Indonesia
NovelToon NovelToon
Runtuh

Runtuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Teen School/College / Tamat
Popularitas:57.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aini fariha

"lebih baik menjadi teman daripada tidak sama sekali,"

"ketika mereka memutuskan untuk berteman, maka tidak ada kata putus didalam nya"

"terkadang kita lebih terbuka dengan teman daripada kekasih"

"bahkan cinta dimulai dari pertemanan,"

begitulah menurut Oliva, gadis yang tidak pendiam, tidak juga periang. sebenarnya ia sedikit tidak menyukai hubungan. ia tidak mau memiliki akhir seperti kakaknya.

lalu bagaimana Oliva akan memasukkan kamus cinta dalam hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini fariha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

senjata makan tuan

Oliva terbangun ketika kakinya ditendang oleh sesuatu. Ia melihat kaki siapa yang menendang kaki nya. Ternyata kaki Dinda. Ia melihat arloji nya. Pukul lima pagi.

"Bangun woi! Mau lihat sun rise, nggak?" Tanya Oliva menepuk\-nepuk badan teman nya. Fani membuka matanya, malas.

"Masih ngantuk woi," jawab Fani dengan suara parau nya. Oliva tersenyum kecut.

"Mau tidur atau berlibur, sih?" Tanya Oliva kembali menyadarkan dimana mereka saat ini. Benar saja, tidak lama kemudian semua temannya terbangun.

"Ayo lihat sun......"

"Hendri!" Potong Fani sambil tersenyum menggoda Oliva. Oliva hanya geleng\-geleng kepala. Kenapa teman nya begitu aneh, sih.

"Eh tadi malam, benaran atau mimpi, sih?" Tanya Wanda pura\-pura polos. Fani menoyor kepala Wanda yang berada disampingnya.

"Emang kenapa tadi malam?" Tanya Karin lebih polos. Oliva lagi\-lagi merasa terpojokkan. Ia memilih untuk segera keluar dari tenda. Keempat temannya tertawa puas.

"Hai Oliva!" Sapa Andi yang sedang duduk bersama kayu\-kayu yang telah terbakar oleh api tadi malam. Oliva bergumam dan berjalan menuju tepi pantai.

"Wow" puji Oliva dengan keadaan air laut yang begitu jernih. Ia merasa tenang. Ia mengambil ponselnya dan memotret beberapa pemandangan.

"Oliva!" Suara Kevin membuat nya menoleh. Kevin kini berdiri disampingnya. Oliva hanya melihat lelaki itu sekilas. Ia malu. Bukankah tadi malam lelaki itu yang bersiul mengusili mereka?

"Gue mau cerita, boleh?" Kini Kevin duduk di pasir pantai dan memainkan pasir tersebut. Oliva menunduk melihat lelaki itu dan mengangguk.

"Apa Lo bisa dengar cerita sambil berdiri?" Oliva mengangguk.

"Tadi malam gue mimpi," Oliva mencium aroma yang tidak beres dari teman nya tersebut. Oliva masih diam.

"Terus?"

"Gue mimpi Lo sama Hendri coba!" Tuh, kan. Oliva pura\-pura terkejut. Walaupun sebenarnya ia malas merespon ucapan lelaki itu.

"Kok?! Tapi menurut psikolog, kalau seseorang mimpi orang lain, tandanya orang itu lagi kangen lho," Kevin mendongak dan menatap Oliva yang menatap lautan luas.

"Jadi maksud Lo?" Oliva bersenandung kecil.

"Nggak mungkin gue kangen Lo, sih," keduanya tertawa. Niat Kevin ingin membuat malu gadis itu gagal saat ini.

"Woi berdua! Oh, gitu Lo ya, Liv! Pergi dari kami dan berdua sama Kevin," teriak Fani membuat semua yang berada disana dapat mendengar teriakan gadis itu. Kevin tertawa lebar. Ia bangkit dan merangkul Oliva kemudian keduanya berjalan mendekati kumpulan temannya. Oliva berusaha menepis tangan Kevin, tapi Kevin menahannya.

"Tadi malam gue mimpi dia soalnya, jadi mau ceritakan dulu," Kevin menaik turunkan alis nya. Semua nya kini menggodanya.

"Gila! Kok kita sama, Vin?" Timpal Vino yang sedang membersihkan kayu bekas api unggun semalam.

"Serius?! Gue juga, lho," kini Karin angkat suara. Oliva terpojokkan lagi.

"Wah, berarti tadi malam gue lagi kangen sama kalian, sampai masuk mimpi," seru Oliva tenang.

"Hen, Lo nggak mimpi sama kayak kita\-kita?" Tanya Johan yang duduk disamping Hendri. Kini Kevin berjalan menuju Hendri dan duduk disamping temannya tersebut. Hendri menautkan kedua alisnya. Lalu tersenyum miring.

"Gue tokoh mimpi nya, ya nggak?" Semua tertawa mendengar ucapan Hendri yang penuh percaya diri. Oliva menghela napas berat dan tersenyum melihat tingkah teman\-temannya.

"Hahaha, gitu dong. Ngaku!" Ujar Kevin tersenyum lebar.

"Wah, wah, kayaknya gue ketinggalan info, nih," Andi yang sedari tadi hanya diam, kini mulai bersuara.

"Kemana aja Lo?" Tanya Fani mengeluarkan cemilan. Tidak butuh waktu lama, cemilan itu telah habis lenyap. Mereka menikmati sunrise bersama.

"Kelayapan, ketemu pacar ditengah laut," mereka pura\-pura bergidik.

"Oke, Hendri berhutang cerita sama gue," tambah Andi mengambil botol air mineral dan meneguk air nya.

" Kevin!" Panggil Fani dengan matanya yang tajam. Kevin menatap lama mata Fani. Diam\-diam mereka sedang berkomunikasi.

"Sekarang!" Kevin tersenyum secara terpaksa.

"Hen, cerita dong! Kenapa Lo bisa masuk mimpi gue tadi malam," Hendri menatap teman nya dengan tatapan malas.

"Rahasia gue, dong," Kevin memasang ekspresi kesal. Hendri tertawa.

"Emang Lo mimpi apa, sih?" Pancing Hendri. Kevin tampak seperti mengingat\-ingat sesuatu.

"Pokoknya ada Lo, sama Oliva kalau gue gitu, nggak tau kalau yang lain," Fani tersenyum lebar.

"Kalau gue, sih mimpinya mereka kayak lagi pelukan gitu," dasar kompor, umpat Oliva dalam hati. Diam\-diam Oliva meminta pembelaan dari Wanda. Wanda tersenyum.

"Gue satu server sama Fani," Hendri menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

"Kalian yakin itu mimpi?" Pertanyaan Hendri berhasil membuat teman\-temannya terkejut. Meski ekspresi itu hanya ekspresi palsu sebenarnya. Oliva mengalihkan pandangan nya ke arah laut yang menggoda.

"Jadi itu.....nyata?!" Teriak Wanda histeris. Kevin terlihat seakan butuh penjelasan. Hendri mengangkat kedua bahunya.

"Tanya Oliva nya aja langsung," mendengar nama nya disebut, Oliva segera menoleh dan melihat temannya yang sedang menatap nya. Ia tidak suka tatapan\-tatapan itu.

"Oh, kayaknya kalian mimpi deh, soalnya jam sebelas gue udah tidur," ujar Oliva berharap pembicaraan tentang dirinya akan berakhir. Hendri tersenyum jail. Oliva berfirasat buruk. Apalagi yang akan dilakukan lelaki itu?

"Yakin, Liv? Berarti tadi malam gue juga mimpi dong," semua menertawakan kebohongan nya. Oliva memasang raut wajah bingung.

"Udahlah, Liv jujur aja sama kita," Fani meminta nya untuk jujur? Apa maksud Fani? Sebenarnya Fani hanya ingin tahu perasaan dan hubungan kedua teman nya itu. Apakah mereka hanya teman kecil? Atau lebih dari itu?

"Serius gue nggak bohong. Jam sebelas gue udah tidur,"

"Terus yang sama gue tadi malam siapa? Hantu?" Bantah Hendri yang membuat sorakan itu kembali terdengar. Mereka hanya sepuluh orang. Tetapi entah mengapa suara sorakan nya serasa satu aula.

"Kali aja," Oliva masih bersikukuh dengan kebohongan nya.

"Gue nggak mau cerita sebelum dia ngaku," Hendri menatap Kevin. Tangan nya menunjuk Oliva. Kevin menatap Oliva dan menatap nya dengan tatapan memelas.

"Kenapa kalian sibuk kali! Cuma hal kecil aja," Oliva mulai risih dan jengah. Pipinya terus memanas. Jantungnya berdegup kencang setiap kali lelaki itu melihatnya.

"Masalah nya, Hendri bukan tipe yang suka memeluk sembarang orang," jawab Fani menggosokkan kedua telapak tangannya.

"Lagi pula kalian nggak penasaran sama perasaan kalian? Kita aja penasaran," Oliva tidak menggubris ucapan Johan. Bahas perasaan lagi! Emang apa yang harus dibahas dari perasaan?

"Udah ngomong yang lain aja. Nggak kasian tuh sama dia, terpojokkan," Hendri mengakhiri gangguan teman\-teman nya. Ia melihat Oliva terlihat tertekan dengan situasi nya saat ini.

"Oke. Kita sarapan aja dulu, yuk!" Mereka menyetujui ajakan Dinda. Mereka memasak mie instan. Oliva berusaha menepis semua suara teman\-temannya yang menghantui pendengaran nya.

Fani mulai mengirim kode kembali kepada Kevin. Kevin mengangkat alis nya sebagai jawaban. Kemudian Fani mengirim sinyal kepada Wanda. Wanda langsung mengangguk.

"Fani! Selesai sarapan kita keliling yuk!" Ajak Kevin. Semua yang ada disana terkejut. Kevin? Fani? What?!

"Fani aja, nih?" Tanya Wanda merasa tidak senang. Kevin mengangguk.

"Kalau mau, sama Vino, tuh," Vino menatap Kevin. Sejurus kemudian Vino mengangguk.

"Gimana, Wan?" Tanya Vino. Wanda mengangguk.

"Ehm, ini acara ngumpul atau kencan?" Tanya Dinda menghabiskan mie milik nya. Tidak lama, Andi mengajak Dinda untuk berkeliling juga. Oliva merasa aneh dengan tingkah teman\-temannya.

"Sama\-sama dong," seru Oliva tidak terima. Sayangnya, mereka tidak menyetujui seruan Oliva. Seusai sarapan, Fani dan Kevin pergi entah kemana. Begitu pula dengan temannya yang lain. Satu persatu meninggalkan nya. Hingga tersisa dirinya dan Hendri. Lagi\-lagi Hendri.

Hendri tertawa lebar melihat kepergian teman\-temannya. Oliva memilih untuk berjalan ke tepi pantai.

"Dasar teman kurang ajar!" Umpat Hendri dalam hati. Ia menangkap kode dari Fani kepada Kevin tadi.

"Oliva! Mau kemana?" Tanya Hendri beranjak dan menyusul langkah Oliva. Oliva terus berjalan.

"Jangan dekat\-dekat," cegah Oliva merasa Hendri berada beberapa langkah dibelakang nya.

"Terus gue sendiri gitu?" Oliva mengentikan langkahnya dan membalikkan badannya. Ia menatap lelaki yang berada dihadapannya dengan kesal.

"Jelaskan kenapa Lo terpuruk?!" Oliva harus tahu alasan lelaki itu memeluknya tadi malam. Agar ia bisa mengelak dari ejekan teman\-temannya.

"Gue keingat kemah gue sama keluarga gue dulu," kini mereka berdua berjalan beriringan menuju tepi pantai. Sinar matahari mulai menusuk kulit mereka.

"Jangan bilang mereka sengaja pergi," mendengar ucapan Oliva, Hendri tertawa.

"Mereka licik, kan?" Oliva mengangguk. Tangannya membuat gundukan dari pasir pantai.

"Itu alasan kenapa gue berbicara seperti itu sama mereka," Oliva mengangguk paham.

"Nggak usah dimasukkan dalam hati. Apalagi Fani ratu gosip. Pusing gue lihatnya, hahaha," kini bukan hanya Hendri yang menertawakan teman bawelnya itu. Oliva juga ikut tertawa.

"Hen" Hendri bergumam. Lelaki itu sedang menguburkan kakinya dengan pasir pantai.

"Kerjai mereka balik, yuk!" Hendri tersenyum girang. Keduanya Hi\-5.

"Kayak mana?" Oliva melihat sosok Fani dan Kevin yang berjalan mendekati tenda mereka. Oliva mendekatkan dirinya ke telinga lelaki itu. Lalu berbisik, "mereka akan datang! Mereka melihat kita. Mereka pasti menduga kalau kita membicarakan sesuatu," Hendri menoleh ke arah dimana Fani dan Kevin berada. Hendri tersenyum licik.

"Oke. I have idea," Oliva tersenyum lebar. Kini giliran Hendri yang berbisik, "serahkan sama gue. Lo ikuti alur aja," Oliva mengangguk.

"Ehem, ngapain tuh berdua?" Tanya Fani menyelidiki. Oliva memasang ekspresi terkejut. Dengan santai nya Hendri menjawab, "kencan," Fani tersenyum kecut.

"Gue tahu. Apa yang kalian bisikkan?" Oliva menunduk. Pura\-pura malu.

"Yakin Lo mau dengar, Fan? Oliva aja langsung malu, apalagi Lo," Fani mendongak menatap Kevin. Fani meminta penjelasan dari Kevin. Kevin tersenyum.

"Itu rahasia mereka," jawaban Kevin membuat rasa penasaran Fani semakin membuncah. Fani terus mendesak. Hendri bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati Fani. Lalu berbicara dengan nada rendah pada ratu gosip tersebut.

"Kami bukan sedang berbisik, Fani. Gue rasa Lo paham sampai sini," benar saja, Fani langsung shock. Ia melihat Oliva yang masih menunduk. Benarkah? Benarkah Hendri mencium temannya? Tidak!

"Lo bohong, kan?!" Pekik Fani melihat Hendri yang berjalan meninggalkan mereka. Kevin tersenyum simpul.

"Gue udah bilang, itu rahasia mereka," Oliva ingin tertawa melihat ekspresi shock teman nya itu. Fani menyuruh Kevin untuk pergi dan meninggalkan mereka berdua. Fani duduk dan menyentuh pundak Oliva.

"Cuma pipi, kan?" Oliva mendongak. Oliva diam. Ingin rasanya ia mengerjai Fani habis\-habisan. Oliva menggeleng. Fani membulatkan matanya.

"Jadi?" Oliva berdiri. Ia tidak sanggup berbohong lebih lama.

"That's privacy, Fani," Oliva melenggang pergi. Fani masih terdiam. Oliva what happened with you?! Fani tidak sabaran untuk memberitahu kan hal ini kepada teman\-teman nya.

1
syela Imania
kok tamat secepat ini Thor,,,,,, kan Oliva belum ngaku ke Hendri tentang perasaan yang sebenarnya kalau dia juga mencintai Hendri.
Aca Fariha: hehehe, sisanya halu kan sendiri bund :)
total 1 replies
syela Imania
Ya ampun sweet deh Hendri. Semangat Thor,,,,,
Aca Fariha: thanks sis....km jg smngt
total 1 replies
syela Imania
Semoga Hendri bisa bersatu sama Oliva. Semangat Thor,,,,,,,,
syela Imania
Hendri nikah ama Oliva aja. semangat Thor,,,,,,
Rahmi Paujujiah
selalu menunggu kisah" selanjutnya.....💪💪💪💪💪
Aca Fariha: makasih byk2
total 3 replies
Author Ika.
saya Uda like, dan rate 5 bintang mampir dong Author ke novel saya“Aku bukan lesbian," ditunggu kehadirannya.
Aca Fariha: makasih ya, otw mampir
total 1 replies
Lingling Khow
next
Lingling Khow
like
DeputiG_Rahma
like DEBU mendarat thor...

maaf nih baru mampir lagi🤧🤧🤧
Akira ✨
maaf baru mampir lagi 😩😩
lanjut Thor semangat
Aca Fariha: iya gapapa, makasih byk hyung
total 1 replies
syela Imania
lanjut thorr..,... seru banget
Aca Fariha: siap hyung, makasih byk
total 1 replies
DeputiG_Rahma
like like hadir...
maaf ngga sering mampir😁
Aca Fariha: hihihi, gapapa hyung
total 1 replies
DeputiG_Rahma
jejak DEBU datang lagi❤❤😁
Aca Fariha: asik. makasih
total 1 replies
DeputiG_Rahma
lanjut jejak..
DeputiG_Rahma
lanjut lanjut aku berlayar....😁😁😁😁jejak DEBU ORBIT hadir kembali..🙈🙈
Aca Fariha: siaaaap
total 1 replies
Akira ✨
like 😉
DeputiG_Rahma
Jejak again DEBU ORBIT padamu kk❤❤
DeputiG_Rahma
likeeeee
DeputiG_Rahma
likee
DeputiG_Rahma
like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!