Indonesia
NovelToon NovelToon
Lentera Hati

Lentera Hati

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Masalah Pertumbuhan / Istri ideal / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shangrai Hark

Kehidupan Geo yang damai dan bahagia bersama istrinya, Jia, serta adik-adiknya, Dika dan Sua, tiba-tiba hancur ketika tragedi menimpa satu per satu orang yang dicintainya.

Dalam perjalanan mencari kebenaran di balik kematian misterius Jia, Geo ditempa oleh rasa sakit dan kehilangan, seiring dengan kematian tragis Dika dan Sua. Namun, di tengah kegelapan, secercah cahaya muncul dalam sosok Nadia, seorang wanita ceria yang membantu Geo menemukan kembali kebahagiaan dalam hidupnya.

Mari ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shangrai Hark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 : Penguntit

Nadia merasa terkejut dan hampir saja terjatuh setelah tersandung dengan kakinya sendiri. Untungnya, Geo berhasil menangkap dan menahan tubuh Nadia sehingga ia tidak jatuh.

Saat itu Nadia tidak bisa menahan diri untuk tidak memperhatikan penampilan tampan dan menawan yang dimilikinya. Geo memiliki rahang yang kuat, mata yang tajam, dan senyum yang memikat.

Setiap kali dia tersenyum, hati Nadia pasti berdebar-debar. Kulitnya yang bersih dan bercahaya, dan postur tubuhnya yang tegap dan atletis membuat Nadia merasa seperti sedang berada di depan seorang pria yang sangat menarik dan tampan.

Dia merasa begitu terpesona dengan ketampanan Geo, sehingga dia hampir tidak bisa berbicara. Namun, dia mencoba untuk mengumpulkan keberanian dan membuka suaranya.

"Geo," sebut Nadia dengan suara yang amat rendah. Geo yang menyadari tindakannya pun langsung melepas tangannya dari tubuh Nadia. Nadia sembari goyah dan hampir jatuh lagi, namun ia bisa menahan dirinya sendir.

"Haruskah kita melakukannya?" tanya Nadia.

Geo merasa bingung dan tidak tahu harus berkata apa, karena tidak mengerti apa yang dikatakan Nadia.

Nadia terus menghindari pandangan Geo dan tidak berani menatapnya walau sejenak.

"Nadia, sepertinya aku harus pergi," ucap Geo mengalihkan pembicaraan. Namun dengan cepat Nadia memegangi tangan Geo dan menggiringnya untuk memposisikan langkah dansa.

Dengan kedua tangan mereka saling berpegangan. Mereka bergerak dengan lembut dan selaras, mengikuti irama musik yang sedang dimainkan. Nadia memimpin gerakan dansa dengan lembut, sementara Geo mengikuti setiap gerakan dengan sedikit kaku.

"Kau tahu ... terkadang kehidupan seperti langkah dansa."

"Kau menentukan tujuan dengan langkah pertamamu, lalu kau akan belajar dari kesalahanmu saat salah melangkah. Lalu kau akan beradaptasi dengan langkahmu yang selanjutnya."

Mendengar perkataan Nadia, Geo merasa sedikit ketenangan. Mungkin ada sihir dalam ucapan Nadia saat itu. Geo merasa senang, juga sedikit gugup dan tenang.

"Geo, jika kau masih merasa bersalah atas kematian istrimu, kurasa kau harus menghentikannya."

Geo menghentikan langkahnya dan menundukkan kepalanya. "Apa aku ... bisa melakukannya?"

Dalam sesaat ruangan studio terasa sangat sunyi. Tatapan Nadia terhadap geo kini berubah, melihat orang yang ia sukai kini sedang sedih, Nadia merasa terenyuh dan ingin membantu.

Meskipun Nadia merasa bingung atau tidak yakin bagaimana cara membantunya, namun ia kini berusaha untuk tetap ada dan mendengarkan ketika ia membutuhkan seseorang untuk berbicara.

Nadia ikut menitikkan air matanya saat Geo menunjukkan ekspresi sedihnya. "Geo, kau bisa mencari siapa pelakunya. Tapi, lupakan kalau dia istrimu. Mengingat rasa sakit mu saat menganggapnya sebagai orang yang kau cintai, itu hanya kan membuatmu lebih menderita."

Dengan suara yang bergetar Nadia menangis tersedu-sedu.

Bingung tidak tahu harus bagaimana menghentikan Nadia yang menangis sesenggukan, Geo melakukan segala cara.

Pertama ia mengambil tisu yang ada di tas nya, "Dia, berhentilah, oke. Aku paham dengan ucapan mu tapi itu tidak semudah yang kau bayangkan, mengerti?"

Namun itu malah membuat Nadia menangis lebih keras,

"Kenapa malah lebih keras?" Geo kebingungan.

Geo memegangi pundak Nadia dan mulai menenangkan nya, "Nadia. Katakanlah, apa yang membuatmu begitu sedih sampai menangis? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?" Geo menatap Nadia dengan rasa khawatir.

"Aku menyukaimu."

Geo terdiam mendengar ungkapan Nadia yang tiba tiba. Seakan ia membatu dan tidak bisa berkata apapun.

"Bisakah kau mencari pelakunya saja? Kau bisa tetap mencintai istrimu. Namun, bisakah kau hanya melihatku saja ... sebagai orang yang akan ada di sisimu nantinya. Tidak bisakah?"

Geo Mendur beberapa langkah, menjauhi Nadia. Perkataan Nadia sedikit menyakitinya saat itu. Dan ucapan Nadia seolah menusuk hatinya dan memberikan kenyataan pahit bahwa istrinya benar-benar telah meninggal.

"Tidak bisakah kau berhenti-"

"Kumohon hentikan!" Geo membentak.

"Kumohon, jangan paksa aku untuk mengakui jika Jia sudah tiada. Aku bertahan karena yakin bisa bertemu dengannya lagi. Aku yakin bisa mendengar suaranya lagi, aku-"

"Kau lah yang berhenti Geo! Kau tidak bisa mendengar suaranya atau akan bertemu dengannya lagi. Jangan berharap apapun, Geo! Jika kau menyadarinya suatu saat nanti, kau akan lebih terluka lagi. Jadi lupakanlah dia, dan cari saja pelakunya!" sentak Nadia seraya memegangi kedua lengan Geo.

Geo menepis pegangan Nadia, "Lalu bagaimana dengan keluargaku? Dia, yang dihancurkan oleh orang brengsek itu adalah keluargaku, lalu apa? Kau menyuruhku melupakan mereka dan hanya mencari pelakunya saja?"

"Kau menyembunyikan sesuatu dariku bukan?!" tanya Geo.

Nadia berbalik, mengambil tasnya dan melangkah cepat keluar dari ruangan tersebut. Dadanya terasa sesak karena ia merasa baru saja ditolak. Selain itu, ia merasa bersalah karena menyakiti Geo begitu juga karena ia menyembunyikan pernyataan penting mengenai foto tersebut.

Sementara Geo, ia mengejar Nadia sampai keluar pintu, begitu sampai di luar ia melihat sosok penguntit yang mengintip Nadia sepanjang jalan nya dari balik pohon yang besar.

Tanpa pikir panjang, Geo langsung mengejar pria itu. Dia mulai mengikuti jejak pelarian penguntit tersebut dengan tatapan tajam yang menyala dalam gelap.

Rasa semangat memenuhi tubuh Geo saat ia terus merayap melalui lorong-lorong sempit dan melompati tembok-tembok rendah. Suara langkah cepat dan berat dari penguntit semakin dekat, mengirimkan getaran ketegangan yang melewati tulang-tulang Geo.

Meskipun dia sedikit di luar nafas, Geo terus mengikuti jejak penguntit yang licin. Tiba-tiba, di sebuah jalan buntu yang gelap. Anehnya ia kehilangan jejak penguntit tersebut.

Geo merasa sangat frustasi. Ia bahkan sempat berpikir kalau penguntit itu adalah pelaku yang bertanggung jawab dari tiadanya Jia, Dika dan Sua.

Sambil nunggu Up selanjutnya, mampir ke karya teman Shangrai ya ...

1
Nady Henio Usry
msh bingung dg ceritanya thor
R Suryatie
Berakhir dg happy ending, tp msh ada yg menggantung "bgmn nasib bayi yg bersama Jia waktu terjadinya pembunuhan??? Terima kasih Kak Author, sukses slalu
R Suryatie
Sdh bisa ditebak, Raka berjodoh dg Mila
R Suryatie
Tebakanku salah, aq pikir pembunuhnya paman Arif, ternyata pembunuh sebenarnya adlh Bima
R Suryatie
mudah2an Nadia bisa ikut mengungkap misteri kematian Jia
R Suryatie
penuh misteri
R Suryatie
Apkh paman Arif terlibat dg kematian Jia, Dika dan Sua????
R Suryatie
cerita misteri tp msh adem2 aja, blm begitu memacu adrenalin
R Suryatie
Aku bru tahu klo Geo itu seorang jurnalis, mgknkh kematian keluarganya ada hubungannya dg profesi Geo???
R Suryatie
mulai ada titik terang
R Suryatie
sudah terungkap berarti bukan bayi mereka, tetapi bayi siapa yg dibawa Jia???
R Suryatie
kadang menemukan kata yg typo,, msh menebak2 ceritanya berbau misteri atau apa
R Suryatie
akhirnya melibatkan polisi dlm mengungkapkan kasus ini, itu yg slalu ada dlm benakku sjk awal, pdhl ini kasus besar yaitu pembunuhan,,, trs bayi siapa yg disembunyikan Jia??? klo mmg itu anak mereka mengapa suaminya tdk merasa kehilangan???
🥜Shangrai Hark🌰
Apakah ceritanya berbelit-belit? atau bagaimana? jelaskan lah, agar aku bisa memperbaikinya. ☺️☺️
R Suryatie
Sampe sejauh ini aku msh menyimak ceritanya
R Suryatie
Aku mampir Kak, mudah2an ceritanya berlanjut tdk digantung di tengah jln
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!