Indonesia
NovelToon NovelToon
Diantara Kita

Diantara Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dunia Masa Depan
Popularitas:310
Nilai: 5
Nama Author: MonAmour19

Diantara kita hanya ada kebaikan saja? tidak ada harapan untukku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MonAmour19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

merasa tidak pantas (26)

Naya sedang berada di halte sekolah, sengaja dia menunggu Arga disana karna sore ini matahari sangat panas, dia sudah memberitahu Arga sebelumnya.

Dia duduk sendiri dengan mengayun-ayunkan kakinya di bawah, dia menatap ke arah dimana ada motor yang berhenti di depannya.

"Lo masih inget gue?" tanya seseorang di balik helm itu, Naya hanya mengernyitkan dahinya bingung, seperti kenal suaranya namun dia tidak mengenalinya secara langsung.

orang itu membuka helm nya dengan senyuman, dia tersenyum ke arah Naya, membuat Naya langsung menyipitkan matanya heran.

'ka Talia'

"ada apa ya ka?" tanya Naya tidak basa basi, Talia tidak menjawab dia langsung turun dari motornya.

Naya juga sedikit bingung, karena biasanya Talia di jemput memakai mobil, dan tidak memakai motor, katanya juga dia masih berada di sekolahnya yang berada di bandung, tapi kenapa tiba-tiba dia datang dengan motornya dan langsung menemui Naya.

"gue ada kepentingan sama lo" ucap Talia membuat Naya mengernyitkan keningnya, Naya pikir dia tidak pernah ada urusan dengan Talia sedikitpun.

"maksudnya?" tanya Naya sambil menegakkan tubuhnya, tidak berdiri atau berubah tempat duduk dari sebelumnya.

"gue liat liat lo makin deket sama Arga" ucap Talia sembari mendudukkan tubuhnya di samping Naya, Naya hanya mengangguk mengerti kenapa Talia datang padanya.

"terus ada hubungannya sama kakak gitu?" tanya Naya berani, membuat Talia terkekeh kecil.

"Lo pikir lo siapa sih nay, sampe berani deketin cowo orang" Naya yang mendengar ucapan Talia langsung cengo, dan langsung terkekeh sinis ketika menyadari nya.

"ka, kamu ga sadar? Kalo kamu udah putus sama ka Arga? Kamu masih ngarepin dia? Setelah kamu selingkuhin dia?" beberapa pertanyaan yang Naya lontarkan membuat Talia terdiam seketika.

"dan apa tadi? Kamu nganggep ka Arga cowo kamu, ketika ka Arga aja udah ga nganggep kamu ada ka" ucap Naya diiringi dengan kekehan sinis, Talia yang mendengar itu langsung tersulut emosi.

"LO PIKIR LO SIAPA NAYA, BISA DEKETIN ARGA DENGAN MUDAHNYA" bentak Talia sembari dirinya berdiri, dan mengangkat tangannya untuk menunjuk ke arah Naya.

Naya langsung mengambil telunjuk Talia dan menaruhnya kembali ke bawah."ga usah nunjuk nunjuk ka, kalo malu ya malu aja sendiri, ga usah bawa bawa aku" ucap Naya dengan pelan namun lagi lagi membuat emosi Talia meningkat.

disana sudah sepi, karena semua murid sudah pada di jemput, Tasya juga tadi berpamitan terlebih dahulu karena ada acara katanya, Naya sudah di ajak untuk pulang bersama namun dia akan ke rumah Arga jadi dia tidak mau.

"LO TAU GA SIH KALO LO ITU GATEL" Naya langsung mengangkat tangannya untuk menutupi bibir Talia dengan telunjuknya.

"ga usah teriak teriak, aku masih denger ko" Naya menghela nafas panjang sambil menurunkan kembali tangannya.

"lagian ya, ka Arga itu ga suka sama perempuan grasak grusuk gini, ka Arga itu sukanya sama perempuan tenang" ucap Naya meyakinkan membuat Talia terdiam namun hal itu membuat Naya tersenyum.

'boong dikit gapapa kali ya, aku juga gatau lagi ka Arga suka cewe kaya gimana soalnya kalo di liat liat gue juga orangnya grasak grusuk sih' ucap Naya di dalam hatinya

"oke sekarang gini, ka Talia mau apa ketemu aku?" ucap Naya membuat Talia terdiam beberapa detik lalu terkekeh kecil

"gue mau bilang sama Lo, kalo Lo itu ga pantes buat Arga tau ga?" ucap talia Naya hanya terdiam sambil tersenyum kecil.

"aku tau ko" ucap Naya pada akhirnya, lalu menghela nafas panjang

"tapi bukan aku juga yang deketin ka Arga duluan, mungkin bisa di sebut takdir?" ucap Naya membuat Talia hanya terkekeh kecil

"takdir yang gimana maksud Lo? Takdir baik yang ga selalu mihak Lo?" ucap Talia membuat Naya terdiam seketika

"seenggaknya ka Arga masih ada di sisi aku selama beberapa bulan ini" entah darimana Naya mendapatkan jawaban itu, namun tiba-tiba bibirnya mengatakan itu.

"oke, mungkin masih ada tapi gatau ya kalo nanti" ucap Talia lalu menatap sekelilingnya

"kan kata lo tadi, Arga ga suka sama perempuan grasak grusuk, kalo sama perempuan yang punya penyakit mental Arga suka ga ya?" Naya langsung menatap Talia dengan mata bulatnya, Naya benar benar diam.

"Lo itu punya sakit mental dan Arga ga mungkin suka itu, Arga suka perempuan tenang kan?" ucap Talia, kemudian dia berjalan dengan pelan ke arah motornya lalu menaikinya dan memakai kan helmnya.

"oh iya, jangan harap deh kalo Lo itu cocok sama Arga, semoga setelah ini Lo inget terus ucapan gue ya, karena gue punya semua yang Lo alamin. Dan sekali lagi gue ingetin kalo Lo itu punya sakit mental" ucap Talia di balik helmnya dan menekankan kata terakhir nya, disana tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan Talia, jadi ucapan Talia masih terdengar jelas oleh telinga Naya.

Naya diam sambil melihat ke arah Talia yang semakin menghilang, dia menarik nafasnya panjang lalu membuangnya dengan kasar.

"cewe penyakitan kaya aku ga cocok ya sama cowo yang kaya ka Arga?" tanya nya kepada diri sendiri.

sungguh ucapan Talia masih terngiang di kepalanya, Naya pikir Talia akan melukainya secara fisik, namun Naya salah Talia pelan pelan melukai batin nya, talia juga pelan pelan membuka luka yang lama kembali, lukanya semakin bertambah yang awalnya sudah kering, kini menjadi basah kembali.

Naya melangkahkan kakinya pelan, dia menatap ke arah bawah sambil memikirkan apa yang Talia ucapkan tadi.

"hey" tiba-tiba sebuah motor berhenti di depannya, memanggil Naya namun yang di panggil hanya terus berjalan dan tidak menoleh sedikitpun, membuat dia akhirnya turun dari motor dan mengejarnya.

Naya kaget saat ada yang memegang pundaknya, dia mundur beberapa langkah dengan gerakan cepat sambil menatap ke arah siapa yang berani memegangnya.

Arga.

Naya hanya menatap mata Arga dengan tatapan yang mungkin orang lain susah untuk mengartikannya, namun bagi Arga mata itu seperti sedang mencari tempat aman.

"kamu kenapa ga nungguin aku?" tanya Arga sambil mengambil tangan Naya, namun Naya langsung memundurkan kembali jalannya.

"kenapa? aku ada salah? Katanya mau ke rumah mamah?" tanya Arga kembali sambil terus mencoba menggapai tangan Naya yang terus memundurkan tubuhnya ke belakang.

"STOP" Naya tiba tiba berteriak sambil mengangkat tangannya ke udara membuat Arga memberhentikan langkahnya juga.

Naya menatap Arga selama beberapa detik kemudian dia langsung menangis, arga yang melihat itu dibuat heran, dia menatap sekeliling yang masih banyak pengguna motor berlalu lalang, keduanya sekarang sedang berada di pembatas jalan.

Arga ingin sekali rasanya menghampiri dan memeluk Naya, namun Naya menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Arga kembali memundurkan dirinya kembali, arga menghela nafas lalu membiarkan Naya sebentar untuk menangis.

"kenapa Naya?" ucap Arga pada akhirnya, karena hari sudah mulai gelap dan keduanya masih sama sama berdiri di pembatas jalan itu.

"aku pulang sendiri" ucap Naya membuat Arga kemudian mencekal tangannya dan memaksa Naya menoleh kepadanya.

"kenapa dulu?" tanya Arga lagi, Naya langsung melepaskan tangannya dari Arga.

"jangan deketin aku lagi ka, kita ga secocok itu buat sama sama" ucap Naya membuat Arga mengernyit tajam

"Talia? Karena talia? Dia bilang apa aja sama kamu?" tanya Arga, Naya melihat rahang Arga yang mengeras menahan amarah nya didepan Naya.

"ko kamu tau tadi ada ka Talia?"

"Steven yang ngasih tau" ucap Arga, Naya hanya diam lalu melangkah kedepan mensejajarkan dirinya dengan Arga hanya beberapa senti dirinya dengan Arga, Naya mendongak menatap Arga membuat Arga juga menatap Naya.

"aku..." Naya menjeda ucapannya beberapa saat lalu menghela nafasnya panjang

"penyakitan ka, bahkan penyakit mental aja aku punya" ucap Naya membuat Arga terdiam, membiarkan Naya untuk mengucapkan apa yang dia rasakan.

"di diri aku ini ga ada yang bagus ka. Badan aku, pikiran aku, bahkan mental aku aja kena" ucap Naya kemudian di susul dengan tetesan air matanya.

"kamu mau? Deket sama cewe penyakitan gini? Kita bukan pasangan kaya orang lain ka, tapi kamu tau ga? Kalo kita itu sahabatan" Naya menghela nafasnya beberapa kali lalu menghapus Air matanya

"jadi pertanyaan nya, kamu mau sahabatan sama cewe kaya aku?" tanya Naya membuat arga langsung menuntun kepala Naya ke dada bidangnya, Naya hanya diam di perlakukan lembut seperti ini oleh arga.

"aku mau nay, kamu ga penyakitan sama sekali, kamu sehat, kamu baik, dan aku mau banget sahabatan sama kamu" ucap Arga sembari mengelus kepala Naya dengan lembut

"jangan ngomong kaya gitu lagi ya? gapapa ko, wajar kalo orang punya penyakit, karena ga semua orang sempurna okey? dan kamu salah satunya" Naya hanya setia mendengarkan Arga seperti biasanya

"Naya nya Arga jangan nangis lagi ya, kita baru kenal tapi kita juga ga se asing itu waktu awal ketemu" ucapan Arga kini membuat Naya mengernyitkan dahinya bingung.

"waktu aku pertama kali liat kamu, aku kaya tenang nay entah kenapa" ucap Arga membuat Naya menghela nafas panjang.

"jadi, apapun yang orang lain bilang ga usah di pikirin ya? Kita sama sama terus okey?" Arga masih mengelus kepala Naya dengan tenang dan lembut.

"jika ada kehidupan selanjutnya dan ada beberapa pilihan disana salah satunya bisa ketemu kamu, aku maju paling depan dan berteriak kalo aku mau ketemu kamu nay" Arga berucap seperti itu dengan senyuman, orang yang berlalu lalang saja menatap ke arah mereka berdua.

"mau di ulang seribu kali pun kalo orangnya kamu aku tetep mau nay"

......................

Soon to bee

aku jarang up karna lagi PKL ya guysss maap bangett heheww...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!