Indonesia
NovelToon NovelToon
Semuanya Palsu

Semuanya Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Sci-Fi / Misteri
Popularitas:91
Nilai: 5
Nama Author: likaa0_0

Rey adalah manusia yang diubah menjadi anomali-monster kanibal yang sengaja dijadikan tameng oleh para penjajah halus di Paradise. Menganggap nasibnya sebagai hukuman atas dosa masa lalu, ia menemukan sosok yang ia anggap sebagai ibu keduanya. Namun, kasih sayang Dwi ternyata hanyalah manipulasi. Perlahan, jati diri dan kewarasan Rey dihancurkan hingga melahirkan The Luna, seorang psikopat yang rela mempertaruhkan sisa kemanusiaannya demi melindungi Dwi dari hukuman mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon likaa0_0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 23

pada pukul 12.00 siang tepatnya itu adalah waktu istirahat siang bagi para pemburu. Rey yang baru saja menaruh pedangnya di lemari tempat penyimpanan senjata, tiba-tiba ponselnya berada di saku celananya berdering seseorang meneleponnya Rey pun mengambil ponsel tersebut segera mengangkatnya.

"hallo?"

Ternyata yang menelponnya adalah angga

"woiii Rey ayo ke warteg"

"ngapain ke warteg bukannya kita sudah punya jatah makan siang?"

"aduh... Rey.... Jatah makan siang kita itu krisis bumbu"

"tapi justru yang seperti itu sehat"

"ayolah Rey sesuatu yang terlalu sedikit itu tidak baik apalagi pada bumbu. Sebenarnya kamu mau tidak ke warteg?"

"iya... Iya aku mau"

"iya... Aku tunggu. ini aku sudah di warteg bareng Ian"

Pembicaraan di telepon berakhir

Rey mematikan teleponnya dan bergegas menuju warteg.

setibanya di warteg. Rey segera masuk kedalam di dalam warteg tersebut. sudah ada ian dan Angga yang menunggunya sambil bermain ponsel mereka masing-masing.

Ian dan angga tidak menyadari akan kehadiran dari Rey karena Mereka berdua duduk membelakangi rey.

Rey segera mengejutkan mereka berdua dengan menepuk kedua bahu mereka.

"Boo!!"

Ian dan Angga tersentak terkejut. Kemudian mereka berdua menoleh ke arah Rey.

"Rey... Aduh bikin kaget aja kamu" (ujar Angga)

"iya. Senior Rey bikin kaget aja" (ujar Ian)

"hehehehe"

Rey pun segera duduk di samping mereka Angga.

"kalian belum pesan makanan?"

"belum lah kita nungguin kamu" (ujar Angga)

mereka bertiga Pun segera memesan makanan dan memakannya bersama-sama. Disaat mereka bertiga lagi asik-asiknya menikmati makanan mereka, tiba-tiba seorang pria dengan bekas luka goresan permanen di mulut sebelah kanan sampai leher sebelah kirinya masuk kedalam warteg.

Segera berjalan menghampiri kasir warteg untuk membeli sebuah es teh. Angga yang melihat seorang pria tersebut melewati meja makannya segera menyapa nya.

yaitu Arya sang legenda pemburu kelas elite tingkat kelas SSS++ manusia yang paling di takuti di dunia anomali

Arya berhenti

"selamat siang Arya"

Arya menoleh ke mereka bertiga

"hai... selamat siang juga" (Arya menyapa dengan ramah)

Tiba-tiba pandangan Arya tertuju pada Rey. Rey juga melihat Arya mereka melihat saling tatap menatap namun tatapan mereka berdua cukup canggung, seolah-olah mereka saling menatap teringat pada suatu kejadian yang fatal.

Angga dan Ian segera mengajak Arya sedikit berbicara dengannya, kecuali Rey yang tampak cuek

"Arya. kamu memesan apa ke warteg ini?"

"aku ingin memesan sebuah es teh. Hehe... (tertawa canggung) Karena panas banget cuaca hari ini"

"iya... Bener banget cuaca sekarang panas sekali cocok banget kalau di buat minum es teh ini" (ujar Ian)

"iya bener banget... aku mau memesan dulu"

Arya pun bergegas berjalan menuju kasir meninggalkan mereka bertiga.

tiba-tiba Angga menghantam lengan kanan Rey menggunakan siku bagian kirinya

Buk...

Segera Angga menanyakan rey sambil memelankan suaranya

"rey bukannya dirimu adalah partner terbaiknya. Kenapa kamu saat bertemu dengan dirinya tampak terlihat seperti orang asing?" (tanya Angga sambil memelankan suaranya)

"iya benar setelah Arya kalah dalam melawan the Luna sikapnya menjadi aneh kepada Rey" (ujar Ian sambil memelankan suaranya)

"huh? The Luna" (tanya Angga)

"iya. lihat luka goresan permanen di mulut hingga lehernya. Itu hasil dari pertarungannya bersama the Luna seorang diri" (ujar Ian)

"begitu. tapi Rey kenapa dirimu terlihat canggung saat berhadapan dengan Arya?" (tanya Angga)

Rey sebenarnya benci sekali di tanya perihal ini namun dirinya segera berbohong kepada ian dan Angga mengapa dirinya sangatlah cuek. Karena Rey tidak ingin rahasianya dan arya terbongkar.

rey menghelai napas...

"huh.... sebenarnya aku dengan Arya baik-baik saja tadi sebenarnya akhir-akhir ini aku terlihat cuek dan memiliki masalah dengannya cuman perihal partner saja"

"ooohhhh gitu...."

"iya. Tapi tenang saja ini bukan hal yang serius"

"iya sih... Bener juga" (ujar Ian)

tiba-tiba Arya menghampiri mereka bertiga yang lagi fokus pada sebuah pembicaraan mereka bertiga.

"hai. Kalian bertiga"

Ian dan Angga tersentak terkejut karena kehadiran Arya yang tiba-tiba muncul

"Arya. Kamu membuatku terkejut tau..." (ujar Angga)

"hehehe maaf... kalau gitu aku ingin pergi dahulu ya"

"iya Arya hati-hati" (ujar Ian dan Angga)

Arya pun berjalan menuju pintu keluar warteg sambil membawa sebungkus es pergi meniggalkan mereka bertiga yang masih berada di meja makan warteg.

Rey yang melihat langkah pergi Arya dari warteg. Membuatnya teringat dirinya bersama Arya saat di era jaya-jayanya neraka berdua menjadi sebuah legenda tim pemburu yang paling di takuti pada masa itu, namun Itu sudah tidak menjadi masa mereka berdua lagi.

Setelah Angga, ian dan Rey selesai makan siang dan warteg segera mereka menuju ke kantor. mereka bertiga berjalan bersama melewati halaman depan kantor tiba-tiba Rey melihat Arya sedang memberi makan seekor kucing liar di halaman depan kantor.

Rey pun segera menghampiri Arya yang memberi makan kucing liar. Meninggalkan Angga dan Ian tanpa memberitahunya, Angga dan ian terlebih dahulu masuk ke dalam kantor.

Arya melihat Rey menghampirinya.

"Arya!"

Arya kebingungan mengapa tiba-tiba rey mendatanginya padahal selama setahun Rey dan Arya tidak saling bersikap ramah, acuh tak acuh, serta sapa menyapa.

"Rey?"

raut wajah Rey menunjukkan kebahagiaan saat menghampiri Arya tidak seperti biasanya.

Rey Pun tiba menemui Arya.

"Arya. Kamu memberi makan kucing liar ini"

Arya tersenyum kecil

"iya... Hmmm... tumben banget sekarang mulai sedikit bandel ya... Nanti gimana ankle monitor di kaki mu mendengar pembicaraan kita berdua"

Rey terkekeh

"hehehehe... biarkan saja"

Arya melihat kedua mata Rey

"enak banget ya kedua matamu bisa kembali melihat normal"

"hahahaha... Biasalah itu"

Rey jongkok lalu mengelus-elus seekor kucing liar yang sedang makan. Arya pun ikut jongkok.

"jujur saja. Aku merasa bahwa semakin lama diriku seperti di kekang"

"gimana tidak kamu terlalu penurut Rey"

"ternyata tak ku sangka bertahun-tahun kita bekerja bersama dirimu adalah musuhku dan musuh yang beraninya memberikan sebuah kenang-kenangan di wajah ku ini"

"tentu saja karena sesama musuh harus saling memberikan kenang-kenangan agar tetap teringat"

"tapi kenangan yang ku berikan di kedua matamu menghilang"

Rey dan Arya saling menatap dan tertawa bersama-sama

"HAHAHAHAHA..."

Saat mereka berdua sudah saling kembali akur bersama tiba-tiba Arya membuka kembali pembicaraan. Arya menceritakan kembali tentang masa lalu yang dilakukan mereka berdua hingga fatal seperti ini.

"Rey..."

Rey menoleh ke arah Arya

"sebenar. Aku masih kecewa soal dirimu, mengapa dirimu tidak memberitahuku bahwa kamu adalah seorang the Luna dari awal"

ujar Arya Dengan perasaan kecewa

Rey hanya bisa terdiam dan tidak berani membuka mulutnya.

1
Dian Dian
good job👍
likaa: makasih kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!