Indonesia
NovelToon NovelToon
One More Time

One More Time

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romansa / Chicklit
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rafa Linda

"Jika diberi kesempatan mengulang waktu. Hal apa yang akan kamu ubah?"

"Mencegah pertemuan ku dengan suami ku!"

Ita diberi kesempatan oleh sang waktu untuk menulis kembali hidupnya. Namun, siapa yang menyangka kesempatan emas itu membuatnya terlempar jauh di masa SMA sebelum semua tragedi dimulai.

Mampukah Ita membelokan takdir yang telah terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafa Linda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Moderator Cantik

"Tunggu!" kejadian ini bukan sepenuhnya salah Ita. Memang benar Ita yang telah menampar salah satu dari mereka. Tapi, mereka yang menyulut apinya terlebih dahulu.

"Kalian juga harus minta maaf!" saut Ita. Salah satu wanita mengerutkan dahi, "maaf untuk apa?"

"Api nggak akan menyala kalau tidak ada korek yang menyulut. Bukannya kalian duluan yang nuduh saya masuk ke sini jalur koneksi? Lagian bukannya kamu yang mau nampar aku duluan? Tadi aku cuma membela diri," balas Ita.

"Tck! Apaan sih? Udahlah nggak usah memperpanjang masalah! Semua udah selesai. Oke?!"

"Kalau gitu mau coba cek  CCTV? Kita lihat lagi rekamannya!"

Mereka terkesiap. Raga menyadarinya. Sebenarnya Raga ingin menyudahi masalah ini. Namun setelah melirik sekilas ke Ita. Ia menyadari satu hal. Wanita ini benar-benar marah.

"Ita, ceritakan semuanya di ruangan saya," titah Raga sejurus dengan tubuhnya bangkit.

"Jika ada kronologi yang sengaja terlewat. Kalian sudah siap menerima resikonya kan?" ucap Raga santai namun penuh penekanan.

Ita dan Raga menjauhi ketiga orang itu. Mereka tampak panik. Terutama kedua wanita tadi. Sampai pada titik dimana Raga memegang kenop pintu tiba-tiba sebuah suara menghentikannya.

"Tunggu Pak!"

Semirik Raga mengembang. Strategi yang tidak pernah gagal ia terapkan untuk mengancam dengan halus.

"Saya beri kesempatan untuk menjelaskan ulang," tukas Raga setelah berbalik ke sumber suara.

Ita mendapatkan permintaan maaf. Berkat itu kemarahannya segera pudar. Namun, karena es kopi pesanan Raga jatuh saat Ita menampar karyawan tadi, ia terpaksa membeli es kopi baru. Tentu saja bukan di tempat yang sama. Alih-alih dapat istirahat ia malah dipaksa kepanasan mencari cafe di siang bolong.

"Raga si*lan! Gue kutuk lo jadi kecebong!”

^^^^^^

Ita sengaja merebahkan kepalanya di meja. Setelah mengoceh panjang lebar mengenai kejadian dua senior kemarin membuatnya kembali naik pitam. Lalu sekarang darahnya dipaksa mendidih lagi akibat ulah Raga yang menyuruhnya jadi moderator di pertemuan komisaris tiga hari lagi.

"Tolong dong Ra. Tuhan aja ngasih ujian sesuai batas kemampuan hambanya. Paman mu? Masak dia nyuruh aku jadi moderator di pertemuan elit komisaris sih. Mana waktunya tiga hari lagi.”

“Kalau nggak bisa tolak aja,” jawab Sera.

"Aku kan udah bilang nggak mau! Malah dia pakai cara licik bilang ke orangtua! Sialan! Lagian kepala bagian HRD udah mengajukan diri tapi ditolak. Mau dia apa sih?!" hardik Ita.

"Mungkin dia mau kamu berkembang Ta. Ambil sisi positifnya aja."

"Ya tapi nggak langsung di pertemuan tingkat atas kayak gini. Kalau aku melakukan kesalahan, aku yang malu. Tolongin Ra. Please," mohon Ita.

"Emh…. Aku nggak bisa bantu kalau Paman udah ngasih keputusan. Jeleknya Paman itu dia orang yang angkuh. Jadi apapun alasan yang kamu kasih. Kalau menurut dia benar ya nggak mungkin di ubah. Mending kamu coba aja."

Bahkan keponakannya sendiri mengakui Raga orang yang angkuh. Jadi selama ini penilaian Ita tidak salah.

"Mau dicoba gimana pun kalau mental ku udah down sama aja aku mempermalukan diri sendi—“

"Eh. Tunggu! Bukannya ini kesempatan bagus?" ucap Ita sumringah.

"Iya. Ini kesempatan bagus buat nambah pengalaman," saut Sera yang tidak mengerti maksud dari raut ceria Ita.

Senyum Ita mengembang sempurna. Sera yang melihat dibuat lega karena Ita sudah tidak murung lagi. Tanpa tahu sebenarnya ada motivasi terselubung di dalamnya.

Di kesempatan ini Ita akan mempermalukan Raga di depan para komisaris. Apalagi dari dulu Ita ingin sekali mematahkan sifat perfeksionisnya itu!

"Ajarin dong cara jadi moderator," pinta Ita.

"Ya elah, kamu minta tolong sama orang kayak aku."

"Emh. Terus aku minta tolong siapa dong?"

Ketika Sera hendak mengucap satu nama justru Ita sudah mengucapnya duluan. Patut disesali, bagi Sera hubungan Ita dan Pamannya adalah sesuatu yang harus diperbaiki.

"Memangnya siapa Hesa itu?" tanya Sera penasaran.

"Dia pacar ku," jawab Ita datar sembari menyeruput Ice Greantea-nya.

"Ha? Kamu punya pacar?" tanya Sera menggebu.

"Iya. Emang muka ku kelihatan kayak jomblo ngenes ya?"

"E-enggak sih. Soalnya aku nggak pernah liat kamu chat atau jalan bareng."

"Oh. Itu karena dia lagi sibuk ngurusin daftar kuliah. Aku nggak mau ganggu."

"Hemm.... Satu SMA?" Ita hanya berdehem setelah itu melihat notifikasi persetujuan dari Hesa. Sebelumnya ia sudah janjian dengan Hesa akan bertemu setelah pulang kerja untuk membicarakan masalah moderator ini.

Ita sempat mendengar Sera bergumam. Namun, karena bisingnya cafe ia tidak mendengar dengan jelas. Ketika ia ingin menanyakan balik sayangnya jam istirahat mereka sudah habis. Ita memutuskan mengubur pertanyaannya dan kembali ke kantor sebelum Raga mengeluarkan mantra ajaib.

^^^^^^

Seusai jam kantor, Ita bergegas ke parkiran untuk ke kampus Hesa. Sesuai janji, Ita akan bertemu Hesa di kampus hari ini untuk minta diajarkan menjadi moderator.

Ita berhenti ketika namanya dipanggil dari dua sisi, "Ita." Seru Raga dan Hesa dari sudut yang berbeda.

Jujur Ita bingung harus merespon yang mana. Pemandangan ini seperti sinetron klasik cinta segitiga yang biasa menjadi tema perfilman.

Ita membalas tatapan Raga. Sebelumnya bukankah ia sudah izin agar tidak mengganggunya setelah pulang? Tidak ada alasan lagi untuk Ita meladeni orang itu. Ia memutuskan menyaut panggilan Hesa.

"Sa? Kok kamu kesini?"

"Hemm. Jemput," Ita memperhatikan Hesa yang tatapannya tersita oleh kehadiran Raga. Sebelumnya Ita sudah pernah menjelaskan tentang keadaan ini dan Hesa memakluminya. Tapi, entah kenapa situasi ini punya hawa yang tidak enak.

"U-udah yuk...." saut Ita menarik tangan Hesa.

Alih-alih melangkah, Ita justru dibuat berhenti sebab cekalan tangan seseorang di lengannya. Dia Raga, dengan tatapan datarnya mencegah Ita melangkah.

"Kenapa Pak?"

"Ehem.... mau kemana?"

"Mau latihan jadi moderator!" tekan Ita. Pada dasarnya semua ini ulah Raga.

"Hemm, sama dia?" tatapan Raga beralih menyorot Hesa.

"Iya.... udah ya Pak, saya buru-buru."

"Tck! Dia siapa?"

Ita berbalik dan menatap heran. Ini manusia kenapa kepo banget dah! Tidak seperti biasanya.

"Perkenalkan, saya Mahesa Pradipta. Pacar Ita," saut Hesa cepat sambil mengulurkan tangan.

Ini juga! Kenapa Hesa yang tenang tiba-tiba tersulut.

Ita memperhatikan jabatan tangan di depannya. Mereka saling melempar tatapan tajam.

"Ita cerita banyak tentang OM," saut Hesa menekan di ujung kalimat.

"Pasti bukan hal baik yang dia bicarakan?" lirik Raga pada Ita.

Yah, memang benar sih. Hesa selalu menjadi pendengar yang baik. Tapi tentang Raga? Hell! Memang ada topik bagus yang bisa dibicarakan kecuali keburukannya?!

"Begitulah...." saut Hesa berkata jujur. Ia ingin mengutarakan kalau Ita sangat membencinya.

Terdengar helaan nafas, "walaupun begitu. Tolong jangan buat dia sedih. Saya udah repot ngurus perusahaan. Saya nggak mau ngurus sesuatu yang lebih merepotkan lagi," ucap Raga dingin.

Ita memandang datar. Apa baru saja ia dicap sebagai orang merepotkan? Bahkan setelah perjuangan menjelajahi cafe untuk membeli es kopi yang pas di lidahnya?

Sebenarnya siapa yang merepotkan di sini?! Hell! Kalau bisa kubur saja orang ini di pegunungan!

"Ya udah Pak. Saya pamit! PERMISI!" ucap Ita. Tak lupa menekan di ujung kalimatnya.

Tbc

Kalau suka mohon dukungannya ya bestie 🤗

1
Nahda Nabila
luarbiasa
charis@ŕŕa
up lg donk
charis@ŕŕa
selalu terbaik
kpn up lg thor
charis@ŕŕa
kak part satu ny mn?? tahun baru nich bikin greget aj se
Nur Hayati
kasihan raga juga y
charis@ŕŕa
waduh....bingung nich
......

hesa apa raga y...🤔🤔🤔🤔🤔⁉️⁉️⁉️⁉️
charis@ŕŕa
lanjut thor...raga gmn nich
Nur Hayati
sedih.... klo ujungnya ita meninggal juga sm j bohong kehidupan kedua y... padahal ud g sm raga tp msh juga... hehrh
charis@ŕŕa
OMG thor.......
q kehabisan kata".....
lg dong thor part ny
LaDDy KhayNaz
novel kedua yg kubaca dan certanya berakhir sad end galau
charis@ŕŕa
gk ad flash back setelah kecelakaan t???
Linda: Okee. Kalo badan masih sehat. Insha Allah up tiap hari
total 6 replies
Nur Hayati
iy cm yg jd misteri dia meninggal kenapa y? klo ita kan kecelakaan... trs bukannya raga selingkuh sm shasha
Linda: Nanti ada penjelasannya. pantengin terus yaa 😀
total 1 replies
Nuraini Aini Aza
berarti raga ikut kembali kemasa lalu ya Thor???
Linda: Iyes. Nanti bakal ke jawab semua
total 1 replies
Nur Hayati
kayanya sama2 mengulang waktu... ita pas hbs operasi, raga pad kecelakaan n koma
charis@ŕŕa
masih misteri....
iini msih pov ita....
pov raga nya blm....😄😄
Nur Hayati
suka klo lihat dihidupkan kedua. cm klo dikehidupan pertama kenapa cuek y. bahkan g sadar bininya yg ketabrak
Nur Hayati
up lg
Nur Hayati
apa sasa yg dipilih lg?
nuke
semoga fano bisa masuk penjara.
charis@ŕŕa
kok seperti misteri ya....
khidupan sebelum it mninggal raga berkhianat tp stelah kehidupan ke-2 kok raga ud knal ita ....
pusing kn jd ny??? tlong dong buka tabir chaya ny.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!