Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 2.
"Hahahahahaha... !!!"
Lydia bangkit berdiri sembari tertawa semakin kencang.
Ia begitu senang sekali memberitahu rahasianya kepada Olivia, yang terpaku memandangnya tidak percaya.
Akhirnya Olivia pun tahu, kenapa selama ini ke dua orang tuanya begitu menyayangi adik angkatnya.
Ternyata Lydia menggunakan suara hati untuk menarik perhatian orang tuanya, agar orang tuanya membencinya.
"Karena liontin ini, ke dua orang tuaku jadi salah paham padaku!" tangis Olivia kembali meledak dengan begitu sedihnya, ia memandang Lydia yang tertawa kesenangan, "Benarkah semua orang jadi membenciku karena liontin itu??"
"Benar!!" jawab Lydia dengan begitu santainya, "Kalau bukan karena suara hatiku, bagaimana mungkin mereka begitu tulus memihak padaku?!"
Dengan bangga Lydia mengatakannya, "Jadi, karena itu kau harus mati!!!"
Olivia semakin menangis, rasa marah dalam dirinya membuat ia hanya bisa menangis dengan perasaan sakit hati.
"Kamu tidak akan dapat hidup dengan baik, kalau sudah berada dalam genggaman tanganku!!!"
Buk!!
"Akhhhh!!!"
Lydia menendang dengan kuat perut Olivia, sampai tubuh Olivia terjerembab dengan kencang ke belakang.
Lydia menggerakkan jarinya memberi kode kepada beberapa pria bayaran, yang membantunya menganiaya Olivia.
"Tenggelamkan dia ke sungai!!" perintahnya.
Dua pria sewaan Lydia bergegas melakukan apa yang diperintahkan Lydia.
Tubuh tidak berdaya Olivia di paksa duduk di tanah, lalu ke dua tangannya diikat kebalik punggungnya.
"Lydia, kau benar-benar iblis!!" di antara rasa sakit dan nyaris pingsan, Olivia mengungkapkan seperti apa sosok Lydia.
Lydia tertawa mendengar apa yang dikatakan Olivia, ia terlihat semakin senang melihat Olivia yang sudah kepayahan.
"Hahahaha... !!!"
"Aku tidak akan pernah memaafkan perbuatanmu ini kepadaku, walau aku sudah mati terkubur di dalam tanah!!"
Lydia mengulurkan tangannya kepada bodyguard sewaannya, dan seorang pria itu memberikan alat pemukul ke tangan Lydia.
"Oh, sampai mati terkubur di dalam tanah kau tidak akan memaafkanku??"
Tubuh Olivia yang terikat gemetar oleh rasa sakit, dan kedinginan basah kuyup karena hujan.
Bibirnya sudah sepucat kertas, dengan wajah yang juga pucat pasi, seperti tidak memiliki darah lagi.
"Olivia, kutunggu apa yang kau katakan itu!!" Lydia menggoyangkan alat pemukul di depan wajah Olivia sembari tersenyum.
Lydia kemudian bangkit berdiri, dan mengayunkan pemukul itu dengan kuat ke bagian kepala Olivia.
"Ku tunggu kau mencariku dikehidupan berikutnya!!!" teriaknya dengan kencang.
-----
-----
-----
Byurrrr!!
Segelas air dengan kencang menyiram wajah Olivia.
"Mphhh! haahh.. haahhh... !!"
Olivia megap-megap dengan nafas tersengal, lalu membuka matanya perlahan.
Begitu ia membuka matanya, ia melihat di depannya berdiri kakak dan Ayahnya tengah memandangnya, dengan tatapan penuh amarah.
Lalu ia kemudian melihat Ibunya memandangnya dengan sorot mata penuh kebencian.
Lydia berdiri di samping Ibunya dengan raut wajah, yang terlihat ketakutan memandang ke arahnya sembari merangkul lengan Ibunya.
Lalu Olivia mengedarkan pandangan matanya ke sekelilingnya.
"Ini kan pesta ulang tahun Lydia!" gumamnya, kalau mengingat tempat dan situasi yang ia lihat saat ini.
Ini di mana? bisik hatinya sedikit tidak mengerti, karena baru saja Lydia menghantam kepalanya dengan alat pemukul di tepi sungai.
"Akhhh!!"
Tiba-tiba rambutnya di jambak kakaknya dengan kasar, sembari mendorongnya jatuh terjerembab ke lantai.
Tubuh Olivia merasakan sakit pada bokongnya, begitu tubuhnya terhempas ke lantai.
Belum sempat ia mencerna apa yang terjadi, dan kenapa dia berada di tempat itu, kembali kakaknya datang menjambak rambutnya dengan kuat.
Jambakan kakaknya pada rambutnya memaksanya, untuk menoleh memandang wajah kakaknya, yang tampak penuh amarah memandangnya.
"Hanya karena gara-gara pesta ulang tahun Lydia lebih mewah dari pesta ulang tahunmu, kau sampai berani ingin membunuhnya! Hah?!!" bentak kakak lelakinya, lalu menyentakkan jambakan pada rambutnya dengan kasar, sehingga kepalanya nyaris membentur lantai.
Raut wajah Ibunya tampak begitu menahan geram dan amarah memandangnya.
Tatapan mata semua orang yang berada di sana memandangnya sembari saling berbisik membicarakannya.
Bersambung......
..