Indonesia
NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Davira Bellova Osta, sang Ratu Kerajaan Nether, mati di tangan suaminya sendiri.

Pengkhianatan sang Raja Liam mengakhiri hidup yang selama ini ia persembahkan untuk kerajaan.

Namun, ketika takdir memberinya kesempatan kedua, Davira kembali ke masa lalu—tiga tahun sebelum darahnya mengalir di tangan suaminya yang kejam.

Kali ini, ia tidak akan memohon, ia akan melepaskan cintanya. Dan terlebih lagi, ia tidak akan mati untuk kedua kalinya.

“Liam…”

“Dahulu aku bersedia menyerahkan seluruh hidupku untukmu.”

“Tapi setelah kau sendiri yang mengakhirinya, jangan berharap aku masih menjadi wanita yang sama.”

“Kau mengambil hidupku. Maka kali ini, aku akan mengambil kembali semuanya darimu.”

Jika dahulu Davira dikenal sebagai Ratu Jahat, maka kali ini ia akan menunjukkan kepada seluruh kerajaan mengapa seorang ratu tidak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Aku tidak muluk-muluk, Tuan Duke." jawab Hilda. Ia menatap mata gelap Elliot lurus-lurus.

"Kerajaan Orion terkenal sebagai penguasa dataran selatan yang menyimpan cadangan perak murni dan baja biru melimpah di gudang pertahanan kalian," lanjut Hilda dengan suara lantang. "Logam itu... adalah satu-satunya cara bagi Avarian untuk menempa senjata yang mampu menahan sihir."

Elliot mengerutkan kening. Alur perdagangan dan pasokan logam ke wilayah utara selalu diatur ketat oleh undang-undang dewan kerajaan. Namun, di hadapan nyawa istrinya saat ini, hukum dan harta kekayaan Orion sama sekali tidak ada artinya.

"Katakan harganya," potong Elliot dingin, tanpa ada keraguan sedikit pun dalam nada suaranya. "Berapa banyak perak dan baja yang kau inginkan untuk memulangkan istriku?"

Hilda menyeringai lebar. Jawaban itu persis seperti yang ia harapkan—membuktikan betapa berharganya wanita bernama Davira di mata sang penguasa utara.

Sebelum Hilda sempat menyebutkan jumlahnya, Sir Oric di belakang Elliot langsung mencondongkan tubuh, berbisik panik dengan nada tertahan, "Your Grace, Anda tidak bisa sembarangan menyerahkan cadangan strategis kerajaan! Itu menyangkut keamanan seluruh perbatasan, jika faksi Nether—"

"Diam, Oric!" sergah Elliot tajam, tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dari Hilda. "Nyawa Davira tidak bisa disetarakan dengan logam apa pun."

"Aku ingin seluruh cadangan perak murni di gudang bawah tanah Orion, beserta seluruh persediaan baja biru tanpa tersisa. Kirimkan semuanya ke perbatasan dalam waktu tiga hari."

Mendengar tuntutan yang tidak masuk akal itu, darah Sir Oric langsung mendidih hingga ke ubun-ubun. Batas kesabaran sang jenderal seketika runtuh.

Brak!

Oric memacu kudanya maju dengan kasar, mensejajarkan posisinya dengan Elliot. Wajah sang jenderal memerah padam, urat-urat di lehernya menegang kaku, dan tatapannya menyalang penuh kemarahan murka ke arah pemimpin suku Avarian tersebut.

"Kau sudah gila, wanita serakah!" bentak Oric dengan suara menggelegar yang memecah kesunyian lembah. "Menyerahkan seluruh cadangan perak dan baja biru sama saja dengan melucuti total benteng pertahanan Orion! Kau sedang merampok kami secara terang-terangan!"

Hilda sama sekali tidak gentar sedikit pun dibentak seperti itu. Ia justru mengangkat dagunya semakin tinggi, membalas tatapan tajam Oric dengan senyiang sinis yang memuakkan.

"Merampok? Oh, Jenderal tua... itu adalah harga yang sangat murah untuk nyawa seorang mantan ratu jahat dari selatan," balas Hilda dingin. Ia melirik sekilas ke arah jubah merah Davira di tangan prajuritnya. "Kalau kalian tidak sanggup membayarnya, silakan balik kanan, dan biarkan istrimu menikmati dinginnya goa es kami... selamanya."

Elliot perlahan mengangkat sebelah tangannya, memberi isyarat keras agar Oric menahan diri, meski manik gelap sang duke sendiri kini memancarkan bara api kemarahan yang jauh lebih mematikan.

Suasana di lembah es itu mendadak hening seketika, seolah embusan angin pun segan berbisik. Sir Oric menatap sang duke dengan mata terbelalak tak percaya, sementara para prajurit Avarian bergeming, bersiap siaga dengan tombak di tangan.

Di tengah ketegangan itu, Elliot justru menarik napas panjang. Aura dingin dan mematikan menguar dari tubuhnya, menggantikan kepanikan yang sempat merusak akal sehatnya beberapa saat lalu.

Sebagai penguasa utara yang terkenal tak terkalahkan di medan perang, ia tahu persis bagaimana cara menghadapi pemimpin suku barbar yang menjunjung tinggi kekuatan fisik.

"Kau mau semuanya?" suara Elliot memecah keheningan. "Suku Avarian tidak akan pernah mendapatkan seluruh cadangan Orion dengan cara semudah itu."

Hilda menyipitkan mata, menatap sang duke dengan sebelah alis terangkat. "Lalu? Apa penawaranmu, Tuan Duke?"

Elliot menggeser posisi kudanya, lalu perlahan turun dari pelana. Ia menyerahkan tali kekang kudanya kepada Oric dengan gerakan tenang. Langkah kakinya mantap menginjak hamparan salju, berdiri tegak berhadapan langsung dengan pemimpin suku Avarian itu.

"Kita selesaikan dengan cara prajurit," tantang Elliot dingin. "Bertarunglah denganku. Jika kau menang, seluruh cadangan perak dan baja biru Orion akan menjadi milikmu tanpa syarat."

Bisikan-bisikan tertahan langsung meledak di antara barisan prajurit Avarian. Mendengar tantangan itu, Sir Oric langsung panik dan berseru tertahan, "Your Grace! Anda tidak boleh mengambil risiko sebesar ini!"

Namun, Elliot tidak mengindahkan seruan jenderalnya. Ia melanjutkan tawarannya dengan sorot mata yang menajam.

"Tapi, jika kau yang kalah..." Elliot melangkah mendekat, "...kau harus memulangkan istriku hari ini juga, dan kau hanya akan menerima setengah dari apa yang kau minta. Tidak lebih."

Hilda tertegun sejenak, lalu tawa renyah yang penuh percaya diri meluncur dari bibirnya. Tantangan itu bukan ancaman baginya, tapi sebuah hiburan terbaik yang pernah ia dengar di tanah es ini. Sebagai petarung terkuat di suku Avarian, sedikit pun ia tidak pernah meragukan kemampuan kapaknya.

"Menarik..." gerik Hilda menyeringai lebar, matanya berbinar penuh gairah bertarung.

Tanpa ragu sedikit pun, ia melepas jubah bulu tebal yang membalut bahunya, membiarkannya jatuh begitu saja ke atas salju. Dengan gerakan cepat, ia menyambar kapak pertempuran bermata dua yang tersampir di punggungnya, menghantamkannya ke tanah hingga menciptakan dentuman kecil.

Hilda menatap Elliot dengan tatapan penuh tantangan, bilah kapaknya berkilat tajam memantulkan cahaya matahari pucat.

"Aku terima tantangan Anda, Duke of Orion!" serunya lantang, bersiap mengangkat senjatanya.

"Hiaaaa!!!"

Hilda berlari kencang, menjejaki salju dengan tenaga luar biasa, lalu melompat ke depan hendak melayangkan tebasan maut. Di sisi lain, Elliot pun berlari lurus menyambut serangannya sambil menghunus pedang panjang bersepuh perak.

Tranggg!

Dentuman logam yang nyaring beradu dengan pedang, memercikkan bunga api merah keemasan di tengah kepulan salju yang beterbangan. Getaran benturan itu menjalar hingga ke lengan keduanya, namun tidak ada yang berniat mundur.

Hilda memanfaatkan momentum tersebut dengan kelihaian luar biasa. Tubuhnya tiba-tiba melenting ke udara dengan gerakan meliuk yang begitu ringan dan liar—persis seperti seekor serigala perak raksasa yang menerkam mangsanya dari atas tebing.

Whoosh!

Sosok Hilda melompat tinggi menembus udara, menutupi cahaya matahari pucat dan menciptakan bayangan gelap di atas kepala Elliot.

Dari posisi melayang itu, ia memutar kapak pertempurannya dengan kedua tangan, mengarahkannya tepat ke arah kepala sang duke dengan kekuatan penuh yang siap meremukkan pelindung apa pun.

Elliot mendongak cepat, matanya menyipit tajam menangkap lintasan bilah kapak yang meluncur turun bagaikan petir.

Dengan refleks setingkat dewa perang, ia memutar tubuhnya setengah lingkaran, mengangkat pedangnya untuk menahan hantaman brutal dari udara.

Buumm!

Hantaman itu begitu berat hingga membuat kedua lutut Elliot sedikit ambles menghujam salju tebal. Es di sekitar kaki mereka retak seketika akibat gelombang kejut benturan tersebut.

Hilda menyeringai buas dari atas, menekan kapaknya dengan seluruh berat tubuh dan ototnya, sementara Elliot mengetatkan rahangnya, menahan beban luar biasa yang mendesak dada dan lengannya.

Suasana di sekeliling mendadak senyap. Sir Oric dan para prajurit Avarian menahan napas, menyaksikan pertarungan kelas berat di mana satu kesalahan kecil saja bisa merenggut segalanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ari Peny
tutup mulut ducces s katakan awal mula masalah krn jebakan elizabet
Uthie
suka 👍
Uthie
Mampir demi sebuah cerita kehidupan kedua 😁👍
gaby
Davira goblok. Knp ngajak Elizabet doang. Yg ada pas Davirq balik dr suku Avarian, si Elliot dah nikah lagi sm Fiona. Ko bisa2nya ninggalin suami sm Jalang. Ntar masuk jebakan jalang, ujung2nya di madu. Ajal Elizabet & Fiona. Atau ajak aja skalian Elliot, itung2 bulan madu
Dewi Anggraeni: Bagus Davira 👍 biar tau rasa tuh nenek" sombong 🤭, disana biar sekalian Davira belajar ilmu bela diri 👍,biar tidak rasa tuh Elizabeth 🤣
total 1 replies
Ari Peny
kirimkan sj adiknya
gaby: Stuju, masa pemimpin di jadikan Jaminan. Bangsa Avarian aja menjadikan pengawalnya sbg jaminan, masa bangsa Arion menjaminkan istri pemimpin mereka. Biar adil jaminan Elizabet & temennya yg membuat smua masalah ini terjadi. Anggap aja sbg hukuman telah membuat kekacauan
total 1 replies
Anggye syahab
kak..apa masih ada updatenya?
Dewi Anggraeni
Up lagi thor ... kok cuma dikit
Ari Peny
lanjuuuut
Rossy Annabelle
next ,cemngt💪
Ari Peny
suka cwk yg cerdas
Ari Peny
coba ikuti
Anggye syahab
kak..kapan update lagi😭
Rossy Annabelle
dah dibaca y thor ,klo BS tiap HR y Doble up/Chuckle/
Anggye syahab
wachhh..blom tidur kak..update malam banget🤭
🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪: update sebelum bobok 🤭
total 1 replies
Rossy Annabelle
thanks thor buat Doble up HR ini/Grin/
Rossy Annabelle: ditunggu /Chuckle/
total 2 replies
Anggye syahab
Lanjut ceritanya kak..aku tunggu yaa🤗
Anggye syahab
Lanjut ceritanya kak..kerennnn🤭🤭🤭🤗🤗
Rossy Annabelle
kopi buatmu thor,next LG 💪
Anggye syahab
kak..apakah hari ini libur update..aku bolak balik..tapi gak ada😭
Anggye syahab: Iyaa gak apa"kak..aku ngerti kemaren hari libur..makasih udh update lagi🤗🤗
total 2 replies
Rossy Annabelle
menarik thor ,next lg
Rossy Annabelle: sama² 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!