Surinala Maharani atau biasa dipanggil Nala. Dia seorang gadis yatim piatu, dan hanya tinggal bersama bibinya.Kehidupannya yang berat membuat dia harus bekerja banting tulang.
Pertemuan tidak disengaja Nala dengan pria bernama Akira membuatnya harus menurut pada pria itu karena hal berharga Nala telah diambil secara tidak sengaja pula oleh Akira.
Akira berjanji akan bertanggung jawab dan menikah Nala, tapi Nala tidak tau jika semua itu adalah suatu rencana besar yang sedang Akira jalankan, dan mirisnya, dia membawa Nala dalam rencananya itu.
Nala yang mengetahui rencana Akira memilih menjauhi pria yang sudah membuatnya jatuh cinta. Nala memilih pergi dari kehidupan Akira dan dia pergi dengan membawa buah cintanya dengan Akira yang tidak Akira ketahui.
Akankah Akira menyesal sudah membuat wanita yang mencintainya pergi? Dan bagaimana reaksinya saat tau wanita yang sudah dia nikahi itu pergi dengan membawa calon bayinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Alasan
Nala masih berdiri dekat sekali dengan Akira, dia antara takut dan tidak bisa menolak Akira. Akira masih memegangi jemarinya erat.
"Kamu pulang jam berapa?" tanya Akira cepat.
"Aku nanti pulang jam 11 malam, Akira," ucap Nala lirih. Nala juga celingukan ke kanan dan ke kiri. "Akira bisa lepaskan tanganku, kalau di lihat oleh banyak orang di sini tidak enak," ucapnya lagi lirih.
Akira melepaskan pegangan pada jemari Surinala tapi setelah itu dia dengan cepat menarik pinggang Nala dan ...
Nala yang mengira Akira benaran melepaskanya, lengah, dan tanpa persiapan tubuhnya langsung menabrak tubuh Akira. Akira menyapu jarak diantar mereka dan terciptalah ciuman singkat kedua bibir mereka.
"Akira! A-aku--." Nala bingung walaupun ini bukan yang pertama, tapi ini di tempat umum, Nala takut kalau orang lain tau.
"Kamu kenapa ketakutan seperti itu?" Tangan Akira masih melingkar di pinggang Nala.
"Kamu tidak takut ketahuan orang lain tentang hubungan kita ini? bukannya kamu sendiri yang bilang tidak mau sampai orang lain tau tentang hal ini." Nala menapakkan kedua tangannya pada dada Akira.
Akira yang sebenarnya terkesiap setiap melihat Nala seolah selalu lupa tentang apa yang sudah dia rencanakan, gadis ini seolah seperti magnet yang bisa menariknya, untuk mendekatinya ataupun hanya sekadar ingin menggodanya.
"Iya, memang aku yang menyuruh dan menginginkan hal itu, tapi di luar sini sepi tidak ada orang." Akira celingukan. "Lagian aku mau membisikan sesuatu sama kamu, kalau tidak mendekat bagaimana kamu bisa mendengarnya?
"Nala." Tiba-tiba terdengar suara panggilan dari arah belakang Nala. Nala mendelikkan matanya kaget, dia kenal dengan suara itu.
Akira perlahan melepaskan lingkaran tangannya pada pinggang Nala. Nala memundurkan tubuhnya dan menoleh ke arah yang memanggilnya itu. "Mas Radit." Radit berjalan msmendekat.
Belum sempat Mas Radit bertanya, Akira seolah tau apa kata-kata yang akan keluar dari mulut Mas Radit. "Lain kali hati-hati kalau berjalan, tadi kalau aku tidak menangkap kamu, kamu pasti terjatuh di lantai," jelas Akira.
Nala seketika terdiam mendengar alasan bagus yang di utarakan oleh Akira. "Nala, memangnya kamu kenapa?" tanya Mas Radit pada Nala.
"Mm ... tadi saya tidak sengaja hampir jatuh, Mas. Tapi Mas ini menolong saya. Sekali lagi saya ucapkan banyak terim kasih," Nala sedikit menundukkan kepala.
"Tidak apa-apa. Oh ya! bisa bawakan pesanan yang saya, nasi goreng spesial dan vanilla latte dingin."
"Iya, saya segera bawakan." Nala pergi dari sana.
"Jadi Anda sudah menolong Nala. Saya ucapkan terima kasih." Radit memberikan senyumannya. "Kalau begitu, saya permisi dulu." Radit juga pergi dari sana.
Setelah kepergiannya, Akira mengeraskan kedua rahangnya menatap ke arah Radit. "Jadi dia pria yang bernama Radit. Dan aku memang melihat dia sepertinya ada perasaan khusus dengan Nala.
Tertarik senyuman di sudut bibir Akira. "Nala adalah istriku, dan tidak akan aku biarkan kamu mendapatkan Nala, dan menghancurkan rencanaku nantinya." Akira tidak mau jika Radit membuat Nala jatuh cinta padanya, hingga rencana Akira menjadi berantakan.
Beberapa menit kemudian, Nala sudah siap membawakan makanan yang di pesan oleh Akira. "Nala, dia siapa tadi yang mencari kamu?" tanya Desi di sana.
"Desi, dia bukan siapa-siapa aku, hanya kenal saja, ya! dia pelanggan yang pernah aku layani di sini beberapa kali." Bohongnya.
"Oh begitu, aku kira dia naksir kamu, makannya dia kesini mencari kamu. Dia tampan loh meskipun usianya jauh di atas kamu." Desi terkekeh.
"Sudah, jangan di bahas, aku mau mengantarkan pesanannya." Nala segera keluar dari sana. Nala menuju meja di mana Akira duduk dengan santai melihat sekitar sana.
Nala meletakkan satu persatu makanan di atas meja Akira. "Nanti aku jemput, kita ke apartemenku, carilah alasan yang bisa kamu bilang sama bibi kamu," ucap Akira singkat, tapi bisa membuat Nala membulatkan matanya kaget.
lanjuut
lanjuutt