Indonesia
NovelToon NovelToon
Contrac wedding 30 day's with CEO

Contrac wedding 30 day's with CEO

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:188.8k
Nilai: 5
Nama Author: Morata

Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.

Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "


by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. TELEPON DARI IBU ERNALA

Ketika Emin sudah tiba di lantai dua tepatnya di ruang CEO, Ia melihat ruangan itu masih kosong. Belum ada tanda-tanda adanya orang di sana. "Syukurlah Pak Paris belum ada di kantor. Itu artinya aku tidak terlambat." gumam Emin di dalam hati tetapi hati ini merasa bersalah. Setelah Emin mengetahui pertengkaran antara Abelano dan Paris penyebabnya adalah Emin Sendiri.

Emin memilih untuk mengerjakan tugas-tugasnya sebelum Paris tiba di kantor. Ia berusaha untuk menjadi karyawan yang baik disana. Berharap jenjang karir Emin Disana dapat berkembang. Agar Emin dapat membantu ekonomi keluarganya. Ketika Emin sedang berkutat di laptopnya, ia dikejutkan dengan suara deringan ponselnya.

Emin sengaja mengganti nomor ponselnya agar Abelano tidak mengetahui dan dapat menghubungi dirinya. Emin Menatap layar ponselnya. "Siapa yang menghubungiku? tidak ada seorangpun yang tahu nomor ponselku ini selain Arumi." gumam Emin di dalam hati.

Emin menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Ia sama sekali tidak mengetahui nomor siapa yang menghubungi dirinya. Tetapi karena penasaran Ia pun akhirnya mengangkat. "Hallo assalamualaikum, Sapa Emin di dalam telepon selulernya.

"Waalaikumsalam, Emin ini Ibu. Mengapa kamu tidak pernah pulang ke rumah dan memberitahu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya ibu Ernala kepada Emin. Ibu, Lain kali saja kita bicara. Ada sesuatu hal yang penting yang harus Emin bicarakan kepada ibu.

Tetapi sebelumnya dari mana Ibu mengetahui nomor ponsel Emin. Sementara tak ada satupun yang mengetahui nomor ponsel Emin selain Arumi." ucap Emin kepada ibu Ernala. "Ibu memintanya kepada Arumi awalnya Arumi menolak. Tetapi karena Ibu memaksa akhirnya, Arumi memberikan nomor ponsel baru ini.

"Tolong temui ibu setelah pulang dari kantor. jangan seperti ini. Kamu harus menyelesaikan permasalahan Kamu dengan Tuan Abelano. Jika perceraian satu-satunya jalan terbaik untuk kalian. Ibu tidak akan pernah melarang Mu, karena pernikahan kalian itu bukan karna cinta. Temui ibu setelah pulang dari kantor." Ibu Ernala kembali menegaskan kepada Emin. Agar Emin menemui dirinya sore nanti.

Emin dan ibu Ernala pun akhirnya sepakat bertemu di sebuah taman tempat dimana Emin biasa untuk melepas dahaganya.

Tiba-tiba Paris masuk ke ruang kerjanya. Ia melihat Emin sudah sibuk berkutat di laptopnya.

"Kamu sudah lama? tanya Paris sembari memperhatikan Emin dari ujung kaki hingga ujung rambut. Melihat tatapan Paris begitu berbeda dari hari-hari sebelumnya, Emin mengerutkan keningnya. "Mengapa pak Paris memandangku seperti itu? Apa ada yang salah di penampilan Emin.

"Oh no, hanya saja aku terpana melihat kecantikan Mu." Puji Paris seolah-olah Emin tidak mengetahui apa yang terjadi antara Abelano dengan Paris.

"Oh ya, agenda hari ini apa?

Emin membacakan apa saja yang harus mereka kerjakan hari ini.

"Syukurlah jadwalku tidak terlalu pada. Soalnya mood ku kurang baik."

"Mengapa seperti itu? SMKN masih pura-pura tidak mengetahui permasalahan antara Abelano dengan Paris. Tetapi Paris juga enggan bertanya kepada Emin mengenai status Emin yang sebenarnya.

Karena di dalam KTP Emin, masih tertera wanita yang masih singel parent. "Jika aku bertanya kepada Emin mengenai hubungannya dengan Abelano apa Dia akan tersinggung? Tetapi kalau tidak aku tanyakan langsung, sepertinya mengganjal di hati ini. Paris bermonolog sendiri di dalam hatinya.

"Ada apa Pak Paris? Mengapa anda bengong? "Oh tidak tidak apa-apa." Paris menepis dirinya tidak memikirkan sesuatu. "Ya sudah kalau gitu saya pamit sebentar keluar ada sesuatu yang harus aku kerjakan di ruang kerja Arumi. Tidak apa-apa kan pak? tanya Emin berharap Paris tidak merasa komplain.

"Silakan saja, tetapi jangan terlalu lama. Oh iya sebelum kamu ke ruang kerja Arumi, Tolong buatkan saya secangkir kopi." ujar Paris dibalas anggukan dari Emin. Emin berlalu dari ruang kerja Paris, menuju pantry yang lokasinya tidak jauh dari ruang kerja Paris.

Salah satu OB yang bertugas di sana terhenyak melihat kehadiran Emin disana. "Eh Emin mau ngapain di pantry?

"Hanya ingin membuatkan kopi untuk pak bos." sahut Emin sambil mengembangkan senyumnya.

"Biarkan saja saya yang membuatnya Emin. "Tidak kang, Biarkan saja Emin yang membuat, sesuai dengan permintaan Pak Paris" ucap Emin sambil membuat kopi pesanan Paris.

Beberapa menit kemudian Emin sudah tiba di ruang kerja Paris dengan membawakan secangkir kopi. "Pak Paris ini kopinya Silakan diminum." ucap Emin sambil menyuguhkan kopi pesanan Pak Paris.

" Ada lagi yang bisa saya bantu Pak? tanya Emin penuh selidik. "Tidak, Nanti kalau saya butuh kamu akan saya hubungi." sahutnya tetapi sambil fokus Menatap layar laptopnya. memantau perkembangan keuangan dan perkembangan proyek yang sedang berjalan saat ini.

Sepeninggalan Emin, Paris menyeruput kopi buatan. "Wow enak sekali kopi ini." Puji Paris ketika dirinya menyeruput kopi buatan Emin.

Emin masuk ke ruang kerja Arumi. Arumi terlihat khawatir kalau Emin akan marah besar kepadanya.

"Ya Allah mungkin Emin marah kepadaku, karena aku memberikan nomor ponsel barunya kepada Ibu Ernala." gumam Arumi di dalam hati.

"Arumi Mengapa kamu memberikan nomor ponsel baruku kepada ibu? tanya Emin penuh selidik. Lalu Arumi pun menjelaskannya berharap Amin tidak kecewa kepadanya.

"Aku ampuni kamu memberikan nomor ponselku kepada ibuku. Tetapi aku tidak terima Jika kamu memberikan nomor ponselku kepada orang lain. Karena aku tidak ingin terlibat masalah kepada setiap orang." ucap Emin sambil menatap Arumi dengan Tatapan yang sulit diartikan.

Arumi meminta maaf kepada Emin keduanya saling berpelukan. Jika kamu memiliki masalah, Mengapa kamu tidak pernah bicara kepadaku." tanya Arumi penuh selidik karena sepertinya ketika Ibu Ernala berbicara kepada Arumi, sepertinya Emin menyembunyikan sesuatu darinya membuat Arumi penasaran masalah apa yang yang menimpa sahabatnya.

"Emin hanya mengembangkan senyumnya menatap Arumi. Belum saatnya aku cerita sama kalian. Suatu saat Emin akan cerita sama kamu. ucap Emin kepada sahabatnya m dan tolong jangan berikan nomor ponselku sama siapapun, selain Daren. Jika kamu memberikan nomor ponselku kepada Daren, katakan sama dia jangan berikan nomor ponselku kepada siapa pun." ujar Emin berharap Arumi tidak akan memberikan kepada siapa siapa nomor ponsel miliknya.

Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

1
Nini Tuti
Luar biasa
Inayatul Khoiriyah
makin kesini makin menarik ceritanya
Inayatul Khoiriyah
lanjut thor.ceritanya menarik nih
Qaisaa Nazarudin
Untuk kemasukan aja ya Thor,, Harusnya omongan Paris dan dan Emin itu harus di pisahkan setiapa omongan mereka, jgn di sambung2, Riders jadi gak paham omongan nya siapa,, Aku coba utk paham dr td itu kata2 dr siapa,karena kalimat dan ayatnya kamu sambungkan di antara keduanya..
Qaisaa Nazarudin
Diihh Emin ternyata iman mu senipis kulit bawang,di cumbu dikit aja udah luluh aja..
Qaisaa Nazarudin
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Cih SAYANG.. mau muntah aku mendengarnya🤮🤮🤮🤮
Qaisaa Nazarudin
Aaaaahhh ku tarik kata2 ku tdi yg tlah mengatakan waktu yg tdk tepat hp Emin berbunyi,, Ternyata emang waktu yg paling tepat hp nya berbunyi,karena yg nelponnya adalah pak Faris 👏🏻👏🏻👏🏻😅😅
Qaisaa Nazarudin
OMG waktu yg tidak tepat dia berbunyi..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Cih,, Egois banget,, Ingat Emin bagi mu janya wanita SAMPAH dan wanita MURAHAN,, bukan kah cap itu yg sudah kamu berilannkepd Emin??!!Dasar,Rasain kamu sekarang,Aku gal rela kalo Emin sampai menerima Abelano lagi thor..
Qaisaa Nazarudin
Jangannpernah menyalahkan org lain atas kesalahan kamu sendiri..
Qaisaa Nazarudin
ISTRI??!! gak sadar kamu kontrak pernikahan mu sudah tamat,gak malu kamu..
Qaisaa Nazarudin
OMG semoga Abelano gak liat Emin🤲🏻🤲🏻
Qaisaa Nazarudin
Kannwaktunitu Emin pernah minta ijin utk kerja di perusahaan,kenapa gak langsung di cari di sana aja..
Qaisaa Nazarudin
Pantas menjadi menantu kalian TAPI tidak pantas menjadi istri seorg Slbeno yg sombong itu,Albeno gak pantas buat Emin,
Qaisaa Nazarudin
Nah sekarang kamu tau siapa yg murahan Albeno?? istri mu kah atau mantan kamu??
Qaisaa Nazarudin
Yezzz Akhirnya Emin bisa keluar dr rumah itu,Semoga pria angkuh dan tua itu bajagia dan senang karena pernikahan kontrak pilihannya sudah terlaksana..Jangan menyesal iya,,
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻
Qaisaa Nazarudin
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻 Bagus Emin,Aku suka gaya mu, kamu harus tegas dan sadarkan pria sombong itu kembali akan kesadarannya yg terlalu pongah,memandang org lain hina,tampa di sadari dia itu yg lebih hina,karena gak pernah bersyukur dgn apa yg dia miliki,harusnya irang kaya itu merendah diri jgn sombong,karena harta hanya lah titipan.. ckck..
Qaisaa Nazarudin
Astaga udah 38 aja umurnya,Tua banget, tapi keluakuannya kayak abege,hak sadar diri,kelakuannya gak sama dgn umurnya,yg selalu maki2 org seenak jidatnya..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Cih yg ada ntar di hoda dan di rayu dikit,kamu yg luluh,dan hilang semua dendam mu..🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!