Setelah menyelesaikan masa militernya, Jiang Ming mendapati dirinya terjebak dalam kerasnya realita sebagai pemuda tanpa uang, pekerjaan, maupun koneksi, yang harus memutar otak demi menghidupi adik perempuannya.
Di tengah himpitan utang dan cibiran orang-orang yang meremehkannya, sebuah aplikasi aneh bernama "Toko Dewa Tiga Alam" tiba-tiba terinstal secara paksa di ponsel bututnya.
Aplikasi tersebut menjual berbagai barang supranatural dan keajaiban dari dimensi para dewa, namun ironisnya, semua benda ajaib itu hanya bisa dibeli jika Jiang Ming memiliki uang.
Alih-alih menjadi pahlawan super, Jiang Ming menggunakan kecerdasan dan insting bisnisnya untuk memanfaatkan barang ajaib termurah demi membangun kekayaan dari nol, perlahan memutarbalikkan nasibnya dari seorang pengangguran rendahan menjadi sosok yang mengendalikan kekuatan Tiga Alam di dunia nyata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Batas Dua Dunia
Sring.
Sisa-sisa kilatan listrik biru masih menari-nari kecil di ujung jari telunjuk Jiang Ming.
Dia duduk diam di atas sofa kulitnya, menatap nanar ke arah tumpukan debu keramik dan pecahan kaca di depannya.
Hanya butuh satu jentikan jari untuk menghancurkan benda padat menjadi abu.
'Jika tembakan tadi mengenai kepala manusia, tidak akan ada jejak yang tersisa selain tulang yang hangus terbakar,' batin Jiang Ming bergidik ngeri.
Dia mengepalkan tangannya perlahan, mematikan percikan petir terakhir yang menyala di kulitnya.
Suhu di dalam ruangan apartemen itu perlahan kembali normal.
Jiang Ming mengambil sapu dari ruang penyimpanan, lalu mulai membersihkan kekacauan yang baru saja dia buat.
Srek srek srek.
Suara sapu yang bergesekan dengan lantai marmer terdengar sangat menenangkan di telinganya.
Aktivitas fisik yang sederhana ini membantunya untuk mendinginkan kepalanya yang masih terasa mendidih oleh euforia kekuatan.
Jiang Ming membuang debu keramik itu ke dalam tempat sampah dan mencuci tangannya di wastafel dapur.
Air dingin yang mengalir di sela-sela jarinya menyadarkannya akan satu fakta yang sangat krusial.
'Kekuatan dari Toko Tiga Alam ini terlalu besar dan tidak masuk akal untuk ukuran dunia fana.'
'Jika aku menggunakannya secara sembarangan di depan umum, aku tidak hanya akan menarik perhatian polisi.'
Jiang Ming menatap bayangan wajahnya sendiri di cermin wastafel.
Mata hitamnya memancarkan ketajaman yang jauh berbeda dari pemuda miskin seminggu yang lalu.
'Pemerintah, militer, atau bahkan organisasi rahasia dunia bawah pasti akan memburuku untuk dijadikan bahan eksperimen.'
Jiang Ming mengelap tangannya dengan handuk kering dan kembali duduk di ruang tamu.
Dia mengambil ponsel bututnya dan membuka aplikasi Toko Tiga Alam yang kini antarmukanya memiliki aksen emas khas pengguna VIP.
Dia menekan ikon obrolan untuk memanggil satu-satunya kontak gaib yang dia miliki.
"Peri Ling, apakah kau sedang sibuk?" ketik Jiang Ming di layar obrolan.
Balasan datang hanya dalam hitungan detik.
Ting.
[CS Peri Ling: Tentu saja tidak, Tuan Bos! Melayani pengguna VIP Tingkat 1 adalah prioritas utama hamba!]
[CS Peri Ling: Bagaimana rasanya menyatu dengan Naga Petir Biru? Apakah tubuh fana Anda masih utuh?]
Jiang Ming mendengus pelan membaca nada meledek dari peri kecil itu.
"Tubuhku masih utuh, tapi aku punya pertanyaan serius yang mengganggu pikiranku."
[CS Peri Ling: Silakan bertanya, Tuan Bos. Pengetahuan hamba seluas lautan awan di Alam Langit.]
"Jika aku terus menggunakan kekuatan tingkat dewa ini di duniaku, apakah ada konsekuensi buruk yang akan terjadi?" ketik Jiang Ming langsung pada intinya.
Jeda yang cukup lama terjadi sebelum Peri Ling membalas pesannya.
Ting.
[CS Peri Ling: Tuan Bos sungguh cerdas. Kebanyakan manusia fana akan langsung mabuk akan kekuatan dan bertindak seakan-akan mereka adalah dewa di dunia mereka.]
[CS Peri Ling: Dunia fana Anda memiliki apa yang disebut sebagai Hukum Kehendak Dunia.]
Jiang Ming mengerutkan keningnya membaca istilah baru tersebut.
[CS Peri Ling: Jika Anda membunuh manusia biasa secara massal menggunakan elemen petir, Hukum Dunia akan mendeteksi anomali energi.]
[CS Peri Ling: Anda akan diincar oleh Karma Buruk, dan yang terparah, Anda bisa memicu Bencana Petir Surgawi yang akan menghapus eksistensi Anda dari dunia itu.]
Keringat dingin seketika menetes dari pelipis Jiang Ming.
Ternyata dugaannya seratus persen benar.
Kekuatan besar ini datang dengan batasan tidak terlihat yang bisa membunuhnya jika dia bertindak bodoh dan arogan.
"Terima kasih atas informasinya, Peri Ling. Ini sangat membantuku untuk tetap merendah sampai inti bumi," balas Jiang Ming tulus.
[CS Peri Ling: Sama-sama, Tuan Bos. Ingatlah, Toko Tiga Alam adalah pasar yang memfasilitasi kebutuhan Anda, bukan alat untuk menghancurkan tatanan dunia.]
[CS Peri Ling: Gunakanlah otak bisnis Anda, bukan hanya otot dan petir Anda.]
Klak.
Jiang Ming menutup ruang obrolan itu dengan perasaan lega sekaligus waspada.
Dia tidak boleh gegabah.
Pembalasan dendamnya kepada Grup Tianyu dan orang-orang yang merendahkannya harus tetap menggunakan jalur yang elegan dan tidak meninggalkan jejak supernatural.
Jiang Ming beralih ke halaman Katalog Rahasia VIP dan mulai menggulir layar dengan pandangan yang jauh lebih kritis.
Dia mengabaikan senjata-senjata pembunuh dewa dan pil keabadian yang harganya selangit.
Matanya kini mencari barang-barang murah yang mungkin dianggap sampah oleh para dewa, namun memiliki nilai jual tak terhingga di dunia manusia.
'Aku harus membangun sebuah bisnis yang nyata dan masuk akal untuk mencuci uang satu juta Yuan ini,' pikir Jiang Ming menyusun strategi.
'Jika Su Qingxue atau orang lain menyelidiki latar belakangku, mereka tidak boleh hanya melihatku sebagai seorang perantara lukisan gaib.'