Indonesia
NovelToon NovelToon
Married By Arrangement, Love By Fate

Married By Arrangement, Love By Fate

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Ratnasari Husein

Tidak update harian!!

Zalina Asyara, seorang gadis muda yang harus menelan pahit kehidupan setelah ayahnya jatuh bangkrut dan terlihat hutang pada seorang rentenir. Ibunya memilih lari, meninggalkan ayahnya yang sudah jatuh bangkrut itu juga dirinya.

Zalina terpaksa bekerja sebagai pelayan restoran, untuk membantu ayahnya membayar hutang.

Namun, suatu hari, sepasang suami-istri kaya membawa sebuah lamaran pernikahan untuk Zalina.

mereka adalah kenalan lama ayahnya. Dulu, ayahnya pernah membantunya di saat mereka sedang kesulitan. Kini, saatnya mereka datang untuk membalas Budi.

Apakah Zalina akan menyetujui lamaran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Ratnasari Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian kecil Kaiden.

Kaiden segera membawa Zalina ke rumah sakit dengan mobilnya. Sementara supir, mengantarkan Diandra kembali ke kafe dengan mobil Zalina.

Tadinya Diandra hendak ikut ke rumah sakit karena khawatir dengan kondisi Zalina. Namun, gadis itu malah memaksanya untuk kembali saja ke kafe karena menurutnya, luka-luka ditubuhnya hanya lecet biasa saja.

Sehingga Diandra akhirnya kembali ke kafe.

Setibanya di rumah sakit, Zalina segera mendapatkan penanganan dari dokter. Untungnya, setelah dilakukan pemeriksaan luka-luka di tubuhnya tidak terlalu parah. Hanya beberapa luka lecet pada lengan dan lutut, serta pergelangan kaki yang terkilir.

Kaiden sejak tadi berdiri menemaninya di samping ranjang dengan wajah yang datar. Kedua tangannya terlipat di depan dada, seolah semua yang terjadi sama sekali tidak membuatnya khawatir. Namun, sikap tenangnya sedikit terusik, ketika dokter mulai membersihkan luka di lutut Zalina.

"Ah... pelan-pelan, Dok!" Zalina tampak meringis sambil memejamkan matanya.

Tanpa sadar tangannya meraih lengan Kaiden yang berada di dekatnya. Ia mencengkram erat tangannya setiap kali luka-lukanya terasa perih ketika diobati.

Kaiden menunduk, menatap tangan kecil yang kini meremas lengannya. Tatapannya tetap datar, namun ia tidak berusaha melepaskan tangannya.

"Apa rasanya sakit?" tanyanya dingin.

Zalina tampak mengerucutkan bibirnya. "Tidak. Rasanya sama sekali tidak sakit." keluh Zalina geram. "Ya, tentu saja sakit. Makanya aku meminta dokter mengobatinya pelan-pelan."

Dokter yang melihat interaksi keduanya hanya tersenyum tipis. "Tenang saja, Nona. Lukanya memang sedikit perih saat dibersihkan. Tapi, sebentar lagi selesai."

"Sebentar lagi itu berapa menit, Dok?" tanya Zalina mengeluh.

"Bersabarlah. Jangan banyak mengeluh." tegur Kaiden datar.

"Aku tidak mengeluh. Tapi, ini memang benar-benar sakit." sahut Zalina dengan wajah meringis.

Dokternya lagi-lagi tersenyum melihatnya. Sementara Kaiden hanya bisa menatap Zalina dengan ekspresi wajah yang tidak terbaca. Walau pria itu tampak dingin kepadanya, namun ia tetap bertahan di sisinya.

Beberapa saat kemudian, dokter akhirnya selesai mengobati luka-luka Zalina dan memasang perban pada pergelangan kakinya yang terkilir.

"Untuk beberapa hari ke depan, usahakan jangan terlalu banyak berjalan." ucap dokter mengingatkan. "Kalau rasa sakitnya bertambah parah, segera kembali untuk diperiksa."

Zalina mengangguk pelan.

Saat dokter meninggalkan ruangan, suasana mendadak menjadi hening. Zalina menatap Kaiden yang masih berdiri di samping ranjang.

"Kaiden..."

Pria itu lalu menoleh.

"Terima kasih karena sudah mengantarku ke rumah sakit."

"Hmm."

"Hanya itu?"

Kaiden tampak mengernyit tipis. "Lalu aku harus mengatakan apa?"

Zalina mendengus pelan. "Setidaknya katakan, 'iya, istriku'."

Kaiden menatapnya beberapa saat, lalu berkata. "Iya, istriku."

Zalina tersenyum kecil. Namun, senyumnya perlahan memudar ketika ia mencoba menggerakkan kakinya dan kembali meringis kesakitan.

Kaiden tampak memperhatikannya. "Kalau tidak bisa, jangan dipaksakan."

"Aku tahu. Tapi, bagaimana caranya aku turun kalau tidak dipaksa berjalan."

Kaiden lalu menatapnya sekilas. Tanpa memberi peringatan, ia lalu membungkukkan tubuhnya ke arah Zalina.

"Apa yang kau lakukan?"

Kaiden tidak menjawab. Ia mengangkat tubuh Zalina ke dalam gendongannya.

"Kaiden. Turunkan aku. Aku masih bisa jalan sendiri!" Zalina langsung panik dan melingkarkan kedua tangannya di leher Kaiden.

"Kalau kau terus berteriak, aku akan menjatuhkanmu ke lantai."

Zalina langsung terdiam.

Kaiden langsung membawa Zalina keluar dari ruang perawatan dengan wajah datarnya. Namun, diam-diam sudut bibir Zalina terangkat tipis.

Mungkin Kaiden memang dingin dan terkadang menyebalkan. Namun, ia punya sisi lain yang mungkin jarang diperlihatkan pada orang lain.

"Kenapa melihatku begitu?" tanya Kaiden ketika menyadari bahwa Zalina terus menatapnya sejak tadi.

"Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran." jawabnya singkat.

"Pada?"

"Kenapa... kau tiba-tiba berada di taman itu?" tanya Zalina sambil menatap wajahnya.

"Aku sedang ada urusan di sana." jawabnya singkat.

"Oh." sahut Zalina pelan.

Ia lalu menyenderkan kepalanya di bahu Kaiden. Dan Kaiden sepertinya juga tidak keberatan dengan hal tersebut. Ia tampak membiarkannya.

Mereka lalu masuk ke dalam lift, untuk turun ke lantai dasar.

🥀🥀🥀

Begitu tiba di apartemen, orang tua Kaiden juga Reyhan, ayah Zalina, sudah tiba di sana dengan wajah mereka yang tampak begitu khawatir.

Sebelumnya, Kaiden memang sudah menghubungi ibunya untuk memberitahukan keadaan Zalina pada yang lainnya. Namun, ia tidak menyangka bahwa mereka akan tiba secepat itu di apartemennya.

"Zalina..." panggil Reyhan ketika melihat kondisi putrinya yang cukup memprihatinkan itu.

"Ayah."

"S-siapa yang melakukan semua ini padamu." ucapnya lirih dengan mata yang berkaca-kaca.

"Hmm... Rey. Lebih baik kita masuk dulu ke dalam, lalu bicara. Zalina perlu istirahat." sela Zafran pelan.

"Ya. Baiklah." sahut Reyhan.

Mereka berlima lalu masuk ke dalam apartemen. Kaiden membawa Zalina menuju kamarnya, lalu membaringkan tubuh istrinya itu dengan hati-hati di atas ranjang.

Orang tua Kaiden dan juga ayah Zalina, sebenarnya sudah mengetahui perihal tentang kamar tidur mereka yang terpisah. Karena itu, tidak ada satu pun dari mereka yang tampak mempermasalahkannya.

Mereka juga tidak pernah berniat untuk mencampuri urusan rumah tangga anak-anaknya terlalu jauh. Mereka menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada keduanya.

Para orang tua hanya menganggap bahwa anak-anak mereka masih membutuhkan waktu untuk saling mengenal , memahami dan beradaptasi satu sama lainnya. Pernikahan yang mereka jalani memang masih terbilang baru, sementara keduanya pun belum sepenuhnya terbiasa dengan kehadiran satu sama lain dalam kehidupan masing-masing.

"Istirahatlah." ucap Kaiden singkat setelah memastikan bahwa Zalina berbaring dengan nyaman.

Zalina mengangguk pelan. "Kau mau ke mana?"

"Keluar. Aku saja yang menjelaskan semuanya pada mereka. Kau istirahat saja di kamar."

"Oh, baiklah." Zalina tampak menurut.

Kaiden lalu melangkah menuju pintu. Namun, sebelum keluar, ia kembali menoleh ke arah istrinya itu.

"Jangan banyak bergerak. Kakimu masih terkilir."

Nada suaranya terdengar datar. Namun entah mengapa Zalina merasa ada sedikit kekhawatiran yang terselip di balik sikap dingin pria itu.

"Aku tahu." jawabnya singkat.

Kaiden lalu segera keluar dan menutup pintu kamar itu.

Di ruang tengah, Zafran, Belinda dan Reyhan sudah tampak menunggu kedatangan Kaiden. Suasana di ruangan itu tampak jauh lebih serius dari sebelumnya.

Pria berkacamata itu lalu duduk di sofa bersama yang lainnya. Ia mulai menceritakan semuanya sesuai dengan apa yang diceritakan oleh Zalina dan juga Diandra kepadanya sebelumnya.

"Jadi, ini tabrak lari? Kau sudah melaporkannya pada polisi?" tanya Reyhan dengan wajah penuh kekhawatiran.

Kaiden menggeleng pelan. "Belum. Zalina memintaku untuk tidak memperpanjang hal ini."

Reyhan menghela napas sejenak. "Anak itu memang sangat mudah memaafkan orang lain."

"Padahal orang yang menabraknya bahkan tidak berhenti untuk melihat kondisinya." timpal Zafran dengan nada serius. "Setidaknya dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya."

Kaiden terdiam sejenak. Tatapannya kembali mengarah ke pintu kamar Zalina yang tertutup rapat.

"Tapi, Zalina tidak menginginkan hal itu." tegas Kaiden sekali lagi.

"Kalau begitu, jangan sampai hal seperti ini terulang kembali." ucap Zafran pada putranya. "Kau harus lebih berhati-hati menjaganya."

"Aku tahu, Pa." ucap Kaiden datar, namun tegas. "Aku akan menjaganya dengan baik."

Setelah selesai berbicara, Reyhan lalu pergi menemui putrinya di dalam kamar. Sementara Kaiden tampak berbicara dengan ayahnya di ruang tengah.

Belinda sendiri tampak menyiapkan makanan yang ia masak sendiri dari rumah untuk diberikan pada Zalina. Ia bahkan menghangatkannya terlebih dahulu sebelum disajikan di atas mangkuk. Gadis itu pasti sudah merasa lapar.

Di sela-sela pembicaraannya dengan ayahnya, Kaiden menerima satu pesan masuk di ponselnya.

Pesan itu dari Niel.

Itu dia, Kai. Pria itu yang telah menabrak istrimu.

🥀🥀🥀

1
Cimol krispy
ah gak suka adegan ini. bawang banget😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪
duh pasti Zanila panik & syok bnget 😭
Xlyzy
Suami nya manis manis jambu /Awkward/
Xlyzy
padahal elum di coba ya kan tapi udah parno duluan dia takut gagal
Miu.Nuha
haish... kukira pria itu siapa, ternyata suaminya sendiri ❤
Miu.Nuha
punya rasa takut juga ya. sebenernya siapa nih yang sedang diwaspadainya /Scream/
Miu.Nuha
duh, Zalina ☺ aku senang kehidupanmu kembali normal dan sekarang bersama suami tercintah...
Filan
maksudnya sengaja ditabrak?
Filan
kenapa harus datar terus? itu muka habis dibuldozer apa?
Myz Pena
wkwkkwk ternyata kaiden pengen jga nikahi zalina.. baguslah... semoga zalina bisa menemukan kebahagiaan bersama kaiden dan keluarganya juga baik sama zalina 🥹🫰❤️
Myz Pena
paman zafran baik banget...masih peduli dengan keadaan zalina dan juga ayahnya 🥹
Myz Pena
kasihan banget zalina... semoga kamu bisa menemukan sahabat yang menemani suka dan duka 🤧🤧
Kartika Candrabuwana
kurang ajar sekali....kasihan yang ditinggalkan🤣
Kartika Candrabuwana
awal cerita langsung bikin kaget
ginevra
yah kadang seorang yang bukan darah daging lebih baik daripada ibu sendiri
ginevra
hmmm.... apa yang tidak boleh diketahui? semakin misterius nih
Xlyzy
Itu juga demi kebaikan mu Niel
Xlyzy
untuk kemungkinan terburuk kayak nya perlu deh
Xlyzy
Salah satu nya aku tadi aku kira kaiden suka sama yang batangan😭
🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪
Zalina gak mau ngaku klo si serangga ganteng 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!