Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 : Bertemu Klien Genit
Happy reading teman-teman 🤗
Semoga kalian suka🥰
Satu Minggu berlalu. Suasana sore di kota London begitu sangat indah. Matahari hampir tenggelam. Jalanan ramai di penuhi kendaraan orang-orang pulang kerja. Alexa masih di dalam ruangan. Hari ini, ia sudah janji akan bertemu dengan klien.
Alexa sudah mempersiapkan berkas kerja sama yang harus di tanda tangani oleh kliennya. Pertemuannya sudah di atur di hotel ternama di Kota London.
Alexa melangkah keluar dari kantornya. Ia masuk ke dalam mobil dengan diantar oleh sopir pribadinya. Sepanjang jalan Alexa hanya diam dan menikmati setiap perjalanannya. Namun, di kepalanya masih berputar-putar banyak pertanyaan.
Kali ini, yang akan ia temui adalah klien penting untuk perusahaan Grup Zayn. Bekerja sama dengan klien itu bisa membantu Alexa untuk segera di umumkan sebagai putri tunggal dan pewaris asli Grup Zayn.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sudah sampai di sebuah hotel berbintang di kota besar itu. Alexa turun dari mobil dengan berkas di tangannya. Gadis itu berjalan dengan anggung memasuki hotel tersebut.
Semua pelayan di hotel itu memberi hormat kepadanya.
"Mari, silahkan masuk Bu Alexa!" Seorang pelayan mengantar Alexa masuk ke dalam ruangan VIP yang sudah di siapkan sebagai tempat pertemuannya dengan klien.
Alexa masuk ke dalam ruangan itu. Ruangan itu cukup luas, meja bundar yang berputar di penuhi beberapa menu makanan ternama di hotel ini. Seorang pria umuran 50 tahun duduk menikmati segelas Wine. Ia sudah menunggu kedatangan Alexa.
"Permisi Pak Alexander. Maaf sudah membuat anda menunggu lama." ucap Alexa dengan sopan.
Presdir Alexander mengangkat pandangannya. Ia menatap Alexa dari ujung kaki sampai atas. Ia kagum melihat kecantikan Alexa. Kulitnya putih bersih dan bodinya yang bagus membuat Presdir Alexander tersenyum genit.
Alexa yang menyadari itu sudah waspada. Setiap keputusan yang di ambil pasti penuh kehati-hatian. Presdir Alexander menarik kursi di sebelahnya dan mempersilahkan Alexa untuk duduk.
"Silahkan.... Silahkan! Saya tidak menunggu lama kok." Presdir Alexander tersenyum manis kepada Alexa.
Alexa duduk di samping Presdir Alexander, ia meletakkan berkas di sampingnya. Presdir Alexander menuangkan Wine untuk Alexa.
"Bu Alexa, silahkan anda minum dulu." Pria itu memberikan gelas berisi Wine kepada Alexa.
Alexa meraih gelas itu. Presdir Alexander sengaja menyentuh tangan Alexa dengan genit.
*CEKLEK*.
Pintu ruangan terbuka. Alexa dan Presdir Alexander menoleh. Ia melihat Anya dan Zionathan masuk keruangan pertemuan mereka.
"Hallo, Presdir Alexander." Sapa Zionathan dan Anya.
Alexa mengangkat pandangannya. Ia menatap kepada kedua orang itu. "Untuk apa kalian datang kesini? Ini pertemuan khusus aku dengan Presdir Alexander." jelas Alexa.
"Alexa, aku kan Manajer Grup Zayn. Apa salah kalau aku hadir juga? Presdir Alexander saja tidak keberatan. Lagian kamu sepertinya berniat untuk merebut klienku!" ucap Anya berpura-pura tersenyum manis kepada Alexa.
"Ah,,, tidak apa-apa. Kalian duduk lah. Anda dan ibu Alexa sama saja. Sama-sama cantik." Presdir Alexander berdiri dan menjabat tangan Anya dengan genit.
Zionathan dan Anya duduk bergabung dengan Alexa dan Presdir Alexander. Anya berbisik kepada Zionathan.
"Kakak, bukankah Presdir Alexander ini orangnya genit kepada wanita?" Tanya Anya kepada Zionathan. Zionathan membalas dengan anggukan.
"Bagaimana kalau kita jebak saja Alexa. Kita kasih obat bius dan menyerahkannya kepada Presdir Alexander. Kemudian kita telepon Ayah untuk datang kesini. Dengan begitu ayah akan memergoki perbuatan Alexa. Nanti aku akan membayar wartawan untuk datang meliputnya." jelas Anya kepada Zionathan.
"Tidak...!" balas Zionathan, ia tidak ingin melakukan hal itu.
"Kakak tidak mau? Kakak lebih memilih Alexa daripada aku?" Anya berdecak kesal.
"Tidak,,, Tidak begitu. Baiklah, aku ikut rencanamu saja." Zionathan menuruti perkataan Anya.
Anya merasa sangat senang. Ia tersenyum. "Dengan begitu, ayah akan mengusirnya dari keluarga Zayn." jelas Anya lagi.
Presdir Alexander sengaja mendekatkan tangannya ke tangan Alexa. Alexa yang menyadari itu pun langsung mencari cara untuk menghindar.
"Maaf Presdir Alexander, saya ke toilet sebentar." Alexa berdiri dan keluar dari ruangan itu.
Anya melihat ke arah Presdir Alexander.
"Presdir, apa anda ingin tidur dengannya?" tanya Anya dengan senyum liciknya.
Presdir Alexander mengangkat pandangannya, ia tersenyum genit. "Tidur dengannya adalah satu kehormatan bagiku." ucapnya.
Anya kembali tersenyum. "Kalau Presdir menginginkannya, saya akan membantu anda." Anya berdiri dan berjalan ke tempat Alexa duduk tadi.
Ia mengeluarkan sebuah botol kecil berisi ramuan dari sakunya. Ia membuka penutup botol ramuan itu dan menuangkannya ke gelas Wine milik Alexa. Obat bius itu hampir ia tuangkan semuanya.
Tiba-tiba saja Alexa masuk.
"Apa yang kamu lakukan di tempatku?" tanya Alexa dengan tatapan curiga.
Anya tersentak kaget. Ia langsung menyembunyikan botol ramuan itu di dalam sakunya. "Tidak.. Aku ingin bersulang dengan Presdir Alexander. Kamu tidak punya sopan santun, ya? Presdir datang kesini tapi kamu sepertinya tidak menyambutnya dengan baik." Jelas Anya. Ia mengambil segelas Wine dan kembali ke tempat duduknya.
Alexa kembali duduk di tempatnya. Zionathan mengangkat pandangannya. Ia menatap sinis kepada Alexa.
"Alexa, kamu minumlah bersama dengan Presdir Alexander. Apa kamu takut munim?" Zionathan tertawa kecil.
Alexa membulatkan matanya. "Baik. Aku minum." ucapnya. Ia bersulang dengan Presdir itu.
Alexa meneguk wine itu dalam satu tegukan. Anya yang melihat itupun langsung tersenyum. "Sepuluh kali lipat obat bius itu akan membuatmu tidak sadarkan diri dalam waktu lama." batin Anya. Dia saling menatap dengan Zionathan.
Alexa memegangi kepalanya. Ia merasa sangat pusing. "Maaf, aku tidak mabuk. Aku hanya merasa sedikit pusing. Aku keluar dulu sebentar." Alexa berusaha berdiri. Namun, ia tidak bisa menjaga keseimbangannya.
Anya berdiri dan membantu Alexa. "Kamu mabuk. Kamu tidak akan kuat berjalan sendiri. Biar aku temani kamu ke kamar hotel saja buat istirahat." Anya memapah tubuh Alexa. Senyum puas di wajahnya terlihat sangat jelas.
Anya membawa Alexa melewati sebuah lorong menuju kamar hotel yang sudah di pesannya. Anya memapah tubuh Alexa masuk ke dalam kamar hotel itu. Ia menghempaskan tubuh Alexa begitu saja di atas kasur hotel itu.
"Jika ayah melihat mu melakukan hal yang memalukan ini, dia akan segerah mengusirmu dari keluarga Zayn. Dengan begitu status mu sebagai putri tunggal dan pewaris asli Grup Zayn akan menjadi milikku. Aku tidak akan punya saingan lagi." gumam Anya.
Anya keluar dari kamar hotel itu. Ia kembali ke ruangan pertemuan tadi dengan membawa kunci kamar.
"Ini kunci kamarnya Presdir Alexander." Anya memberikan kunci kamar itu. Presdir Alexander tersenyum dan meninggalkan ruangan itu. Ia menuju kamar hotel dimana Alexa berada.
Anya menoleh kepada Zionathan. "Kakak, cepat telepon Ayah. Beritahu kalau Kakak sedang berduaan dengan klien di dalam kamar hotel. Aku akan menghubungimu influencer." jelas Anya. Lagi-lagi senyum licik itu terukir di wajahnya.
Sementara itu, Presdir Alexander sudah berada tepat di depan pintu kamar hotel nomor 888. Ia masuk ke dalam kamar hotel itu.
"Sayang, aku datang. Aku akan memanjakan mu." Presdir Alexander tersenyum genit. Ia melepas ikat pinggangnya.
Presdir Alexander naik ke atas kasur itu dengan wajah nakal. Ia mengelus seprei yang membungkus tubuh gadis itu.
"Aku akan membuatmu senang. Ayo kita mulai, sayangku."
\*\*\*
*Jangan lupa ninggalin jejak Teman-teman 🤗🤗🥰*
*Terima kasih semua🤗🤗*
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...