Masa lalu dari kedua orang tuanya membuat seorang pemuda berusia dua puluh tahun harus mengalami banyak kejadian buruk dalam hidupnya, dialah Kaivalya Rajasa Danendra yang merupakan putra dari Rajasa Danendra.
"Aku inginkan jadi putra Sagara Danendra"
"Kamu tepatlah putra Rajasa nak..."
"Aku tidak ingin darahnya, darahnya membuatku tak bisa menjadi keturunan murni Sagara, aku hanya terus di sebut sebagai keturunan darah mati!"
Keturunan darah mati, itulah julukan Kaivalya dari para mahluk halus yang dia temui. mampukah dia melepaskan bayangan Rajasa dari dalam darahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suka batang
"Dian, aku akan putuskan Irina sekarang juga, aku mohon kamu kembali padaku sekarang, aku tidak perduli dengan tanggapan orang tapi aku sadar kalau aku hanya cinta sama kamu" mohon Julian
"Mas... Kamu tega memutuskan aku setelah apa yang kita lakukan selama tiga tahun, aku berikan semuanya pada kamu Julian, bahkan milikku!" teriak Irina membuat perhatian semua orang tertuju pada empat orang yang sedang berdiri di sebuah meja kosong dengan wajah tegang.
"Tapi aku tidak mencintai kamu Irina, hubungan kita juga terjadi atas dasar suka sama suka" jawab Julian
"Hiks.. Lihat! Karena kamu aku di putuskan Julian! Dan karena kamu semua pengorbanan aku sia sia untuk membuat Julian menjadi milikku!" bentak Irina mulai menangis.
"Kenapa menyalahkan aku, salah kamu sendiri bodoh, mau maunya memberikan semuanya untuk laki laki yang belum tentu jadi suami kamu, aku saja yang pacaran sama dia sejak SMA belum pernah ciuman, lah kamu malah sudah sampai ranjang!" sinis Diandra ingin pergi tapi kakinya terasa sakit sekali.
"Huhhhhh dasar pelakor!" teriak seseorang yang di kenali Diandra di ujung meja lain, itu adalah anak dari sepupunya yang ternyata juga ada di sana.
"Kenapa mata kamu melotot begitu? Lihat lelaki tampan? Atau selingkuhan kamu juga ada di sini?" tanya bos Diandra
"Eh... Tidak ya, saya tidak pernah selingkuh pak, dia yang selingkuh, sudah pak saya mau pulang ya, bapak juga kan pasti sedang istirahat makan malam di sini, saya mau pamit, dan kalian, sebaiknya jangan bicara di sini atau kalian akan semakin malu" jawab Diandra tersenyum masam karena memang bos nya itu begitu menyebalkan meskipun wajahnya begitu tampan.
"Kalau begitu cepat pulang sana, kamu hanya mengganggu mood makan saya saja" ucap bosnya duduk kembali dan lanjut makan seperti tidak ada masalah apapun.
Diandra berjalan sedikit tertatih karena kakinya yang terasa sakit, semua itu juga tak luput dari perhatian bosnya yang kini menatap dua orang yang berlari untuk membantu Diandra berjalan, bahkan salah satunya menggendong Diandra supaya Julian tidak menghampiri Diandra lagi.
"Pergi" ucap bos Diandra yang membuat Julian tak lagi melihat ke arah Diandra.
"Ayo kita bicara di tempat lain" ucap Julian menarik tangan Irina tapi Irina menepisnya dengan kasar.
"Ayo pulang!" kesal Julian memaksa Irina untuk keluar dari kafe Zaidan itu.
"Dasar tidak tahu malu, ternyata si Andra itu hidupnya rumit juga ya, padahal setiap hari dia terlihat tidak punya masalah" gumam bos Diandra kembali makan.
••••••••••••
Di tempat parkir.
"Tante tidak apa apa?" tanya Azhar anak dari sepupu Diandra
"Kamu lihat kaki Tante bengkak karena nahan sakit sejak tadi, bawa Tante ke rumah sakit sekarang" jawab Diandra
"Ini mah gampang, sini Azhar obati pasti langsung sembuh, tapi tahan sakitnya ya" ucap Azhar berjongkok dan meminta Arbani kakak kembarnya untuk memegangi Diandra.
"Siap ya Tante, satu... dua... tiga"
Krak.
"Aakhhh Julian sialan!" teriak Diandra membuat semuanya terkekeh.
"Sudah, tinggal di kasih obat saja supaya tidak bengkak lagi, kenapa tante malah mau mau saja di ajak ketemu sama Om Julian, harusnya jangan" ucap Arbani
"Dia bilang ini yang terakhir makanya Tante turuti, eh.. malah begini jadinya, ribut lagi dan si Irina pasti ngamuk lagi kalau ketemu" jawab Diandra lesu.
"Sudah, sekarang kan kak Diandra sudah benar benar putusin hubungan kak Diandra sama Om Julian, sebaiknya blokir saja langsung" ucap Asyifa, anak Omnya Diandra.
"Kak Diandra sudah blokir nomornya, tapi dia pakai nomor Julia adik kembarnya jadi kak Diandra tidak tahu" jawab Diandra
"Memang susah sepertinya membuat Om Julian mundur, dia itu terlihat memang masih mencintai Tante Diandra" ucap Azhar
"Biarkan dia merasakan kalau cinta sendirian itu menyakitkan" ucap Arbani sinis
"Benar sekali keponakan Tante yang tampan dan manis ini" gemas Diandra mengecup pipi Azhar, Arbani dan Asyifa.
"Sudah ah, ayo kita pulang, orang rumah pasti khawatir karena kita janji pulang sebelum makan malam, malah sekarang sudah lewat jam makan malam" ajak Arbani
"Gara gara Tante Deandra nih" ucap semuanya
"Ko Tante" kaget Diandra
"Kan kami terlambat karena jagain Tante takut di bungkus Om Julian" jawab Azhar
"Makanan kali di bungkus" gerutu Diandra mencubit pipi Azhar.
"Mungkin kalau bosnya Tante Diandra tidak menolong Tante Diandra tadi, Tante Diandra akan punya luka di kepala juga" ucap Azhar
"Iya, dia keren sekali, Cipa suka" ungkap Asyifa berbinar
"Keren apaan, dia itu tukang nyuruh nyuruh kalau di kantor, tidak pernah tersenyum dan galak, di tambah dia itu sudah berumur juga" bisik Diandra
"Hahaha.. Dia masih tiga puluh tahun Tante" jawab Arbani
"Itu sudah tua untuk seukuran lelaki dewasa yang belum menikah, katanya dia itu suka sama batang juga" bisik Diandra
Tak.
"Aawwss!"
Diandra meringis saat keningnya di sentil seseorang, dan saat dia mendongak, ternyata bosnya sudah ada di depan mereka yang entah kapan muncul dan datangnya.
"Pak bos" kaget Diandra
"Jangan bicara sembarangan kamu, kamu mau saya perk osa?" tanya bos nya itu tiba tiba membuat mata semua orang terbelalak.
"Jangan sembarangan pak!" kesal Diandra
"Kamu yang sembarangan bilang saya suka batang" balas bosnya itu dan Diandra tak bisa berkutik.
"Padahal aku ngomong pelan, ko dia bisa dengar sih" batin Diandra kembali di sentil bosnya dan pergi dari sana.
"Dia itu sakti kak, hati hati, dia punya Indra keenam dan bisa baca pikiran orang" ucap Azhar
"Hah..." kaget Diandra
"Kamu yakin?" tanya Diandra dengan wajah pucat dan Azhar mengangguk
"Ya Allah, mati aku, aku selalu mengumpat bos menyebalkan itu setiap hari dalam hati" batin Diandra dan terdengar suara tawa jahat dari dalam mobil bosnya itu yang melewati mereka.
"Tante akan buat surat pengunduran diri besok, Tante takut dia nanti marah dan membuat Tante menderita di kantor" gumam Diandra
"Percuma Tante, dia kan kenal kita bahkan semua keluarga Alamsyah, kita nggak bisa kabur" jawab Arbani membuat Diandra semakin lesu.
"Mana kontrak kerjanya tiga tahun, aku baru bekerja di sana tujuh bulan, apa aku akan tetap hidup selama dua tahun ke depan" keluh Diandra memelas
"Mungkin Tante akan jadi zombie" bisik Azhar menakut nakuti
"Tidakk! Papa! Tolong Diandra papa, Diandra mau keluar dari tempat kerja Diandra!" teriak Diandra
"Ayo pulang" panggil Asyifa yang sudah naik ke dalam mobilnya.
"Ayo Tante, nanti Azhar akan telpon Om Kaivalya supaya tidak jahat pada Tante di kantor" bujuk Azhar yang juga mengenal Kaivalya Rajasa Danendra, bos Diandra.
"Dia itu galak" jawab Diandra
"Sama Azhar dan Arbani nggak ko, Tante tenang saja" bujuk Arbani
"Jangan jangan dia suka kalian, hati hati" ucap Diandra
"Apa sih Tante ini, dia itu lelaki normal, banyak yang naksir dan jago balap juga" ucap Azhar
Flashback off
Enam tahun setelah Kaivalya kembali mau menyapa semua keluarganya, dia sudah berubah menjadi seorang sosok direktur perusahaan yang dingin dan jarang tersenyum, dan Diandra menjadi sekretaris Kaivalya setelah sejak dua tahun ini Kaivalya tidak menggunakan jasa sekertaris.