Indonesia
NovelToon NovelToon
TAKDIR (LucaSSefanya)

TAKDIR (LucaSSefanya)

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:32.6k
Nilai: 5
Nama Author: Y.M

Sefanya, gadis yang harus bisa menerima kenyataan pahit masa lalunya karena perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab mebuat Dia menjadi seorang Ibu diusia yang bisa dibilang masih belia untuk zaman modern ini. bagaimana kah jalan takdir akan membawanya kita lihat kelanjutan. mari singga di novel baru ku💜💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Y.M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 25

Mobil Lucas dan Edward masuk kedalam parkiran Resto milik Sefanya sementara Calista mengintai mereka dari kejauhan.

"Ngapain Lucas kesana? apa Dia janjian dengan seseorang?" gumam Calista

Lucas turun dari mobil dan masuk kedalam Resto yang baru saja dibuka tadi pagi itu.

"Pak, sepertinya Resto ini baru ya di sini?" tanya Calista pada sopir pribadi miliknya yang di tugaskan oleh Alexander untuk mengantarnya kemana pun Ia mau.

 "Beruntung juga si Calsita ini bisa dapat perhatian dari Alexander Davidson" kata Author

"Sepertinya begitu Nona, karena selama ini ruko itu kosong" jawab sopir itu

Sefanya terlihat membuka pintu Ruko dan mempersilakan Lucas dan Edward masuk kedalam.

"Sefanya !!" Calista dengan tatapan kaget melihat Sefanya disana Ia mengeratkan giginya.

"Lagi-lagi kamu ! arghhh apa si lebih nya Sefanya itu sehingga membuat Lucas begitu perhatian pada Dia" gerutu Calista

......................

"Masuk lah" Sefanya mempersilahkan mereka masuk

"Kenapa begitu? tidak senang?" tanya Lucas sebelum Ia duduk di kursi Resto itu

Sefanya memutar bola matanya. "Bukan begitu, Aku sedikit lelah makanya----"

"Alasan saja kamu, bilang saja tidak ingin kalau saya datang kan?" ucap Lucas

"Itu tau pake nanya lagi" gumam Sefanya

"Saya bisa dengar"

"Udah-udah kalian ini kenapa si setiap ketemu berantem-berantem terus, gak bisa apa ya kalau ketemu duduk diam gitu gak usa ngajak ribut" Dinda menyela pembicaraan antara Lucas dan Sefanya

"Gak bisa gitu dong, yang mulai duluan kan teman lu" Edward tidak terima temanya di tegur

"Lah kamu kenapa? memangnya tadi saya marah ke Lucas doang? ngak kan. saya juga marah ke Sefanya" ucap Dinda membela diri

"Itu alasan lu aja biar-----"

"Stop, ini kenapa jadi kalian yang marah hah?" Ucak Sefanya dan Lucas

Ibu Caroline datang dari dapur menghampiri mereka karena mendengar ada keributan disana.

"Ada apa ini? kok ribut?" tanya Ibu Caroline

Ia melihat Lucas, matanya bulat sempurna.

"Loh Nak kamu yang di mall kemarin kan?" tanya Ibu Caroline

"Iya Bu, Ibu kerja disini?" tanya Lucas

"Gak, Ini Ibu saya" jawab Sefanya

Ibu Caroline mengingat kejadian di Mall kemarin.

"(Ini pasti Bos Sefanya, aduh Gusti gimana kalau dia masih ingat Dewan dan bertanya tentang Dia apa yang harus saya jawab. kalau Dia tau Sefanya sudah punya Anak bagaimana ini)" batin Ibu Caroline

"Ibu ! Ibu !!" Sefanya menyadarkan Ibu Caroline dari lamunannya

Lucas jalan masuk dan memeriksa keadaan disana.

"(Syukurlah Ia tidak bertanya-tanya tentang Dewandra)" batin Ibu Caroline

"Lumayan juga selera kamu, gak norak amat sih jadi bisa kah saya Makan disini kalau ada meeting dengan Klien saya" Ucap Lucas

Sefanya memutar bola matanya sekali lagi. "Sebenarnya kamu mau ngapain kesini?" tanya Sefanya

"Hanya lihat-lihat, emang gak boleh?" jawab Lucas

Ia duduk di kursi sofa dengan Edward. Ibu Caroline datang membawa cake dan jus untuk diberikan pada Lucas dan Edward.

"Ini dicobain ya Nak" ucap Ibu Caroline

"Gak usa repot-repot Bu, saya hanya mampir sebentar disini" tolak Lucas dengan lembut

"Jangan gitu, anggap aja ini ucapan terima kasih kami pada Tuan muda karena membantu Sefanya begitu banyak" ucap Ibu Caroline

"Membantu?" tanya Lucas heran mendengar perkataan Ibu Caroline

"Iya Nak, Sefanya sudah menceritakan semuanya. Ia bilang mendapatkan pinjaman uang untuk buka usaha dari Anda jadi terimakasih atas bantuannya" jelas Ibu Caroline

"Tapi saya gak----"

"Ibu Dia ini tidak ingin di puji makanya dia bingung dengan penjelasan ibu dia sangat baik hati jadi dia tidak mau ketauan sama orang jika ingin membantu sesama" Sefanya datang dan memotong omongan Lucas

"benar kan Pak Lucas Hem?" Sefanya menatap Lucas mengedip kan matanya agar Lucas mengiyakan isyarat nya itu

"Oh Iya Bu, Anak Buah saya yang satu ini jujur sekali makanya saya kasih bonus pinjaman uang. Dia berjanji juga akan mencicil uang nya santai aja Ibu jangan kawatir" Jawab Lucas

Ibu Caroline kembali kebelakang membantu Dinda dan yang lainya. hari ini orang-orang datang banyak sekali apa lagi saat ini Lucas dan Edward membantu mereka dan menjadi pelayan untuk melayani mereka semua.

"Wah kalau kek gini kita bakal kesini tiap hari ya, ganteng-ganteng pelayanan nya" ucap seorang gadis remaja disana

"Hem betul banget, tiap hari aku mau kesini ah lumayan cuci mata lihat Om-om berduit" kata seorang diantara mereka

 "Din minta mie ayamnya lagi dua porsi" ucap Edward pada Dinda

"Yang di ujung sana minta soto nya 4 porsi lagi" ucap Lucas

Mereka sedikit kewalahan menghadapi orang-orang yang datang makan di Resto mereka. setelah semuanya selesai Edward dan Lucas duduk di kursi dekat kasir dengan lunglai.

"Ini Ibu bawain kalian berdua mie ayam spesial Ibu buatin untuk kalian ya" ucap Ibu Caroline lalu memberikan 2 porsi mie ayam pada Edward dan Lucas.

"Ibu buat Aku sama Sefanya mana?" tanya Dinda

"Lu gak usa, lihat pipi lu makin tembem" Edward menggoda Dinda

"Heh apa-apaan kamu, saya juga perlu makan ya dari tadi layani orang terus jadi tenaga saya habis butu makan biar semangat lagi" jawab Dinda

Di seberang Sefanya sedang melihat-lihat jam di tanganya.

"Sebentar lagi Dewandra pulang, bagaimana ini apa Lucas harus tau semuanya kalau Aku ini sudah punya Anak bagaimana ini" gumam Sefanya

"Sebenarnya Aku tidak peduli lagi pula ini kan hanya sandiwara kenapa harus memikirkan hal yang tidak mungkin terjadi?" lagi kata Sefanya

Lucas dan Edward menyantap mie ayam buatan Ibu Caroline dengan lahap. rasanya begitu enak membuat mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi.

"Bu mie nya enak banget" celetuk Edward

"Betul Bu, ini sangat enak pasti banyak orang suka nanti ni" lanjut Lucas

Ponsel Lucas berbunyi itu pesan singkat dari sang Ayah untuk nya.

...💌...

^^^Kamu dimana? kenapa tidak ada di kantor? pulang sekarang.^^^

Saya sibuk, jika ada perlu datang saja ke apartemen saya

^^^Tidak bisa. kamu harus menghabiskan sedikit waktu dengan Calista^^^

Tidak di balas oleh Lucas lagi. Setelah selsai makan Ia langsung pergi tanpa pamit dengan Sefanya.

"Kenapa Dia?" tanya Sefanya pada Edward

"Gak tau Fan, keknya moodnya Kambu" ucap Edward lalu menyusul Lucas

"Syukurlah Mereka pergi, Aku jadi bisa jemput Dewandra" ucap Sefanya

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Yusria Mumba
lanjut,
Zhu Yun💫
Lanjut kakak 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!