Indonesia
NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:44k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Adit mengucek kedua matanya dengan cepat.

​Layar kebiruan yang bercahaya samar itu masih melayang tepat di depan wajahnya.

​"Ini bukan mimpi kan?" gumam Adit pelan.

​Dia mencoba menyentuh layar bercahaya itu dengan ujung jarinya.

​[Konfirmasi diterima. Mengaktifkan Sistem Perkebunan dan Peternakan.]

​[Proses sinkronisasi dengan tuan Aditya Pratama... 10%... 50%... 100%.]

​[Sinkronisasi selesai.]

​Suara mekanis tanpa emosi itu terdengar langsung di dalam kepala Adit.

​Adit terbelalak sambil memegangi kepalanya yang sedikit berdenyut.

​"Beneran sistem? Kayak di komik-komik yang sering dibaca orang?" batin Adit ragu.

​[Selamat kepada Tuan. Anda mendapatkan Paket Pemula.]

​[Apakah Anda ingin membuka Paket Pemula sekarang?]

​Adit menelan ludahnya yang terasa kering.

​"Buka sekarang!" ucap Adit setengah berbisik.

​Ting!

​[Anda mendapatkan: 1 Botol Air Pemulihan Vitalitas Ternak.]

​[Anda mendapatkan: 1 Kantong Pupuk Nutrisi Organik Tingkat Tinggi.]

​[Anda mendapatkan: 100 Poin Pengalaman.]

​Sebuah botol kaca berisi cairan bening dan sebuah kantong kain kecil tiba-tiba jatuh ke pangkuannya.

​Buk!

​Adit kaget sampai hampir melompat dari tempat duduknya.

​"Astaga! Muncul dari mana barang-barang ini?" bisik Adit panik.

​Dia memandangi botol kaca di tangan kirinya dengan seksama.

​Cairan di dalam botol itu tampak berkilau meskipun dalam kegelapan malam.

​[Air Pemulihan Vitalitas Ternak: Mampu menyembuhkan segala penyakit ternak dan meningkatkan mutu fisik ternak secara drastis dalam waktu singkat.]

​Adit lalu melihat ke arah kandang kambingnya.

​Dua ekor kambing etawa muda itu masih terbaring lemas dengan napas yang terengah-engah.

​"Mungkin aku harus coba kasih minum air ini," gumam Adit.

​Adit mendekati kandang kayu yang sudah lapuk itu.

​Klek!

​Dia membuka selot pintu kandang perlahan agar tidak mengejutkan hewan di dalamnya.

​Adit membuka tutup botol kaca tersebut.

​Aroma harum yang sangat segar langsung menyeruak keluar dari dalam botol.

​"Wangi banget, beda sama air biasa," batin Adit.

​Adit menuangkan separuh cairan itu ke dalam wadah minum kayu milik kambing.

​Guk... guk...

​Suara anjing tetangga terdengar di kejauhan, namun Adit tidak mempedulikannya.

​Salah satu kambing muda itu mengendus-endus wadah air dengan pelan.

​Glek... glek... glek...

​Kambing itu mendadak minum dengan sangat lahap sampai air di wadah itu habis tak bersisa.

​Hanya dalam hitungan detik, keajaiban terjadi di depan mata Adit.

​Kambing yang tadinya terbaring lemah itu tiba-tiba berdiri tegak di atas keempat kakinya.

​Bulu kambing yang tadinya kusam dan kotor berubah menjadi putih bersih dan mengkilap.

​Mbekkk!

​Suara nyaring kambing itu memecah keheningan malam Desa Sukamaju.

​"Bohong... ini beneran langsung sehat?" Adit melotot tak percaya.

​Dia melihat kambing kedua yang masih lemas di sudut kandang.

​Adit langsung menuangkan sisa air dari botol kaca ke wadah minum kambing kedua.

​Glek... glek...

​Kambing kedua pun langsung meminumnya hingga bersih.

​Sama seperti sebelumnya, tubuh kambing kedua mendadak segar bugar dan berenergi.

​Mbekkk!

​Kedua kambing itu kini bergerak aktif dan menatap Adit dengan mata yang jernih.

​Adit tersenyum lebar hingga matanya berkaca-kaca.

​"Sistem ini beneran nyata! Aku tidak gila!" seru Adit gembira.

​Adit kemudian beralih menatap kantong kain berisi pupuk organik di tanah.

​Dia mengambil kantong itu dan berjalan menuju kebun cabai yang gersang.

​Batang-batang pohon cabai di sana tampak melengkung dan daunnya sudah berwarna kuning kecokelatan.

​[Pupuk Nutrisi Organik Tingkat Tinggi: Mampu menyuburkan tanah gersang dan mempercepat pertumbuhan tanaman hingga sepuluh kali lipat.]

​"Kalau air tadi bisa bikin kambing sehat, pupuk ini pasti bisa bikin cabai hidup lagi," batin Adit yakin.

​Adit membuka kantong kain itu.

​Di dalamnya terdapat serbuk halus berwarna cokelat keemasan yang memancarkan aroma tanah segar.

​Adit menaburkan serbuk pupuk itu di sekeliling akar tanaman cabai satu per satu.

​Syuuu...

​Angin malam berembus pelan menyapu permukaan tanah ladang.

​Tepat setelah pupuk itu menyentuh tanah, keajaiban kedua kembali terjadi.

​Tanah yang tadinya kering dan retak-retak perlahan berubah warna menjadi hitam pekat dan subur.

​Batang cabai yang layu mulai menegak kembali secara perlahan.

​Daun-daun kuning yang hampir gugur berubah menjadi hijau segar yang sangat pekat.

​Bahkan bunga-bunga putih kecil mulai bermunculan di setiap tangkai pohon cabai.

​"Luar biasa... cepat sekali tumbuhnya!" Adit terpana melihat pemandangan di depannya.

​Dalam waktu kurang dari satu jam, lahan cabai yang tadinya seperti kuburan tanaman berubah menjadi ladang yang sangat subur.

​Ting!

​[Tugas Pertama Selesai: Menyelamatkan Tanaman dan Ternak Pertama.]

​[Hadiah: 200 Poin Pengalaman & Pembukaan Fitur Toko Sistem.]

​Adit menepuk dadanya yang berdebar kencang.

​Rasa putus asa yang menyiksanya sejak kemarin sore mendadak sirna tanpa bekas.

​"Dengan sistem ini, aku pasti bisa sukses di desa," ucap Adit dengan mata berbinar penuh keyakinan.

​Dia memutuskan untuk kembali ke dalam rumah untuk beristirahat.

​Malam itu, Adit tidur dengan sangat nyenyak untuk pertama kalinya sejak di-PHK dari kantornya.

​Kukuruyuk!

​Suara ayam jantan membangunkan Adit dari tidur nyenyaknya.

​Matahari pagi menyinari kamar tua melalui celah-celah dinding kayu.

​Adit segera melompat dari tempat tidur dan berlari ke halaman belakang.

​Di sana, Bang Jarwo dan Bang Sopo sudah berdiri mematung di pinggir ladang.

​Kedua orang tua itu menatap kebun cabai dan kandang kambing dengan mulut terbuka lebar.

​"Astagfirullahaladzim... Jarwo, coba pukul pipiku," bisik Bang Sopo dengan wajah pucat.

​Plak!

​Bang Jarwo menampar pipi Bang Sopo cukup keras.

​"Aduh! Kok beneran dipukul sih!" keluh Bang Sopo sambil memegangi pipinya.

​"Ya kamu yang suruh pukul tadi, Po!" sahut Bang Jarwo tak kalah kaget.

​"Tapi ini... ini beneran ladang cabai yang kemarin mau mati itu?" Bang Sopo menunjuk ke arah kebun.

​Pohon-pohon cabai di sana kini tumbuh lebat dengan buah-buah cabai hijau besar yang menggelantung rapat.

​Di kandang, dua ekor kambing etawa tampak sangat gemuk dan sehat sambil mengunyah rumput dengan gembira.

​Adit berjalan mendekati mereka berdua sambil pura-pura mengusap matanya.

​"Selamat pagi, Bang Jarwo, Bang Sopo," sapa Adit ramah.

​Bang Jarwo langsung menarik lengan baju Adit dengan kencang.

​"Dit! Kamu pakai sihir apa semalaman?" tanya Bang Jarwo dengan mata melotot.

​"Sihir apa, Bang? Saya tidak pakai sihir," jawab Adit sambil tertawa kecil.

​"Lalu ini kenapa cabai sama kambingmu bisa berubah total begini cuma dalam semalam?" sahut Bang Sopo kebingungan.

​Adit sudah menyiapkan alasan di dalam kepalanya sejak semalam.

​"Oh, itu, Bang. Dulu sebelum almarhum Bapak meninggal, Bapak pernah kasih resep ramuan pupuk khusus sama jamu ternak rahasia."

​"Resep rahasia dari almarhum?" Bang Jarwo mengernyitkan dahinya.

​"Iya, Bang. Semalam saya baru ingat resepnya dan langsung coba buat dari bahan-bahan sisa di dapur."

​"Ternyata khasiatnya ampuh sekali ya," tambah Adit memasang wajah polos.

​Bang Sopo mengelus janggutnya yang tipis sambil mengangguk-angguk.

​"Pantas saja! Bapakmu dulu memang terkenal pinter kalau urusan tanah dan hewan!"

​"Iya, aku ingat dulu hasil panen bapakmu selalu yang paling bagus se-desa," timpal Bang Jarwo percaya begitu saja.

​Adit bernapas lega dalam hati karena kedua pamannya tidak curiga lebih jauh.

​"Berarti hari ini kita bisa panen cabainya, Dit?" tanya Bang Sopo antusias.

​"Sepertinya begitu, Bang. Nanti siang kita petik sama-sama," jawab Adit.

​"Bagus! Aku bakal siapkan keranjang-keranjang di gudang!" seru Bang Jarwo gembira.

​Kedua orang tua itu langsung bergegas menuju gudang samping rumah dengan semangat membara.

​Adit menatap punggung kedua pamannya sambil tersenyum tipis.

​Langkah pertamanya di desa kini telah resmi dimulai.

1
echa purin
👍👍
I am Cat
up
kiyoe: terimakasih kak sudah mau mampir membaca karya saya 🙏
total 1 replies
craft
ini 1 jam lagi dulu aku panen tomat sampai jam 7/8 /Sweat/
admin 1 ini kayaknya gak pernah ke landang nya 😑/Proud/
kiyoe: hehehe kan pakai benih ajaib kaka 🤭
total 1 replies
craft
gawe gak yakin panen cabe 2 jam 😐😑
kiyoe: heheh
total 1 replies
craft
asalamualaikum thor saya mampir 😄😄😄
jangan lupakan saya thor🤣
kiyoe: hehehe terimakasih kaka
total 4 replies
Heni Setiyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣
Was pray
sistem pertanian dan peternakan berubah fungsi jadi sistem kultivasi. udah berubah jauh banget
Was pray
Adit lupakah? bahwa tanpa sistem gak bisa apa2? sekarang jadi arogan sama sistem. kesulitanmu karena dirimu terlalu serakah pingin cepat kaya sehingga menempuh jalan ilegal
Was pray
Adit kan ke jakarta numpang truk ekspedisi ! kok sekarang bawa mobil SUV nya? mobilnya jalan sendiri kah? 🤣🤣
kiyoe: hehehe terimakasih atas support nya kak ☺️
total 7 replies
Was pray
kapan jadiannya?
kiyoe: setelah itu
total 1 replies
Was pray
sopo dan Jarwo kan di perkebunan? othornya bingung kah?
Was pray: waktu berangkat Adit pamitan sama sopo dan Jarwo , kemudian Adit meminta agar sopo dan Jarwo menjaga kebun selama Adit di jakarta. coba dicek bab sebelumnya Thor.
total 2 replies
Was pray
kapan Adit beli mobil? kok tau2 udah punya mobil SUV? di sulap sim salabim hau mobil munculah. 🤣🤣🤣
Was pray
adi paham bisnis gak sih sebenarnya?
kiyoe: heheh iyaa kak biar cepat laku 🤣
total 5 replies
Was pray
berita dari Riana gak direspon dit?
Was pray
pagarnya setinggi Dada gak kependekan dit? paling gak setinggi 2 meter baru atasnya ditambah kawat berduri kayaknya lebih aman
Astiana 💕
menegangkan sekali Thor, ngeri banget.
kiyoe: hehehe biar tegang kak
total 1 replies
Astiana 💕
Abang wanglin kita muncul di karakter adit😁.
Astiana 💕
aku kasih kopi, semangat ya💪🏻, biar gak ngantuk☺️
kiyoe: wah terimakasih kak Astiana semangat terus pokoknya 🙏🙏
total 1 replies
Astiana 💕
sat set bener si Adit, dah dapat cewek aja dia, kapan jadian nya juga tak tau🤭
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Astiana 💕
lah giok jadi steak🤣🤣.
gak apa-apa lanjut aja, anggap aja lagi berpetualang di dunia lain.🤣🤭
kiyoe: hahaha
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!