Indonesia
NovelToon NovelToon
GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR

Status: tamat
Genre:Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Pengantin Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Tamat
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia risti

Dia memang cinta pertamamu tapi izinkanlah aku untuk menjadi cinta terakhirmu. Aku berjanji akan membuat kamu selalu bahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia risti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Dibawah rembulan malam terlihat dua insan itu tengah terduduk dengan sang wanita yang menyadarkan kepalanya pada bahu sang pria, siapa lagi kedua insan itu jika bukan Arelta dan Axsa mereka sudah cukup lama duduk disana, mengobrol bertukar pikiran.

"Pantas saja kamu sangat mencintainya ternyata Tania sangat berperan banyak dalam hidupmu, "ucap arelta saat Axsa telah selesai menceritakan tentang tania padanya

"Ya begitulah, tapi itu sudah masalalu sekarang masa depan aku sama kamu"

"Kalau begitu berjanjilah padaku untuk tidak mengungkit apapun tentang tania, jujur saja aku sedikit tidak menyukainya, Axsa" jawab arelta mengembungkan pipinya sehingga membuat axsa tersenyum gemas kala melihatnya,

"Baiklah, istriku yang imut aku tidak akan mengungkit apapun lagi" Axsa mencubit gemas pipi gembul itu, lalu dengan cepat memeluk sang istri, " bagaimana kalau besok kita ke taman hiburan?"

"Boleh tuh aku juga sudah lama tidak kesana" balas arelta dengan semangat.

"Oke besok kita pergi ketaman hiburan tapi sebelum itu kamu harus manjakan aku dulu,"

"Hah! maksudnya," arelta terlihat bingung,

"Ayolah aku tahu kamu pasti paham sayang,"

Tanpa aba-aba Axsa langsung mengendong arelta ala bridal style,

"Axsa!! Turunkan tidak" ucap arelta dengan gelak tawa saat ia sudah memahami maksud sang suami yang memintanya jatah, pria itu membawanya ke dalam kamar, direbahkanya tubuh sang istri diatas kasur king berukuran besar itu,

"Are you ready baby?" bisik Axsa dengan deep suara tepat pada telinga arelta,

"I'm always ready, mister" balas arelta tersenyum menatap sang suami yang kini berada diatasnya.

***

Keesokan harinya, Gion kini berada diapartemen Xena, entah mengapa sejak semalam ia merasa bersalah akan perkataanya yang sepertinya melukai hati wanita itu, sehingga akhirnya Gion memutuskan untuk menemuinya dan meminta maaf dengan tulus,

Clek!

Suara pintu itu terbuka tak lama kemudian seorang wanita dengan setelan baju tidur keluar, siapa lagi jika bukan Xena

"Xena, apakah kau sakit?" Tanya Gion saat melihat wajah pucat Xena,

"Bukan urusanmu, mau apa kau kesini" alih-alih menjawabnya Xena justru berkata ketus pada Gion

"Aku kemari ingin minta maaf padamu secara tulus, maaf perkataanku semalam sangat keterlaluan sebagai permintaan maaf ini aku membawakanku makan," Gion memberikan paper bag berisi makanan itu pada Xena, namu wanita itu langsung menolaknya

"Bawa saja kembali, aku tidak mau" Xena hendak menutup pintunya, namun rasa pusing tiba-tiba menyerang sehingga membuatnya terjatuh,

"Kau tidak apa-apa" Tanya Gion yang dengan singap membantunya, namun lagi-lagi Xena menolaknya, wanita itu menepis tangan Gion yang ingin hendak membantunya untuk kembali berdiri

"Lepaskan! aku bisa sendiri. Lebih baik kau pergi dari rumahku aku tak ingin melihatmu berada disini"

"Aku tidak bisa meninggalkanmu yang tengah sakit seperti ini, bagaimana jika sesuatu yang lebih fatal terjadi kau bisa saja kehilangan nyawamu," balas Gion,

"Apa perdulimu, kau bukan siapa-siapa.mau aku mati sekalipun itu bukan urusanmu"

Xena terus keras kepala, wanita itu tak perduli lagi akan kehadiran Gion ia beranjak masuk meninggalkan lelaki tinggi itu yang kini berdiri menatapnya,

Xena membaringkan tubuhnya terasa lemah, dan pusing itu diatas sofa besar ia memejamkan matanya kembali. Namun sebuah tangan tiba-tiba terulur menyentuh dahinya, siapa lagi jika bukan Gion. Tadinya Gion akan pergi dan tak ingin memperdulikan wanita keras kepala itu tetapi, mungkin karena ia seorang dokter hatinya seakan menolaknya sehingga membuatnya kembali,

"Tubuhnya sangat panas, jika dibiarkan terus pasti demamnya tidak akan turun "

Gion beranjak kedapur ia mengambil haduk kecil dan baskom berisi air hangat, Pria rendah hati itu meletakkan handuk kecil yang telah basah ke kening Xena setelah memerasnya. Gion tampaknya begitu khawatir pada wanita berbadan mungil itu,

***

Mata indah dengan bulu lentik itu terbuka, saat si pemilik terbangun, arelta melihat ke samping namun tak menukan axsa disamping, ia menoleh saat mendegar suara pintu terbuka

"Sudah bangun," ucap Axsa yang datang membawa segelas susu coklat ditanganya,

Arelta mengaguk lalu menguap, gadis itu masih belum sepenuhnya terbangun.

"Ini minum dulu" Axsa memberikan segelas susu coklat yang dibawanya itu pada arelta

Tak banya komentar gadis berhidung mancung itu mnegambil dan meminumnya dengan sekali tegukan, "terimakasih," Arelta mengembalikan gelas itu pada Axsa.

"Sekarang bersihkan dirimu dulu, setelah itu kita pergi,"

"Pergi!"

"Apa kamu lupa? Kita akan ketaman hiburan hari ini"

"Astaga, maaf aku lupa Axsa" balas arelta, "baiklah aku mandi dulu" Gadis berhidung mancung itu beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, namun langkanya terhenti saat sang suami menanggil namanya,

"Arelta!"

"Iya, ada apa" Arelta menoleh

"Didalam aku sudah menyiapkan pakaian untukmu, kamu pakai ya"

"Oh aku pikir kenapa, oke aku akan memakainya" setelah mengatakanya Gadis itu kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi.

Tak lama kemudiam, sekitar lima belas menit Arelta keluar dadi dalam kamar mandi dengan Dress biru bermotif bunga-bunga,

"Apa ini? Kamu sengaja menyuruhku memakainya?" ucap Arelta saat melihat kaos yang dikenakan Axsa senada dengan warna bajunya

"Tentu saja, lihatlah kita cocok bukan" balas Axsa mengisyaratkan sang istri untuk melihat pantulan cermin disampingnya.

"Ya cocok tapi buat apa kita kan bukan anak ABG lagi Axsa,"

"Kenapa? Memangnya anak ABG saja yang boleh pake baju couple? Lagipula kita juga belum tua-tua amat" balas Axsa

Arelta tersenyum melihat wajah bete sang suami yang ia lihat dalam pantulan cermin itu, "Ya kamu benar, yasudah kita pakai baju ini saja, ayo pergi sekarang"

Axsa mengangguk lalu meraih tangan arelta, mengenggamnya erat-erat.

Sesampainya ditaman hiburan, kedua insan itu langsung bersenang-senang menaiki wahana yang ada disana, mereka seoalah-olah kembali menjadi anak kecil.

Setelah selesai menaiki kora-kora mereka berjalan-jalan santai sambil memakan es krim,

"Lihatlah boneka beruang yang ada didalamnya sangat lucu" Ucap Arelta menunjukan jarinya kesalah satu permainan mesin japit,

"Apa kamu menginginkanya?"

"Tentu saja, tapi sudahlah lupakan saja kamu tidak akan bisa mendapatkanya permainan itu sangat sulit"

"Aku bisa mendapatkanya untukmu, ayo kita coba permainanya" balas Axsa, ia meraih tangan arelta menariknya menuju tempat permainan mesin japit itu.

Axsa membeli beberapa koin dan langsung memainkanya, dikoin pertama ia hampir saja berhasil tetapi justru dikoin-koin berikutnya ia terus saja gagal hingga dua puluh koin yang dibelinya kini tersisa satu,

"Sudahlah, lupakan saja aku juga sudah tidak menginginkanya" balas Arelta, gadis itu terlihat sudah mulai jenuh menunggu axsa yang terus bermain

"tidak sayang, aku pasti bisa, kamu lihat kali ini pasti akan berhasil," ucap Axsa yang memgambil koin terakhirnya itu, pria itu memainkan kembali mesin itu dengan koin terakhirnya Namun hasilnya tetap sama ia gagal kembali,

"Sudahlah, axsa. Ayo kita pulang, bukankah malam ini kamu juga ada janji dengan ayah? Kalo kamu terus bermain bisa-bisa kita pualng malam" Omel Arelta yang benar-benar sudah kesal saat melihat justru ingin bermain lagi,

"Yasudah, tapi sebelum itu kita cari makan dulu habis itu pulang bagaimana?"

Arelta memgangguk setuju.

***

"Ibu.." lirih Xena membuat Axsa menoleh kerahnya,

"Mengapa dia bisa tiba-tiba sakit? Perasaan semalam ia masih terlihat baik-baik saja" Gumam Gion, yang kembali meletakan handuk kecil basah yang telah diperasnya ke kening Xena,

Merasakan sesuatu menyentuh kulit dahi membuat Xena membuka kedua matanya. Seketika ia melihat Gion yang tengah duduk di sisinya sembari menatap dengan lekat ke arahnya.

Xena mengangkat tangan, menyentuh handuk di atas keningnya, ia hendak menurun alat kompres yang menempel di dahinya, akan tetapi Gion dengan cepat menahan pergelangan tangan Xena untuk menghentikannya.

"biarkan suhu tubuhmu turun lebih dulu, kau sedang demam" titah Gion menatap lekat wanita dihadpanya.

"Bukankah aku sudah mengusirmu, mengapa kau masih berada disini?" Tanya Xena, yang tetap meraih handuk dari atas keningnya.

"Aku tidak bisa meninggalkanmu, demamu sangat tinggi"

"Sekarang kau boleh pergi, aku sudah baik-baik saja"

"Baiklah aku akan pergi, tapi sebelum itu aku ingin bertanya padamu. Apakah kau sakit karena merindukan ibu mu?" Gion bangkit dari duduknya, meraih handuk kecil yang terjatuh di lantai itu.

Xena terdiam akan ucapan lelaki tinggi dihadapanya, semnatara Gion yang masih berdiri di hadapan gadis itu hanya menatap wajah Xena yang seketika terlihat begitu sedih.

"Aku memang tidak tahu apa yang telah terjadi padamu tetapi memikirkan sesuatu secara berlebihan itu juga tidak baik, "

Xena mendongkak menatap Gion yang berdiri dihadapanya, ia beranjak dari sofa meraih tangan Gion lalu menariknya dan membawanya keluar.

"Jangan pernah temui aku atau datang kerumahku lagi! aku tidak suka denganmu!" ucap Xena lalu menutup pintu itu dengan kuat.

1
Mukmini Salasiyanti
Aihhhh awal yg sulit...
salken, Thor....
Gea Graciella
👍👍
Nuraeni Nur
ajir kenapa jadi ada si bontot
widia
hai kak.. saling dukung ya..jangan lupa mampir le karyaku yg judul nya " ternyata jodohku TNI -AD" terimakasih kaka..
Nuraeni Nur
ajir kenapa jadi ada si teahyung kenapa gak sekalian kimseokjin aja
Grenny
semangat thorr
Ni Cristi: terimakasih sudah mampir mohon terus sports nya say🥰🥰
total 1 replies
Donny Chandra
Cerita yang sangat inspiratif, terima kasih author!
Ni Cristi: terimakasih sudah mampir mohon terus sports nya say🥰
total 1 replies
Octavio Gonzalez
Sempurna! Semua elemen yang aku suka ada di sini.
Ni Cristi: terimakasih sudah mampir mohon terus sports nya say🥰
total 1 replies
Muhamad Ali
Karya yang bagus buat dibaca berulang-ulang, makasih author! 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!