Indonesia
NovelToon NovelToon
AMIRA MENANTU TERBUANG

AMIRA MENANTU TERBUANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Dua tahun menikah
berpisah setelah akad bahkan belum pernah malam pertama
amira menunggu dengan sabar
mengabdi kepada keluarga suami
tapi setelah dua tahun berpisah
kata yang pertama dari suaminya adam "Amira aku akan menikah lagi"
bagaimana kelanjutannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24 niat sonia

Ponsel Amira berdering nyaring di atas meja. Nama Rika tertera di layar.

"Amira! Akun @AR_Business tiba-tiba hilang!" seru Rika panik tanpa basa-basi.

"Iya, aku posting foto liontin cincin itu dan tidak sampai lima menit langsung hilang," jawab Amira tenang.

"Ah... aneh sekali! Untung saja akun utama restoran kita masih aman," desah Rika lega. "Tapi kok bisa ya? Kapan tepatnya kamu mengunggahnya?"

"Kurang lebih lima menit sebelum hilang. Begitu kuunggah, sistemnya langsung eror."

"Ini benar-benar mencurigakan, Amira..." ujar Rika.

"Lalu aku harus bagaimana, Ka?"

"Coba kamu jangan mulai dari perhiasan itu. Mungkin terlalu berbahaya, dan belum tentu juga itu milik keluargamu. Coba kamu telusuri dari tahun di mana kamu ditemukan oleh Bu Lasmi. Cari tahu berita anak hilang di rentang tahun itu."

Amira mendesah pelan. "Itu sudah lama sekali, Rika. Lagipula anak hilang di Indonesia kan banyak."

"Anak hilang memang banyak, tapi coba ingat-ingat lagi... Kalau dulu kamu itu turis asing atau anak warga negara asing yang hilang, pasti ada catatan berita atau petunjuknya di arsip lama. Kamu punya teman seorang detektif?"

"Tidak ada," sahut Amira, lalu menghela napas. "Kamu ada?"

Rika terdiam sejenak di seberang telepon. "Tidak ada... tapi..."

"Tapi apa?"

"Kakak kandungku... dia masih terus mengejarku sampai sekarang," aku Rika ragu.

Amira mengerutkan dahi. "Lalu apa hubungannya?"

"Kakak kandungku itu bekerja di badan intelijen... Dia mungkin bisa membantu, tapi..."

Amira tersenyum tipis. "Rika, kalau kamu belum siap menerima dia sebagai kakak kandungmu, jangan memaksakan diri."

Rika terkekeh canggung. "Dia itu tampan sih... pintar, dingin, keren lagi. Tidak seperti wanita yang mengaku ibuku itu, menangis terus dan merengek minta kuakui sebagai ibu kandung."

"Sebenarnya kamu mau menerima keluarga kandungmu atau tidak?" goda Amira.

"Mau sih... Tapi enak saja kalau mereka dimaafkan begitu gampang! Aku kan sudah menderita bertahun-tahun, masa begitu ketemu langsung peluk-pelukan?" cerceca Rika gengsi.

Amira tertawa pelan. "Hidup itu sebenarnya mudah, Rika. Cuma kamu saja yang selalu mencari jalan sulit."

"Besok aku ketemu Kak Aldi deh. Aku minta bantuan dia buat lacak identitasmu," ucap Rika akhirnya.

"Aku tidak memaksa lho. Kalau kamu merasa canggung, tidak usah."

"Sebenarnya aku cuma tidak punya bahan obrolan saja kalau ketemu dia..."

Amira terkekeh geli. "Oh... jadi kamu mau memanfaatkan masalahku buat PDKT sama kakakmu sendiri?"

"Kita kan saling memanfaatkan!" balas Rika tertawa riang.

Waktu terus berlalu, hingga pagi pun tiba di kediaman keluarga Adam.

TOK! TOK! TOK!

"Sonia... keluar dulu, Nak. Sarapan dulu..." panggil Mirna memelas di depan pintu kamar anak bungsunya. Sudah berkali-kali ia membujuk, namun Sonia tetap mengurung diri.

"AKU CUMA MAU MOBIL!" teriak Sonia dari dalam.

Mirna berpaling menatap Adam yang sedang bersiap berangkat kerja. "Adam... Mengalah lah barang sehari saja untuk adikmu... Kasihan Sonia, Nak."

"Aku tidak mau cuma sehari! Aku mau mobil itu buatku selamanya!" jerit Sonia lagi dari dalam kamar.

"Adam... tolonglah..." iba Mirna.

Adam menghela napas berat. Tangan tangannya bergerak merogoh kunci mobil dari saku celananya.

Namun sebelum kunci itu berpindah tangan, Alya cepat-cepat menahannya. "Ibu... bukannya kami tidak mau memberikan mobil itu," potong Alya dengan suara yang disopan-sopankan. "Tapi kalau mobil dipakai Sonia, kami naik apa ke kantor? Sayang sekali aku belum kaya raya, Bu. Kalau aku sudah kaya, jangankan Sonia... Ibu pun akan kubelikan mobil sendiri! Aku tidak akan menyembunyikan uangku seperti Amira, Bu... Amira itu kaya tapi tidak mau membantu Ibu secara maksimal. Padahal untuk ukuran Amira, membelikan satu unit mobil untuk Ibu itu hal yang sangat gampang."

Adam menoleh, menatap calon istrinya heran. "Alya... kenapa kamu bawa-bawa nama Amira?"

Alya bersedekap dada, menatap Adam sinis. "Kenapa? Kamu menyesal, Mas, menceraikan dia?! Kalau menyesal ya sudah, balikan saja sana!"

"Jangan marah dong, sayang... Mas cuma bertanya," rajuk Adam seraya memegang lengan Alya.

Alya beralih menatap Mirna dengan raut prihatin yang dibuat-buat. "Bu... Ibu harus mengerti. Anak Ibu bukan cuma Sonia, Mas Adam juga anak Ibu."

"Iya, Bu... tolong mengerti keadaan kami," tambah Adam.

Mirna mengusap air matanya. "Ibu mengerti... Tapi bagaimana dengan Sonia? Apa kamu mau Sonia melakukan hal nekat lagi lalu ditahan polisi lagi, Dam?"

"AKU CUMA MAU MOBIL! KALAU TIDAK, AKU BISA BUNUH DIRI SANGGUP?!" teriak Sonia melengking.

"Adam... tolonglah adikmu..." lirih Mirna. Pria tua itu bahkan sampai merendahkan dirinya di hadapan Alya demi anak bungsunya—hal yang tak pernah sekalipun ia lakukan pada Amira dulu.

"Bu! Ibu harus tegas!" sanggah Alya menaikkan nada suaranya. "Sonia tidak bisa terus-terusan manja seperti ini! Dia itu sudah 22 tahun, sebentar lagi sarjana dan bekerja! Kalau pikirannya masih seperti anak-anak begini, bagaimana masa depannya?!"

"POKOKNYA AKU MAU MOBIL!"

PRANNNG!

Suara benda pecah berhamburan dari dalam kamar Sonia. Adam yang kehilangan kesabaran langsung menendang mendobrak pintu kamar tersebut hingga terbuka lebar!

Kamar itu berantakan luar biasa. Sprei, bantal, guling, dan pakaian berserakan di lantai.

SREK! DUG!

Sebuah pot bunga plastik melayang cepat dan MENGENAI DAHI MIRNA yang berdiri di dekat pintu!

"Awh!" Mirna meringis memegangi dahinya. Darah segar mulai merembes keluar dari sela-sela jarinya.

Melihat darah mengucur dari dahi ibunya, emosi Adam mendadak meledak hingga ke ubun-ubun. Matanya memerah nyalang, kehilangan kendali atas akal sehatnya. Ia melangkah kasar menghampiri Sonia.

PLAK!

PLAK!

Dua tamparan keras mendarat telak di pipi Sonia. Kepala Sonia terlempar ke samping, telinganya mendengung hebat.

"Dengar baik-baik!" geram Adam dengan suara membentak yang sangat mengerikan, menunjuk muka adiknya. "Kalau kamu mau mati, mati saja sendiri! Tapi jangan pernah sakiti Ibu! Dasar anak tidak tahu diri!"

Sonia terpaku di tempatnya. Ini adalah amarah Adam yang paling dahsyat yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya. Kakak laki-laki yang dulu paling memanjakannya, kini menatapnya seperti musuh.

"K-Kakak jahat..." isak Sonia dengan bibir bergetar, air matanya menetes deras.

"BERHENTI MENANGIS! Atau aku tampar lagi bibirmu itu!" teriak Adam murka.

Mirna yang panik melihat pertengkaran itu langsung berlari memeluk Sonia erat-erat. "Adam, pergi! Kamu pergi dari sini!" jerit Mirna histeris. Dahinya memang terasa sakit dan berdarah, tetapi hatinya jauh lebih hancur melihat anak bontotnya ditampar hingga tersungkur.

"Ibu... Kak Adam jahat, Bu..." tangis Sonia pecah di pelukan ibunya.

"Alya! Bawa pergi suamimu sekarang!" bentak Mirna memohon.

Alya yang ikut ketakutan melihat amarah Adam langsung menarik lengan Adam keluar dari kamar. Adam melangkah lemas, menatap kedua telapak tangannya yang gemetar hebat. Ia shock dan tidak menyangka dirinya baru saja menampar adik kesayangannya sendiri.

Butuh waktu cukup lama bagi Mirna untuk menenangkan Sonia. Setelah tangisnya reda, Sonia akhirnya tertidur karena kelelahan. Mirna yang merasa pusing dan lemas memegangi dahinya, lalu berjalan keluar kamar untuk mengobati lukanya sendiri.

Begitu pintu kamar tertutup dan ibunya pergi, Sonia perlahan membuka matanya. Tatapan matanya yang tadi penuh air mata kini berubah menjadi sangat dingin, gelap, dan hampa.

Sonia merogoh ponsel di balik bantalnya, lalu menekan satu nama kontak. Tekadnya sudah bulat sempurna.

Panggilan terhubung.

"Yuni... aku sudah siap," ucap Sonia datar tanpa keraguan.

Di seberang telepon, Yuni Ishikawa menghentikan ketikannya. "Kamu yakin, Sonia?"

"Sangat yakin."

"Tapi Tuan Yamamoto itu pria berkuasa dan punya banyak wanita simpanan. Kamu harus paham posisimu."

"Aku tidak peduli!" potong Sonia dingin.

"Baiklah kalau begitu... Besok kita bertemu. Berdandanlah yang cantik."

Panggilan terputus. Sonia memeluk ponselnya rapat-rapat. Hatinya telah mati. Kakak laki-laki yang paling ia banggakan telah menampar dan membuangnya. Kini, Sonia tidak peduli lagi pada dosa atau masa depan. Ia akan melakukan cara apa pun—sekelam apa pun—untuk mendapatkan uang, kekuasaan, dan membalas dendam pada semua orang yang telah membuangnya!

1
sunaryati jarum
Semoga keluarga Amira
sunaryati jarum
Mulai jadi pemuas sang penguasa,Sonia
sunaryati jarum
O mau jadi wanita simpanan ,Sonia.Tapi Yamamoto tak akan pernah menyentuh Amira
@Mita🥰
wiiiih mungkin kakak nya Amira
@Mita🥰
pasti anak buah kakek Amira yang bikin unggah an Amira hilang
YuWie
anak siapakah kamu amir
sunaryati jarum
Mungkin kau putri pebisnis besar yang diculik dan ditinggalkan di panti asuhan
YuWie
rung sadar kan..malah tambah dodro..alias tambah kebangetan niat jahatnya
YuWie
benar kata pak polisi..bertele tele
Suanti
sonia tak pernah kapok klu kejadian lgi sm amira jgn mau pki jln damai jeblos kan aja ke penjara biar kapok 🤭
sunaryati jarum
Keluarga pak Diki tidak waras semua kecuali Pak Diki
@Mita🥰
ealah ..alah bukan nya sadar malah makin menjadi
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 nah sekarang tahu kan
Suanti
sdh lah amira jeblos kan aja sonia ke penjara byk btl cerita keluarga mantan mu yg toxin 🤣🤣
Suanti
beri hukuman setimpal amira jangan mau jln damai biar kan aja di penjara biar tau rasa mantan keluarga toxin 🤭🤣
YuWie
Luar biasa
santi damayanti: terimakasih kaka
total 1 replies
YuWie
bacottt..ciatt..tendang aja al
YuWie
ngerti anak yatim piatu malah diperas.. situ waras
Suanti
jgn2 pria tua itu bpk nya amira atau kakek nya, amira 🤣🤣
Suanti
dasar keluarga toxin selalu salah kan amira 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!