Kania Anggraini
gadis yang menjalani hidup sebagai istri siri seorang pengusaha kaya, Kania harus merahasiakan pernikahannya itu.
Bharata Yusman
seorang GM perusahaan multinasional yang terjebak dengan gadis muda karena penghianatan sang istri.
akan kah mereka bahagia?
akankah Kania bisa bahagia bersama orang yang dia cintai?
atau kesengsaraan yang akan mereka rasakan?
follow Ig ku ya_ @meiwulandari67
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kok ngamuk
Mereka berlima akhirnya menikmati makan mie ayam setelah Arsyen pindah dan kini Kania berada di antara keduanya.
"Rudi yang manis sekarang mkan ya, atau gak gue sambelin nih," kata Kania dengan nada lembut.
"Iya Kania, tapi kenapa Rudi doang sih yang di omelin," protes Rudi.
"Tenang Rudi kalau Arsyen nakal kita potong burung nya oke," kata Kania.
Rudi pun tertawa sambil mengacungkan kan jempol nya pada Kania, sedangkan Arsyen tak peduli dengan ocehan Rudi.
Rudi dan Arsyen kaget saat melihat Kania menuang sambal ke mangkuk mie ayamnya, "idih ngeri kali," kata Rudi dengan logat Batak.
"Eh Cong, makanya Kania tuh mulutnya pedes loe gak lihat tuh sambel main di tuang gitu m nie perempuan," kata Arsyen.
"Kania stop deh, nanti perutnya sakit!" teriak Rudi.
"Ape sih Loe Cong, ini baru dikit lepas gak," kata kania tak mau kalah.
"Wes wes kok Podo gak eroh isin se (sudah sudah kok pada gak tau malu sih)," kata Riska memisah mereka.
"Wes Kania, Iki onok sambel liyane, wes Ndang di entekno Dewe(sudah Kania, ini ada sambal lainnya, cepet habiskan sendiri)," kata Sifa menyodorkan mangkuk sambel pada Kania.
Mereka pun bisa menikmati mie ayam dengan tenang karena Rudi di ajak Sifa duduk di sampingnya.
"Wes Saiki arep neng ndi neh(sudah sekarang mau kemana lagi)?" tanya Arsyen.
"Yo piye lek saiki dolen disek nang taman bungkil gelem po rak(ya bagaima kalau sekarang main dulu ke taman bungkil mau apa tidak)," kata Riska.
"Aku sih mau aja, tuh dua bocah pria mau gak?" tanya Kania.
"Boleh deh, kebetulan aku bawa mobil tadi, tapi tak ambil dulu mobilnya di parkiran kampus," kata Arsyen berlari ke area parkir.
Tak lama ada mobil Jeep Wrangler berwarna putih berhenti di depan mereka berempat, ternyata Arsyen yang datang.
"Ayo naik," panggil nya.
Rudi naik di depan sedang Kania, Riska dan Sifa duduk di belakang. Arsyen mengemudi kan mobilnya menuju ke taman kota.
Sesampainya di sana mereka pun turun dan menikmati suasana teduh di taman, "tak tinggal beli air minum ya, bentar," kata Kania.
"Oke, tapi aku titip rokok Marlboro merah ya, kie Duwet e (ini uangnya)," kata Arsyen memberikan selembar uang lima puluh ribu.
"Berarti susuk e gawe aku ya(berarti kembaliannya buat aku ya)," kata Kania.
"Yawes sak karep(ya terserah)," kata Arsyen.
Kini mereka berempat bermain game online bersama sambil menunggu Kania, Kania memilih membeli di sebuah toko.
Kania sudah mendapatkan semua cemilan, air minum dan rokok untuk Arsyen, Kania pun akan menuju ke taman.
Tiba tiba ada seorang ibu yang bergerak,"jambret tolong tas saya," kata ibu itu.
Aku yang mendengar teriakan itu pun berhenti, ternyata pria yang menjabret itu berlari ke arah ku.
Reflek aku langsung menjegalnya hingga dia terjatuh, saat itu aku ambil tas ibu itu dan pria itu di tangkap oleh warga sekitar.
Ibu itu terlihat begitu panik, aku menghampirinya dan memberikan tas itu padanya.
"Ini Bu, coba ibu cek apa masih lengkap," kata ku sambil menyerahkan tas itu.
"Iya nak terima kasih, kamu gadis yang baik sepertinya semuanya lengkap," katanya sambil melihat isi tasnya.
"Kalau begitu saya pamit, kasihan teman saya pasti sudah menunggu," pamit ku sambil mencium tangannya.
"Iya nak terima kasih ya," katanya lagi.
Aku berlari menuju ke tempat teman teman ku yang ternyata sedang bermain game online.
"Ada yang mau kacang rebus," kaya ku sambil duduk di samping Riska.
"Rudi mau, mana?" kata pria melambai di depan ku.
"Noh beli sendiri, gue di kacangin sama kalian," kata ku kesal.
"Jangan marah nanti cepet tua loh," kata si Arsyen yang malah menidurkan kepalanya di pahaku.
pletak.. aku sentil keningnya hingga kesakitan, sedang Riska menahan tawa.
"Sakit Kania!" teriak nya padaku.
"Loe cowok playboy cap kadal, jangan sembarangan tidurnya!" jawab ku tak kalah garang.
"Walah ngunu ae kok ngamuk," jawab Arsyen sambil mencium pipi ku.
Aku terkejut dan langsung berteriak, "Arsyen Narendra Singh, awas loh ya gue bunuh loe!" teriakku sambil memukulinya.
Bukan nya kesakitan tapi dia malah tertawa begitu puas telah berhasil membuatku marah besar.
sedang di rumah keluarga Yusman, Bayu menyeret Shinta masuk kedalam dengan keadaan marah.
"Om lepas, tangan Shinta sakit,"brontak Shinta.
"Mulai hati ini jangan kamu berani berteman dengan Kania dan geng nya itu," kata Bayu datar.
"Om siapa bisa mengatur ku dan hidupku, bahkan papi saja tak mempermasalahkan itu!" teriak Shinta.
"Kau lupa bagaimana Angga berani memukul ku di depan semua orang karena membelanya," teriak Bayu pada Shinta.
"Itu karena om menyakitinya!" teriak Shinta.
"Apa maksud mu Bayu menyakiti siapa?" tanya papa Roni.
"Om Bayu demi ingin membohongi Tante Dina, dia menyakiti Kania teman ku bahkan bahu Kania sampai lebam karena cengkraman Om Bayu," jawab Shinta.
plak... sebuah tamparan di berikan oleh mama Putri pada bayi putranya, dia tak menyangka bayi bisa Sekasar itu pada wanita.
"Kenapa kau menyakiti gadis baik itu?"tanya mama Putri.
"Aku hanya meminta bantuannya tapi Angga malah memukulku," jawab Bayu memegang bekas tamparan di pipinya.
"Itu karena kau menyakiti nya," jawab mama Putri.
"Bayu berhenti bersikap seperti anak anak, ingat usia mu, dan jangan pernah menghalangi Shinta mau berteman dengan siapa saja," kata papa Roni.
Bayu yang geram langsung meninggalkan mereka semua tanpa kata, Bayu hanya merasa kesal pada kehidupan nya.
Apalagi Bayu merasa jika semua yang dia inginkan pasti akan menjadi milik Bharata kakaknya.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘 terima kasih
suksez
semangat
Beda bangt sama Wanita.
tpi kejam