Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Hidup Kembali

Aku Hidup Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Reinkarnasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Karin mengira semuanya telah berakhir saat tubuhnya terjatuh ke dasar jurang. Namun ketika membuka mata, ia justru kembali menjadi gadis berusia dua puluh tahun dan mendapati kedua orang tuanya masih hidup.
Kesempatan kedua itu membuatnya bersumpah mengubah takdir. Ia harus menyelamatkan keluarganya dan menghindari pernikahan dengan Giorgino, pria yang kelak menghancurkan hidupnya.
Demi menggagalkan rencana perjodohan, Karin nekat mengaku telah memiliki kekasih. Masalahnya, pria itu tidak pernah ada.
Dalam kepanikannya, hanya satu nama yang terlintas di benaknya—Kai, mahasiswa berandal yang dingin, cuek, dan terkenal sebagai badboy kampus.
Namun semakin dekat dengannya, Karin menyadari bahwa kehidupan keduanya ternyata menyimpan rahasia yang jauh lebih besar daripada sekadar kesempatan hidup kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Yang Mulai Terlihat

Bab 32

Pagi itu, suasana kampus tampak lebih sibuk dari biasanya. Pengumuman mengenai jadwal ujian tengah semester telah ditempel di papan informasi, membuat hampir seluruh mahasiswa mulai membicarakan persiapan masing-masing.

Di depan gedung fakultas, Raka datang sambil menguap lebar.

"Kalau dosen ngasih tugas terus begini, aku bisa lulus dengan bonus insomnia."

Nia yang sedang membaca jadwal ujian hanya melirik sekilas.

"Insomnia karena belajar?"

Raka menggeleng.

"Bukan."

"Lalu?"

"Mikirin nilai."

Nia menutup map di tangannya.

"Nilainya aja belum keluar."

"Itu dia masalahnya."

Karin yang baru datang ikut tertawa kecil.

"Kamu memang selalu punya alasan."

"Namanya juga bertahan hidup."

Tak lama kemudian Kai datang seperti biasa.

"Pagi."

"Pagi."

Tanpa banyak bicara mereka berjalan menuju kelas.

Namun hari itu Karin menyadari sesuatu. Kai tampak sedikit lebih pendiam dibanding biasanya. Ia memang tidak pernah banyak bicara, tetapi hari ini wajahnya terlihat sedikit lelah.

"Kamu semalam lembur?" tanya Karin pelan.

Kai mengangguk singkat.

"Banyak motor."

"Kamu tidur berapa jam?"

"Cukup." Jawaban itu terlalu singkat.

Karin tahu Kai sengaja tidak ingin membuat orang lain khawatir. Ia hanya menghela napas kecil.

"Nanti jangan lupa istirahat."

Kai menoleh sebentar.

"Iya."

Hanya satu kata. Namun tatapan matanya terasa lebih lembut dari biasanya.

-

-

-

Jam kuliah berlangsung hingga siang.

Saat jam istirahat tiba, Raka langsung berdiri.

"Ayo makan!"

"Kamu memang pikirannya cuma makan," sahut Nia.

"Soalnya lapar."

Mereka akhirnya berjalan menuju kantin.

Di tengah perjalanan, Maureen muncul dari arah gedung administrasi sambil membawa beberapa map.

"Hai, Kai."

Kai menghentikan langkah.

"Halo."

"Aku baru dari ruang administrasi."

"Oh."

Maureen mengangkat sebuah amplop.

"Surat izin kegiatan kampus yang kemarin akhirnya selesai."

"Terima kasih."

"Sama-sama."

Beberapa detik Maureen tidak langsung pergi.

"Gimana... kerja di bengkel akhir-akhir ini? Masih ramai?"

Kai mengangguk pelan.

"Lumayan."

"Berarti kamu masih sering pulang malam?"

"Kadang."

"Capek ya... kuliah sambil kerja."

Kai tersenyum tipis.

"Sudah biasa."

Maureen ikut tersenyum, tetapi tatapannya tidak lepas dari wajah Kai.

"Kamu memang nggak pernah mengeluh ya."

Kai hanya membalas dengan senyum kecil.

"Biasa saja."

Percakapan itu sebenarnya sangat sederhana.

Namun bagi Maureen, beberapa menit berbicara dengan Kai terasa jauh lebih menyenangkan daripada yang ia bayangkan.

Di sisi lain, Karin hanya berdiri sambil memperhatikan. Perasaan aneh yang sempat muncul beberapa hari lalu kembali datang. Ia tahu pembicaraan mereka biasa saja. Tetapi tetap saja, ada sesuatu yang membuat dadanya terasa sedikit tidak nyaman.

Untungnya Kai segera berpamitan.

"Kami duluan."

"Oh... iya." Maureen tersenyum. "Sampai nanti."

Kai mengangguk, lalu kembali berjalan bersama teman-temannya.

Namun langkah Maureen tidak langsung bergerak. Tatapannya terus mengikuti punggung Kai hingga menghilang di tikungan koridor. Ia menggenggam map di tangannya sedikit lebih erat.

"Kenapa setiap lihat dia pergi sama Karin...aku jadi nggak suka?"

Ia mengembuskan napas pelan. Perasaan itu kini jauh berbeda dibanding saat pertama kali menerima permintaan Gio. Dulu ia hanya menjalankan tugas. Sekarang..., ia mulai benar-benar ingin berada di sisi Kai.

Sore harinya...

Kai kembali bekerja di bengkel. Suara mesin motor memenuhi ruangan. Pak Surya menghampiri sambil membawa segelas kopi.

"Istirahat lima menit."

Kai menerima gelas itu.

"Terima kasih, Pak."

"Kamu kelihatan capek."

Kai tersenyum kecil.

"Masih kuat."

Pak Surya tertawa pelan.

"Kamu selalu jawab begitu."

Belum sempat Kai membalas, ponselnya bergetar. Nama yang muncul di layar membuatnya sedikit terkejut.

Maureen.

Kai membuka pesannya.

Kai, nenekku sudah jauh lebih baik. Terima kasih karena waktu itu sudah mengantarku ke rumah sakit. Kalau bukan karena kamu, mungkin aku benar-benar panik.

Kai membaca pesan itu beberapa detik.

Lalu membalas singkat.

Syukurlah kalau nenekmu sudah membaik.

Tidak sampai satu menit kemudian, balasan kembali datang.

Kalau ada waktu... aku mau traktir kamu sebagai ucapan terima kasih.

Kai terdiam. Ia menatap layar ponselnya beberapa saat. Kemudian mengetik pelan.

Nggak usah repot.

Pesan terkirim. Beberapa detik kemudian muncul lagi balasan.

Aku yang mau.

Kai mengembuskan napas kecil. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Baginya, membantu orang lain bukan sesuatu yang harus dibalas.

Akhirnya ia menyimpan kembali ponselnya tanpa membalas lagi.

Pak Surya yang sedari tadi memperhatikan hanya tersenyum tipis.

"Pacar?"

Kai langsung menggeleng.

"Bukan."

"Oh..."

Pak Surya tidak bertanya lagi.

Namun ia sempat memperhatikan ekspresi Kai yang terlihat sedikit bingung.

Di tempat lain...

Maureen memandangi layar ponselnya. Tidak ada balasan lagi. Ia menggigit bibir bawahnya pelan.

"Dingin sekali..."

Namun bukannya menyerah, justru muncul tekad baru di dalam hatinya.

"Kalau terus begini...kapan dia akan melihatku?"

Ia membuka kembali galeri ponselnya. Di sana tersimpan beberapa foto kegiatan observasi kelompok yang sempat ia ambil untuk dokumentasi administrasi. Salah satunya memperlihatkan Kai yang sedang serius menjelaskan sesuatu kepada Raka, Nia, dan Karin.

Tanpa sadar, jari Maureen berhenti tepat pada wajah Kai.

Ia tersenyum tipis.

"Aku nggak mau cuma jadi orang yang lewat di hidupmu."

Maureen tidak lagi memikirkan permintaan Gio. Yang ada di kepalanya sekarang hanyalah satu keinginan. Membuat Kai memperhatikannya.

Dan jika harus bersaing dengan Karin, maka ia tidak akan mundur.

Malam hari...

Gio duduk sendirian di ruang kerja rumahnya.

Laporan perusahaan masih berserakan di atas meja.

Ponselnya berbunyi. Maureen mengirim satu pesan.

"Aku rasa... aku mulai menyukai Kai."

Gio membaca kalimat itu perlahan. Beberapa detik kemudian, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.

"Ternyata...lebih mudah dari yang kupikirkan."

Ia sama sekali tidak merasa terkejut. Baginya, seseorang seperti Kai memang mudah menarik perhatian. Justru keadaan ini menguntungkan.

Selama Maureen semakin mengejar Kai, maka hubungan Kai dan Karin akan semakin sering diganggu.

Tanpa sadar, bidak yang awalnya hanya ia gunakan, Kini mulai bergerak karena keinginannya sendiri.

Dan terkadang, bidak yang memiliki perasaan jauh lebih berbahaya daripada bidak yang hanya menjalankan perintah.

-

-

-

Bersambung...

1
happy mom's
Alurnya lambat, unfavorit
happy mom's
Terlalu mbulet 🤣
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
kali ini jalanmu tak kan mulus gi
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
mungkin jalanmu akan berubah mulai sekarang gi..
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
weehh gercep juga si gio ya, udah sampai ke bengkel
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
kita liat
Author.N.
Untunglah ada saksi
Author.N.
pasti ini orang suruhan Gio
Author.N.
Dasar licik Gio 😏
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
semoga bisa merubah semua yg lalu
Author.N.
alhamdulillahnya tuh ayah ibunya menyambut baik
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
mau apa? bikin gentar kai?
Author.N.
lahhh dianya beneran 😅
Author.N.
pikirkan cara lagi buat menghancurkan Gio, Rin. Cari tau kehidupan dia
Author.N.
huwaaa misteri lagi. Gio dari awal licik sih ya,
Author.N.
cieee belum2 udah perhatian nih 😍
Author.N.
hati2 abang Kai ada yg lagi mengawasimu
Author.N.
Kasian 🤣
Author.N.
thoorr kasih visualnya cepetaaann 😍
Author.N.
mau es teh jumbo yang 4rebuan apa 5rebuan nih bang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!