BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.
👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16 Ibu Yefan di lecehkan dengan babi secara tidak manusiawi Sampai mati
"Aku, Jiun Yi, tidak ingin apa yang terjadi hari ini tersebar sedikit pun. Jika sampai terjadi... akan kupenggal kepala orang itu!"
Ujar Jiun Yi dengan niat membunuh yang pekat, sebelum wujudnya lenyap sepenuhnya dari pandangan. Ia meninggalkan ancaman terselubung bagi semua orang yang menyaksikan, tak terkecuali Nanli.
Mendengar ancaman itu, Nanli hanya terkekeh sinis. "Aku sungguh tak percaya dengan apa yang kusaksikan hari ini," balasnya dengan suara menggema ke segala arah, sarat akan nada ejekan.
Dari kejauhan, Jiun Yi hanya mendengus dingin menahan gejolak amarah yang membakar dada.
Namun, perhatian Nanli tak terlepas pada Tuan Muda Culian yang tampak gerak-geriknya mencurigakan. seperti merencanakan sesuatu.
"Sepertinya aku harus membereskan orang yang tidak tahu diri ini," gumam Nanli pelan.
Sementara itu, wanita yang berdiri di samping Paman Ketiga hanya terdiam. Ia memandangi arah kepergian Yefan dengan sorot mata penuh keraguan dan kebingungan. Ada sesuatu yang mengganjal di benaknya, namun ia tak memiliki keberanian untuk menyuarakan rasa penasarannya.
"Pemuda yang di masa lalu itu... apakah benar-benar kau?" batinnya, dihantam pergolakan emosi yang sulit dijelaskan.
Wuuussss!
Yefan membelah angkasa dengan kecepatan tinggi. Aura pembantaian yang memancar dari tubuhnya menyelimuti hutan yang ia lalui. aura menakutkan itu membuat monster-monster liar yang sedang melintas—bahkan yang tengah bercumbu—serta para kultivator di bawah Alam Transenden lari berhamburan ketakutan. meski begitu tetap saja ada beberapa hewan buas yang nekat mencoba menghadang jalan Yefan, Namun, Jiun Yi dengan sigap langsung membereskannya, meski dengan raut wajah yang sangat enggan.
Yefan sama sekali tidak mengindahkan ketidaksukaan Jiun Yi. Pandangannya hanya tertuju pada buah Ganoderma lucidum di genggamannya. "Aku harap Ibu menyukai hadiah ini..." gumam Yefan penuh harap dan kerinduan yang membuncah.
Setelah beberapa hari menempuh perjalanan tanpa henti, pemandangan Desa Fulmun akhirnya terhampar di depan mata Yefan. Desa yang dikelilingi tebing-tebing curam dan dihiasi aliran air jernih itu membuat senyum bahagia terukir di wajahnya.
Air mata haru menetes menyusuri pipinya yang tampan saat kenangan akan kasih sayang tulus kedua orang tuanya di masa lalu berputar di benak nya.
Di landa kebahagian Yang menggebu,"Yefan, Tidak menyadari bahwa desa fulmun di pandangan mata nya telah berubah.
Jiun Yi, yang sedari awal mengamati perubahan ekspresi Yefan hingga meneteskan air mata, dibuat bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya dipikirkan pria yang biasanya dingin dan tak berekspresi bagai kayu mati ini?
"Akhirnya... sampai juga," gumam Yefan. Tatapannya tertuju pada gapura desa yang tampak usang.
Tepat saat ia hendak melanjutkan penerbangan langsung menuju rumah sang ibu, sebuah pemikiran mendadak melintas di kepalanya. Yefan dengan cepat mendarat tepat di depan gerbang usang tersebut.
Ia tak ingin ibunya terkejut secara mendadak jika melihatnya tiba-tiba bisa berkultivasi tanpa dantian. Yefan ingin menyampaikan kejutan membahagiakan ini secara langsung dari bibirnya sendiri. Terlebih lagi, perawakan tubuhnya telah berubah drastis dibanding masa lalu.
Melihat tingkah aneh Yefan yang kembali kambuh, Jiun Yi hanya terdiam, seolah sudah terbiasa.
Setelah menenangkan gejolak di dadanya, Yefan melangkah memasuki Desa Fulmun yang tampak ramai oleh anak-anak yang bermain.
Di sepanjang jalan, Yefan beberapa kali berpapasan dengan tetangga lamanya. Namun, mereka lalu-lalang begitu saja tanpa mengenalinya—perubahan fisik Yefan memang terlalu signifikan. Meski demikian, ada rasa janggal yang mengusik benak Yefan. Mengapa warga Desa Fulmun menjadi jauh lebih banyak dari yang ia ingat? Wajah-wajah baru mendominasi. Rumah-rumah yang dahulu reyot dan terbatas jumlahnya kini bertransformasi menjadi bangunan-bangunan kokoh yang berderet rapat.
"Bagaimana mungkin hanya dalam waktu satu tahun kepergianku, Desa Fulmun bisa berubah sedemikian rupa?" Yefan mulai menaruh curiga pada dunia yang sedang di pijaknya.
"Salam, Tuan Muda."
Penyelidikan diam-diam Yefan terpecah oleh sapaan seorang pemuda sebaya yang tampak asing baginya. Dilihat dari pancaran auranya, pemuda ini bukan warga biasa, melainkan seorang praktisi di tahap menengah Pemurnian Qi. Yefan mengerutkan dahi.
"Tuan Muda, apakah kedatangan Anda kemari untuk membeli sesuatu untuk menghukum mayat seorang wanita pendosa? Jika ya, lebih baik Tuan Muda membeli babi gemuk liar milikku saja. Harganya dijamin terjangkau!" ujar pemuda itu penuh antusias.
Ia melanjutkan tanpa ragu, "Tuan Muda tidak perlu khawatir. Meski babiku ganas dan liar, ia sudah terlatih sehingga jasad wanita pendosa itu tidak akan hancur begitu saja. Terlebih lagi, selama dua tahun ini jasad wanita itu terus diberi ramuan pengawet dan penguat tubuh oleh Tetua Keluarga Yujin. Jadi, Tuan Muda tak perlu takut bagian vitalnya akan rusak!"
Deg!
Kata "dua tahun" dan "Keluarga Yujin" menghantam kesadaran Yefan bagai petir di siang bolong membuatnya terkejut. Berbagai potongan ingatan berputar cepat di kepalanya: pembunuhan Tuan Muda Keluarga Yujin (Yulin Zou), wanita gaun bermotif bulan dan salju dengan tubuh yang dewasa, hingga kejanggalan perubahan desa dalam selang waktu yang ia kira hanya satu tahun.
"Tidak... tidak mungkin! Apakah aku terjebak di dalam jantungku sendiri di jurang keputusasaan selama bertahun-tahun?!" gumam Yefan, terhenyak dalam keterkejutan yang luar biasa.
"Ibu!"
Wuuussss!
Tanpa berpikir panjang, Yefan melesat ke udara secepat kilat, meninggalkan si penjual babi yang melongo terkejut. Jiun Yi yang mengamati pergerakan Yefan dibuat heran oleh reaksi berlebihan yang mendadak itu, namun ia tetap bungkam dan bergegas menyusul dari belakang.
Wuuussss!
Yefan mendarat di depan rumah lamanya yang terletak di pinggir desa dekat tebing curam. Rumah itu kini dijaga oleh dua orang praktisi di puncak Pemurnian Qi. Tepat di atas pintu, terpasang sebuah plakat berukirkan kalimat penuh penghinaan: rumah seorang pendosa, siapa yang memaksa masuk, mati,"
Raut wajah Yefan seketika berubah murka. aura membunuh membumbung tinggi.
"Ibu!" teriak Yefan seraya menerobos masuk.
"Cari mati!" teriak kedua penjaga saat melihat ada tamu tak di undang yang memaksa masuk.
Namun, Yefan yang sudah dikuasai amarah tak memberi mereka kesempatan untuk berbicara. Dengan satu hantaman dahsyat, ia meremukkan kepala salah satu penjaga hingga meledak menjadi bubur darah! Tangannya yang lain melesat mencengkeram leher penjaga kedua yang sudah pucat pasi menyaksikan aksi brutal di depan matanya.
Yefan mendobrak pintu rumah tanpa ekspresi. "Ibu! Ibu!"
Kosong. Rumah itu dingin dan tak berpenghuni.
Keluarga Yujin... mayat seorang wanita pendosa... Hanya dua hal itu yang berputar di kepala Yefan saat ini,
"Cepat katakan! Di mana jasad wanita pendosa itu?!" bentak Yefan pada penjaga yang ia cengkram leher nya.
Didera ketakutan luar biasa, pria itu mengangguk patah-patah dengan tubuh bergetar. "Tidak jauh... Tidak jauh dari barat desa..."
BOOM!
Sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya, Yefan meremukkan tubuhnya hingga hancur berkeping-keping.
Wuuussss!
Yefan melesat ke arah barat, membawa serta aura pembantaian yang pekat dan mengerikan.
Tak lama kemudian, mereka tiba di lokasi. Melayang di udara, mata Yefan menangkap pemandangan di sebuah lapangan luas. Tempat itu dipenuhi lautan manusia dari berbagai faksi yang sedang tertawa, mengejek, meludah, dan bersorak-sorai.
Di tengah lapangan, terdapat sebuah kandang babi. Di dalamnya, terbujur jasad seorang wanita tua yang sedang disetubuhi secara keji oleh seekor babi. Di sekeliling kandang, ratusan binatang buas—babi, kadal, anjing monster, hingga makhluk humanoid—berjejer mengantre untuk bergiliran menodai jasad tersebut. Semua binatang buas itu adalah milik para penonton yang menikmati pertunjukan biadab ini.
"Itulah balasan yang pantas untuk siapa saja yang berani menyinggung Keluarga Yujin!" teriak seseorang di antara kerumunan dengan wajah puas.
"Hahaha! Tentu saja, babi itu milikku!" sahut yang lain disambut gelak tawa sekitar.
Begitu menyadari bahwa jasad wanita yang dihinakan itu adalah ibunya, Yefan terpaku. Seluruh dunianya serasa runtuh seketika.
"I... Ibu...? IBUUUU!" jerit Yefan histeris.
BOOM!
Secepat kilat, Yefan menerjang ke bawah. Ledakan gelombang kejut dari auranya menghancurkan kandang babi dan melenyapkan binatang-binatang buas di sekitarnya hingga tak bersisa.
Yefan meraih jasad sang ibu ke dalam pelukannya. "Ibu... Ibu... bagaimana semua ini bisa terjadi?!"
Yefan menangis sejadi-jadinya. Hatinya hancur berkeping-keping melihat sosok ibu yang selalu mencurahkan kasih sayang padanya, kini terbujur kaku setelah mengalami penghinaan dan pelecehan tak manusiawi yang dipertontonkan secara terbuka.
Kerumunan yang semula bersuka ria mendadak geger atas kejadian yang tiba-tiba ini.
"Kurang ajar! Berani-beraninya kau mengganggu kesenangan kami dan menyentuh jasad pendosa milik Keluarga Yujin!" bentak salah seorang kultivator yang mulai tersadar dari terkejutnya.
"Musnah"
Di saat pria itu hendak melanjutkan makian nya kembali, satu kata pendek sarat akan niat membunuh yang murni dan mengerikan bergema langsung di dalam jiwanya. Kata "Musnah" itu meretas masuk, membuat jiwanya bergetar hebat didera ketakutan tiada tara.
Pada saat itulah, ia menyadari sesuatu yang mengerikan. Saat menatap tubuhnya sendiri, ia melihat wujud dan jiwanya perlahan-lahan memudar—dihapus secara paksa dari muka bumi oleh kekuatan tak kasat mata, tanpa rasa sakit sedikit pun.
Pria itu panik luar biasa. "A-apa yang terjadi?! Cepat mundur!" teriak yang lain saat menyaksikan fenomena Aneh yang menakutkan itu.
BOOM!
Pria itu mengerahkan seluruh kekuatan kultivasinya di tahap menengah Transenden untuk menahan proses penghapusan tersebut. Berbagai pusaka pertahanan ia keluarkan, namun semuanya sia-sia. Bahkan pusaka yang digenggamnya ikut melenyap menjadi ketiadaan.
"Tidak! Tidak... Jangan! Ampuni aku! Mohon ampuni aku!" teriaknya histeris, menatap Yefan dengan tatapan memohon yang di landa keputusasaan.
Namun, Yefan tak sedikit pun mengindahkan rintihan itu. Pria itu hanya bisa menjerit-jerit ketakutan saat menyaksikan dirinya terhapus sepenuhnya dari dunia, seolah-olah di antara kerumunan ia tak pernah ada.
(Bersambung)
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏