kecelakaan tunggal yang membuat nya tewas, di rencanakan oleh orang yang selama ini begitu dia sayangi. demi harta, mereka tega melenyapkan lili tanpa perasaan sedikit pun. hal itu membuat lili bukan nya mati, malah terjebak di tubuh sang Antagonis. lili tak menyangka harus menjalani hidup di sebuah wilayah kekaisaran kuno, bagaimana lili akan bertahan, apakah lili sanggup menjalani peran yang di dapatkan nya untuk bertahan hidup? saksikan terus cerita lili dalam menjelajahi wilayah kuno tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.28
Karena tabib istana hanya tabib Zou Saja, dan beliau sedang menangani selir ana yang ingin melahirkan. Para pelayan jendral pei cukup panik. karena jendral mereka saat ini sedang terluka parah dan harus segera di obati.
Karena lili menyadari hal tersebut. Dan merasa kasihan dengan jendral dingin itu. Maka dia langsung memerintahkan para prajurit untuk membawa tabib terbaik di wilayah PHILADELPHIA ini.
"Bawakan seorang tabib yang terbaik di kota Philadelphia ini.'
"Baik yang mulia." ucap para prajurit tersebut.
"Roli, ayo temani aku ke dapur paviliun. Aku akan membuat racikan obat, untuk pereda nyeri."
Lili memiliki sisi empati yang tinggi, walapun dia kurang mengetahui tentang obat obatan, tapi di dunia modern nya dulu dia pernah di ajarkan oleh teman kuliah nya meracik jamu yang bagus, untuk pereda nyeri
untung saja dia masih mengingat bahan bahan yang diperlukan.
"Yang mulia, kunyit ini apakah di iris seperti biasanya?"
"Benar, iris sebagian saja. oh ya Roli, dimana Dwi aku tak melihat nya sejak pagi?"
"Sepertinya Dwi sedang menemani pangeran kael yang mulia."
karena memang lili percaya dengan Dwi dan menjadikan nya sebagai pelayan di kediaman pangeran kecil nya itu.
"Baiklah, ayo segera lanjutkan pekerjaan ini. setelah itu kita ke kediaman sang jendral itu!'
Karena kaisar sangat sibuk akhir akhir ini, jadinya eksekusi Duke morvain di tunda untuk sementara waktu. Sebab situasi di Philadelphia sedang kacau balau nya. beberapa pemberontak ingin mengambil wilayah PHILADELPHIA secara terang-terangan. Oleh sebab itu, demi menjaga wilayah PHILADELPHIA ini, jendral pei mengorbankan nyawa nya. dia terluka oleh para pemberontak itu, dan membuat nya langsung tak sadarkan diri.
Sebab itu juga, para prajurit nya panik, dan langsung mengamankan sang jendral dari incaran para pemberontak dari negri sebrang tersebut.
Setelah mengaduk aduk jamu buatannya. lili langsung menempati ke dalam botol botol yang telah di sediakan.
Roli juga ikut membantu sang ratu, memindahkan jamu tersebut ke dalam botol plastik tersebut.
"Roli, suruh prajurit itu membawa nya. karena kau tak akan sanggup memegang nya sendirian."
"Baik yang mulia." ucap nya yang hanya menurut saja apa yang diperintahkan oleh sang ratu.
DI Kediaman sang selir saat ini, dia tengah bertaruh antara hidup dan mati. bulir bulir keringat membasahi pelipis nya. Tatapan nya benar benar sangat berharap bahwa bayi yang dia lahirkan selamat. Dan berniat untuk menjadikan nya sebagai seorang pangeran yang akan menggantikan posisi pangeran kael nanti nya.
"Cepat Ambil air hangat di wadah. Dan beberapa kain." perintah tabib yang mengecek kondisi sang selir terlebih dahulu.
"Argh....sakit!" pekik nya yang meremas kain yang ada di tangan nya itu. rasa sakit nya benar bener tak pernah dia bayangkan seumur hidup nya.
"Dimana yang mulia kaisar?" tanya nya di sela sela rasa sakit nya itu.
"Selir kami sudah mengabarkan kepada kaisar. Mungkin beliau akan segera kembali ke istana."
"Argh....sakit!"
"Selir, tolong atur pernapasan mu terlebih dahulu. Aku akan berusaha sebaik mungkin!" ucap tabib Zou dengan tatapan tegas nya.
"Argggggggg....sakit!"
"Tarik nafas perlahan,lalu buang dengan perlahan."
"Huft....huft....arghhhh......hiks...sakit."
"Tarik nafas kembali, dan dorong secara pelan pelan selir."
"Ayo, selir pasti bisa."
"Aghhhhhhh...."
" Selir, kepala nya telah keluar, ayo lebih fokus dan jangan memikirkan hal yang lain terlebih dahulu."
Bukan tanpa sebab tabib Zou mengatakan hal tersebut, selir ana tampak menanti kepulangan sang kaisar saat ini, dan hal itu bisa menghambat proses melahirkan nya.
"Agggggg... sakit!"
"Terus dorong dengan perlahan selir."
"Brak....pintu kediaman kamar sang selir di buka paksa oleh kaisar. beliau tampak panik, dan langsung menghampiri sang selir kesayangan nya itu.
"Yang mulia, hiks...sakit sekali." rengek nya saat melihat kehadiran sang kaisar ke kamar nya itu.
"Tenang lah, bertahan terus sayang. aku sudah datang." ucap kaisar kian yang tampak lembut kepada selir ana saat ini.
Saat ingin menuju ke kediaman sang jendral. kaisar kian berpapasan dengan ratu lili. Dan kaisar bahkan tak sadar, bahwa dia baru saja melewati ratu lili tanpa menyapa nya terlebih dahulu.
"Huft....cinta nya lebih besar ke selir Ana rupanya. pantas saja jiwa lili yang asli begitu sakit mencintai orang yang salah." gumam nya yang melihat perhatian sang kaisar untuk seorang selir.
"Nasib sekali diri mu saat itu lili, nasib kita sama, tapi kau jauh lebih menyakitkan. Saat hamil pangeran kael, kaisar kian sama sekali tak peduli padamu. bahkan pangeran kael tidak dekat dengan ayah kandung nya sendiri. pangeran kael juga sering diacuhkan oleh kaisar kian saat itu!" gumam nya yang memikirkan lili di masa lalu.
Tanpa mau memikirkan hal itu lagi, lili akhirnya melanjutkan perjalanan nya menuju ke ruangan sang jendral.
"Salam hormat kepada yang mulia ratu lili." ucap para prajurit di kediaman sang jendral.
"Buka pintu nya."
"Baik yang mulia." ucap para prajurit yang tak bisa menolak perintah sang ratu.
Lili tampak puas, sebab tak perlu berdebat dengan para penjaga itu. Jalan nya dipermudah oleh mereka.
"Tok...tok....tok... Saat mengetuk pintu kamar sang jendral. Terlihat para pelayan nya yang membuka pintu tersebut.
"Salam hormat kepada yang mulia ratu lili!"
"Terima kasih banyak. apakah kondisi jendral pei sudah ditangani oleh tabib?"
"Sudah yang mulia, saat ini tabib sedang memeriksa kondisi luka sang jendral."
"Baiklah, boleh kah aku masuk untuk melihat nya. Aku juga membawakan pereda nyeri dari bahan bahan rempah rempah yang aku pakai. tenang saja, jamu itu tak akan membahayakan kesehatan jendral kalian.."
pelayan pribadi sang jendral tampak ragu, tapi saat melihat tatapan sang ratu yang tampak serius dan menyakinkan. Dia langsung mempersilahkan sang ratu masuk ke dalam.
"Silahkan yang mulia."
Saat pertama kali masuk ke kamar pria dingin itu, tatapan lili begitu kagum.
Kamar ini sangat mewah dan benar benar menakjubkan. Kamar ini benar benar sesuai dengan kepribadian sang jendral yang tampan lebih tertutup.
Tabib yang memeriksa sang jendral langsung memberikan salam hormat. lili melihat ke arah ranjang wajah pucat sang jendral yang tampak tak berdaya di tempat tidur nya.
"Tabib, apakah jenderal Pei baik baik saja?'
"Saat ini kondisi nya masih tetap sama yang mulia. Ada racun di tubuh sang jendral saat ini. Kemungkinan racun itu datang dari luka yang saat ini berada di perut jendral pei."
"Racun?"
"Benar yang mulia. beberapa goresan di perut sang jendral, terdapat racun yang bisa membahayakan tubuh. Oleh sebab itu butuh penawar untuk menetralkan racun tersebut."
nah lo bang kai mulai.. mulai kepo sama ratu lili🤭🤭🤭