Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21 HARI YANG BEBAS!!
"Tumben kak Elina enggak masuk kerja! apa mungkin lagi enak tidur cantik, atau lagi bermesraan di kamar sama suaminya??, haaaaa!! apa pun itu jadi penasaran. Tapiiiiiii... hihihihi aku merasa senang.... banget... ".
Dara terus bicara dirinya sendiri sambil melangkah jalan di lorong kantor seperti orang yang ngomong sendiri. Dara tersenyum bahagia karena kakaknya tidak masuk kerja ia berfikir akan pergi keluar bertemu dengan sang pacar mumpung tidak ada yang menegur.
Tidak lama kemudian, Dara sampai gedung kantor pacarnya.
Di dalam rung kantor, terlihat Kelvin sibuk memeriksa berkas yang harus di urus duduk di kursi depan meja kerjanya...
Tok.
Tok
Tok
Suara ketokkan pintu terdengar kelvin
"Masuk". Minta kelvin sambil memeriksa berkas tanpa menoleh ke pintu
Klak
" Sayang..... ". dara senyum bahagia melangkah menghampiri
Kelvin menoleh terkejut kedatangan pacarnya.
" Sayang... ko kesini? ". tanya kelvin heran
Dara langsung duduk di pangkuan (duduk di atas paha). Kelvin menyentuh pinggang Dara sambil tersenyum. Tangan kiri dara berada di pundak belakang sambil menatap wajah kelvin.
" Ada apa?? terlihat senang dan gembira ". Tanya kelvin heran
" Iya. dong... mau tau tidak sayang? ".
" Apa? "
"Kak Elina tidak masuk kerja, horeee.. hari ini kebebasan ku". Ucap dara tersenyum bahagia
" Wahh... tapi sayang... tumben, dia kenapa tidak masuk kerja, enggak biasanya ".
" Aku pun tidak tahu, tapi.... aku tidak peduli... mungkin kak Elina tidur cantik lama".
"Hemmmm! mungkin, ok kita mau kemana, hm!? ". Tanya kelvin
" hemmmm! bagaimana kalau kita jalan-jalan, pasti menyenangkan ".
" ok".
"Asik". Dara pun turun dari pangkuan melangkah jalan bersama kelvin
******
******
******
Malam pun tiba brayen melangkah di lorong hotel membawakan sebuah paket makanan untuk Elina. ia dorong pintu melangkah masuk
Di kamar terlihat Elina masih terbaring menahan rasa sakit di pergelangan kakinya, tidak lama brayen datang.
"Bagaimana keadaan kaki kamu? ". Tanyanya melangkah mendekat, lalu duduk di atas kasur sambil memandang wajah Elina.
" Masih sakit ". jawab Elina sentil
" ok, ".
Brayen beranjak mengangkat tubuh Elina
" Eeeh! ngapain? ". Tanya Elina terkejut di tambah bingung
Brayen bopong Elina membawa keluar kamar, sampai di tengah ruangan, melangkah menghampiri meja makan di atas meja ternyata ada makanan yang di beli oleh brayen.
Elina duduk di kursi oleh brayen. Brayen melangkah jalan mengambil sekelas kopi di meja dapur. Tidak lama brayen datang meletakkan gelas kopi di atas meja lalu duduk samping istrinya.
Elina hanya duduk heran kenapa tiba-tiba saja brayen membawa dirinya ke meja makan tanpa memberitahu dulu, membuat Elina terkejut tercampur panik.
"lain kali ngomong dulu sebelum angkat aku". Ujar Elina kesel.
" Memangnya, apa yang kamu pikirkan sampai kamu begitu takutnya ". Tanya brayen
" bukan takut tapi bingung, membuat ku panik ".
" ok, aku minta maaf lain kali tidak melakukan itu lagi. sekarang lebih baik kamu makan. aku beli di restoran ". Ucap brayen
" terimakasih ". Elina pun mengambil piring kosong, mengambil setik dan sayur satu sendok ia suap dan mengunyah
Brayen yang memperlihatkannya tersenyum tipis ia pun mengambil segelas kopi untuk minum.
Kemudian setelah selesai makan malam brayen bopong Elina membawa masuk ke kamar tidur, membaringkan Elina dengan lembut. setelah selesai brayen melangkah ke kamar mandi rasanya tidak enak dan tidak nyaman karena bau keringat
Elina memperhatikan brayen dengan rasa perasaan yang bingung, ia bertanya-tanya dengan isi pikirannya yang bingung di sertai heran.