Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Angin malam berembus sangat dingin menyapu halaman luas kediaman keluarga Prameswari.

Lampu-lampu taman berkedip redup seolah kehilangan sumber energi secara misterius.

Genta baru saja turun dari mobil setelah menyelesaikan hari pertamanya sebagai Penasihat Medis Tertinggi yang sibuk.

"Aneh sekali, kenapa rumah sebesar ini terasa sangat sunyi seperti kuburan?" gumam Genta sambil melangkah mendekati pintu utama.

Biasanya, ada puluhan pelayan dan penjaga yang berlalu-lalang menyambut kedatangannya di pintu depan.

Namun malam ini, tidak ada satu pun suara manusia yang terdengar, bahkan anjing penjaga pun diam membisu.

Genta membuka pintu utama yang ternyata tidak terkunci sama sekali.

Ckiiit!

Aroma dupa yang sangat tipis dan manis langsung menusuk indra penciumannya dengan tajam.

[Peringatan Darurat! Sistem mendeteksi racun jiwa tingkat tinggi menyebar di seluruh area rumah.]

[Racun Tidur Abadi terdeteksi. Efek: Menidurkan jiwa target hingga membusuk tanpa merusak fisik luar sedikitpun.]

Mata Genta seketika melebar, aura membunuh langsung meledak dari tubuhnya menghancurkan ketenangan malam.

"Kiara!" teriak Genta panik, dia langsung melesat menuju kamar utama di lantai dua.

Wush!

Dia menaiki anak tangga dengan kecepatan kilat, mengabaikan tubuh para pelayan yang tergeletak tertidur di lantai seperti mayat.

Brak!

Genta menendang pintu kamar tidurnya dengan keras hingga hancur berkeping-keping.

Di atas ranjang besar mereka, Kiara terbaring kaku dengan wajah yang luar biasa pucat pasi.

Matanya terpejam rapat, napasnya sangat halus nyaris tidak terasa, seolah dia hanyalah sebuah boneka porselen mati.

"Kiara, bangunlah! Buka matamu istriku!" ucap Genta mengguncang bahu Kiara dengan sedikit panik.

Namun wanita cantik itu sama sekali tidak memberikan respons apapun.

Suhu tubuh Kiara perlahan menurun drastis, terasa sedingin es di telapak tangan Genta.

"Kukuku... usahamu sia-sia saja Tabib muda."

Sebuah suara serak dan berat tiba-tiba bergema dari sudut gelap kamar tersebut.

Seorang pria tua bungkuk melangkah perlahan keluar dari balik tirai balkon kamar.

Dia mengenakan jubah hitam dengan sulaman ular kobra emas melingkar di bagian dadanya.

Rambutnya putih memanjang berantakan, dan matanya memancarkan aura hijau beracun yang sangat menjijikkan.

"Siapa kau? Beraninya kau menyentuh istriku di rumahku sendiri!" bentak Genta menatap tajam pria tua itu.

"Aku adalah Tetua Kematian dari Sekte Ular Hitam."

Pria tua itu menyeringai lebar, memamerkan deretan giginya yang hitam membusuk.

"Kau telah menghancurkan bisnis wabah kami dan memenjarakan murid kesayanganku, Kobra."

Tetua Kematian itu mengangkat tongkat kayunya yang berbentuk ukiran kepala ular ke arah Genta.

"Malam ini, aku datang ke sini untuk mengambil nyawamu sebagai bayarannya."

"Tapi membunuhmu secara langsung terlalu mudah, aku ingin kau melihat istrimu mati membusuk dalam tidurnya terlebih dahulu."

Genta meletakkan tubuh Kiara perlahan kembali ke atas kasur dan menutupi dadanya dengan selimut tebal.

"Kau salah memilih lawan malam ini orang tua," desis Genta berdiri tegak menghadapi musuhnya.

"Aku akan membuatmu memohon kematian sebelum fajar menyingsing di kota ini."

Tetua Kematian tertawa meremehkan, menganggap ancaman Genta sebagai angin lalu belaka.

"Kau mungkin kuat menahan pukulan, tapi Racun Tidur Abadiku tidak bisa disembuhkan oleh jarum emas murahanmu itu!"

Wush!

Genta tidak membuang waktu untuk berdebat, tubuhnya langsung melesat ke depan menerjang maju.

[Teknik Pukulan Penghancur Tulang Level 1 diaktifkan penuh.]

Dia melayangkan tinju kanannya tepat ke arah wajah keriput Tetua Kematian dengan tenaga maksimal.

Bugh!

Pria tua bungkuk itu dengan sigap menangkis pukulan Genta menggunakan tongkat ularnya.

Krak!

Tongkat kayu keras itu langsung retak panjang menahan tenaga monster dari pemuda gunung tersebut.

"Tenaga yang luar biasa untuk ukuran manusia biasa!" puji Tetua Kematian dengan nada yang jelas mengejek.

"Tapi tenaga fisik murni tidak ada gunanya sama sekali melawan racun suciku!"

Pria tua itu membuka mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan kabut berwarna ungu pekat langsung ke wajah Genta.

Ssshhh!

Genta segera menahan napas dan melompat mundur sejauh tiga meter untuk menjaga jarak.

Namun kabut ungu itu menyebar dengan sangat cepat, menempel lengket di pakaian dan kulit Genta.

"Hahaha! Kabut Pemakan Tulang itu akan melumpuhkan semua saraf gerakmu dalam hitungan lima detik!" tawa Tetua Kematian penuh kemenangan mutlak.

"Sekarang lihatlah istrimu yang cantik itu perlahan berhenti bernapas."

Genta melirik tajam ke arah ranjang, melihat ujung jari-jari Kiara mulai berubah warna menjadi kebiruan.

Waktu Kiara benar-benar tidak banyak lagi, jiwanya sedang ditarik paksa menuju alam kematian.

"Sistem, aku butuh penawar untuk Racun Tidur Abadi sekarang juga!" perintah Genta dalam hatinya tanpa ragu.

[Mengakses Gudang Obat Legendaris yang baru terbuka...]

[Mencari penawar yang cocok untuk kondisi korban...]

[Ditemukan: Dupa Pemanggil Jiwa Surgawi. Harga: 30.000 Poin Reputasi.]

[Efek: Mengikat kembali jiwa yang terlepas dan menghancurkan segala bentuk racun roh secara instan.]

"Beli sekarang juga tanpa ragu!" teriak Genta mengonfirmasi dalam pikirannya.

[Pembelian berhasil. Dupa Pemanggil Jiwa Surgawi telah dipindahkan ke tangan Master.]

1
yani
💕💞💕
pricilia
🥰🥰
Anton barly
🥰🥰🥳🥳
fitri
/Gift//Gift//Gift//Gift//Gift/
Antoni gergio
💞💞💞💞💞
Angel
🌹🌹🌹🥰🥰🥰
Shinta geol
❤❤❤❤
clara
andai di dunia nyata ada🥹
Jamrud Khatulistiwa
sistem sangat pelit, setiap misi tdk sda hadiah
Jamrud Khatulistiwa
sistim tdk pernah memberi tahu hadiah yg diberikan
Jamrud Khatulistiwa
murid orang sakti mendapat sistem
Gege
katanya diawal sudah belajar banyak di gunung Rinjani.. nyatanya masih bergantung sama sistem...tapi gpp biar lebih op laah MC nyaaaah .pesen 10 hareem yaa Thor...jangan lembek..🤭
Cherlly: iya kaka,judul nya aja sistem kaka,next crita ya kaka saya lagi mikir lgi biar menarik 😊😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!