Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketulusan Sang Dewa

Ketulusan Sang Dewa

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Playboy / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:463.5k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Seorang pria berusia 28 tahun, terdengar matang. Namun kehidupannya tidaklah sematang usianya.

Arex Sebastian, pria yang memiliki kekuasaan yang berlimpah serta cinta yang tulus, justru mendapat cacian dan perendahan dari satu-satunya wanita yang ia cinta dan sang mertua perempuan yang begitu menentang hubungannya dengan Bimala Disya yang sudah ia persunting.


Tak perduli bagaimana kerasnya sang istri, Arex yang menjelma bak dewa dengan tulus menawarkan cintanya hingga akhir perjuangan.

Akankah Bimala luluh dengan cinta tulus seorang pria yang ternyata kaya raya itu?

Apakah ketulusan Arex mampu merubah semua jalan pikiran Bimala?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akankah Lumpuh?

Malam yang dingin di temani kesunyian, kini di ruang perawat setelah melakukan pemeriksaan dan penanganan, ibu dari Bimala di pindahkan ke ruang rawat.

Bimala yang lelah hanya berbaring di sofa menunggu sang ibu sadar. Sedang Arex kini berada di luar untuk mencari makan malam.

“Mala, Ayah harus pulang dulu. Mengambil barang ibumu.” ucap Tuan Wijaya.

Seketika itu juga mata Bimala yang kosong, beralih menatap sang ayah.

“Istirahatlah, Ayah. Biar besok pagi Mala yang mengambilnya.” jawabnya pelan tak bersemangat.

Tuan Wijaya tak menyahut dan memilih mengiyakan saja ucapan sang anak dengan mengangguk.

“Emh…aduh…” suara rintihan saat itu membuat Bimala dan sang ayah sama-sama terbangun dari tidurnya.

“Ibu,” Segera Bimala mendekat dan menggenggam tangan wanita yang tampak pucat itu.

“Mala…” sapaan suara berat dari wanita paruh baya.

“Apa yang sakit, Bu? Bimala panggil Dokter sebentar yah?” Ia berdiri menekan tombol di atas ranjang pasien sang ibu.

Namun sesaat setelahnya bukan dokter yang datang melainkan Arex yang membuka pintu dengan tiga nasi bungkus di tangannya. Serta satu bungkus lagi soto yang terkenal enaknya.

“Maaf, ini Ayah, Mala makan dulu, ini untuk Ibu juga.” tutur Arex perhatian.

Mendapati sosok menantu, membuat Sari mengalihkan wajahnya tak mampu melihat wajah pria yang selama ini ia hindari.

“Bu, Arex tidak marah dan mengolok Ibu. Berdamailah dengan menantu kita.” tutur Tuan Wijaya lembut penuh permohonan.

Sari tidak bisa mengeluarkan suaranya sama sekali. Mau menolak tidak mungkin. Tentu sebuah kesalahan besar. Mau meminta maaf dan berdamai bagaimana cara memulainya. Sungguh memalukan bagi Sari.

“Auh…sakit.” keluhnya menghindari ucapan sang suami yang menunggu jawaban darinya.

“Tidak apa-apa, Ayah. Yasudah Arex makan dulu, ini untuk Ayah.” Ia memberikan makanan itu di atas nakas.

Sedangkan dua bungkus makanan ia bawa mendekat dimana Bimala duduk.

“Permisi,” sang Dokter datang membuka pintu bersama asistennya.

“Permisi, Tuan Arex.” sapa Dokter ramah melihat siapa yang berada di ruangan tersebut.

Arex mengangguk. Di depannya adalah dokter yang ia utus.

“Permisi Ibu, saya Dokter yang akan menangani anda. Kita coba periksa dulu yah, Ibu.”

Sari hanya diam bisa menerka mungkin jika bukan karena Arex terkenal, berarti dokter ini adalah orang menantunya.

“Semuanya baik, hanya luka luar saja yang parah, yah Ibu?” ucap sang Dokter.

Sari merasakan ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya.

“Dok, kenapa kaki saya tidak ada rasanya?” Pertanyaan yang di lontarkan wanita paruh baya itu membuat seisi ruangan mendadak kaget.

Bimala yang ingin makan usai mendengar penuturan sang dotker jadi menghentikan aksi makannya yang belum saja di mulai.

“Apa Ibu benar-benar tidak merasakan apa pun? Saya pegang?” Dokter mulai melihat ada yang tidak beres.

Ternyata benar, saat pemeriksaan tubuh Sari tak mendapatk pengecekan seluruhnya karena mereka hanya fokus pada bagian yang terlihat saja.

Beberapa cara dokter lakukan namun hasil masih sama. Sari tak merasakan apa pun.

“Tuan, kita terpaksa harus merujuk mertua anda ke rumah sakit pusat. Di sini alatnya tidak memadai.” tutur sang Dokter.

Arex yang mendengar pun segera tanggap.

“Baik, siapkan semua. Saya akan mengusahakan jalur udara saja.” Dengan mudahnya Arex memutuskan segera menghubungi sang asisten.

Tanpa bertanya atau meminta persetujuan Arex memutuskan semua yang terbaik.

“Tidak, Ayah. Ibu tidak mau lumpuh!” Sari mulai takut dengan hal buruk menimpanya.

“Bu, Ibu tidak akan lumpuh. Percayalah, Bu.” Bimala memeluk sang ibu yang mulai ketakutan.

“Ibu, Arex akan melakukan apa pun untuk kesembuhan Ibu. Tenanglah. Jangan sampai keadaan Ibu mempersulit perjalanan kita untuk ke rumah sakit pusat. Kita butuh pemeriksaan lebih detail, Bu.” Benar apa yang di ucapkan Arex.

Sari tidak boleh drop lagi.

1
@Najwa❣️
ahahahhahahahahahahahah
Yuliati
lanjut Thor lumayan menarik critanya..
arika
ok
Rahman Ak
mantap
Anhy Suleman Paputungan
baik
Tetty Yoesmiathie
bagus santai bacanya !!!! !
Hasrie Bakrie
Lanjut
Anggur Kolesom
terlalu cepat tamatnya..!! tp gpp ceritanya bagus
Olga Margaretha Tuwaidan
tamat ya, padahal masih mau lanjut
Olga Margaretha Tuwaidan
tamat ya ceritanya...
Fareendy M
Lanjut thor
ig: monalisa_n28: Terimakasih kak
total 1 replies
Erni Fatimah
Ares yang sabar ya,dapat mertua sombong ke gitu
Wrin Budayani
makan tuh kesombongan
Hasrie Bakrie
Ceritanya sgt bagus
Hasrie Bakrie
Aq mampir ya thor, ceritanya pasti seru deh
Hasrie Bakrie
Yakin deh ceritanya pasti bagus banget
Hasrie Bakrie
Aq mampir ya thor, ceritanya pasti seru deh
Hasrie Bakrie
Aq mampir ya thor, ceritanya pasti seru deh
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Sulaiman Efendy
BETUL JUGA, KNP LO HRS KERJA JUGA,, TU PERUSAHAAN AKN DIWARISKN KE ANAK LO,, JDI LBH DUDUK MANIS DIRUMAH, NGASUH ANAK DGN JDI IBU YG BAIK, KLO LO MSH KERJA JUGA, KASIAN ANAK LO... GK ADA YG NGURUS, KRN KDUA ORTUNYA SIBUK
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!