Indonesia
NovelToon NovelToon
The Monster

The Monster

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Roh Supernatural / Iblis / Dunia Lain / Perperangan / Romansa Fantasi
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Pindah tugas tiba-tiba dari Rumah sakit besar terkenal ke puskesmas desa pelosok.
Gamaliel Perempuan matang berusia dua puluh lima tahun bertemu banyak hal yang akhirnya menjelaskan siapa Gamaliela sebenarnya dan kenapa bisa semua hal aneh dan di luar logika tertuju pada Liel.

Pertemuan dengan pria bernama Azzure membuat semuanya berubah bahkan ia tak lagi bisa kembali seperti sebelumnya.
Ia sadar jika ia ada di waktu dulu sampai sekarang dan siapa yang disalahkan dalam hidup yang aneh ini.
Pria bernama Azzure adalah perubahan awalnya tapi, siapa monster yang sudah menunjukkan dirinya tapi, tetap Gamaliela tak puas akan hal itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Azzure penenang

Liel melirik seseorang yang mendekat ke arahnya.

"Apa!"

"Aku hanya memiliki tugas dan bantu aku selesaikan ya.."

"Gila! Kau tidak waras aku tahu itu, kau manusia!" Geram Liel.

Tertawa terbahak seketika Liel melirik ke arah kerumunan itu dan saat yang sama kerumunan itu berhenti makan dan berdiri membelakangi Liel.

"Katakan iya atau tidak itu sudah cukup aku akan bebas dari tugas ini dan kau akan hidup."

"Kau pikir aku bodoh apa, kau pikir aku mau hidup dengan monster seperti kalian."

Orang itu membuka tudungnya dan melihat Liel dengan cengiran mengerikan seperti sedih ketakutan dan kecewa ada disana.

Sebelah wajah itu rusak melepuh seperti bekas terbakar kelopak mata di bagian sebelah dengan luka terbakar tak bisa berkedip seperti sebelahnya.

"Ka-kau! Kau!"

"Iyaa Liela... atau Liel... Haha aku geli sekali mengucapkannya hal mustahil tapi, bisa di lakukan dan hanya Azzure yang bisa."

Ketika itu mendekat dan mengucapkan sesuatu dan membuat segerombolan mahluk zombie atau mayat pemakan daging mentah itu berbalik badan.

"Jika kau tak mau mengikutiku, mereka akan memakanmu."

Liel menegguk ludahnya kasar.

"Kau yang menyukai Liela, Damar kau yang menyukai Liela iyaa nama aslimu Damar, sekarang kau tahu aku dan kau tak bisa lagi menyentuh tubuh ini."

Haah.. menghela nafasnya sangat kasar lalu tertawa lagi dengan keras bahkan Liel merasa dia sudah gila jika tertawa seperti itu.

"Aku tahu karena Nona Alezarya yang memberitahunya aku menginginkannya tapi, terlalu cepat Azzure dan mereka mendapatkanmu."

Liel tahu dia menyindir Maria Zico dan Vanzen.

"Liel... kau mau bersama denganku atau mati?"

"Mati." Pilihan cepat tanpa memikirkannya mengatakannya pun langsung dan cepat.

"Akh! sialan... kau akan mati bodoh!"

Geram sudah Damar dengan jawaban Liel dan ekspresi tak gentar sama sekali.

"Biarin! Aku matipun itu lebih baik dari pada darahku kau yang gunakan."

Seketika wajahnya tersenyum membuat liel geli dan takut jijik.

"Oh ok... Kalian makanlah." Damar memberi perintah pada vampir kelaparan itu.

Bruaakk...

Suara itu dari dinding yang hancur remuk di hantam srigala besar dan sihir di sekelilingnya seperti asap dan warnya abunya berubah biru kadang hitam di tambah ada kilat petir disana.

"Morgan." Geram Damar dengan pemimpin pack Srigala terhebat itu yang biasanya tak pernah ikut campur urusannya, sekarang Morgan membuat Damartha makin tak menyukainya karena mau melindungi Liel.

Azzure hanya bisa menunggu tapi, perasaannya tak baik.

"Menjauh Damar!"

"Hahh! Apa kau bilang?"

"Auuuuu." Long longan itu seketika membuat para vampir itu mengamuk menyerang membabi buta tapi, dengan cepat Morgan mengembalikan serangan dengan mencabik brutal tubuh vampir itu terpisah sampai merusak jantung mereka.

Darah terciprat kemana-mana sampai membuat liel yang sudah mencari jarak aman tetap kena.

Apa yang Liel lihat ini!

"Berhenti!"

Liel berteriak sekuat tenaga.

Morgan berhenti disaat menggigit kepala dari vampir terakhir yang ia serang.

Membuangnya langsung, melemparnya ke arah kanan dimana Damar berdiri di balik jeruji.

"Akhss shit!"

Morgan perlahan mendekati Liel.

Membiarkan sihir Azzure dan Van membuka rantai dengan sihir dari orang kepercayaan Damar.

Bebas Liel seketika mendekati Morgan takut tapi, tangannya maju lebih dulu perlahan mengulurkan menyentuh hidung srigala besar itu.

Liel mendekat lalu memegang kedua sisi bibir atas srigala itu.

"Terimakasih... Hiks.. makasih..."

Tatapan Morgan sendu.

Seketika melirik Damartha.

"Kemana dia?" Tanya Liel.

Tak melihat ada seseorang disana.

Di tempatnya Damartha melempar jubahnya pada lelaki di dekatnya.

"Damar, kau harus melihatnya sendiri."

"Heeh... kau sedang jadi Damar bukan aku, dasar kau."

"Cukup aku tak sudi lagi, jangan suruh aku lagi."

Lelaki itu marah dan pergi tapi, dengan cepat Damar menariknya mematahkan lehernya menembuskan tangan keluar dari belakang kedepan tangannya mendapatkan jantung.

Seketik jatuh dan mati di tempat.

Damar tertawa, Lidahnya terjulur keluar mendekat pada tangan yang memegang jantung bersimbah darah

Mencium bau harum darah segar lalu lidah yang langsung mencicipi rasanya.

Dengan santai memakannya seperti memakan apel.

Dari bayangan di dinding terlihat jelas cara makannya sangat enak.

Tinggal tangan yang masih banyak dengan darah bekas jantung. Damartha berbalik badan berjalan ke singga sananya.

"Apa yang kau lakukan, dasar manusia bodoh... Hahah.. hahah...."

Wujud Damartha berubah sangat tampan dan sosok lelaki manusia tadi di tarik para pelannya.

Damartha yang serang terlihat jelas tampan dan berantakan rambutnya.

Jubah Merah menyala sedikit kehitaman dimana hampir memudar merah di bagian kain yang mengarah kebawah.

"Selamat datang." Sambutnya pada sosok Azzure.

Liel masih di penjara akan keluar sekarang tapi, saat yang sama Morgan kesakitan dan itu biasa dialami para Manusa srigala yang mengenai darah bangkai dari Vampir yang suka memakan bangkai.

"Morgan... keluar sekarang duluan."

Morgan menatap Liel.

"Aku tahu itu, sekarang selamatkan dirimu, aku rasa Azzure ada disini. "

"Kau bisa tahu...?" Morgan masih merasa itu aneh karena mengingat Liel manusia biasa.

"Kumohon pergi Morgan." Liel sudah menganggukkan kepalanya melihat Srigala Morgan semakin kesakitan.

Tak ada pilihan lain Morgan pergi dari sana. Meninggalkan Liel sendiri.

Liel merasa ada Azzure disini ada perasaan yang mendorongnya untuk yakin dan membuka besi penjara ini dengan gembok besar disana.

Azzure di aula pertemuan milik Damartha.

"Jangan ulangi apa yang kau lakukan." Peringatan bodoh yang harusnya Azzure sendiri tak perlu ucapkan, seharusnya tak perlu ia katakan ini hanya karena Liel. Tapi, Liel tak akan bisa bertahan di tempat buruk ini.

"Banyak bicara!"

Menyerangnya seketika itu memanfaatkan kelemahan Azzure ya itu bagi siapa melewati wilayah tanpa izin maka kekuatannya akan surut dan akan kembali semula, jika kembali lagi ke wilayah aslinya.

"Azzure!"

Amarah Liel menghancurkan tempat Damartha saat ia melihat Azzure di perlakukan tak adil di buat berlutut dengan luka dan darah disana, hampir mencium kaki Damartha juga.

Sejujurnya bukan masalah azzure luka seperti ini karena azzure punya fisik yang kuat.

Azzure menggeram kesal, dasar bocah sialan kenapa dia membiarkan Liel kemari dan bukan membawanya pergi.

"Liel." Suara Azzure yang lembut membuatnya tenang tapi, Damartha seketika memulainya lagi menyerangnya dengan tombak.

Damartha tak menyukai kastilnya hancur dari bagian dalam aula ini.

"Kau bukan lawanku, jangan gegabah dan sombong Damartha." Sombong Azzure setelah melihat Liel tenang aia melihat Damartha memegang tombak.

Bukannya melempar tombak itu Damartha kesakitan dan seketika itu Liel menghancurkan tubuhnya seperti bom hanya dengan tatapan matanya.

Azzure menoleh ke Liel.

"Sayangku..."

1
Windy Miller
Aku pengen bisa buat cerita kaya kamu Thor. Kamu selalu bikin orang-orang bahagia karena karyamu dibaca orang lain :)
Prasetya Wibowo
Good news! Cerita author bikin aku halu..
SongbirdGarden
Aku setia rebahan disini menunggu cerita kakak hihi
Selamat Saint
lanjut tor..jngn tellu lama up nya..novelnya bagus👌
Cinta Insta
Baru kali ini baca karya yang bikin lupa waktu. Sumpah! Sampe enggak nyadar udah jam berapa!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!