat berterima kasih, karena sang ibu sudah membantunya.

"Mas, maafin aku ya?" Lirih Rani.

Tanpa menjawab, Cakra hanya bisa melepaskan tas yang ada di tangannya dan memilih duduk di tepi ranjang. Sedangkan ibu Rani tersenyum miring.

'Telan saja kekecewaanmu! Kamu dan ibumu yang terlalu berekspetasi tinggi.'

***

"Diyah," panggil Laksmi setelah Diyah melepas kepergian suaminya yang hendak bekerja. Di rumah ini hanya tersisa beberapa orang, karena Juragan Marta sendiri sedang memiliki urusan di luar.

"Iya, Bude," balas Diyah setelah berada di hadapan Laksmi.

"Eum, Diyah, kamu bisa nyapu sama ngepel 'kan?" tanyanya sambil memastikan hanya ada mereka berdua.

Diyah langsung mengangguk.

"Mbok Sum kan lagi pergi ke pasar sama Sari, Siti juga antar Tama ke sekolah. Bude minta bantuan kamu ya buat bersih-bersih, soalnya ada tamu penting yang mau datang," ujar Laksmi dengan raut memohon.

"Oh iya boleh, Bude," balas Diyah karena merasa tak enakan.

Laksmi bergelayut di lengan Diyah. "Terima kasih ya, Diyah, maaf lho kalo ngrepotin, soalnya Bude nggak tahu harus minta tolong sama siapa."

"Iya nggak apa-apa, Bude."

"Kalo gitu langsung dikerjain ya, Bude mau siap-siap dulu," ujar Laksmi sambil tersenyum lebar.

Diyah mengangguk lagi, lantas Laksmi langsung melenggang ke kamar. Dari caranya meminta, Diyah mulai memahami bahwa Laksmi adalah wanita yang manipulatif. Bisa membuat korbannya dengan suka rela melakukan perintahnya.

"Tidak apa, Diyah, toh dari pada kamu tidak ada kegiatan. Lagi pula rumah ini kan sudah jadi rumahmu juga."

Akhirnya Diyah mengambil alat-alat kebersihan. Dia menyapu dan mengepel ruangan yang luasnya dua kali lipat dari rumahnya. Meski AC menyala, tetapi tetap saja kegiatan itu membuat Diyah banjir keringat.

Dari lantai dua, Laksmi memperhatikan Diyah dengan tangan yang melipat di depan dada dan senyum remeh.

"Jangan harap kamu bisa jadi Nyonya yang hanya ongkang-ongkang kaki saja!"

Sementara Diyah sesekali mengelap dahinya menggunakan punggung tangan. Pinggangnya juga terasa cukup pegal.

Tap

Tap

Tap

Laksmi menuruni anak tangga. Dia sudah berganti pakaian serta menambah beberapa aksesoris di anggota tubuhnya.

"Bagaimana, Diyah? Sudah selesai?" tanyanya.

"Sudah, Bude. Tinggal lap-lap meja saja," jawabnya, masih bisa tersenyum.

Laksmi melihat jam di pergelangan tangannya.

"Agak cepat sedikit ya, Diyah, orangnya sebentar lagi datang," ujar Laksmi, membuat Diyah tak bisa beristirahat barang sebentar.

Diyah kembali melanjutkan perintah. Saat dia mengelap meja, ternyata sudah ada mobil yang masuk ke halaman rumah. Laksmi dengan cepat menyambutnya. Seorang wanita muda dengan tubuh semampai, rambut hitam lurus, dan wajah dipenuhi riasan, bak model bintang iklan.

Dia melenggang bersama seorang wanita sebaya dengan Laksmi. Diyah sampai dibuat melongo saat melihatnya.

"Diyah, ini sahabat Bude, Lia, dan ini putrinya—namanya Sarah," ujar Laksmi memperkenalkan keduanya.

Mereka menatap Diyah dari atas sampai bawah. Sarah maju lebih dulu.

"Sarah," ucapnya sambil mengulurkan tangan. Diyah menyambutnya dengan antusias.

"Sarah ini seorang pramugari lho, Diyah, tadinya dia yang mau dijodohkan dengan Biyakta," sambar Laksmi, yang membuat senyum di wajah Diyah memudar dengan perlahan.

1
Dien Elvina
sdh bawa aja adik mu Dyah kasian dia dgn s Rumi berasa hidup d neraka .. apalagi suaminya yg kasar n suka mabok ..ibu mu biarkan saja bahaya klo dia d bawa bisa jadi bumerang buat rmh tangga mu Dyah
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
sudah bawa saja adik mu ikut pulang ke rumah kamu Diyah. tapi ..jangan smapai ajak ibumu. daripada nanti malah jadi bumerang dalam kehidupan rumah tangga kamu. mengingat ibu kamu yang serakahh dan jahatt. Dan jangan mau menjadi ATM ibu kamu. ibu kamu masih muda dan dia juga punya suami. biarkan ibu kamu kerja, jangan terlalu di kasih hati malah kamu sendiri yang menderita.
aurel chantika
Cakra harus dilaporkan ke polisi
aurel chantika
astaga diva,jangan sampai ketahuan deh
Margaretha Indrayani
semoga diyah dan biyakta bisa . menolong sarmila dan diva. cakra dan rani nyolong dirumah ortu sendiri, parah kamu cakra dan rani sudah buta hatinya
Septi
waduhh
Septi
ahh masih ada yang baik.. bersyukurlah mila
Radya Arynda
semogah diyah dan biyatta selalu bahagia dan semogah hamidun...dan sengkuli terlihat wajah aslina....
Sarimi semogah habis ini kamu sadar kalau dyah bukan lah saingan tapi seorang kakak yang benar2 tulus sama adik...drkogah otak mu waras habis ini sarimi
Diah_Kustantie ✨💛
Nextt
Dien Elvina
udah Diva ikut aja dgn kak Dyah daripada hidup sama ibu mu yg udah kyk d neraka
Dien Elvina
s Rumi gak bisa d katakan seorang ibu ..apa yg dia lakukan lebih dari seorang wanita yg kejam dgn anak² nya 🥺
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hajarrrr bu...mantu tak tahu diri, di kasih hati minta organ tubuh.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
ikut saja sama kak Diyah..Div. daripada kamu hidup dengan moster, lama2 kamu bisa Gilaaa, ngadepin ayah mu yang pemabokk dan ibumu yang pemarah.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Bener2 ibu lukcnutt! jangan harap kali ini anda bakal selamat dari amukan Diyah. apalagi kalau Diyah melihat keadaan mila yang babak belur, anda bisa saja di laporkan dan jangan harap Diyah bakal membantu anda.
Margaretha Indrayani
tapi untunglah diyah sudah tahu kalau sarmila selamat
Diah_Kustantie ✨💛
Nexttt
Dien Elvina
semoga Dyah cepet dtng menjemput Mila n Diva
Radya Arynda
mantap diva,,,buat ibu menderita biar tau rasa,,,
Dien Elvina
duh Diva kasian kamu hidup dng orang tua yg toxic 🥺..klo bisa kamu ikut aja sama Dyah daripada hidup dng orang tua mu yg setiap hari udah kyk neraka 😫
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
mrongossss enggak tuh 🤣🤣🤣 Kamu ketahuan sudah bohongi ibu kamu yang mata duitan Div..semoga saja Diyah secepatnya datang. biar tahu sendiri kelakuan ibunya selama ini...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!