Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Melawan Raja Siluman Tingkat Semi Dewa

Sudah Tiga hari Xuan menunggu kabar dari elang merah. Berbagai kegiatan dia lakukan, termasuk membuat dua gua bersama ratusan murid sekte dan anggota klan Yang. Xuan sudah di angkat Menjadi Ketua klan Yang dan Patriark sekte angin selatan untuk sementara waktu dan Bai Qin diangkat menjadi tetua agung.

Bahkan hari ini Xuan bersama puluhan tetua dan puluhan murid dan anggota klan Yang membuat sebuah denah. Denah itu untuk membangun sekte angin selatan dan klan Yang. Dia ingin sekte Itu dan klan Yang di bangun sesuai keinginan mereka.

Suara elang melengking keras mengandung aura spritual diatas sekte angin selatan memenuhi udara, membuat orang orang menutup telinga dan bahkan ada beberapa orang yang sudah pingsan. Itu tandanya misi pengintaian selama tiga hari telah selesai.

"Hentikan!" teriak Xuan lalu mengeluarkan aura spritual untuk menetralkan aura spritual dari elang merah." Apakah kamu mau membunuh semua orang lemah di wilayah ini?"

Kwak Kwak Kwak

Elang merah hanya tertawa namun sangat menakutkan bagi murid-murid sekte angin selatan dan anggota klan Yang.

Xuan berbincang-bincang dengan elang merah dan menyusun rencana. Pada akhirnya, keesokan hari nya dia membawa seluruh anggota klan Yang dan seluruh penghuni sekte angin selatan menuju sebuah tebing. Sekte angin selatan dan klan Yang sengaja dikosongkan dan di hancurkan seperti sebuah serangan dari kelompok tertentu.

"Tempat ini memang sangat cocok untuk berkultivasi, gua sebelah kanan untuk sekte angin selatan dan gua sebelah kiri untuk Klan Yang. Bagaimana menurut paman?" Tanya Xuan.

Xuan telah membuat tempat di sebuah tebing batu di hutan misterius untuk tempat persembunyian. Dia punya rencana agar klan Yang dan sekte angin selatan berkultivasi disana untuk waktu yang tidak ditentukan. Xuan menyegel tempat itu dan membuat formasi pembunuhan tingkat tinggi dengan ratusan pedang.

"An'er. Apa yang kamu rencanakan?" Tetua agung Qin dan semua orang penasaran, seolah meminta penjelasan.

"Paman, rencanaku sederhana namun sedikit beresiko. Aku akan memastikan tidak ada lagi serangan siluman dan hewan buas setiap bulan purnama."

" Apakah kamu yakin?"

"Apa ...?"

"Tidak ...!"

"Aku tidak setuju!"

Awalnya mereka diam saja dan menjawab sekenanya namun setelah mencerna kalimat yang di katakan Xuan mereka semua menolak keras. Kalimat-kalimat penolakan dari setiap orang keluar begitu saja tanpa terkecuali. Namun Xuan tidak bergeming. Rencananya telah bulat.

"Aku sekarang adalah kepala Klan Yang dan Ketua sekte angin selatan. Perintah dariku mutlak. Ada yang tidak setuju? Bukankah begitu tetua agung." Suaranya melengking memenuhi udara sambil melihat tetua agung yang baru itu dan mengedipkan matanya.

Xuan merencanakan semuanya setelah memikirkannya. Serangan siluman adalah hal paling menakutkan untuk kekaisaran selatan tersebut. Dia ingin menghancurkan lembah itu hingga tidak ada lagi pohon yang berdiri.

"Baiklah, jika itu keputusanmu. Tapi berjanjilah satu hal. Jika kamu bertemu musuh yang sangat kuat, mundur lah kami semua menantimu." Ucap Bai Qin seperti tidak rela.

"Baik paman. Tapi Pastikan Kaisar Zhong Kun membayar seratus juta koin emas setelah bulan purnama. Uang itu kita gunakan untuk membangun klan Yang dan sekte angin selatan. Maafkan aku karena sedikit lebih kasar hari ini." Ucap Xuan merasa bersalah.

Xuan menjelaskan, dia tidak bisa setiap waktu bersama mereka, dia berpesan agar mereka fokus meningkatkan kultivasi masing-masing. Dia memimpin hanya sementara waktu.

"An'er, jika pihak istana tidak mau membayar, percayalah istana itu akan menjadi reruntuhan." Jawab tetua agung yang baru itu.

"Itu pasti paman, bahkan satu batu pun tidak akan terlihat di kota Nanjing jika mereka tidak membayar." jawab Xuan memberikan semangat.

"An'er, Apalagi rencanamu yang lain?" Tanya tetua agung Qin khawatir.

"Semuanya, dengarkan baik-baik, rencanaku selanjutnya adalah mengirim paman Yang Da bersama Bibi Lie dan Yang Shen serta Tiga tetua dari sekte angin selatan menuju ibu kota. Sebarkan berita bahwa kultivator bertopeng emas adalah ketua Klan Yang dan juga patriark sekte angin selatan."

Xuan menjelaskan rencananya memancing musuh ke lembah siluman dan akan menghabisi mereka semua disana sekaligus. Bahkan bersama siluman dan hewan buas yang ada di lembah itu.

"An'er, bukankah itu terlalu beresiko?"

Tetua agung Qin Paling tidak rela akan rencana itu.

Mulut-mulut mereka terbuka lebar setelah mengerti rencana Xuan. Mereka sepertinya ingin mengatakan sesuatu, namun tertahan di tenggorokan masing- masing. Bukankah itu sama saja bunuh diri! Pikir mereka

"Tugas kalian adalah fokus berlatih, jika kalian tidak naik tingkat setelah aku kembali maka kalian yang akan mati." kata Xuan mengancam. Sambil mengeluarkan puluhan cincin penyimpanan dan memberikannya kepada pamannya.

"Baik patriark!"

"Baik an'er!"

"Baik ketua!"

"Kami akan giat berlatih agar tidak menjadi beban bagi patriark di kemudian hari." Para murid serempak menjawab dengan semangat berapi-api.

"Bagus, aku suka semangat kalian. Paman, bagikan dengan adil." sambil memberikan dua puluh cincin penyimpanan." Didalam cincin itu ada sumber daya dan bahkan senjata untuk kalian, lengkap dengan catatannya. Ada beberapa pil khusus untuk naik tingkat." kata Xuan sedikit menjelaskan.

"Cincin yang ini khusus untuk paman. Berhati-hatilah! Jika luka dalam paman tidak sembuh dan tidak mencapai tingkat kaisar setelah aku kembali, aku akan menghukum paman menjadi pelayan sekte ini." Bisik Xuan kembali mengancam.

"An'er, kenapa sekarang kamu suka mengancam?"

Wajah tetua agung itu menjadi jelek. Dia tidak yakin bisa naik tingkat karena umurnya sudah tidak muda lagi. Belum lagi karena luka dalamnya, namun dia yakin di dalam cincin itu pastinya bukan sumber daya murahan.

"Paman boleh bersantai, tidak apa-apa. Namun di dalam cincin ini ada banyak pakaian pelayan yang aku pesan, baik untuk pria maupun wanita." Xuan memutar-mutar cincin di jari tangannya.

"Paman akan berusaha. Jika gagal, paman tinggal melarikan diri, hahahha....!" ucap tetua agung itu tertawa bahagia. Bagaimanapun caranya dia akan berusaha naik tingkat. Mencapai tingkat tertentu bukanlah hal mudah, namun itu semua adalah impian para kultivator.

"Untuk yang menjalankan misi, ambil cincin masing-masing. Didalam cincin itu ada jimat teleportasi jarak pendek. Gunakan jimat itu agar kalian selesai menjalankan misi dalam dua hari. Kalian harus berpencar. Gunakan sumber daya dengan loyalitas kalian. Jika perlu, sewa beberapa Kultivator untuk bersandiwara. Pakai topeng perak untuk menyamarkan wajah kalian." Perintah Xuan

"Baik ketua." jawab mereka serempak.

"Sekarang aku akan pergi. Jika ada serangan mendadak segera kirim kabar." Ucap Xuan dengan mantap sambil memperhatikan wajah- wajah mereka semua karena terlihat cemas.

" An' er, Kembalilah dengan selamat ."

"Ketua, berhati hatilah!"

"Patriark, kami akan berusaha berlatih agar bisa membantu anda."

Mereka satu-persatu menatap kepergian Xuan. Mereka mengiringi langkah Xuan dan mengucapkan kata-kata selamat dan doa-doa kepada Dewa agar Xuan di beri keselamatan. Mereka tidak tau bahwa Dewa selama ini bersama Xuan.

_____

MENUJU LEMBAH SILUMAN

_____

Xuan berjalan santai saat melewati lembah misterius menuju lembah siluman. Setelah memastikan lembah misterius aman, dia langsung meleset ke udara dan terbang dengan kecepatan tinggi menuju lembah siluman. Dalam hitungan menit dia telah tiba di lembah siluman bagian terluar.

Selama tujuh hari atau satu Minggu. Xuan bersama elang merah menangkap ribuan hewan buas tingkat satu hingga tingkat enam lalu memasukkannya kedalam cincin di jari tangannya. Dia ingin memeliharanya karena didalam cincinnya, hewan buas hanya terhitung dengan jari tangan. Dia belum bertemu hewan buas tingkat tinggi karena memang dia belum masuk kedalam inti lembah itu.

"Kenapa tidak ada pergerakan? sepertinya hewan buas mulai habis di lembah ini! apakah keributan yang aku buat belum cukup?" gumam Xuan dengan geram. Puluhan kilometer lembah siluman tersebut sudah terlihat gundul hanya menyisakan pohon-pohon besar.

Keesokan harinya atau di hari kedelapan Xuan kembali seperti biasanya, namun sekarang dia sedikit lebih hati-hati. Dia memasuki inti lembah itu dan kemungkin besar hewan buas tingkat tinggi telah mengintai. Namun ada yang janggal menurutnya.

'Kemana pria itu pergi, kenapa belum muncul juga?' batin Xuan bertanya-tanya. Saat sekte angin selatan dan klan Yang bertempur dengan siluman berkepala lima dan empat, beberapa hari yang lalu. Dia melihat seorang pria mengenakan penutup wajah seperti mengendalikan siluman tersebut.

"Apa...?" Saat terbang ke udara untuk pertama kalinya setelah bertarung selama satu minggu, Xuan ingin memperhatikan lembah itu dari ketinggian. Ternyata elang merah telah memasang segel pembatas dengan inti lembah siluman tanpa di ketahui siapapun.

"Masuk akal juga, kenapa aku tidak kepikiran sampai kesitu, ternyata aku terlalu serius menangkap hewan-hewan tidak berguna itu. Aku harus lebih hati-hati kedepannya. Aku yakin pasti dia melihat musuh yang tangguh." gumam Xuan mengutuk keteledorannya.

Xuan Kembali bertarung dengan puluhan hewan buas tingkat tujuh dan satu hewan buas tingkat delapan. Kali ini hewan buas sedikit lebih tangguh dari hari sebelumya.

"Kenapa ada hewan buas tingkat delapan di lembah ini? Seharusnya hewan buas tingkat delapan bisa meratakan kekaisaran selatan ini dengan mudah bahkan kekaisaran lainnya."

Menurut pengintaian elang merah tidak ada hewan buas tingkat delapan. Saat termenung sambil bertarung tiba-tiba seekor banteng berkepala dua menyeruduk Xuan membuatnya terlempar beberapa meter dan menghantam pohon besar.

"Kurang ajar." Sambil menjilat darah yang menetes dari bibirnya. Untuk pertama kalinya dia mengeluarkan darah. Xuan Melihat banteng itu mengais-ngais tanah dengan kakinya.

IBLIS NERAKA MENGAMUK

Jurus ketujuh dari tehnik perusak jiwa di keluarkan. Energi tengkorak yang memiliki tanduk sebesar kabin truk trailer keluar dari kehampaan. Kemudian menghantam tubuh banteng berkepala dua tingkat delapan itu dengan telak. Tubuh banteng itu hancur seperti bubur.

"Apakah banteng sialan ini berpikir aku sudah terluka." Ucap Xuan geram. Namun saat dia ingin bersantai karena berpikir hewan buas di lembah itu sudah punah. Tiba-tiba banteng berkepala lima penuh dengan kemarahan muncul begitu saja entah darimana.

Groaarrr

Banteng itu mengaum keras menggetarkan seluruh wilayah lembah siluman. Suara itu mengandung energi kemarahan. Matanya memerah terkadang berubah menjadi hitam pekat. Raja banteng itu menatap Xuan dengan tatapan nyalang. Seakan-akan ingin meremukkan pemuda itu.

"Hewan buas, siluman, Tidak juga. Tapi banteng ini tingkat sembilan." gumam Xuan sambil mengeraskan pegangan tangannya pada gagang pedang. Kakinya sedikit bergetar menahan tekanan aura dari banteng itu.

"Namun ada yang aneh, banteng itu bukan siluman dan bukan hewan buas." Xuan memperhatikan mata banteng itu seperti tidak melihat kepadanya.

Banteng berkepala lima itu memiliki kekuatan sama dengan tingkat semi dewa.

"Sial, aku terkena intimidasi di lingkaran pertarungan semi dewa." ucap Xuan dengan semangat menggebu-gebu." Namun ini aneh, kenapa siluman disini tidak ada yang bisa berbicara?" Xuan terus memperhatikan di sekitarnya. Apakah ada sesuatu yang terlewat?

Kekuatan hewan buas semi dewa memiliki lingkaran pertarungan yang dapat mengintimidasi lawan tanpa di sadari. Lingkaran pertarungan biasanya bisa mengunci lawan.

Saat ini, kekuatan Xuan masih ditingkat legenda tahap akhir sama dengan hewan buas tingkat delapan. Hewan buas semi dewa jelas satu tingkat diatasnya. Namun hal itu bukan membuatnya takut. Malah dia lebih bersemangat, mungkin dengan melawan semi dewa dia akan naik tingkat.

"Kenapa perasaanku kekuatan siluman ini tidak sempurna. Seperti ada yang merasukinya. Apakah kekuatannya karena sesuatu? Walaupun baru naik tingkat dan pondasinya tidak stabil tapi seenggaknya tidak ada aura aneh yang keluar dari tubuhnya." gumam Xuan sambil terus memperhatikan siluman itu.

"Hei siluman jelek, aku menawarkan kesepakatan, jika kamu mau menjadi pengikut ku, aku akan mengampuni mu." Ucap Xuan sambil menurunkan kewaspadaan nya dan menarik aura spritual yang begitu pekat dari tubuhnya.

Groarr

Siluman itu tidak menjawab, namun langsung menyerang dengan ganas.

"Baiklah jika itu maumu. Mari kita bersenang- senang. Aku sudah lama tidak menemukan lawan tanding yang tangguh."

Saat satu kepala siluman banteng itu akan menyeruduknya. Xuan langsung menebaskan pedangnya. Ketika dia fokus untuk menyerang satu kepala, kepala lainnya sudah membentuk energi tombak dan langsung menyerangnya. Xuan gagal menebaskan pedangnya dan melompat ke udara lalu berdiri di punggung banteng itu sambil melepaskan serangan pada salah satu leher banteng itu. Namun hanya mampu mencabut bulu-bulu banteng itu padahal dia sudah menyuntikkan sepuluh persen energi dari lautan dantiannya. Kolam energi di tubuhnya padahal sudah seperti danau yang luas.

Xuan melompat tinggi dan terbang ke sisi berbeda.

"Sangat keras. Apa itu tadi...! Perisai iblis." Tiba-tiba Xuan mengingat sesuatu, di sekte sekte kecil yang di hancurkannya memiliki teknik perisai iblis, yang persis seperti perisai banteng itu. Dia juga ingat dari lembar-lembar catatan menara elang hitam. Di wilayah kekaisaran timur juga telah muncul iblis dari dunia bawah.

Perisai iblis berbetuk energi adalah hal umum, namun jika memiliki tehnik, itu berbeda cerita. Perisai iblis dari tehnik tertentu yang dibentuk dari elemen kegelapan adalah patut di curigai.

"Apakah karena aku memiliki elemen kegelapan sehingga sensitif terhadap energi itu? Apakah ada disini teleportasi menuju dunia bawah?"

Xuan bertanya tanya dalam benaknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!