Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24

****

Uap dingin membubung tinggi dari marmer hitam di dalam kamar mandi utama sayap teratas Mansion Soerjoatmodjo. Kucuran air shower bertekanan tinggi mengguyur deras dari langit-langit, membasahi kain kemeja putih yang masih melekat pasrah di tubuh kekar Raden Mas Arya Sena. Pria bangsawan itu terduduk lemas di atas bangku marmer, menundukkan kepalanya dalam-dalam di bawah air dingin yang terus membanjiri dahi dan leher tegapnya.

Namun, alih-alih meredakan racun obat perangsang dosis tinggi yang telah menjalar di seluruh pembuluh darahnya, aliran air dingin tersebut justru kian memantik sengatan gairah yang teramat liar. Suhu tubuh Arya membumbung tinggi dari dalam dada, membakar seluruh daya kendali dan logika pria berusia tiga puluh tahun itu hingga berada di titik paling krusial.

Lilianne berlutut di samping bangku marmer, memegang gayung porselen untuk mengarahkan air dingin ke bahu kekar suaminya. Rambut blonde cantiknya yang terurai sebagian mulai basah terkena cipratan air, sementara gaun tidur satin putih pendek yang membungkus tubuh anggunnya kini menempel ketat di kulit mulusnya, menyingkap lekuk tubuh bahagianya yang teramat molek di bawah remang lampu kamar mandi.

"Mas Arya... tahan," bisik Lilianne dengan suara khas putri bangsawan Eropa yang halus namun sarat akan keanggunan tegas. "Tahan sebentar lagi. Pengawal dan tim medis sedang menuju ke sini—"

Greb!

Sebelum Lilianne sempat menyelesaikan kalimatnya, sebuah lengan kekar nan panas memotong alur kata-katanya!

Dengan gerakan drastis yang dipacu oleh naluri bawah sadar yang tak lagi terbendung, Arya memutar tubuh besarnya. Tangan besarnya yang gemetaran merengkuh erat pinggang ramping Lilianne, menarik tubuh molek wanita itu tanpa ampun ke dalam dekapannya yang basah kuyup di bawah guyuran air!

"A-Aakh! Mas Arya!" jerit Lilianne terperanjat, sepasang mata hijau jernihnya membelalak lebar saat dadanya menghantam dada bidang Arya yang mengeras bagaikan pilar baja.

"Lilianne..." suara Arya keluar teramat parau, berat, dan bergetar hebat di dekat ceruk leher Lilianne.

Aroma sabun mandi beraroma vanilla-rose yang manis nan segar menguar dari kulit mulus Lilianne, menyapu indra penciuman Arya yang tengah berada di puncak kegilaan racun. Haruman itu berpadu dengan kehangatan tubuh sang istri, bertindak bagaikan bensin yang disiramkan tepat ke atas kobaran api!

Arya menanamkan wajah tampannya di leher jenjang Lilianne, mengendus dalam-dalam aroma tubuh manis istrinya seraya mendesah pasrah. Dinding pertahanan sang Prabu kaku itu runtuh total.

"Mas... lepas! Kamu tidak sadar! Ini pengaruh obat itu!" seru Lilianne berusaha memberontak. Tangan halusnya menahan bahu kokoh Arya, mencoba mendorong dada bidang suaminya agar terpisah.

Namun, perbedaan kekuatan fisik di antara mereka terlalu jauh. Tenaga Lilianne tidak ada artinya di depan cengkeraman ketat seorang pria bangsawan yang tengah dikuasai naluri keposesifan mutlak.

"Saya sadar... Lilianne..." desis Arya serak, matanya yang sepekat malam berkilat penuh pemujaan liar dan penderitaan fisik yang mendalam. "Saya tahu ini kamu... hanya kamu. Bunga vanilaku..."

Tanpa membiarkan Lilianne memprotes lebih jauh, Arya membopong tubuh basah Lilianne secara bridal style dari atas lantai marmer. Pria jangkung itu melangkah tegap keluar dari kamar mandi, mengabaikan air yang menetes dari pakaian mereka, lalu melangkah menuju tempat tidur king size berlapis sprei sutra gelap di tengah kamar utama.

Arya menghempaskan tubuh anggun Lilianne ke atas kasur yang empuk, lalu merayap menindihnya dari atas. Sebelah tangan besarnya mengunci kedua pergelangan tangan halus Lilianne di atas kepala, sementara tubuh bahagianya yang tegap mengurung penuh pergerakan sang istri.

"Mas Arya, dengarkan aku! Lepaskan!" pekik Lilianne seraya menggelengkan kepalanya, mencoba memalingkan wajah cantiknya saat bibir Arya mulai mendekat.

"Tidak akan pernah... Lilianne," pangkas Arya parau nan dominan tepat di depan bibir merona sang istri.

Seketika itu juga, Arya menyambar bibir manis Lilianne dalam sebuah ciuman yang luar biasa dalam, menuntut, dan penuh keposesifan yang membakar. Bibir sang Presdir melumat halus bibir merona Lilianne, menyapu seluruh penolakan istrinya dengan keliaran yang terlatih namun sarat akan rasa cinta terselubung yang selama ini ia kunci rapat.

"Nnggh... M-Mas... ah!" rintih Lilianne melengking pelan di antara tautan bibir mereka. Tahanan di jemarinya perlahan melonggar saat kehangatan bibir Arya membakar saraf-sarafnya, mengalirkan desiran aneh yang mendadak melumpuhkan akal sehatnya.

Arya melepaskan tautan bibir mereka secara perlahan, meninggalkan jejak napas baritonnya yang tersengal di atas kulit leher Lilianne. Lidah dan bibir Arya merayap turun, membenamkan kecupan-kecupan basah nan panas di sepanjang leher jenjang, bahu terbuka, hingga meluncur menelusuri dada dan perut rata Lilianne.

"Ah... hnggh! Mas Arya..." desah Lilianne pasrah. Matanya terpejam rapat, jemari lentiknya yang tadinya menolak kini tanpa sadar meremas kuat rambut hitam suaminya yang masih setengah basah, melengkungkan punggung cantiknya menyambut tiap jelajahan bibir sang suami.

Dengan ketangkasan dan ketelitian yang dipicu gairah membara, Arya melucuti kain satin basah yang melekat di tubuh Lilianne, sebelum menanggalkan kemejanya sendiri. Dalam hitungan detik, dua insan yang terikat dalam pernikahan dingin itu kini terpapar polos tanpa sehelai benang pun di bawah pendar temaram lampu kamar.

Bibir dan jemari Arya tak menyisakan satu sentimeter pun dari keindahan tubuh Lilianne. Dari ceruk leher, dada merona, perut rata, hingga meluncur jauh menelusuri paha mulus dan jemari kaki istrinya—semuanya dijamah dan ditandai oleh sang bangsawan dengan cumbuan yang membuat Lilianne tersengal-sengal kewalahan.

Arya merayap kembali ke atas, memosisikan tubuh tegapnya di antara kedua paha mulus Lilianne yang terkuak pasrah. Manik mata hitam Arya yang pekat menatap lurus ke dalam sepasang mata hijau jernih milik Lilianne yang kini berkaca-kaca dipenuhi perpaduan antara rasa takut, gairah, dan kepasrahan murni.

Di tengah gempuran obat perangsang yang membakar jiwanya, Arya menyatukan dahi mereka, mengelus pelan pipi mulus Lilianne dengan punggung jemarinya yang hangat.

"Lilianne... permaisuriku..." bisik Arya parau, suaranya bergetar rendah.

Lilianne menahan dada bidang dan berotot suaminya dengan kedua tangan halusnya yang gemetaran. Napasnya naik turun memburu saat merasakan kehangatan padat milik Arya yang sudah menekan tepat di pintu kedalamannya.

"M-Mas Arya... tunggu..." bisik Lilianne pelan, sepasang mata hijaunya menatap Arya penuh permohonan. "Berhati-hatilah... tolong pelan-pelan. Ini... ini pertama kalinya untuk saya."

Kata-kata jujur yang meluncur dari bibir putri bangsawan Eropa itu seketika menghantam kesadaran Arya bagaikan petir di siang bolong!

Meskipun pernikahan mereka telah berjalan beberapa waktu dan dinaungi dinginnya perang jarak, kenyataan bahwa wanita anggun di bawahnya masih murni dan utuh seketika memicu gelombang keharuan dan rasa protektif yang amat dahsyat di dalam dada Arya.

"Saya berjanji... saya akan berhati-hati, Bunga Vanilaku," bisik Arya lembut, menunduk membenamkan ciuman penenang di kening dan kedua kelopak mata Lilianne.

Tangan besar Arya merayap menangkup panggul ramping Lilianne, menyangga dan membimbing tubuh sang istri. Dengan kehati-hatian ekstra yang menguras seluruh tenaga kendali dirinya, Arya mendorong panggulnya perlahan, menembus kedalaman Lilianne secara presisi.

Slep...

"Aaaaagghh... Khh! M-MAS ... A-ADUH!" jerit Lilianne melengking pasrah, sepasang mata hijaunya terpejam rapat seraya meremas kuat otot bahu kekar Arya. Air mata keharuan dan rasa perih yang luar biasa menetes di sudut matanya saat dinding mahkotanya yang sempit dan utuh robek secara mutlak, menyambut keperkasaan sang Presdir.

Rasa sakit yang membakar di area sensitifnya membuat tubuh Lilianne membeku kaku, napasnya tersengal-sengal kewalahan menahan tumpuan padat yang kini memenuhi kedalamannya.

"Ssshh... tenang, Lilianne... tahan, Sayang..." erang Arya berat dengan suara bariton rendah yang memabukkan. Rahang tegas sang bangsawan menegang hebat, peluh dingin mengalir di pelipisnya saat ia menahan pergerakan panggulnya sejenak, memberikan waktu bagi tubuh istrinya untuk beradaptasi.

Cengkeraman rapat dan pekat dari dalam diri Lilianne membuat Arya sendiri kewalahan luar biasa. Sensasi hangat, sempit, dan murni itu seketika melumpuhkan seluruh pertahanan fisiknya, memberikan kenikmatan absolut yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

"S-Sakit... Mas Arya... perih sekali..." rintih Lilianne halus, menyembunyikan wajah mewahnya di ceruk leher Arya.

Arya mengelus lembut punggung mulus Lilianne, membenamkan kecupan-kecupan manis di leher dan telinga sang istri untuk mengalihkan rasa sakitnya. "Maafkan saya, Lilianne... Maafkan saya. Tarik napasmu perlahan, Sayang..."

Secara perlahan, seiring dengan kehangatan tubuh Arya yang menyelimutinya dan usapan-usapan penuh kasih dari sang suami, rasa perih tajam di dalam diri Lilianne bertransisi menjadi sensasi hangat yang melelehkan seluruh sarafnya. Jepitan pekat di dalam dirinya perlahan melonggar, memberikan ruang bagi Arya untuk mulai menggerakkan panggulnya.

Arya memulai dorongan panggulnya dengan ritme yang sangat lambat, teratur, namun bertenaga dari atas. Setiap sentakan presisi yang diberikan Arya kini tidak lagi membawa rasa sakit, melainkan pusaran kenikmatan mendalam yang membakar dada Lilianne.

"Nnggh... ah! Mas... Mas Arya..." rintih Lilianne makin memburu, kedua tangannya melingkar kuat di leher tegap suaminya, mengimbangi tiap ayunan panggul Arya yang makin dalam dan pekat.

"Lilianne... kamu luar biasa... rapat sekali, Sayang..." desah Arya parau, matanya terpejam menikmati kehangatan mutlak di dalam diri istrinya.

Dua insan berdarah bangsawan yang sebelumnya terpisah oleh tembok ego dan intrik rumah tangga itu kini menyatu secara utuh dalam gelora gairah yang tak terbentung. Arya mempercepat ritme dorongan panggulnya, membimbing Lilianne menuju puncak pelepasan yang belum pernah terjamah.

"Aagghh! Mas Arya... aku mau... Khh! Aaaahhh!" jerit Lilianne histeris, tubuh cantiknya melengkung pasrah saat gelombang pelepasan puncak menghantam rahimnya secara dahsyat!

Pada detik yang sama, Arya menekan panggulnya hingga batas maksimal ke dalam, melenguh rendah dalam erangan bariton yang sangat dalam—Khhh... Aaahhh!—menumpahkan seluruh kehangatan dan benih keabadiannya secara melimpah di dalam kedalaman tubuh sang permaisuri.

Guncangan gairah itu perlahan meluruh dalam helaan napas yang memburu seirama. Arya terkulai lemas di atas tubuh Lilianne, menyandarkan kepalanya di ceruk leher sang istri seraya merangkulkan kedua lengan besarnya dengan sangat protektif—mengunci takdir putri bangsawan Eropa itu sebagai milik tunggal Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo selamanya.

BERSAMBUNG

1
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!