Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Ima kembali di antar ke pos satpam, karna ojol yang ia pesan sudah menunggu.
"Udah selesai, neng?" tanya Satpam tua yang bersikap ramah saat pertama Ima datang.
"Sudah, pak. Mari." pamit Ima sopan. Ima memilih cuek pada satpam yang tadi memperlakukan dirinya layaknya penjahat.
"Assalamualaikum, aku pulang." ucap Ima saat memasuki rumahnya.
"Dari mana kamu? Jam segini baru pulang. " suara cempreng mama mertua menyambut kepulangan, Ima menghentikan langkah kaki Ima dan tersenyum malas kearah mertuanya.
"Dari rumah Ratna, ma. Aku udah ijin kok sama mas Aldi tadi pagi." jawab Ima datar.
"Ooh, enak ya kluyuran. Sudah merasa bebas sekarang karna tak mengurusi ayahmu." sindir mama mertua. Ima mengepalkan tanganya, hatinya tersinggung oleh ucapan mertuanya.
"Masalah gitu!" ucap Ima asal sebut.
"Ga sopan, begitu cara ngomong sama orang yang lebih tua. Ga tau diri banget jadi orang, sudahlah numpang lagak kaya yang punya kuasa di rumah ini." oceh mama dengan mulut mencibir.
"Aku ini istrinya mas Aldi ya pastilah punya kuasa di rumah ini." jawab Ima santai.
"Aku juga istrinya mas Aldi berati aku punya kuasa juga di rumah ini." celetuk Tina yang baru saja keluar dari dapur.
"Mana ada pelakor punya kuasa, dari segi hukum aku itu di akui negara dan agama. Lah kamu cuma di akui secara agama saja jadi ga punya hak di sini." cemooh Ima dengan seringai mengejek.
"Aku bukan pelakor, kamu tuh yang pelakor. Aku itu sudah mengenal mas Aldi jauh sebelum dia menikahi kamu." bela Tina tak mau kalah.
"Kamu punya kaca ga? Liat dirimu di cermin. Aku ga pernah merebut milik orang lain, kamu yang kabur dengan selingkuhanmu. Aku datang untuk membantu mas Aldi agar bisa bangkit lagi dari keterpurukan. Aku ga salah dong, ya kan ma?" Ima menoleh pada mertunya dengan tatapan mengejek. Mertua Ima dibuat jadi salah tingkah karna apa yang Ima ucapkan benar adanya.
"Sudah ga usah ribut. Aldi menikahi Tina karna ingin punya anak yang tak bisa kamu berikan. Tiga tahun mama menunggu hadirnya seorang cucu tapi tak nampak hasilnya jadi wajar Aldi menikah lagi." Mama mertua membenarkan prilaku buruk putranya. Padahal ia sama - sama wanita tapi tidak peka dengan perasaan wanita lain.
Tina tersenyum penuh kemenangan karna mertuanya membelanya. Meskipun perbuatannya jelas salah.
"Dasar mandul." celetuk Tina sarkas.
"Di cerain baru tau rasa kamu." tambah mama.
"Boleh jika mas Aldi mau." tantang Ima.
"Nanti akan aku aduin sama Aldi biar kamu di cerai dan di usir dari sini. Biar jadi gembel sekalian." umpat mama.
"Silahkan, aku tunggu ma." Ima berjalan dengan santainya menuju kamarnya. Ia sudah tak peduli dengan ucapan kasar mertua dan pelakor, kalaupun di usir toh ada ibunya yang bersedia membantunya.
"Dasar nenek lampir, awas aja kamu. Sekarang kalian masih bisa tertawa tapi liat nanti saat pembalasku datang. Nangis darah pun aku sudah tak peduli.
Ima yakin suaminya tak akan pernah menceraikan dirinya, sebab kontrak kerja sama hanya dirinya yang punya andil. Suaminya hanya menerima bersihnya saja. Dari pada memikirkan mertua dan pelakor lebih baik ia tidur.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 👍🙏🙏