Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Ceo Dingin

Istri Rahasia Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Rumah Tangga / Cinta Murni
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Armelia Melmel

Seorang Ceo yang merahasiakan pernikahannya dengan wanita yang di cintainya. Semua itu di lakukan karena keinginan sang istri. Sang istri ingin membuktikan diri ke keluarganya jika ia mampu berdiri sendiri. Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi karena selama ini. Sang istri selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari keluarganya sendiri.Sang istri juga tahu jika pernikahan mereka berdua tidak akan di restui oleh keluarga suaminya karena latar belakangnya sangat berbeda jauh. Bagaimana kisah cinta mereka jika tahta dan sosial menjadi penghalang utama hubungan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armelia Melmel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.25 Pertemuan penting

"Aku sedang kesal mah. Lily terpilih melakukan perjalanan bisnis dengan Eldrick."Kesal Ana.

Mamahnya mendekat.

"Anak itu. Lagi-lagi dia mengalahkan mu."Mamah Ana ikut kesal.

Karena hal itu mereka selalu merasa di kalahkan oleh Lily dan tidak pernah merasa puas.

 "Sekarang bagaimana mah? Bagaimana kalau Lily menggoda Eldrick?"

Ana menatap mamahnya. Perasaan gelisah itu membuat Ana tidak bisa tenang.

"Tenang saja sayang. Nenek akan selalu ada di pihak mu."ujar mamah Ana berusaha menenangkan putrinya.

Ana tidak bisa tenang. Meski mamahnya berusaha menenangkan dirinya. Dia sangat sadar, jika Lily lebih baik dari dirinya dari segi apa pun.

Ana menghembuskan nafas kasar.

Wanita itu melangkah masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan kesal. Mamahnya yang melihat hal itu terlihat gelisah.

"Tidak akan ku biarkan Lily merebut Eldrick dari mu sayang." Gumam mamah Ana.

 Dia mengambil tas dan kunci mobilnya.

 Wanita paruh baya itu masuk ke dalam mobil dan melaju dengan kecepatan penuh. Sepanjang perjalanan wanita paruh baya itu terus mencengkram kemudi dengan kuat. Terlihat jelas amarah yang terpancar di wajahnya.

 Tidak berselang lama kemudian. Mamah Ana tiba di depan sebuah rumah sederhana.

 Mamah Ana turun dari mobil. Bahkan terdengar pintu tertutup dengan keras. Wanita paruh baya itu tampaknya membanting pintu karena kesal.

"Buka pintunya."Teriak mamah Ana menggema sampai di dalam rumah.

 Tidak berselang lama kemudian. Pintu rumah terbuka. Mamah Lily muncul di balik pintu.

 "Kamu datang." Mamah Lily masih sempat tersenyum kecil.

 Berbeda dengan mamah Ana. Wanita paruh baya itu terlihat begitu kesal.

"Kamu harus menjaga putrimu dengan baik. Dia sudah bersuami. Jangan sampai dia menggoda calon suami Ana." Ujar mamah Ana dengan berapi-api.

Mamah Lily menghela nafas.

"Lily bukan orang seperti itu. Dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu."Ujar mamah Lily membela putrinya.

Dia tahu jika putrinya bukan orang seperti itu. Dia tidak mungkin merebut atau pun menggoda suami orang.

Mamah Ana semakin murka.

"Kamu sangat membela putri mu. Siapa yang tahu jika dia tidak puas dengan suaminya yang hanya seorang sopir."Sindir mamah Ana.

Mamah Lily hanya menghela nafas kasar. Dia tidak heran lagi saat saudaranya itu selalu merendahkan putrinya.

"Lily adalah keponakan mu. Bagaimana bisa kamu melakukan hal itu? Kamu jelas tahu orang seperti apa Lily."

Mamah Lily menatap saudara satu-satunya. Tatapannya begitu sendu. Dia juga merasakan sakit ketika putrinya selalu di rendahkan.

"Pulanglah, jika kamu hanya ingin merendahkan putri ku. Kamu tidak di terima di sini."Mamah Lily menutup pintu dengan kesal.

Mamah Ana jauh lebih kesal.

"Kamu harus memberitahu putrimu. Jangan sampai dia menggoda calon suami Ana."Teriak Mamah Ana kembali.

Beberapa tetangga hanya mendengarnya. Tidak ada yang mau ikut campur.

Setelah tidak ada jawaban. Mamah Ana memutuskan untuk meninggalkan rumah saudaranya.

Begitu mamah Ana pergi. Salah satu tetangga menghampiri mamah Lily.

"Mamah Lily!Apa kamu baik-baik saja?"

Mamah Lily membuka pintu dan berusaha tersenyum di depan tetangganya.

"Kamu bail-baik saja? Aku baru saja melihat saudara mu itu meninggalkan rumah mu dengan murka."

Mamah Lily hanya tersenyum kecil. Hal seperti ini sudah biasa ia hadapi.

"Aku baik-baik saja. Maaf mengganggu ketenangan kalian."

"Jangan di pikirkan. Kami justru merasa kasihan kepada mu. Saudara mu itu selalu saja melakukan hal itu kepada mu."

Mamah Lily tersenyum kembali. Dia merasa bersalah karena selama ini dia selalu menganggu ketenangan para tetangganya.

Ini bukan pertama kalinya saudaranya itu melakukan hal itu. Tapi dia sudah sering melakukan hal itu.

Tetangganya pun pamit dan pergi. Dia sama sekali tidak menyalahkan mamah Lily atas apa yang terjadi tapi justru sebaliknya. Dia takut jika mamah Lily terluka.

Mamah Lily menatap kepergian tetangganya.

Dia duduk dengan tenang di ruang tamu. Dia berusaha menenangkan dirinya.

"Aku baik-baik saja. Semuanya akan baik-baik saja. Lily tidak akan melakukan hal itu. Entah mengapa mereka selalu melakukan hal ini kepada mu nak." Batin wanita paruh baya itu.

Netranya kemudian menoleh ke arah foto dirinya dan putrinya. Tatapan wanita paruh baya itu begitu sendu.

"Maafkan mamah nak."Lagi-lagi kata maaf yang hanya keluar dari wanita paruh baya itu.

Dia selalu menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa putrinya.

Ke esokan paginya..

Las Vegas..

Lily dan Grace membuka matanya.

"Morning."Sapa Grace

"Morning Grace. Hari ini kita akan mengikuti pertemuan. "

"Aku sedikit gugup Lily."

Grace berkali-kali menghela nafas berat.

"Tenanglah. Lakukan yang terbaik. Apa pun yang mereka tanyakan kita harus menjawabnya dengan benar."

Berbeda dengan Grace. Lily lebih tenang dan percaya diri.

Ini adalah kesempatan dirinya untuk menunjukkan kemampuannya. Selama ini dia tidak bisa melakukannya karena Ana selalu menyulitkannya.

Beberapa jam berlalu...

"Terimah kasih tuan Eldrick. Saya sangat puas dengan penjelasan karyawan anda."

Eldrick hanya menoleh kepada istrinya dan tersenyum kecil.

"Bagaimana dengan kerja sama kita tuan?"Will bertanya dengan gugup.

"Tentu saja berjalan sesuai rencana awal."

Will menaikkan kedua jempolnya ke arah Lily dan Grace.

"Kalau begitu kami permisi dulu tuan Eldrick. Saya masih ada urusan."

"Silahkan tuan."

Rekan bisnis mereka pun meningggalkan meja mereka.

Eldrick tersenyum menatap istrinya.

"Kerja bagus. Ini kartu kredit untuk kalian. Kalian berdua boleh belanja sebelum kembali."

Eldrick meletakkan kartu kredit di hadapan Lily dan Grace.

Lily menoleh kepada Grace dan meraih kartu tersebut.

"Bagaimana dengan mu?"

"Aku dan Will ada urusan. Kalian berdua bisa pergi belanja sepuasnya."

"Terimah kasih tuan."Grace menunduk memberi hormat.

"Aku pergi."

Pamit Eldrick meninggalkan mereka berdua di restoran. Dia hanya mengusap lembut rambut sang istri.

"Grace, kita pesan makanan terlebih dahulu. Setelah itu kita bisa jalan-jalan sepuasnya. Aku tidak pernah melakukan hal seperti ini Grace."

Lily memanggil pelayan dengan penuh semangat.

"Apa tidak apa-apa?"

Grace terlihat ragu.

"Apa yang kamu takutkan? Semuanya akan baik-baik saja. Kita tidak mencurinya. Dia memberikannya."

"Dia tidak memberikannya karena kamu istrinya bukan?"

"Tentu saja tidak."

Lily dan Grace menoleh bersamaan.

"Apa yang kamu lakukan di sini?"

Lily tampak terkejut.

"Menjaga kakak ipar."

Lily memutar bola matanya. Dia jelas tidak percaya hal itu. Dia tahu akal bulus adik iparnya itu.

"Kami mau makan."

"Aku juga. Pesankan aku juga."Ujar Alex duduk di hadapan mereka.

Entah dari mana Alex tahu jika mereka ada di sini.

Grace sendiri hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Lily meraih tangan Grace.

"Semuanya akan baik-baik saja."

1
Armelia Melmel
terimah kasih kak.
Nabila
bagus
Armelia Melmel: terimah kasih kak.
total 1 replies
Nabila
lanjut thor.. ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!