Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Mafia
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Laura Penulis

Menikah karena perjodohan dari orangtua❌
Menikah karena dijual saudara sendiri ✅

Dia di jadikan sebagai jaminan atas kesalahan yang dibuat kakaknya dalam dunia bisnis. Dia di jual untuk menikahi Pria kejam.

Hidup yang sudah hancur bertambah hancur setelah menikah dengan Pengusaha ternama di kota itu.

Apa mungkin Seorang Brigitta Hidup bahagia dengan pernikahannya?

Tentu, itu pasti tapi kapan? kapan dia mendapatkan kehidupan rumah tangga yang harmonis seperti keluarga pada umumnya?

Yok!!!!
Klik Baca sekarang...
Cari tau jalan cerita

'PERNIKAH TUAN MUDA KEJAM'

ettts jangan lupa favorit kan dan Like dulu, oke Beste 🤩🥰

Happy Reading......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laura Penulis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Memberanikan Diri

Jasson keluar dari mobil mewahnya. Gita segera menerima tas itu dan dengan cepat mencium tangan Jasson.

"Kau.." Belum sempat Jasson melanjutkan kata katanya Janes sudah melangkah mendekat ke arah Jasson. Terlihat Janes juga baru saja pulang dari kantornya.

"Kenapa kalian bicara di tengah jalan. Masuklah, lanjut di dalam saja." Janes segera berlalu dari sana setelah Mengatakan itu.

Jasson segera melangkah dan diikuti oleh Gita.

Seperti biasa Gita melakukan tugasnya,.

Yang berbeda hanya saja dia tidak keluar saat Jasson sedang mandi. Untuk apa juga dia keluar tidak akan ada yang dilakukannya di luar sana.

Jasson yang menatap Gita, menarik nafas dan berlalu masuk lagi untuk memakai pyima tidurnya yang terletak di atas kasur.

"Apa aku bertanya saja? Kan tidak mungkin aku memijatnya tanpa izin."

Gita menatap Jasson yang berjalan ke arah pintu keluar.

Dengan cepat Gita mengikutinya.

"Malam Pa, ma." Ucap Jasson tersenyum melihat Papa dan mamanya yang sudah duduk di meja makan dengan wajah bahagia.

"Malam pa ma." Gita juga mengikuti Jasson dan duduk di sebelahnya.

Angguk senyum dari Janes dan Monik.

Setelah makan malam selsai Jasson pergi bersama Janes ke ruang kerja Janes.

Ada sesuatu yang mereka bicarakan, katanya sih penting! Saat mereka makan tadi.

Sedangkan Gita mengantar Monik ke kamarnya.

"Ma, Gita langsung ke kamar dulu ya." Ucap Gita terseyum. Setelah dia membantu Monik bersandar di kasur.

"Lakukan yang seharusnya kau lakukan sayang!"

"Gita akan coba ma." Gita segera berlalu dari kamar itu.

" Apa ada masalah serius Pa? "

Tanya Jasson setelah duduk di sofa bersama Janes diruang kerja pribadi.

" Papa dengar kamu memenangkan kerja sama dengan S group baru baru ini. Apa benar saingan mu Yudayana Group?" Jasson mengerutkan keningnya.

"Ya, benar. Apa ada yang salah Pa?"

"Tidak, itu bagus sekali jika benar terjadi. Karena S group adalah sala satu perusahaan terbesar di negara ini dan negara L."

"Jasson tau Pa."

"Papa hanya mau bilang, berhati-hati lah jika berhubungan dengan Yudayana Group. Jangan sampai kamu ada masalah dengan mereka. Kamu tau kan perusahaan mereka jauh lebih berkembang di banding Perusahaan mu." Janes menatap serius pada Jasson.

" Jasson sudah memikirkan itu Pa. Jadi papa tenang saja."

...

Setelah membicarakan itu Janes membuka topik lagi.

"Jas, Apa kau tidak ada niatan untuk mengantikan posisi Papa, Kau kan bisa bergabung di perusahaan Papa, dengan begitu Perusahan kita jauh akan lebih berkembang."

"Pa." Jasson mencoba menolak. Janes selalu saja berujung kesini.

"Kau sudah tidak punya alasan untuk menolak Jas, sekarang kau sudah menikah dan mungkin saja sebentar lagi kau akan menjadi seorang Ayah apa kau masih ingin menolak?" Karena Alasan utama Janes menikahkan putra nya itu adalah untuk meneruskan perusahaan, tapi tak pernah terpikirkan menikah dan belum menikah sama saja untuk Jasson, dia tetap tidak melirik Lakeswara Group.

"Papa bicara apa?"

"Apa papa salah? Kamu itu anak Papa. Bagaimana mungkin perusahan papa jatuh ke tangan orang lain. Jelas jelas papa punya kamu."

Sebenarnya Jasson melakukan ini agar ia dikenal dengan Usaha Jasson sendiri. Ia tidak mau dikenal karena Nama Lakeswara.

"Pa, maaf tapi Jasson berpikir papa masih muda dan masih mampu mengurus perusahaan dengan baik. Biarkan Jasson mengembangkan bisnis sendiri Pa. Tolong jangan halangi Jasson."

"Tapi setidaknya kau bisa bekerja sama dengan Papa Jas!"

" Pasti ada saatnya Pa, tapi bukan sekarang. Kalau begitu Jasson pergi dulu Pa. Selamat Malam." Jasson segera pergi dari ruangan itu meninggalkan Janes yang masih mematung.

Papa takut saja jika tiba tiba perusahaan mu jatuh. Yudayana Group bukanlah perusahaan mudah untuk disaingi Jasson.

...

Ceklek

Pintu kamar terbuka terlihat Gita sepertinya sedikit khawatir. Dia berdiri di ujung sana sepertinya habis mondar mandir.

Jasson hanya menatap sekilas dan duduk dipinggiran tempat tidur. Dia sedikit malas untuk marah sekarang ini. Dia hanya memaninkan handphone disana dengan tatapan datar.

"Tuan.." Gita mendekat kini dia berdiri di depan Jasson.

"Apa ada yang bisa saya bantu?" Ucap Gita saat Jasson sudah menatapnya.

"Kenapa? Aku tidak memanggil mu." Jasson mencoba bersikap biasa, padahal dia sangat heran kenapa Gita aneh mulai dari pagi tadi.

Jasson menatap kembali layar handphone.

" Apa anda kelelahan?" Terlihat jelas Jasson kurang semagat.

" Kenapa kau bertanya? Sepertinya mulai dari pagi tadi kau bersikap aneh. Kau sudah melanggar Banyak peraturan yang sudah dibuat."

Jasson meletakkan handphone di atas nakas dan berdiri menatap Gita.

Apa dia akan marah?

" Apa nyawa mu sekarang sudah ada dua. Hingga kau berani membantah aturan yang sudah kubuat?"

"Maafkan saya Tuan." Lagi lagi Gita menciut setelah suara tidak enak ini menyambarnya.

"Sudah berapa kali kau minta maaf, tetap saja kau mengulangi kesalahan yang sama. Bisa tidak sehari... saja, kau jangan berulah!"

Jasson menekan pelepis nya.

"Maafkan saya Tuan."

"Berhentilah minta maaf."

Kenapa Dia? Tumben sekali tidak mencekram ku. Apa dia..

Gita menatap Jasson lagi, seperti nya wajah itu terlihat tidak baik.

Seketika itu juga Jasson terduduk lagi di kasur menekan pelan kepalanya yang semakin berdenyut. Sepertinya banyak sekali yang dia pikirkan hingga ia tidak bisa menahan lagi dan menimbulkan serangan pada kepalanya.

"Tuan anda kenapa?" Tanya Gita yang melihat Jasson mulai menekan kepalanya menggunakan dua tangan. Sambil menahan rasa sakit.

"Tuan..." Gita memberanikan diri memegang Jasson.

Dia mencoba memegang kepala itu mengunakan kedua tangan, mulai menekan pelan bagian kepala Jasson yang sakit.

"Tuan biarkan saya memijat nya." Tampa menunggu jawaban

Gita segera mengambil minyak gosok dari laci. Memulai pijatan dengan lembut. Hingga kini Jasson mulai sedikit tenang.

Jasson menutup mata menikmati pijatan Gita yang lembut.

"Apa masih sakit Tuan?" Jasson membuka matanya menatap wajah Gita yang berada di depannya.

"Masih." Ucapnya Jasson. Apa benar masih sakit??

"Maaf.." Gita mulai memijat kepala itu lagi.

Jasson memandang wajah Gita diam. Melihat keseriusan Gita dan menatap wajah itu dalam mode positif.

"Sudah Tuan. Apa ada bagian tubuh anda yang perlu di pijat?" Jasson menatap Gita diam sambil mengerutkan keningnya.

"Jangan mengambil kesempatan untuk menyentuh ku!" Ucap Jasson segera tersadar.

"Maaf saya tidak bermaksud Tuan."

"Aku ingin istirahat, pergilah jangan menggagu ku."

Dia mau tidur? Apa aku harus ? Mencoba saran mama, apa itu bahaya?

Gita segera menunduk dan menahan pundak Jasson yang akan segera bergerak.

Cup

Gita mengecup Pipi Jasson singkat dan segera memundurkan tubuhnya sedikit menjauh.

Jasson yang menerima perlakuan dadakan dari Gita langsung membolakkan matanya.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Jasson heran sambil memegang pipi kanan yang kena cium.

"Maafkan saya Tuan, jangan marah!" Gita dengan cepat berlari keluar kamar.

"Astaga apa ini benaran aku? Apa yang sudah kulakukan? aaaa Jangan sampai dia membunuh ku setelah ini.." Gita menutup wajah dengan kedua tangan. Dia benar benar takut dan juga malu telah melakukan itu.

Perlakuan itu benar benar bukan sikap asli dari Gita.

Sedangkan Jasson masih mematung di tempat. Baru kali ini ada wanita yang dengan beraninya melakukan itu padanya.

Mungkin dia sudah Gila.

To be continued.

🍁Vote dan beri Hadiah ya Beste🥰 🍁

.

.

.

Sampai Jumpa 🍃

1
Alif Rezky Ramadhan Eki
bagus tpi kok ngak di lanjutin yahh
Isabella Huang
Menurut saya, cerita yg ditulis ini ckp bgs...amat luar biasa...ayo semangat trs...😘🥰💖💖💖
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novelku berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih. /Joyful/
total 1 replies
Isabella Huang
Waaaaaaw...Yolan sdh Kevin sosor...ayo Kevin ttp semangat dan lbh tak bole kalah dgn Jasson dan Gita jg...seru nih ceritany setelah sampe disini...ayoooo next lg...😘😘😘🥰🥰🥰🤭🤭🤭
Isabella Huang
Semoga Gita baik2 sj dan bayiny jg ttp selamat dan sehat didlm kandungan...😓🙏🏻
Isabella Huang
Wooow...berarti mmg Yolanda itu kakakny Brigitta...😘🤭
Isabella Huang
Semoga si Morissa tuh bs dpt karma...semoga Kevin bs lbh memilih Yolanda drpd si Morissa gilaa...😉🤭
Isabella Huang
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Isabella Huang
Next...👌🏼👍🏻
Isabella Huang
Next...😘👌🏼👍🏻
Isabella Huang
Mengapa trs sj trluka? Kpn Gita akn bahagia? 😥😥😓
Isabella Huang
Gita...😘🤭👍🏻👍🏻👍🏻
Isabella Huang
Trsayat hatiku mndengarny...😨😥😥😥
MLyn T Gadung Dumlingang
thor kerna seking asiknya mmbaca akhirnya kelupaan bgi komnternya..asikkk
netizen maha tau
author aku kangen kmu dmana
Ami!Ra@991
thor kpn kelnjutan cerita ini qu setia nggu lho ceritay bikin ngli 🤤😁
masih lnjutkn othorrr crta yg ini.
semangat turus 💪💪💪
Tiara Fadilah
bagus
Memelia Paixao
tapiii...
Dia koma kata Dokter
Memelia Paixao
thor, buat Gita pergi agar jasson sadar dan menyesal🙏🏻🙏🏻
netizen maha tau
hampa terasah hidup ku tanpa author yg gak tau hilangnye kmn
netizen maha tau
thor lu kemana gwe kangen dari tahun kmrn dah gak baca ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!