Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vea Vivie

Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Waktu masih menunjukkan pukul 11 malam, dua insan berbeda jenis kelamin sedang berbaring di atas ranjang.

Tubuh mereka saling berdekatan.

Devan mendekap erat tubuh Andriana bak seorang suami yang sedang menidurkan istrinya.

"Van, aku akan ceritakan semuanya padamu, aku " Ucap Andriana terjeda dan terpotong oleh sahutan Devan dengan suara serak khas bangun tidur.

"Aku sudah tahu semuanya sayang" Ucap Devan lirih dengan mata terpejam seakan enggan untuk membukanya.

"Devan, aku serius! Kenapa Arnold ingin membunuhku? Apa salahku?"

"Kamu akan tahu nanti, sekarang masih malam tidurlah dulu" Sahut Devan malas.

"Tapi Van, bagaimana bisa mereka salah mengenali orang, Saskia dibunuh oleh mereka dikiranya aku, terus mama Rosa berpura pura mati, untuk apa coba?

Dan ternyata Sonia kamu dan Arnold adalah sahabat dari SMA. Kamu mencintai Sonia tapi dia mengkhianatimu dengan memilih Arnold sebagai kekasihnya, kasihan banget sih kamu Van" Ucap Andriana panjang yang membuat Devan kesal dan membekap mulutnya dengan ciuman dan lumatan tanpa membiarkannya melawan.

Cup

Andriana mendorong tubuh Devan

"Apaan sih Van? Kamu mau membunuhku?Sudah berapa kali kamu meminta, aku capek tahu gak, badanku terasa mau lepas! Ih Devan!" Gertak Andriana mulai emosi namun membuat Devan tertawa gemas.

"Makanya kalau disuruh diam itu nurut, atau aku minta sekali lagi nih!" Goda Devan yang mulai genit sambil meremas dada Andriana singkat.

Andriana melotot tajam dan mencubit pinggang Devan membuat pemiliknya meringis kesakitan.

"Au iya iya ...aku minta maaf sayang"

"Devan, aku serius! Ada berapa banyak informasi yang kamu tahu tentang keluarga Wijaya? "

"Banyak" Jawab Devan.

"Serius"

Devan mengangguk, tersenyum tipis dan kembali meraih tubuh Andriana, memeluknya erat di atas ranjang " Sekarang tidurlah, besok pagi aku akan mengajakmu bertemu seseorang".

"Siapa Van?"

"Jangan banyak tanya, aku bilang tidur ya tidurlah, atau"

''Iya iya aku tidur, tapi kamu tidak akan meninggalkanku kan?" Tanya Andriana lirih sambil menatap wajah tenang di atasnya.

Devan pun menggeleng perlahan"Enggak akan sayang".

Andriana pun tersenyum tipis lalu mencoba untuk memejamkan matanya di dalam dekapan Devan.

***

Keesokan harinya di kantor Wijaya group.

"Sonia! Kamu harus lacak keberadaan Andriana!" Titah Arnold dengan mata merah menyala.

Kemarin saat Andriana datang ke kantornya, tidak sengaja mendengarkan percakapan mereka berdua. Andriana lari tapi jejak cctv tidak bisa dibohongi.

Saat berada di rumah Arnold masih berpura pura dia tidak tahu apa apa. Bahkan saat Andriana memasuki ruang kerjanya pun sebenarnya ia sudah tahu semuanya, karena ia bukanlah orang bodoh dan tidak menempatkan kamera pengintai di sekitar tempat berbahaya.

Arnold memang sengaja membiarkan Andriana tahu semuanya dan akan menghabisinya jika sudah waktunya.

Nah saat yang tepat untuk bertindak adalah di jalan raya ketika Andriana hendak pergi meninggalkan rumah itu, tapi rencananya gagal karena Devan ternyata lebih cerdik darinya.

Devan sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan Arnold pada Andriana, jadi ia meminta temannya yang seorang pembalap internasional untuk datang ke Indonesia dan menjadi sopir taksi yang akan menyelamatkan nyawa Andriana.

"Tapi Arnold, bagaimana aku bisa melacaknya? Ponselnya mati, semua informasi tentang dirinya juga tidak bisa dicari?" Jawab Sonia dengan wajah frustasi.

Arnold menggebrak meja kerjanya dengan amarah yang membara, tatapannya tajam lalu ia beranjak dan mendekat ke arah Sonia, mencengkram erat leher wanita itu " Aku tidak mau tahu bagaimana caranya kamu harus menemukannya, dia sudah tahu semuanya, dia bisa menjadi ancaman untuk kita, kamu mau membusuk di penjara!" Tegas Arnold.

Sonia menggeleng "Tidak Arnold, tidak aku tidak mau masuk penjara".

"Baiklah, aku punya cara lain" Arnold pun melemparkan wajah Sonia dengan kasar.

"Apa itu?"

"Kamu kembali ke keluarga Collin, kamu masih pemilik saham 30 persen di sana jadi kamu bebas bertindak "

"Baiklah, tapi masih ada Devan yang memiliki saham lebih besar dariku".

"Masa bodoh Sonia! Kamu harus cari cara agar semua saham Devan jatuh ke tanganmu dan aku tidak perduli apapun caranya!"

Sonia mendengus kesal, nafasnya tercekat di tenggorokan, keringat dingin mulai membasahi dahinya.

"Baiklah Arnold, apapun akan aku lakukan, tapi berjanjilah satu hal padaku?" Pinta Sonia dengan menatap lekat wajah Arnold.

"Apa itu!"

" Berjanjilah untuk menemukan keberadaan adikku!" Ucap Sonia.

Arnold hanya mengangguk perlahan kemudian mendorong tubuh Sonia keluar dari ruangannya.

"Pergilah sekarang!".

Sonia pun melangkah pergi meninggalkan ruangan kerja Arnold, ia kembali mengurus perusahaan Collin beserta beberapa rumah sakit yang sudah berhasil diambil alih olehnya.

Sedangkan Devan tahu perusahaan pusat saat ini sudah dikuasai oleh Sonia, wanita dari masa lalunya dan sekarang menjadi ibu tirinya. Jadi ia lebih memilih mengurus perusahaannya sendiri yang sudah dua tahun ia bangun dan mulai berkembang pesat.

Hari ini Devan meminta Andriana untuk memakai masker dan rambut palsu agar tidak bisa dilacak oleh anak buahnya Arnold dan Sonia.

"An, cepat masuk mobil!" Perintah Devan.

Tanpa jawaban, Andriana pun segera memasuki mobil mewah itu dan duduk di samping Devan.

"Kita mau ke mana Van?"

"Menemui tante Diana" Jawab Devan singkat.

"Hah dokter Diana maksudmu?"

"Ehem"

"Untuk apa?"

"Nanti kamu akan tahu setelah kita bertemu dengannya".

Andriana pun terdiam dan tetap percaya pada Devan, ia genggam erat tangan Devan.

Setelah hampir satu jam perjalanan, Devan dan Andriana pun tiba di klinik dokter Diana.

"Selamat pagi Tan?" Sapa Devan dengan senyumnya yang hangat.

Kebetulan klinik baru buka jadi belum ada pasien yang harus ditangani.

Diana membalikkan badannya dan melepaskan kacamata lalu berjalan mendekati Devan dengan senyum yang merekah "Dokter Devan, masuk Van! Ini siapa?Kita pernah bertemu ya?"Menunjuk pada Andriana yang dari tadi bergelayut di lengan Devan.

"Iya dokter, saya Andriana, kita pernah bertemu beberapa bulan yang lalu".

Diana mengangguk lalu mempersilahkan keduanya untuk masuk dan duduk di sofa yang sudah disiapkan.

"Tan, beberapa minggu yang lalu bukannya tante Diana pernah bercerita kehilangan anaknya di usia lima tahun saat bermain di tempat wisata" Devan menatap lekat wanita cantik yang tidak lagi muda itu yang juga teman baik keluarganya.

Diana menarik nafas dalam-dalam lalu mengangguk perlahan dengan mata berkaca kaca.

Devan meraih tangan Diana, menggenggamnya erat " Tante Diana, anda juga pernah mengatakan kalau sebelum putrimu hilang anda memakaikan sebuah kalung giok berbentuk bulan sabit".

Deg

"Van, apa maksudmu!" Tanya Andriana penasaran, sambil menggoyangkan lengan Devan.

"Andriana, dialah mamamu, mama kandungmu, kamu memiliki kalung batu giok bulan sabit kan? Aku pernah melihat kamu memakainya" Jawab Devan sambil menatap lekat wajah Andriana yang mulai mendung.

Diana pun tersentak" Apa maksudmu Van, dia putri kandungku?" menatap ke arah Andriana.

1
Uthie
Cerita yg menarik diawal membacanya.. dan masih berlanjut menyimak 👍👍👍
Uthie
Lanjut Thor 👍👍👍
Uthie
Lohhh.. itu bukan si Saskia?!??
evana gusani
baru mampir
Uthie
Andriana kah??
Uthie
lanjuuttttt
Uthie
lanjut menyimak 👍
Uthie
mampir 👍
Adinda
seharusnya direkam dulu buat dijadiin bukti kalau mau cerai
Vea Vivie: dah gak sempat ,😅
total 1 replies
Della Ivva
Good
Della Ivva
Ehmmmm lanjut
Arra Bella
gass saja van
Arra Bella
lanjut kak, seru nichh.... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!