Indonesia
NovelToon NovelToon
PUSAKA TAMBUN TULANG

PUSAKA TAMBUN TULANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: Idwan Virca84

Pusaka Tambun Tulang: Bangkitnya Pendekar Terbuang
Arya Wiguna, seorang yatim piatu yang difitnah mencuri Kitab Pusaka Jurus Pedang Penggetar Langit, diusir dari padepokan oleh pamannya sendiri, Bujang Larang. Dibuang ke Bukit Tambun Tulang yang menyeramkan, Arya diselamatkan oleh Panglima Hijau, seorang pertapa sakti. Di sana, Arya ditempa untuk menguasai Pedang Pusaka Tambun Tulang yang memberinya kekuatan kebal dan tenaga dahsyat, menjadikannya pendekar tak terkalahkan.
Kembali untuk membalas dendam, Arya harus menghadapi Bujang Larang yang kini bersekutu dengan komplotan bandit Bajing Bukit Tiga Puluh. Di tengah perjuangannya, ia bertemu dan jatuh cinta pada Anggun Sari, pendekar cantik dari Bukit Sanggar Puyuh, yang menjadi sekutu setia dan kekasihnya. Namun, pesona Arya menarik banyak gadis lain, memicu intrik romansa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idwan Virca84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Pertarungan Melawan Si Tangan Maut

Suasana di Desa Lingkar Naga pada malam itu sungguh mencekam.

Lentera-lentera yang tergantung di depan rumah-rumah penduduk seolah enggan menerangi, menyisakan bayangan-bayangan panjang yang menari di tengah kegelapan.

Di pusat desa, ketegangan terasa begitu pekat, seolah bisa diiris pisau. Barata Si Mata Dewa, berwajah sangar dengan tatapan mengerikan, berdiri angkuh di antara anak buahnya.

Di hadapannya, Arya Wiguna berdiri tenang, jubahnya sedikit bergoyang diterpa angin malam.

"Kau berani sekali, anak muda," suara Brata Si Mata Dewa menggelegar, memecah keheningan.

"Datang sendirian ke hadapanku. Apakah kau tidak tahu siapa aku? Aku adalah Tangan Maut, dan setiap lawan yang menatap mataku akan lumpuh!"

Arya tidak bergeming. Matanya menatap lurus ke arah Brata.

"Aku tahu namamu, Brata Si Mata Dewa. Dan aku datang untuk menghentikan kejahatanmu. Matamu mungkin bisa melumpuhkan mereka yang berhati kotor, tetapi tidak denganku," jawab Arya Wiguna tenang.

"HUA HA HA HA! Omong kosong! Kau pikir tatapan mataku ini lelucon?! Rasakan ini, bocah!" Barata Si Mata Dewa tertawa mengejek, tawa yang kering dan mengerikan.

Secara tiba-tiba, Brata melancarkan tatapan tajamnya ke arah Arya. Matanya memancarkan energi gelap yang tak terlihat, namun terasa menekan, seolah mencoba menembus pertahanan jiwa Arya.

Beberapa penduduk desa yang tanpa sengaja melihat tatapan itu langsung memekik ketakutan, tubuh mereka gemetar dan ada yang pingsan.

Ini adalah jurus andalan Si Barata, Ilmu Mata Dewa, yang mampu melumpuhkan syaraf lawan secara instan.

Namun, Arya tetap berdiri tegak, tanpa sedikit pun bergeming.

Arya Wiguna hanya merasakan sedikit desiran energi yang mencoba merasukinya, tetapi kekuatan Pusaka Harimau Putih yang telah menyatu dengan tubuhnya membentuk perisai tak kasat mata yang tak tertembus.

Kekuatan gelap itu mental, seolah membentur tembok baja.

Brata Si Mata Dewa terbelalak. Wajahnya yang kejam menunjukkan ekspresi terkejut yang belum pernah ia alami.

"Apa?! Tatapan mataku tidak mempan?! Bagaimana mungkin?!" Barata Mata Dewa menggeram marah.

"Anak buahku sudah bilang kau kebal pukulan dan senjata tajam, tapi tatapan mataku ini berbeda! Kau... kau punya ilmu apa?!" ujar Barata Si Mata Dewa dalam keterkejutannya.

"Itu bukan urusanmu, yang perlu kau tahu, kejahatanmu akan berakhir malam ini," jawab Arya tenang.

"Sombong sekali kau!" teriak Brata. "Baiklah! Jika tatapan mata tidak mempan, rasakan sendiri kekuatan tanganku!"

BUAGH! WUSHHH!

Tanpa buang waktu, Barata Si Mata Dewa melesat maju, melancarkan pukulan tangan kosong yang didukung tenaga dalam yang pekat.

Barata Si Mata Dewa dijuluki Tangan Maut bukan tanpa alasan. Pukulannya sangat kuat, mampu meremukkan batu. Barata mengincar dada Arya, yakin pukulan ini akan membuat Arya tak berdaya.

Arya tidak menghindar, ia sengaja membiarkan pukulan itu menghantam dadanya.

DUG!

Suara benturan yang menggema terdengar. Pukulan Brata Si Mata Dewa menghantam dada Arya, namun tubuh Arya sama sekali tidak bergeming.

Bahkan, Arya tidak mundur selangkah pun. Sebaliknya, Brata Si Mata Dewa-lah yang merasakan tangannya bergetar hebat, seolah baru saja memukul dinding baja.

"Apa?! Pukulanku tidak mempan?!" gumam Brata Si Mata Dewa , wajahnya semakin pucat.

"Ini tidak mungkin! Aku sudah memukul belasan pendekar hebat sampai mati dengan pukulan ini!"

"Kekuatanmu hanya sebatas itu?" tanya Arya datar, tatapan matanya menusuk.

"Sekarang giliranku."

Arya melancarkan serangan balasan, ia tidak menggunakan jurus rumit. Hanya sebuah pukulan sederhana ke arah perut Barata Si Mata Dewa, namun di dalamnya terkandung kekuatan tenaga gajah purba yang luar biasa.

BUG!

Pukulan itu menghantam perut Barata Si Mata Dewa. Brata menjerit kesakitan, tubuhnya terlempar jauh ke belakang, menabrak sebuah pohon besar hingga pohon itu bergoyang hebat dan dahan-dahan mati berjatuhan.

Barata Si Mata Dewa terbatuk-batuk darah, dan merasakan tulang rusuknya seolah remuk.

"Aaarrggghh... kekuatan apa ini?!" erang Barata, berusaha bangkit namun tubuhnya terasa mati rasa.

Anak buah Brata Si Mata Dewa yang menyaksikan itu semua langsung terkesiap.

Mereka tahu betapa hebatnya tuan mereka, Tangan Maut, namun kini terlempar hanya dengan satu pukulan! Ketakutan merayap di hati mereka.

"Apa yang kalian tunggu?!" teriak Barata Si Mata Dewa dengan susah payah.

"Serang dia! Serbu bersama-sama!"

Puluhan anak buah Brata itu menyerbu Arya dari segala arah. Mereka membawa berbagai senjata, dari golok, pedang, hingga tombak. Mereka tahu ini adalah satu-satunya kesempatan mereka.

Namun, Arya kini sudah berada di puncak kekuatannya. Arya Wiguna menggunakan Ilmu Harimau Seribu hingga batas maksimal.

SRAAAK! WUSHHH!

Tubuh Arya berkelebat di antara mereka, bagai harimau putih yang mengamuk, ia tidak memberi mereka kesempatan.

Arya melancarkan pukulan dan tendangan dengan kecepatan dan kekuatan yang tak terbayangkan.

BUAGH! GEDUBRAK! KRETAK!

Setiap pukulan Arya membuat Barata terlempar jauh, beberapa tulang patah, yang lain pingsan.

Arya Wiguna bergerak begitu cepat sehingga anak buah Brata hanya melihat bayangan putih yang melesat di antara mereka, diikuti suara benturan dan jeritan kesakitan.

"Cepat sekali dia!"

"Aku tidak bisa melihatnya!"

"Dia iblis!"

Dalam waktu singkat, seluruh anak buah Barata Si Mata Dewa telah dilumpuhkan. Mereka tergeletak tak berdaya di tanah, meringis kesakitan, beberapa bahkan sudah pingsan.

Barata Si Mata Dewa menatap Arya dengan wajah penuh ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Barata Si Mata Dewa mencoba bangkit, namun tubuhnya terasa hancur, ia menggeram, mencoba mengumpulkan sisa tenaganya.

"Kau... kau... siapa sebenarnya kau?!" teriak Brata, suaranya parau. "Mengapa kau memiliki kekuatan yang tak terbatas ini?!"

Arya melangkah mendekat, ia mengarahkan jari telunjuknya ke arah Brata Si Mata Dewa.

"Aku adalah Arya Wiguna, seorang pendekar yang ditugaskan untuk membersihkan kejahatan sepertimu. Ingat, kekuatan yang tak terbatas ini datang dari kebenaran yang kumiliki, bukan dari kejahatan," ujar Arya Wiguna.

Barata mencoba melancarkan serangan terakhir, sebuah pukulan putus asa yang diisi seluruh sisa tenaganya.

Pukulan itu bahkan tidak sampai menyentuh Arya. Arya hanya menggerakkan tubuhnya sedikit, dan Brata terhuyung ke depan karena tenaganya yang terbuang sia-sia.

Dengan satu gerakan cepat, Arya melancarkan pukulan pamungkas yang menghantam titik saraf di leher Brata.

BUK!

Barata Si Mata Dewa terkesiap, matanya melotot sesaat, dan kemudian tubuhnya ambruk ke tanah, pingsan tak sadarkan diri.

Pertarungan berakhir. Arya berdiri di tengah alun-alun, jubahnya tak bernoda, napasnya tetap teratur.

Para penduduk desa yang sedari tadi bersembunyi di balik rumah mereka kini perlahan keluar, menatap Arya dengan tatapan penuh kekaguman dan kelegaan yang luar biasa. Sorak sorai mulai terdengar pelan, lalu semakin membesar.

"Hidup pendekar Arya!"

"Dia pahlawan kita!"

Saat Arya sedang membiarkan penduduk desa bersorak, tiba-tiba terdengar suara langkah cepat dari arah jalan masuk desa.

"Tuan Arya!"

Arya menoleh. Itu adalah Anggun Sari, ditemani oleh dua murid Perguruan Mawar Putih lainnya. Wajahnya masih terlihat sedikit pucat, namun langkahnya sudah lebih tegang dan cepat. Rupanya, setelah lukanya sedikit membaik, ia merasa khawatir dan memutuskan untuk menyusul Arya ke Desa Lingkar Naga.

Anggun Sari melihat Barata Si Mata Dewa dan semua anak buahnya tergeletak tak berdaya.

Anggun Sari menatap Arya dengan mata berbinar-binar, campuran kekaguman dan kelegaan. "Kau... kau berhasil, Tuan Arya! Kau mengalahkan Barata Si Mata Dewa!"

Arya tersenyum tipis, "Mereka semua telah dilumpuhkan, Anggun. Sekarang, kita bisa melacak sarang ketua mereka."

Anggun Sari mengangguk, namun tatapannya kini berubah. Anggun Sari melihat Arya dengan cara yang berbeda. Tak ada lagi rasa malu atau kesal, hanya ada rasa kagum yang mendalam dan mungkin... sesuatu yang lain, yang mulai bersemi di hatinya.

Kekuatan Arya yang luar biasa, kesabarannya, dan kebaikan hatinya yang terbukti membuat Anggun Sari tak bisa lagi menyembunyikan kekagumannya.

"Aku sudah yakin kau bisa melakukannya, Tuan Arya," kata Anggun Sari, suaranya lembut, ia melangkah mendekat, namun menjaga jarak.

Arya hanya tersenyum tipis.

"Itu cerita panjang, Nini Anggun Sari. Tapi sekarang, yang terpenting adalah tugas kita selanjutnya," jawab Arya Wiguna, ia tahu, ini baru permulaan. Ancaman sebenarnya, Ketua Topeng Emas yang sakti mandraguna, masih menanti.

Bersambung....

1
Idwan Syahdani
maaf gan, kondisi author lagi kurang fit,soalnya habis demam...🙏🙏🙏
Was pray
up nya semakin tidak menentu, lama2 Hiatus
Was pray
baru nyadar kalau kekuatan manusia ada batasnya Arya? selama ini kemana aja?
Was pray
dibalik kerendahan hatimu terselip percik meremehkan orang ang lain dan terlalu mengagungkan kekuatan diri, dan itu bisa menjadi akar kesombongan ,dan itu terkadang tidak kau sadari arya
Sugeng Toboali
keren
Was pray
terlalu lemot alur ceritanya...
Was pray
orang memberi nasehat bukan karena menganggap kita bodoh , tapi karena memiliki rasa peduli dan empati, menerima nasehat tidak membuat kita jadi bodoh Arya, walaupun nasehat datang dari orang yg dipandang lemah sekalipun, paling tidak diterima walau itu tidak selaras dengan hati, itu suatu penghormatan bagi orang lain
Was pray
kau terlalu bangga dengan jekuatanmy Arya. sehingga meremehkan lawan2mu, dan itulah yg jadi kelenahanmu sehingga kewaspadaan hilang. .seharusnya kamu pakai ilmu padi arya
Was pray
orang yg mengaku salah setelah kalah itu udah hal umum, terlalu mudah memaafkan pengkhianat maka akan mudah dimanfaatkan oleh orang lain dan itu suatu kelemahan fatal, orang yg lemah pendirian dan pengkhianat maka suatu saat kemungkinan mengulangi lagi dengan cara yg lebih terorganisir dan itu lebih berbahaya
Zamo: makasih bang
total 3 replies
Sugeng Toboali
💪
Rafly Rafly
lanjutkan Thor..
makin seru kisahnya
Idwan Syahdani: oke tunggu aja ya...
total 1 replies
Arsi Oke
cerita yang bagus 👍🌟
Pandeka Garang
jurus kitab pedang tanpa tanding, gajah purba dan harimau seribu jg tidak pernah muncul lg, agak aneh aja, malah yg lebih sering muncul penggetar langit yg sama sekali blm dipelajari
Idwan Syahdani: sabar gan, bakal muncul kok di pertarungan yang lain nanti sabar ya... 🤣🤣🤣
total 1 replies
Pandeka Garang
tiba2 sdh tau kalau yg datang dewi racun dan si bisu, dewi racun jg tidak kaget arya tau namanya, lucu jg alurnya
Yatin Sahmuri
hi
Slow ego
👍👌jos..,,
wan.trado
lho ada 2 ya pedang harimau putih nyaa, tapi ditancapkan di kuburan.. kapan diambilnya.. 🤣🤣
wan.trado
meninggalkan pedang pusaka harimau putih di kuburan..??? sungguh perbuatan aneh dan sia-sia juga kesombongan
wan.trado
tau darimana itu Arya wiguna? bertemu juga baru kali ini..
wan.trado
bujang larang, sebagai seorang yang menguasai ilmu tinggi, rasanya mustahil tidak mengetahui adanya penyusup yg mencari bukti disamping tempat tidurnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!