Indonesia
NovelToon NovelToon
Semuanya Palsu

Semuanya Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Sci-Fi / Misteri
Popularitas:91
Nilai: 5
Nama Author: likaa0_0

Rey adalah manusia yang diubah menjadi anomali-monster kanibal yang sengaja dijadikan tameng oleh para penjajah halus di Paradise. Menganggap nasibnya sebagai hukuman atas dosa masa lalu, ia menemukan sosok yang ia anggap sebagai ibu keduanya. Namun, kasih sayang Dwi ternyata hanyalah manipulasi. Perlahan, jati diri dan kewarasan Rey dihancurkan hingga melahirkan The Luna, seorang psikopat yang rela mempertaruhkan sisa kemanusiaannya demi melindungi Dwi dari hukuman mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon likaa0_0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 24 rahasia dan masa lalu kelam Rey

"aku paham Rey... dirimu masih memiliki rasa takutku terhadap Dwi namun disisi lain dirimu ingin lepas"

Arya berdiri

"jika dirimu masih tidak ingin berbicara. Aku akan masuk ke dalam!"

Arya memutar balik tubuhnya dan segera berjalan pergi meninggalkan Rey. namun saat lima langkah Arya berjalan meninggalkan rey, Tiba-tiba Rey memanggil nya.

"Arya!"

Langkah Arya terhenti.

Arya kembali menoleh ke arah Rey. Kemudian Rey berdiri lalu berjalan mendekati Arya, segera rey memberanikan dirinya untuk berbicara kepada arya dan menjelaskan.

"aku akan jelaskan sedikit tentangku. Mengapa aku bisa menjadi anomali serta diriku menjadi seorang the Luna"

"Oke. Baiklah"

Namun Rey merasa tidak nyaman jika dia berbicara di sini. Segera Rey meminta dua hal yaitu menjaga rahasia, serta memintanya kepada Arya untuk berbicara di sebuah tempat yang lebih nyaman.

"tapi aku minta dua hal"

"apa itu?"

"aku minta jaga rahasia ini. Aku percaya kepadamu Arya setelah rahasiaku terbongkar tapi dirimu masih tetap menjaga rahasia ini yang jelas-jelas aku adalah mahluk yang berbahaya bagi manusia"

"Oke. Lalu yang kedua apa?"

"apakah kamu tidak ada jadwal patroli nanti malam?"

"untuk hari ini aku tidak ada jadwal patroli"

"aku akan memberitahumu tentang itu semua nanti selepas pulang"

Arya tiba-tiba merasa curiga terhadap Rey

"hei... Rey kamu tidak aneh-aneh bukan?"

"tidak. aku cuman ingin mengajakmu ke cafe untuk membicarakan itu semuanya karena. Aku tidak bisa membicarakan ini disini."

"Oke. bisa kamu pergi ke cafe itu saja...."

di malam harinya Rey berjalan menuju cafe yang di beritahu oleh arya untuk membahas sebuah sesuatu.

Klingg...

Suara pintu cafe terbuka

rey berjalan masuk kedalam cafe. di dalam cafe sudah ada Arya yang duduk di pinggir kaca sambil menunggu sambil menyeruput secangkir kopi

Srupp....

Arya mengsruput kopi

saat Arya selesai mengsruput kopi lalu meletakkan cangkir kopinya. tiba-tiba Rey melihat Arya yang sedang duduk di pinggir kaca segera menghampirinya.

Rey berjalan menghampiri Arya.

"arya... selamat malam"

"malam juga. Ayo duduk Rey!"

Rey duduk

"Kamu tidak mau pesan?" (tanya Arya)

"iya. ini aku mau memesannya"

Rey segera mengambil sebuah buku menu yang di letakkan di atas meja segera ia memilih minuman. tidak terlalu lama rey pandangannya langsung tertuju pada sebuah menu yaitu expreso mocha white setelah itu Rey memencet tombol di ujung samping meja untuk memesan minuman itu.

Ting..

Tidak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri meja mereka untuk mencatat pesanannya rey

"baik. mau memesan apa?"

Rey mengangkat tangannya sedikit. Kemudian pelayan tersebut menoleh ke arah Rey.

"aku mau pesan expreso mocha white"

Rey sambil menujuk menu pesan di buku tersebut. Segera pelayan itu mencatatkan dan menanyakan pesanan lainnya

"sudah saya catat. Apakah ada pesanan lainnya?"

"tidak. Itu saja"

"baiklah jika itu saja saya akan segara siapkan"

pelayan itu segera berjalan meninggalkan mereka berdua untuk menyiapkan pesanan. Segera Arya memulai membuka pembicaraan.

"jadi Rey. Katamu ingin membicarakan itu kepada ku" (tanya Arya)

Arya kembali mengsruput kopinya

"iya aku... Akan menceritakannya kepadamu."

Arya meletakkan cangkir kopinya.

"Rey. Aku penasaran kemana mama kandungmu yang sebenarnya pada kejadian waktu itu?. bagiamana bisa sebuah kapsul kecil yang memegang semua kendali terhadap dirimu?"

"a-aku...."

"saat dirimu dalam kondisi pemulihan. Aku menemukan sebuah jejak digital apakah dirimu seorang putra?"

Rey merasa terpojokkan oleh pertanyaan Arya yang membuat dirinya merasa terintimidasi. Rey hanya bisa terdiam dan menatap Arya.

"Hei?"(ujar Arya)

Segera Rey yang mau tidak mau dia harus segera menceritakan masa lalunya

...****************...

(kilas balik)

Pagi itu, matahari bersinar cerah.

Rey, yang saat itu masih berusia enam belas tahun, telah bersiap untuk pergi ke sekolah. Setelah memastikan semua perlengkapannya sudah dibawa, ia keluar dari kamar dan berjalan menuju rak sepatu.

Namun, baru dua langkah ia berjala

“Hu… huuuu…” (suara tangisan)

Langkah Rey mendadak terhenti. Suara tangisan itu terdengar dari kamar mamanya. Rey terdiam sejenak Ia mengenali suara tersebut. Tanpa berpikir panjang, ia segera berbalik dan berjalan menuju kamar mamanya.

Pada masa itu namanya bukanlah Rey, Melainkan Putra.

Putra perlahan membuka pintu kamar mamanya

“Ma…?”

Mamanya yang sedang menangis langsung menoleh. Melihat Putra masih berada di rumah, ekspresinya seketika berubah.

“Putra… kenapa kamu belum berangkat?!”

Putra hanya terdiam Mamanya mengusap air mata yang membasahi pipinya, tetapi emosinya justru semakin tidak terkendali seperti amarah orang depresi.

“Ini sudah jam berapa?!”

Putra masih berdiri di ambang pintu. Tatapannya tertuju pada mamanya yang terlihat begitu kacau. Air mata masih mengalir dari kedua matanya.

“Ma, tapi…”

“PUTRA!”

Bentakan itu membuat Putra terdiam.

“MAMA SUDAH BILANG, AYO BERANGKAT!”

Suara mamanya bergetar. Amarahnya bercampur dengan tangisan yang tak kunjung berhenti. Wajahnya terlihat begitu lelah, seolah-olah sedang berusaha menahan sesuatu yang jauh lebih berat daripada sekadar kesedihan.

Putra menatap mamanya dalam diam Ada rasa khawatir yang begitu besar dalam dirinya namun, ia tidak tahu harus berbuat apa.

Pada akhirnya, Putra hanya menundukkan kepala dan perlahan meninggalkan kamar Ia berjalan menuju pintu rumah Sebelum benar-benar pergi, Putra sempat menoleh sekali lagi. dari kejauhan, ia masih bisa melihat mamanya yang berada di dalam kamar dengan kondisi yang begitu memprihatinkan.

Hatinya terasa berat Namun, ia tetap harus berangkat sekolah.Dengan terpaksa, Putra meninggalkan mamanya sendirian dalam kondisi yang sedang dilanda depresi.

Sesampainya di sekolah, Putra langsung menuju kelas Ia meletakkan tasnya di meja, lalu duduk di bangkunya yang berada di barisan paling belakang.

Namun, pikirannya sama sekali tidak berada di sekolah. Bayangan mamanya tadi terus terlintas di kepalanya.

Tangisan itu…

Tatapan mamanya…

Dan suara bentakannya.

Semuanya masih terngiang-ngiang.

Putra akhirnya melipat kedua lengannya di atas meja. Ia kemudian menyandarkan kepalanya di atas lengannya. Perlahan, matanya terpejam Ia hanya ingin menenangkan pikirannya sejenak Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Tiba-tiba terdengar suara beberapa siswi dari arah pintu kelas.

“SASHA!!! WUHUUU! Akhirnya sang juara pidato kita telah tiba!”

Suasana kelas yang sebelumnya cukup tenang mendadak menjadi ramai Putra tetap memejamkan matanya.

Tak lama kemudian, salah satu teman Sasha menunjukkan sesuatu di ponselnya.

“Sasha… postinganmu di-like sama crush-mu, lho!Yang kamu bawa sertifikat itu, kan?”

“Serius?!”

Wajah Sasha seketika berubah cerah.

“Ahhhh!”

Teriakannya terdengar penuh kegembiraan Seketika beberapa siswi lain ikut menghampiri Sasha. Mereka saling bercanda dan membicarakan postingan tersebut.

Suasana kelas berubah menjadi semakin heboh Sementara itu, Putra tetap berada di bangkunya.

Kepalanya masih tertelungkup di atas kedua lengannya Matanya tetap terpejam.Ia hanya mendengarkan semua keramaian itu dari kejauhan

BRAK!!!

Tiba-tiba seorang siswa menghentakkan tangannya di meja milik putra yaitu ardi. Membuatnya tersentak terkejut Putra yang kesal segera terbangun dan menyentak Ardi.

"ADUH!! BISA TIDAK USAH GITUAN?!"

Ardi malah balik merespon putra dengan kasar. Ia menarik kerah seragam milik putra dan mengancamnya.

"APA MAKSUDMU?! aku membangunkanmu. Masa masih pagi lanjut tidur lagi?!"

"memang itu salah?" (ujar putra yang terlihat menantang Ardi)

tiba-tiba salah satu siswi meneriaki mereka berdua yaitu felia

"HEI!!! KALIAN BERDUA BERHENTI!!"

Ardi dan putra menoleh ke arah Felia. Ardi pun melepaskan merah seragam putra, tak di sangka Felia adalah pacar dari Ardi pada waktu SMA.

Ardi terkekeh

"hehehe..."

felia berjalan mendekati Ardi kemudian Felia memarahinya atas perbuatan Ardi kepada putra

"Kamu sayang... kenapa sih selalu mencari gara-gara kalau tidak menggangu orang lain?!"

"hehehe sayang jangan marah toh kan cuman -"

Putra melihat Ardi yang di marahin oleh Felia merasa jijik serta menganggap Ardi suka haus validasi kepada Felia.

*menjijikkan sekali jika manusia mencari perhatian dengan cara yang konyol*

1
Dian Dian
good job👍
likaa: makasih kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!