Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Moms Al

demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.

setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"tuan...".

fajar terkejut ketika masuk dalam kamar hotel melihat adegan yang berbahaya.

Adrian memaksa Ariana melepaskan ciuman itu, walau sebenarnya pria itu tidak rela karena sesuatu yang berbeda dari ciuman Ariana membuatnya seperti ingin memiliki wanita itu.

"cepat belikan obatnya". Pinta Adrian menadahkan tangan tapi tatapan nya begitu tajam sekaan ingin memakan fajar hidup-hidup.

Glek

Fajar menelan ludahnya kasar, melihat wajah tuan nya. "anu tuan...hehehe". pria itu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal kemudian menyerahkan sebuah botol kecil dan juga sebotol air minum pada Adrian.

"minum ini, agar pengaruh obat itu hilang".

Adrian memaksa Ariana untuk minum pil itu, walau gerakan Ariana seperti ulat bulu dan hak itu membuat Adrian mengumpat dengan kasar, dimatanya wanita itu sangat menggoda.

Setelah meminum pil itu, Adrian berdiri membiarkan Ariana berbaring sejenak hingga beberapa menit Ariana tertidur dengan wajah yang begitu lembut namun ada guratan ketakutan di dalam nya.

hembusan nafas pelan keluar dari mulut Adrian. "kita pulang".

"ha ? Nona Ariana bagaimana tuan ? Apa kita akan meninggalkan nya disini sendiri ?". Adrian terdiam mendengar pertanyaan dari asisten nya itu.

"kita bawa dia juga". Dengan langkah pasti, Adrian menggendong Ariana, dengan kepala Ariana bersandar di dada Adrian.

Fajar mengikuti Adrian dari arah belakang, hingga sampai diparkiran Denga cepat fajar membukakan pintu mobil dan meletakkan Ariana di dalam nya begitupun Adrian duduk di sampingnya.

"cepat jalan!!!".

fajar yang baru masuk dalam mobil langsung memutar kunci mobil nya hingga mesin mobil itu menyala, melaju membelah jalanan malam yang terasa dingin.

sepanjang perjalanan, Adrian hanya diam menatap lurus kedepan dengan Ariana yang bersandar di pundaknya, bahkan jas Adrian sudah dipakaikan pada tubuh wanita itu.

Ciiiitttttt

Fajar tidak sengaja mengerem mobil nya karena seekor kucing tiba-tiba menyebrang membuat fajar terkejut.

Ariana yang masih tidak sadarkan diri membuat kepalanya terjatuh ke samping dengan bibir menyentuh pipi Adrian.

tangan Adrian terkepal erat, sungguh begitu besar ujiannya malam ini, hrus menahan sesuatu yang hampir saja meledak dibawa sana.

"maaf tuan, kucing tiba-tiba menyebrang. Saya terpaksa mengerem mendadak". Kata fajar melihat Adrian dari kaca depan.

"perhatikan baik-baik jalan mu fajar!!!!". fajar mengangguk saja.

"kenapa wajah tuan memerah ?".

"jangan banyak tanya..cepatlah jalan kan mobil nya".

Mobil kembali melaju, sesekali fajar melihat Adrian dan Ariana melalui kaca mobil. Tapi tak lama mata Ariana perlahan terbuka, hal pertama yang dilihatnya adalah Adrian dengan jarak yang sangat dekat, bahkan Arian bisa mendengar deru nafas pria itu.

"tuan Adrian..". Ariana sedikit menjauhkan wajahnya.

"apa ada yang sakit ?". Ariana menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.

"saya cukup baik".

Adrian mengangguk mengerti, keheningan kembali terjadi. Ariana pun hanya diam Karena tidak tahu harus berbicara apa. Adrian juga tidak mungkin membahas ciuman mereka tadi karena tahu jika Ariana saat itu tidak sadar dalam pengaruh obat.

"ah iya...ada kabar baik dan kabar buruk untuk mu".

Seketika wajah Ariana menoleh kearah Adrian yang juga menatapnya.

"kamu ingin mendengar yang mana ?". mata Adrian memicing menatap Ariana.

"kabar baik dulu". lirih Ariana terdengar sedikit pelan.

"kabar baiknya para pria s*alan itu tidak menyentuh mu sama sekali dan kabar buruk nya...kekasih mu yang menyuruh mereka untuk membuat mu kotor".

Seketika pikiran Ariana berputra, mengingat bagaimana dirinya yang mampir saja di l*cehkan oleh empat pria itu dan tiba-tiba Adrian datang menolongnya.

Ariana juga tidak lupa bagiamana putri berbicara dengan sangat jelas tengang rencana nya bersama Arga.

Wanita itu menggelengkan kepalanya, sesekali dipukul pelan. Entah kenapa rasanya sedikit sakit mengingat semua kejadian tadi yang hampir saja membuatnya kehilangan kehormatan didepan banyak orang.

Mata Ariana terpejam. "saya tau Arga yang menyuruh mereka". Kata Ariana membuka matanya menatap Adrian.

Adrian menyandarkan kepalanya pada kursi mobil menatap langit-langit mobil yang berwarna putih gading.

"jadi apa rencana mu selanjutnya ? Saya bisa membatu mu jika kamu mau. Melapor polisi ?". Adrian berbicara tanpa menoleh kearah Ariana.

"terimakasih banyak sudah banyak membantu saya, jika tidak ada tuan Adrian mungkin saja saya sudah habis. Saya sangat berhutang Budi pada anda, saya juga tidak tau haus membalas nya. Tapi jika nanti anda butuh bantu, saya akan siap membantu anda". Ariana menundukkan kepalanya pelan.

"saya akan selesai kan ini sendiri, saya sudah memiliki rencana". Kata Ariana kembali.

Adrian terdiam melihat kearah jendela, terlihat bayangan wajah Ariana dan wajahnya di kaca jendela itu, da sialnya ingatannya kembali pada ciuman panas yang seharusnya tidak dilakukan nya.

'aishhhhh s*alan!!!! kenapa aku memikirkan itu'. Umpat Adrian dalam hati.

"tolong agar saya ke perumahan taman jika anda tidak ke keberatan".

Fajar kembali melihat Adrian dari kaca depan, meminta persetujuan dari atasannya itu.

"ummmm".

'ternyata dia juga tinggal di perumahan yang sama dengan ku'.

* * *

Ariana duduk diam diatas sofa, dengan sudah berganti pakaian. Setelah Adrian dan fajar mengantar nya wanita itu langsung membersihkan diri.

Tak lama suara pintu terbuka, itu adalah Mery yang datang dengan wajah panik. Apalagi mendengar cerita Ariana dari telepon semakin membuat sahabatnya itu marah.

Brakkkk

Tas Mery dilempar sembarangan, wanita itu langsung duduk disamping Ariana, matanya berkaca-kaca tak lama sebuah tangisan pecah dan memeluk Ariana.

"maaf ...tidak bisa menolong mu". Kata Mery diselah tangis nya.

hembusan nafas pelan keluar dari mulut Ariana mengelus tangan sang sahabat. "aku sekarang tidak apa-apa, jangan menangis seperti itu, aku tidak mau bayi dalam kandungan mu kenapa-napa".

Mery melepaskan pelukannya, tapi Ari matanya masih terus mengalir. Ariana yang melihat itu mengambil tisu diatas meja memberikan ya pada Mery.

"kenapa Arga tega sekali pada mu, dia seperti binatang..bukan binatang saja memiliki batasan tapi dia tidak, dia seperti iblis, Putri dan bu Martha juga berhati iblis. astaga aku tidak percaya mereka akan melakukan hal sekeji ini hanya demi tidak mau membayar kompensasi perjanjian". emosi Mery, kini air matanya sudah mengering.

Ariana mengangguk menghela nafas berat, tidak ada tangisan di sana yang ada hanya senyum getir. air matanya sudah habis tenggelam dengan perasaan nya pada Arga.

"kalau memang Arga tidak mencintai mu, seharunya dia melepaskan mu tidak perlu harus melakukan hal sekeji ini". Mery masih terus marah karena perlakuan Arga terhadap Ariana.

"kalian sudah menikah selama delapan tahun, itu buka waktu yang singkat. karena hanya demi selingkuhan nya yang dia kenal malah tega berbuat keji pada mu".

kepala Ariana menunduk. "demi menyenangkan selingkuhan nya, apa sih yang tidak bisa dia lakukan bahkan sampai menghilangkan nyawaku pun akan dia lakukan jika selingkuhan nya memerintahkan". Senyum Ariana getir.

"besok malam dia akan mengumumkan pertunangan nya dengan putri".

"APA !!!!'.

Bersambung....

1
Ariany Sudjana
nama saja bagus putri, tapi pelacur murahan 🤣🤣😂😂 tapi bagus sih pelacur murahan dengan laki-laki pengecut seperti Arga
Ariany Sudjana
ayo Ariana sikat saja si pelacur murahan putri itu, juga Mak Lampir Martha itu
Dokkan Battle
4th Break Wall
Adinda
lanjut thor
sunaryati jarum
Ayo balasan apa yang akan kamu berikan pada Arga, Martha dan Putri,Ariana? Emak makin penasaran
sunaryati jarum
Emak menunggu pembalasan kamu pada Arga,Putri,dan Bu Martha,maka 5 🌟 kuberikan.Emak sabar menunggu momen itu
sunaryati jarum
Lega Ariana selamat,putri dan Martha harus bertanggungjawab jawab, karena preman suruhannya pasti berkicau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!